Modernisasi sering diartikan sejumlah siswa untuk menikmati kebebasan tanpa batas. Ditambah lagi minimnya pengawasan orang tua di rumah terhadap siswa saat ini membuat mereka terjerumus dalam pergaulan bebas dan narkoba. Buktinya, mereka sering kepergok membawa pasangannya check in di hotel, bungalo, dan villa serta banyak beredarnya foto-foto pornografi yang disebarkan lewat telepon genggam (hp), yang kebanyakan pelakunya adalah dari anak-anak sekolah. Bahkan ada yang sering mangkal di sejumlah diskotek.
Masa muda adalah masa rawan yang masih perlu sekali mendapat arahan dan bimbingan. Menginjak pada usia muda biasanya kalian masih labil yang mudah terpengaruh kepada orang lain. Lingkungan dan pergaulan sangat mempengaruhi jiwa kalian. Lingkungan yang baik dan mendukung serta pergaulan yang sehat akan mendidik kalian menjadi orang yang mempunyai dedikasi yang tinggi dan kemauan ya ng kuat untuk menahan hawa nafsunya dan mengarahkan potensinya ke hal-hal yang positif.
Pergaulan bebas sering dikonotasikan dengan sesuatu yang negatif seperti seks bebas, narkoba, kehidupan malam, dan sebagainya. Memang istilah ini diadaptasi dari budaya barat di mana orang barat untuk melakukan hal-hal di atas tanpa takut menyalahi norma-norma yang ada dalam masyarakat. Berbeda dengan budaya timur yang menganggap semua itu adalah hal yang tabu sehingga sering kali kita mendengar ungkapan-ungkapan "jauhi pergaulan bebas".
Faktor-faktor Penyebab Pergaulan Bebas
Faktor-faktor penyebab dari pergaulan bebas adalah sebagai berikut. 1. Kurangnya kontrol diri sehingga mudah terjerembab ke dalam dunia
gelap tersebut.
2. Kurangnya kontrol dari keluarga dan masyarakat.
3. Ketidakpahaman, bahkan tidak mau tahu terhadap ajaran agama. 4. Pengaruh media massa yang terus mencekoki penonton/pembacanya
dengan suguhan budaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya ketimuran.
A. Mengenal Bahaya Seks Bebas
Pada masa remaja, kalian pasti mempunyai rasa ingin tahu terhadap masalah seksual dalam pembentukan hubungan dengan lawan jenis. Informasi tentang masalah seksual sudah seharusnya mulai diberikan, agar kalian tidak mencari informasi dari orang lain atau dari sumber-sumber yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali. Menurut pendapat Handbook
of Adolecent Psychology pemberian informasi masalah seksual menjadi
penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif, karena berkaitan dengan dorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan sering tidak memiliki informasi yang cukup mengenai aktivitas seksual mereka sendiri. Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa remaja bila ia tidak memiliki pengetahuan dan informasi yang tepat. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar kalian tidak mengetahui dampak dari perilaku seksual yang dilakukan dan seringkali sangat tidak siap untuk melakukan hubungan seksual terlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut.
Sumber: www. ayurai.wordpress.com/10 juni 20009
Gambar 7.2 Hamil di luar nikah menyebabkan ketegangan mental yang bersangkutan dapat
berisiko kelainan pada janin yang dikandungnya
Meningkatnya minat pada masalah seksual dan sedang berada dalam potensi seksual yang aktif, membuat kalian berusaha mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut. Dari sumber informasi yang berhasil didapatkan, pada umumnya hanya sedikit yang mendapatkan seluk beluk seksual dari orang tuanya. Oleh karena itu, kalian kadang mencari atau mendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh, misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi, membahas dengan teman-teman, buku-buku tentang seks, media massa atau internet. Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka ragam, mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan, bermesraan dan berhubungan badan. Objek seksual dapat berupa orang, baik sejenis maupun lawan jenis, orang dalam khayalan atau diri sendiri. Sebagian tingkah laku ini memang tidak memiliki dampak, terutama bila tidak menimbulkan dampak fisik bagi orang yang
bersangkutan atau lingkungan sosial. Tetapi sebagian perilaku seksual (yang dilakukan sebelum waktunya) justru dapat memiliki dampak psikologis yang sangat serius, seperti rasa bersalah, depresi, marah, dan agresif.
Sementara akibat psikososial yang timbul akibat perilaku seksual antara lain adalah ketegangan mental dan kebingungan akan peran sosial yang tiba-tiba berubah, misalnya pada kasus hamil di luar nikah. Belum lagi tekanan dari masyarakat yang mencela dan menolak keadaan tersebut. Selain itu resiko yang lain adalah terganggunya kesehatan yang bersangkutan, resiko kelainan janin dan tingkat kematian bayi yang tinggi. Di samping itu tingkat putus sekolah remaja hamil juga sangat tinggi. Hal ini disebabkan rasa malu remaja dan penolakan sekolah menerima kenyataan adanya murid yang hamil di luar nikah. Masalah ekonomi juga akan membuat permasalahan ini menjadi semakin rumit dan kompleks.
B. Menolak Budaya Seks Bebas
Sumber: www.geocities.com/10 juni 2009 Gambar 7.3 Kegiatan keagamaan adalah salah satu cara menghindari
sek bebas di kalangan remaja
Agar bentuk-bentuk kegiatan yang berhubungan dengan seks bebas seperti yang telah dicontohkan di atas dapat dihindari, maka kalian harus paham cara menghindari seks bebas terutama di kalangan remaja. Caranya sebagai berikut.
1. Beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah maupun di luar sekolah.
Tugas
Latihan
2. Memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat (seperti: berolahraga, mengikuti kegiatan organisasi di lingkungan masyarakat atau sekolah).
3. Mencari teman yang baik dan bergaul dengan lingkungan (masyarakat) yang baik.
4. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang berguna (seperti: membantu pekerjaan orang tua di rumah, ikut kursus keterampilan, dan lain-lain). Cara untuk menolak ajakan perilaku seks bebas, antara lain:
1. Memiliki pengetahuan tentang penyebab dan akibat perilaku seks bebas sangat membantu kita menolak bujuk rayu.
2. Untuk menolak bujuk rayu harus dilakukan dengan halus dan sopan, tapi tegas.
3. Namun, apabila cara ini tidak bisa/tidak mempan kita punya untuk mengupayakan segala hal supaya tidak terbujuk (karena kita bertanggung jawab terhadap diri kita dan orang lain di sekitar kita). 4. Menolak bujuk rayu juga dapat menolong orang yang membujuk kita,
untuk mengubah perilakunya. Jadi bukan hanya untuk kepentingan kita sendiri.
1. Mengapa pendidikan seksual sudah mulai diberikan sejak usia remaja? 2. Apakah yang dimaksud perilaku seksual?
3. Apakah yang dimaksud pendidikan seksual?
1. Buatlah kliping tentang kenakalan remaja yang di dalamnya mengandung unsur seks bebas remaja di masyarakat!
2. Simpulkanlah kliping yang kalian buat tadi dengan memberikan pendapat kalian tentang hal tersebut!