BUDAYA POP DAN PERKEMBANGAN K-POP DI INDONESIA
2.1 Budaya Populer
Permulaan budaya pada kehidupan manusia di ciptakan dari hasil interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya. Kebudayaan bisa di katakan sebagai hasil ciptaan manusia, dan manusia sendiri hidup di antaranya. Budaya akan terus hidup dan berkembang mana kala manusia masih ada di dalamnya. Kegunaan budaya pun beragam, contohnya suatu budaya ada sebagai pedoman interaksi antar manusia maupun kelompoknya, wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan yang di miliki, petunjuk manusia agar memiliki batasan bertindak dan menentukan sikap. Budaya pun seiring dengan waktu akan terus berubah dan fleksibel mengikuti perkembangan zaman dan juga kegunaannya dalam kehidupan dan juga bergantung dengan perubahan dari masyarakat itu sendiri.
Perubahan perilaku masyarakat yang mengikuti alur perkembangan zaman mengakibatkan perubahan budaya, sehingga memproses pengertian budaya semakin kompleks dan juga budaya populer. Budaya kini tidak bisa di lepaskan dari kepentingan ekonomi, politik, dan produksi budaya oleh kapitalis. Terlihat dari pemasaran musik yang berujung kepada pemungutan biaya pada setiap pembelian lagu ataupun dalam pembelian album.
Budaya populer didominasi dengan produksi dan juga konsumsi barang-barang material atau/dan bukan seni-seni sejati, manakala penciptanya didorong oleh motif laba. Budaya populer disokong oleh industri budaya yang telah mengkontruksi masyarakat, tidak sekedar berlandaskan konsumsi tapi menjadikan
artefak budaya sebagai produk industri dan komuditi terutama juga dalam hal kepuasan (Ibrahim, 2006).
Dari hal kepuasan mestinya manusia memiliki takarannya sendiri-sendiri, dan juga kebutuhannya. Berbicara tentang kepuasan, sesuatu yang diinginkan pasti akan menginginkan hal yang lebih jika sudah mendapatkan incaran kepuasan pertama. Sehingga manusia akan terus berusaha untuk memenuhi hasrat kepuasan dirinya sendiri.
Budaya populer sendiri bisa berkembang dengan baik dan cepat didukung dengan adanya media massa. Budaya populer berkembang sebagai akibat dari kemudahan-kemudahan reproduksi yang diberikan oleh teknologi seperti internet, percetakan, fotografi, perekaman suara, dan sebagainya (Malthy dalam Barker: 20:37).
Menurut Mukerji (1991), istilah budaya populer mengacu pada kepercayaan, praktik, dan objek yang tersebar di masyarakat. Dia mengatakan bahwa :
Popular culture refers to the beliefs dan practices and objects through which they are organized, that are widely sjared among a population. This includes folks beliefs, practices and object generated and political and commercial centers.
“Budaya populer mengacu pada keyakinan, praktik dan objek yang menyatu dalam kesatuan yang hidup di masyarakat. Ini termasuk keyakinan, praktik, dan objek yang dihasilkan oleh pusat politik dan komersial.”
Jadi kata populer, sering disingkat dengan istilah “pop”, mengandung arti “dikenal dan disukai oleh banyak orang atau umum”, “sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umunya, mudah dipahami, disukai dan di kagumi oleh banyak orang. (KBBI: 1989).
Istilah budaya populer sendiri dalam bahasa latin merujuk kepada “culture of the people” (budaya masyarakat). Hal itu menyebabkan banyak pengkaji budaya melihat budaya yang hidup (lived culture) dan serangkaian artefak budaya yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari orang kebanyakan. Budaya populer memenuhi kebutuhan manusia untuk memuaskan hasrat keingintahuannya, hasrat kepuasan yang akan terus menerus bertambah seiring dengan perkembangan
budaya populer itu sendiri. Tren akan bermunculan seiring dengan waktu berjalan yang kemudian dapat ditemukan dengan mudah dikehidupan sehari-hari.
Budaya pop juga bisa disebut dengan budaya yang mempertarungkan sebuah arti makna di masyarakat. Budaya ini memperebutkan minat dan ketertarikan masyarakat. Kepraktisan, pragmatisme, dan ke instanan dalam pola kehidupan menjadi salah satu ciri khasnya. Di sini, media, baik elektronik ataupun media cetak menjadi salah satu dari ujung tombak public relation untuk menyampaikan secara langsung maksud dan tujuan budaya pop pada masyarakat. televisi misalnya, adalah media yang dinilai efisien dalam mengkomoditaskan segala sesuatu dan menjualnya dalam bentuk praktis agar dapat dengan mudah dicerna oleh masyarakat (Ilham, 2017).
Budaya populer saat ini berkembang pesat, ditunjang dengan media yang ada dan beragam kreativitas yang dituangkan. Mulai dari cita rasa masakan instan, hingga cita-cita menjadi artis terjenal dengan bergantung pada poling SMS dari penonton. Di Indonesia, pada stasiun televisi kita bisa mengamati semangat budaya populer dalam acara pencarian bakat seperti Indonesian Idol, KDI, X-Factor dan lain sebagainya. Kehadiran produk televisi tidak lepas dari peran masyarakat. secara sederhana, budaya populer dihasilkan melalui teknik-teknik industrial produksi massa dan dipasarkan untuk mendapatkan keuntungan khalayak konsumen massa.
Seiring dengan perkembangan budaya, baik budaya tradisional maupun populer, budaya tersebut pastinya memiliki beberapa karakteristik yang dapat membedakan dari budaya lainnya. Karakteristik budaya populer menurut Derry Mayendra (2011). Yaitu pertama, Pragmatisme dan Relativisme. Budaya populer menerima segala sesuatu yang dianggap bermanfaat tanpa memperdulikan benar atau salah hal yang diterima tersebut dan yang tampak nyata untuk dinikmati. Semua hal diukur dengan dari hasil dan manfaatnya. Hal ini sesuai dengan dampak budaya populer yang mendorong orang-orang untuk selalu berpikir praktis sebagai dampaknya.
Kedua Hedonisme. Budaya populer lebih terfokus kepada titik kepuasan dan emosi dibandingkan dengan intelektual yang menjadi tujuan hidup adalah
bersenang-senang dan menikmati hidup, sehingga masyarakat cenderung mengikuti keinginan hati. Sebagai contoh konsumsi merchandise dari idola untuk memuaskan hasrat memiliki, menonton konser dengan harga tiket yang mahal dan lain sebagainya.
Ketiga, Popularitas dan bersifat Kontemporer. Budaya populer mempengaruhi masyarakat disetiap subkultur tanpa memantang latar belakang etnik, agama, status sosial, usia, pendidikan dan lainnya. Budaya populer mempengaruhi hampir semua golongan dengan popularitas yang ditawarkan. Contohnya K-Pop yang mampu mempengaruhi seluruh kalangan usia. Budaya populer adalah budaya yang bersifat sementara, tidak stabil dan terus berubah bahkan berganti sesuai dengan tujuan dan tuntutan arus zaman. Hal ini dapat dilihat dari gendre lagu yang terus berkembang dan berubah.