• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUSINESS COMBINATION, GOODWILL AND INTANGIBLE ASSETS

ESTIMATES AND ASSUMPTIONS Penyusunan laporan keuangan konsolidasian

11. BUSINESS COMBINATION, GOODWILL AND INTANGIBLE ASSETS

Kombinasi Bisnis Business Combination

Indokuat Indokuat

Sebagaimana dijelaskan pada Catatan 1, IDLK dan SAJ telah melakukan akuisisi atas 100% saham Indokuat dari DDII dan DAPL serta membeli merek dagang dari CGD.

As described in Note 1, IDLK and SAJ acquired 100% shares of Indokuat from DDII and DAPL as well as purchase the brand name from CGD. Nilai wajar dari aset dan liabilitas teridentifikasi

Indokuat pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:

The fair values of the identifiable assets and liabilities of Indokuat as at the date of acquisition are as follows:

Nilai Wajar Diakui pada saat Akuisisi/ Fair Value Recognized on

Acquisition

Aset Assets

Kas dan setara kas 11.161 Cash and cash equivalents

Aset lancar lainnya 111.236 Other current assets

Aset tetap 254.272 Fixed assets

Aset tidak lancar lainnya 1.348 Other non-current assets

378.017 Liabilitas Liabilities

Liabilitas jangka pendek 204.628 Current liabilities

Liabilitas jangka panjang 19.144 Non-current liabitlites

223.772

Nilai wajar aset neto teridentifikasi 154.245 Total identifiable net assets at fair values

Nilai transaksi saham 154.245 Share consideration value

Nilai transaksi merek dagang 45.000 Brand consideration value

Nilai transaksi keseluruhan

(Catatan 1) 199.245 Consideration value (Note 1)

Dikurangi kas dan setara kas yang diperoleh dari Entitas Anak yang

diakuisisi 11.161

Net of cash and cash equivalents of the acquired Subsidiary

Akusisi Entitas Anak, setelah dikurangi kas dan setara kas

yang diperoleh 188.084

Acquisition of a Subsidiary, net of cash and cash equivalents

acquired

TAK BERWUJUD (lanjutan) INTANGIBLE ASSETS (continued)

Kombinasi Bisnis (lanjutan) Business Combination (continued)

Indokuat (lanjutan) Indokuat (continued)

Pada tahun 2015, penilaian terhadap nilai wajar Indokuat telah diselesaikan.

In 2015, the assessment of Indokuat’s fair value was completed.

Kelompok usaha memperoleh pengendalian dalam Indokuat melalui akuisisi saham.

Kelompok usaha telah memenuhi peraturan OJK terkait sehubungan dengan akuisisi Indokuat.

The Group obtained control in Indokuat through the acquisition of shares of stock.

The Group has complied with the relevant OJK rules pertaining to the acquisition of Indokuat.

Goodwill Goodwill

Saldo goodwill pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31

Desember 2015 masing-masing sebesar

Rp1.424.030.

The balance of goodwill as of March 31, 2016 and December 31, 2015 amounted to Rp1,424,030. Seperti diungkapkan pada Catatan 2, Kelompok

Usaha melakukan pengujian penurunan nilai atas

goodwill yang tercatat pada laporan posisi

keuangan konsolidasian.

As disclosed in Note 2, the Group performed impairment test on goodwill reported in the consolidated statement of financial position. Goodwill tersebut dialokasikan ke IDLK sebagai

UPK untuk pengujian penurunan nilai yang dilakukan setiap tahun, termasuk jika ada indikasi penurunan nilai goodwill pada tanggal-tanggal pelaporan.

Such goodwill was allocated to IDLK as CGU for impairment testing, which is performed annually as well as if there is indication of goodwill impairment as at reporting dates.

Tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui pada tanggal-tanggal pelaporan, karena jumlah terpulihkan dari goodwill yang disebutkan di atas lebih tinggi dari nilai tercatatnya. Ringkasan dari pengujian penurunan nilai goodwill di atas diungkapkan pada paragraf-paragraf berikut.

There was no impairment loss recognized as at reporting dates as the recoverable amounts of the goodwill stated above exceed its respective carrying amounts. The summary of impairment testing on the above-mentioned goodwill is disclosed in the succeeding paragraphs.

Untuk tujuan pengujian penurunan nilai tersebut, jumlah terpulihkan goodwill yang dialokasikan ditentukan berdasarkan “nilai pakai” (value in use) dengan menggunakan metode arus kas yang didiskontokan. Berikut adalah ringkasan dari asumsi utama yang digunakan:

For impairment testing purposes, the recoverable amounts of the goodwill allocated was determined based on “value in use” using discounted cash flow method. The followings are a summary of key assumptions used:

31 Desember 2015/ December 31, 2015

Tingkat diskonto 13,47% Discount rate

Tingkat pertumbuhan 5,00% Terminal growth rate

Arus kas setelah tahun yang dicakup dalam proyeksi diekstrapolasi menggunakan estimasi tingkat pertumbuhan tersebut di atas. Tingkat diskonto yang diterapkan pada proyeksi arus kas dihasilkan dari rata-rata tertimbang biaya modal dari UPK terkait. Tingkat pertumbuhan yang digunakan tidak melebihi tingkat rata-rata pertumbuhan jangka panjang pada industri di negara tempat entitas beroperasi.

The cash flows beyond the projected periods are extrapolated using the estimated terminal growth rate indicated above. The discount rate applied to the cash flow projections are derived from the weighted average cost of capital of the respective CGU. The terminal growth rate used was not exceed the long-term average growth rate of the industry in the country where the entities operate.

TAK BERWUJUD (lanjutan) INTANGIBLE ASSETS (continued)

Goodwill (lanjutan) Goodwill (continued)

Perubahan terhadap asumsi yang digunakan oleh manajemen dalam menentukan jumlah terpulihkan,

khususnya tingkat diskonto dan tingkat

pertumbuhan, dapat berdampak signifikan pada hasil pengujian. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat alasan yang memungkinkan asumsi

utama di atas untuk berubah sehingga

menyebabkan nilai tercatat goodwill menjadi lebih tinggi dari nilai terpulihkannya secara material.

Changes to the assumptions used by the management to determine the recoverable value, in particular the discount and terminal growth rates, may have significant impact on the results of the assessment. Management is of the opinion that there is no reason for possible change in any of the key assumptions stated above that would cause the carrying amount of goodwill to materially exceed its respective recoverable value.

Aset Tak Berwujud Intangible Assets

Analisis mutasi saldo aset tak berwujud adalah sebagai berikut:

An analysis of the movements of intangible assets is as follows:

Aset Tak Berwujud dengan umur terbatas/

Intangible Asset with finite useful life

Aset Tak Berwujud dengan umur tidak terbatas/

Intangible Asset with

indefinite useful life Total

31 Maret 2016/March 31, 2016

Nilai Tercatat/Carrying Amount

Saldo Awal/Beginning Balance 2.664.767 962.754 3.627.521

Penambahan/Additions - - -

Pengurangan/Deductions - - -

Saldo Akhir/Ending Balance 2.664.767 962.754 3.627.521

Akumulasi Amortisasi/Rugi Penurunan Nilai/

Accumulated Amortization/Impairment Loss

Saldo Awal/Beginning Balance 999.286 - 999.286

Penambahan/Additions 33.310 - 33.310

Pengurangan/Deductions - - -

Saldo Akhir/Ending Balance 1.032.596 - 1.032.596

Nilai Tercatat Neto/Net Carrying Amount 1.632.171 962.754 2.594.925

31 Desember 2015/December 31, 2015

Nilai Tercatat/Carrying Amount

Saldo Awal/Beginning Balance 2.664.767 962.754 3.627.521

Penambahan/Additions - - -

Pengurangan/Deductions - - -

Saldo Akhir/Ending Balance 2.664.767 962.754 3.627.521

Akumulasi Amortisasi/Rugi Penurunan Nilai/

Accumulated Amortization/Impairment Loss

Saldo Awal/Beginning Balance 866.048 - 866.048

Penambahan/Additions 133.238 - 133.238

Pengurangan/Deductions - - -

Saldo Akhir/Ending Balance 999.286 - 999.286

Nilai Tercatat Neto/Net Carrying Amount 1.665.481 962.754 2.628.235

TAK BERWUJUD (lanjutan) INTANGIBLE ASSETS (continued)

Aset Tak Berwujud (lanjutan) Intangible Assets (continued)

Analisis mutasi saldo aset tak berwujud adalah sebagai berikut: (lanjutan)

An analysis of the movements of intangible assets is as follows: (continued)

Aset Tak Berwujud dengan umur terbatas/

Intangible Asset with finite useful life

Aset Tak Berwujud dengan umur tidak terbatas/

Intangible Asset with

indefinite useful life Total

31 Maret 2015/March 31, 2015

Nilai Tercatat/Carrying Amount

Saldo Awal/Beginning Balance 2.664.767 962.754 3.627.521

Penambahan/Additions - -

Pengurangan/Deductions - - -

Saldo Akhir/Ending Balance 2.664.767 962.754 3.627.521

Akumulasi Amortisasi/Rugi Penurunan Nilai/

Accumulated Amortization/Impairment Loss

Saldo Awal/Beginning Balance 866.048 - 866.048

Penambahan/Additions 33.310 - 33.310

Pengurangan/Deductions - - -

Saldo Akhir/Ending Balance 899.358 - 866.048

Nilai Tercatat Neto/Net Carrying Amount 1.765.409 962.754 2.728.163

Aset tak berwujud dengan umur terbatas Intangible assets with finite useful life

Aset tak berwujud dengan umur terbatas, yang timbul sehubungan dengan transaksi akuisisi Drayton terdiri dari merek-merek dagang atas produk yang diproduksi oleh IDLK, diamortisasi selama 20 tahun sejak tahun 2008. Merek-merek tersebut di antaranya adalah Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Crima, Kremer dan Indoeskrim.

The intangible assets with finite useful life, which arose in connection with the acquisition of Drayton, consists of the brand names of the products produced by IDLK, is being amortized for the 20 years period since 2008. The brand names includes, among others, Indomilk, Cap Enaak, Tiga Sapi, Crima, Kremer and Indoeskrim.

Aset tak berwujud dengan umur tidak terbatas Intangible assets with indefinite useful life

Aset tak berwujud dengan umur tidak terbatas, yang terutama terdiri dari merek dagang terdaftar (CLUB) AMDK yang dijual oleh TMP dan jaringan distribusi dan pelanggan yang timbul sehubungan dengan transaksi akuisisi aset dari perusahaan- perusahaan yang menjadi bagian dari Kelompok Usaha Tirta Bahagia, serta merek dagang Milkuat yang diakuisisi oleh IDLK sebagaimana dijelaskan di atas.

The intangible assets with indefinite life, mainly consist of the registered brand name (CLUB) of the PDW sold by TMP and the distribution and customer network in connection with the related acquisition of assets of companies that were part of Tirta Bahagia Group, and of the registered brand name of Milkuat acquired by IDLK, as described above.

Tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui pada tanggal-tanggal pelaporan, karena jumlah terpulihkan dari aset tak berwujud yang disebutkan di atas lebih tinggi dari nilai tercatatnya. Ringkasan dari pengujian penurunan nilai aset tak berwujuddi atas diungkapkan pada paragraf-paragraf berikut.

There was no impairment loss recognized as at reporting dates as the recoverable amounts of the intangible assets stated above exceed its respective carrying amounts. The summary of impairment testing on the above-mentioned intangible assets is disclosed in the succeeding paragraphs.

TAK BERWUJUD (lanjutan) INTANGIBLE ASSETS (continued)

Aset Tak Berwujud (lanjutan) Intangible Assets (continued)

Aset tak berwujud dengan umur tidak terbatas (lanjutan)

Intangible assets with indefinite useful life (continued)

Untuk tujuan pengujian penurunan nilai tersebut, jumlah terpulihkan aset tak berwujud ditentukan berdasarkan “nilai pakai” (value in use) dengan

menggunakan metode arus kas yang

didiskontokan. Berikut adalah ringkasan dari asumsi utama yang digunakan:

For impairment testing purposes, the recoverable amounts of the intangible assets was determined based on “value in use” using discounted cash flow method. The followings are a summary of key assumptions used:

31 Desember 2015/ December 31, 2015

Tingkat diskonto 12,31% - 14,73% Discount rate

Tingkat pertumbuhan 5,00% Terminal growth rate

Arus kas setelah tahun yang dicakup dalam proyeksi diekstrapolasi menggunakan estimasi tingkat pertumbuhan tersebut di atas. Tingkat diskonto yang diterapkan pada proyeksi arus kas dihasilkan dari rata-rata tertimbang biaya modal dari UPK terkait. Tingkat pertumbuhan yang digunakan tidak melebihi tingkat rata-rata pertumbuhan jangka panjang pada industri di negara tempat entitas beroperasi.

The cash flows beyond the projected periods are extrapolated using the estimated terminal growth rate indicated above. The discount rate applied to the cash flow projections are derived from the weighted average cost of capital of the respective CGU. The terminal growth rate used was not exceed the long-term average growth rate of the industry in the country where the entities operate.

12. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN

CERUKAN

Dokumen terkait