PT BERKAH BETON SADAYA TBK Kegiatan Usaha Utama:
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dibandingkan dengan periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
Pendapatan usaha Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 adalah sebesar Rp64.480.984.540, mengalami peningkatan sebesar Rp64.405.134.540 atau sebesar 84.911% dari pendapatan usaha Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 sebesar Rp75.850.000. Hal ini dikarenakan meningkatnya penjualan material sebesar Rp59.699.845.000
atau 78.708% untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dibandingkan periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019. Perubahan ini berdampak baik pada Perseroan dan meningkatkan saldo laba Perseroan. Perseroan akan melakukan pemasaran efektif untuk mempertahankan dan meningkatan pendapatan Perseroan pada periode selanjutnya.
Pendapatan usaha untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 ini berasal dari penjualan atas bahan material sebesar Rp59.775.695.000 (97%) dan Readymix sebesar Rp4.705.289.540 (3%).
Peningkatan penjualan pada tanggal 30 Juni 2020 disebabkan oleh peningkatan volume penjualan. Penyebab kenaikan volume penjualan tersebut dikarenakan Perseroan baru berdiri pada tahun yang berakhir 2019, yang mengakibatkan kapasitas produksi belum maksimal dan permintaan atas material belum signifikan sehingga kinerja penjualan Perseroan belum optimal dibandingkan tahun 2020.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp14.764.060.765. Hal ini dikarenakan Perusahaan sudah mulai beroperasi dan melakukan penjualan pada bulan Maret 2019.
Pendapatan usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 ini berasal dari penjualan bahan material sebesar penjualan readymix sebesar Rp13.569.503.892 (92%) dan penjualan material sebesar Rp1.194.556.873 (8%).
b. Beban Pokok Penjualan
Rincian beban pokok Penjualan Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
Keterangan 30 Juni 31 Desember
2020 2019*) 2019*)
Saldo Awal Bahan Baku 8.149.646.997 - -
Pembelian Bahan Baku 44.549.434.003 118.492.096 16.484.052.887
Saldo Akhir Bahan baku (12.584.475.888) (51.008.724) (8.149.646.997) Bahan Baku yang Digunakan 40.114.605.112 67.483.372 8.334.405.890 Biaya Penyusutan Aset Tetap 328.769.238 - 54.434.536 Biaya Penyusutan Aset Hak Guna 1.429.718.748 133.229.166 1.337.322.914
Biaya Overhead 1.262.421.679 332.801.377 1.278.003.570
Biaya Tenaga Kerja 823.286.507 - 555.911.718 Biaya Peralatan 206.136.500 - 442.921.823 Total Beban Pokok Penjualan 44.164.937.784 533.513.915 12.003.000.451
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dibandingkan dengan periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
Beban pokok penjualan Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 adalah sebesar Rp44.164.937.784 mengalami peningkatan sebesar Rp43.631.423.869 atau sebesar 8178% dari beban pokok penjualan Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 sebesar Rp533.513.915. Hal ini terutama disebabkan perusahaan yang sudah mulai beroperasi
secara optimal dan berbanding lurus dengan pendapatan pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2020 dibandingkan dengan periode 30 Juni 2019.
Beban pokok penjualan terbagi dalam 5 pos pengeluaran, yaitu (i) Biaya Penyusutan Aset Tetap sebesar Rp328.769.238 (0,74%), (ii) Biaya Penyusutan Aset-Hak-Guna sebesar Rp1.429.718.748 (3,24%), (iii) Biaya Overhead sebesar Rp1.262.421.680 (2,86%), (iv) Biaya Tenaga Kerja Langsung sebesar Rp823.286.506 (1,86%), dan (v) Biaya Peralatan sebesar Rp206.136.500 (0,47%) serta (vi) Biaya Bahan Baku sebesar Rp40.114.605.112 (90,83%).
Perseroan akan melakukan efisiensi untuk mempertahankan dan meningkatkan pendapatan Perseroan untuk Laporan Keuangan periode selanjutnya.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Beban Pokok penjualan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah
sebesar Rp12.003.000.451. Hal ini utamanya berasal dari biaya bahan baku, penyusutan aset
hak-guna dan aset tetap.
Beban usaha terbagi dalam 5 pos pengeluaran, yaitu (i) Biaya Penyusutan Aset Tetap sebesar Rp54.434.536 (0,45%), (ii) Biaya Penyusutan Aset Hak Guna sebesar Rp1.337.322.914 (11,14%), (iii) Biaya Overhead sebesar Rp1.278.003.570 (10,65%), (iv) Biaya Tenaga Kerja Langsung sebesar Rp555.911.718 (4,63%), (v) Biaya Peralatan sebesar Rp442.921823 (3,69%) dan (vi) Biaya Bahan Baku sebesar Rp8.334.405.890.
c. Beban Umum dan Administrasi
Rincian beban usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
(dalam Rupiah penuh)
Keterangan 30 Juni 31 Desember 2020 (6 Bulan/Months) 2019*) (6 Bulan/Months) (12 Bulan/Months)2019*) Gaji dan Tunjangan 564.991.781 114.500.000 370.423.052 Perizinan 281.675.000 20.000.000 40.000.000 Beban Kantor 324.610325 48.299.725 217.121.406 Asuransi 206.365.859 26.018.091 206.949.267 Beban Penjualan 74.596.500 - 83.863.500 Imbalan Kerja 61.560.359 28.558.355 57.116.710 Perjalanan Dinas 46.652.728 614.000 95.367.102 Penyusutan 37.375.812 5.042.399 30.703.318 Perawatan 32.058.100 6.479.217 19.516.500
Listrik, Air dan Telepon 40.829.965 - 16.763.117
Lain-lain 184.006.093 1.300.000 56.605.426 Total Beban Umum dan Administrasi 1.854.722.522 250.811.787 1.194.438.398 *) Tidak Konsolidasian
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dibandingkan dengan periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
Beban umum dan administrasi Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 adalah sebesar Rp1.854.722.522 mengalami peningkatan sebesar Rp1.603.910.735 atau sebesar 639% dari beban usaha Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 sebesar Rp250.811.787. kenaikan dikarenakan perusahaan sudah mulai beroperasi dengan
adanya beban karyawan, pengurusan perizinan dan meningkatnya biaya operasional kantor lainnya, Perseroan akan melakukan efisiensi untuk mempertahankan dan meningkatkan pendapatan Perseroan untuk Laporan Keuangan periode selanjutnya.
Beban umum dan administrasi terbagi dalam 12 pos pengeluaran, yaitu (i) Gaji dan Tunjangan sebesar Rp564.991.781 (30,46%), (ii) Perizinan sebesar Rp281.675.000 (15,18%), (iii) Operasional Kantor sebesar Rp268.916.073 (14,49%), (iv) Asuransi sebesar Rp206.365.859 (11,12%), dan (v) Biaya Kantor sebesar Rp103.022.792 (5,55%) serta biaya lainnya sebesar Rp429.751.017 (23,20%).
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Beban umum dan administrasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp1.194.438.398. Hal ini terutama karena perusahaan sudah mulai beroperasi seiring dengan meningkat nya jumlah karyawan dan beban gaji operasional kantor, perizinan , asuransi dan beban operasional pada tahun 2019.
d. Beban (Pendapatan) Usaha Lainnya
(dalam Rupiah penuh)
Keterangan 30 Juni
31 Desember 2020
(6 Bulan/Months) (6 Bulan/Months)2019*) (6 Bulan/Months)2019*)
Jasa Giro 919.439 253.734 3.140.411
Pajak Jasa Giro (85.702) (26.540) (199.006)
Beban Admin Bank (2.486.240) (628.756) (2.675.910)
Total Pendapatan (Beban) Lain-lain (1.652.503) (401.562) 265.495 *) Tidak Konsolidasian
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dibandingkan dengan periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
Beban lain-lain - bersih Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 adalah sebesar Rp1.652.503 , mengalami peningkatan sebesar Rp1.250.941 atau sebesar 311,51% dibandingkan dengan beban usaha lainnya Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 sebesar Rp401.562, Hal ini utamanya disebabkan karena kenaikan beban administrasi
bank dan jasa giro.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Beban (Pendapatan) Lain-lain bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp265.495, Hal ini terutama adanya pendapatan dari Bunga Jasa Giro disisi lain terdapat Beban Admin Bank.
e. Beban Keuangan
(dalam Rupiah penuh)
Keterangan 2020 30 Juni 31 Desember
(6 Bulan/Months) (6 Bulan/Months)2019*) (12 Bulan/Months)2019*) Beban Bunga Liabilitas Sewa 1.151.423.037 131.694.569 1.258.230.811 Total Beban Pokok Penjualan 1.151.423.037 131.694.569 1.258.230.811 *) Tidak Konsolidasian
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dibandingkan dengan periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
Beban Keuangan Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 adalah sebesar Rp1.151.423.037, mengalami peningkatan sebesar Rp1.019.728.468 atau sebesar 774,31% dibandingkan dengan beban keuangan Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 sebesar Rp131.694.569, Hal ini disebabkan karena adanya beban bunga liabilitas sewa
untuk peride enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2020.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Beban keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp1.258.230.811, Hal ini terutama adanya pembayaran beban bunga liabilitas sewa pada 31 Desember 2019 sehubungan dengan sewa-guna-usaha.
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dibandingkan dengan periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
Laba Kotor Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 adalah sebesar Rp20.316.046.756, mengalami kenaikan sebesar Rp 20.773.710.671 atau sebesar 4.539,07% dari rugi usaha Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 sebesar rugi Rp457.663.915. kenaikan ini terutama karena terdapat penjualan material dan Readymix sebesar
Rp64.480.984.540 pada periode 6 bulan yang berakhir tanggal 30 Juni 2020.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Laba kotor perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp2.761.060.314 Hal ini dikarenakan seiringnya Perusahaan sudah mulai beroperasi dan melakukan penjualan pada tahun 2019.
g. Laba Sebelum Pajak
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dibandingkan dengan periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019
Laba sebelum pajak Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 adalah sebesar Rp17.308.248.694, mengalami kenaikan sebesar Rp18.148.820.527 atau sebesar 2.159% dari rugi usaha Perseroan untuk periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2019 sebesar Rp840.571.833. Hal ini terutama dari peningkatan penjualan material dan Readymix dan diiringi dengan
peningkatan beban pokok penjualan dan beban operasional Perseroan pada periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2020.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
Laba Sebelum Pajak perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp308.656.600, Hal ini dikarenakan seiringnya Perusahaan sudah mulai beroperasi dan memperoleh penjualan pada pada tahun yang berakhir 31 Desember 2019 dan diiringi dengan timbulnya beban pokok penjualan dan beban operasional Perseroan..
Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 dibandingkan dengan periode 6 bulan