BAB IV. SITUASI UPAYA KESEHATAN
4.1. Pelayanan Kesehatan
4.1.9. Cakupan Kunjungan Neonatus
Pelaksanaan pelayanan neonatus, petugas kesehatan disamping melakukan pemeriksaan kesehatan bayi juga melakukan konseling perawatan bayi kepada ibu. Bayi sampai umur 28 hari merupakan golongan umur yang memiliki resiko gangguan kesehatan paling tinggi.
Pencapaian pelayanan kesehatan bayi yaitu cakupan kunjungan naonatus pertama (KN1) 2 (dua) tahun terakhir telah mencapai 100% namun pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 87% dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 89%. Sedangkan cakupan kunjungan neonatus lengkap (KN Lengkap) terjadi peningkatan, dimana tahun 2011 persentase KN lengkap mencapai 96.5% dan di tahun 2012 mencapai 98%, sedangkan tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 87.7% dan pada tahun 2014 menurun menjadi 81%. Gambaran persentase ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini.
Grafik 4.6. Cakupan Kunjungan Neonatus
Kabupaten Dharmasraya Tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014
4.1.10. Cakupan Kunjungan Bayi
Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan kunjungan bayi umur 29 hari – 11 bulan di sarana pelayanan kesehatan seperti Polindes, Pustu, Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemberian imunisasi dasar, deteksi dini tumbuh kembang bayi dan penyuluhan perawatan kesehatan bayi. Pada tahun 2012 cakupan kunjungan bayi sebesar 89% dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 97,3% namun pada tahun 2014 menurun menjadi 83% dari 4189 jumlah bayi yang ada.
4.1.11. Cakupan Desa/Kelurahan “ Universal Child Immunization “ (UCI)
Pencapaian Universa Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan cakupan pada imunisasi dasar secara lengkap pada bayi. Desa UCI merupakan gambaran desa dengan capaian imunisasi lengkap pada bayi mencapai minimal 80% dalam waktu satu tahun.
Grafik dibawah ini menggambarkan persentase desa UCI pada 3 (tiga) tahun terakhir di Kab. Dharmasraya.
Grafik 4.7. Persentase Desa UCI
Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014
Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
Dari grafik di atas dapat dilihat pada tahun 2013 terjadi penurunan persentase desa UCI namun pada tahun 2014 terjadi peningkatan kembali sehingga mencapai 70,1%. Secara keseluruhan, di Kabupaten Dharmasraya selama 3 (tiga) tahun terakhir belum mencapai UCI dan apa bila dilihat dari desa atau kenagarian yang ada, hanya 36 nagari yang UCI dari 52 nagari yang ada di Kabupaten Dharmasraya. 4.1.12. Persentase Cakupan Imunisasi Bayi
Program imunisasi di Kabupaten Dharmasraya merupakan bentuk pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit dengan memberikan vaksin pada bayi. Program imunisasi ini dilakukan oleh petugas puskesmas tidak hanya menunggu di puskesmas akan tetapi melaksanakan imunisasi di luar Puskesmas seperti di Posyandu, bidan praktek swasta, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh terhadap masyarakat. Hasil program imunisasi bayi tahun 2014 Kabupaten Dharmasraya dapat dilihat pada Tabel 4.4. berikut.
Tabel 4.4. Cakupan Imunisasi Bayi Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
No Jenis Imunisasi Jumlah Bayi di Imunisasi % Target
Nasional 1 HB < 7 Hari 3547 92,35 80 2 BCG 3624 94,35 95 3 DPT-HB3/DPT-HB-Hib3 3654 87,23 90 4 POLIO 4 3654 87,23 90 5 CAMPAK 3701 88,35 90
Sumber : Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
Dapat dilihat dari tabel cakupan imunisasi bayi di atas, hanya jenis imunisasi HB < 7 hari yang mencapai target nasional, selainnya tidak mencapai target sehingga target imunisasi dasar lengkap yang telah ditentukan yaitu 100%, hanya
tercapai 84.44% diKabupaten Dharmasraya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan terhadap sasaran imunisasi, pada program imunisasi sasaran yang dipakai merupakan Surviving Infant (jumlah bayi lahir hidup pada periode tertentu – 27/1000 x jumlah bayi lahir hidup pada periode tertentu), namun pada profil sasaran yang digunakan adalah jumlah bayi yang ada selama satu periode tertentu.
4.1.13. Persentase Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif
Cara pemberian makanan pada bayi yang baik dan benar adalah menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan dan meneruskan menyusui anak sampai 24 bulan ditambah makanan pendamping ASI.
Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Dharmasraya 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat dari grafik dibawah ini.
Grafik 4.8. Persentase Bayi ASI Eksklusif Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014
Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
Persentase ASI eksklusif pada tahun 2012 mencakup 29.5 dari jumlah bayi yang berusia 0 s/d 6 bulan, pada tahun 2013 meningkat menjadi 69.4%, sedangkan pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 63.6%.
Berdasarkan hal diatas, persentase tertinggi pada bayi yang mendapatkan asi eksklusif terjadi pada tahun 2013, namun terjadi penurunan pada tahun 2014.
Penurunan persentase ASI eksklusif ini disebabkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi masih rendah serta dipengaruhi juga banyaknya susu formulir yang beredar ditengah-tengah masyarakat saat ini.
4.1.14. Jumlah Balita Ditimbang
Cakupan penimbangan balita di posyandu merupakan indikator yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita khususnya prevalensi gizi kurang.
Berdasarkan laporan Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten
Dharmasraya, jumlah balita yang ditimbang pada tahun 2014 berjumlah 14.814 (73.5%) dari balita yang ada, BGM berjumlah 200 balita atau 1.4% dari balita yang ditimbang.
Dari 200 balita yang BGM, tertinggi terdapat di wilayah kerja puskesmas Koto besar dengan jumlah 50 balita dan wilayah kerja puskesmas sitiung II dengan jumlah 28 balita.
4.1.15. Cakupan Pelayanan Balita dan Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
Pada tahun 2012, 2013 dan 2014 di Kabupaten Dharmasraya cakupan pelayanan balita gizi buruk yang mendapat perawatan sebesar 100%, ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini.
Grafik 4.9. Jumlah Balita Gizi Buruk yang ditemukan dan yang mendapat perawatan diKabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014
Sumber : Bidang Kesga Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
Dari 13 Puskesmas yang ada di Kab. Dharmasraya, pada tahun 2012 Jumlah balita gizi buruk tertinggi yang ditemukan terdapat diwilayah kerja Puskesmas Sitiung II dengan jumlah 11 orang, pada tahun 2013 terdapat di wilayah kerja yang sama dengan jumlah 10 orang sedangkan pada tahun 2014 terdapat diwilayah kerja Puskesmas Timpeh dengan jumlah 13 orang.
4.1.16. Cakupan Penjaringan dan Pelayanan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat
Masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar biasanya berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti menggosok gigi secara baik dan benar serta mencuci tangan menggunakan sabun.
Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat pada tahun 2014 dikabupaten Dharmasraya mencapai 100%, dengan tingkat pelayanan kesehatan mencapai 93.2%.
4.1.17. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usila
Pelayanan kesehatan juga dilakukan secara khusus kepada kelompok Usia Lanjut (Usila), dimana pada kelompok ini biasanya banyak mengalami gangguan kesehatan degeneratif dan fungsi tubuh lainnya. Cakupan pelayanan kesehatan pada usila di tahun 2012 meningkat dari tahun 2011 yaitu 46,88 % menjadi 68,31 % namun tahun 2013 mengalami penurunan yaitu 60,23% dan pada tahun 2014 cakupan pelayanan kesehatan pada usila sebesar 69,39% ini dapat dilihat dari grafik 4.7. dibawah ini.
Grafik 4.10. Persentase Cakupan Kesehatan Usila Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014
4.1.18. Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang harus Diberikan Pelayanan Kesehatan (RS) di Kabupaten
Pelayanan gawat darurat level 1 adalah tempat pelayanan gawat darurat yang memiliki dokter umum on site (berada ditempat) 24 jam dengan kualifikasi
General Emergency Life Support (GELS) atau Advance Trauma Life Support (ATLS)
dan Advance Cardiac Life Support (ACLS).
RSUD Sungai Dareh telah melakukan pelayanan gawat darurat level 1, namun pada tingkat Puskesmas hanya ada 6 Puskesmas yaitu Puskesmas Koto Baru, Timpeh, Sitiung I, Sungai Rumbai, Silago dan Sungai Limau.
4.1.19. Desa/Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani < 24 Jam, Jumlah Penderita dan Kematian pada KLB
Dari 262 desa yang ada di Kabupaten Dharmasraya, yang terkena KLB sebanyak 5 desa dengan yang ditangani kurang dari 24 jam berjumlah 4 desa (80%).
Jenis kejadian luar biasa yang terjadi di Kabuaten Dharmasraya antara lain AFP, diare, keracunan pangan dan rabies. Jumlah penderita dari empat jenis kejadian luar biasa berjumlah 36 penderita, dimana jumlah penderita diare merupakan terbanyak yaitu 28 penderita.
Dari 36 penderita, 3 diantaranya meninggal dunia yang disebabkan menderita diare, keracunan pangan dan rabies.
4.1.20. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak SD dan Setingkat Sebagai mana dengan penjelasan sebelumnya Masalah kesehatan pada anak usia sekolah dasar biasanya berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti menggosok gigi secara baik dan benar serta mencuci tangan menggunakan sabun.
Pada tahun 2014 jumlah SD baik swasta maupun negeri di Kabupaten Dharmasraya bertambah menjadi 156 yang pada tahun sebelumnya berjumlah 154 SD yang ada, jumlah murid yang mendapat pelayanan/pemeriksaan kesehatan gigi berjumlah 20.075 siswa atau (71.1%) dari 28.238 siswa SD yang ada di Kabupaten Dharmasraya dan yang mendapat perawatan berjumlah 32 siswa.
4.2. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
Kecendrungan meningkatnya biaya pemeliharaan kesehatan, merupakan penyebab sulitnya masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Keadaan ini diperparah dengan pembiayaan yang harus ditanggung oleh pasien dan penerapan teknologi canggih.
Salah satu jalan keluar yang dilakukan oleh pemerintah yaitu meluncurkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bekerja sama dengan pihak ketiga yang disebut dengan BPJS.
4.2.1. Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar
Jaminan kesehatan pra bayar adalah suatu konsep atau metode penyelenggaraan pemeliharaan kesehatan yang paripurna (preventif, promotif, rehabilitatif, dan kuratif) berdasarkan azas usaha bersama dan kekeluargaan yang berkesinambungan dengan mutu yang terjamin serta pembiayaan yang dilaksanakan secara pra-upaya.
Jumlah peserta jaminan pemeliharaan kesehatan pra bayar di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2014 berjumlah 81.793 jiwa jumlah ini mencakup 41% dari penduduk Kabupaten Dharmasraya.
4.2.2. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap & Gangguan jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan
Pemanfaatan sarana kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit sebagai pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap tingkat pertama dan lanjutan oleh masyarakat umum di Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2013 telah mencapai 283.464 pada pelayanan rawat jalan dan 5808 pada pelayanan rawat inap, serta kunjungan gangguan jiwa berjumlah 141 sedangkan pada tahun 2014 mencapai 90.692 pada pelayanan rawat jalan dan 4950 pada pelayanan rawat inap, serta kunjungan gangguan jiwa berjumlah 261. Jumlah kunjungan ini merupakan gambaran pemanfaatan sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Dharmasraya, dan dalam hal ini jumlah kunjungan bisa bertambah apa bila didukung dengan pencatatan dan pelaporan petugas yang baik sehingga seluruh jumlah kunjungan pasien tercatat.
4.2.3. Angka Kematian Pasien & Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit Penilaian tingkat keberhasilan pelayanan di rumah sakit biasanya dilihat dari berbagai segi yaitu tingkat pemanfaatan sarana, mutu dan tingkat efesiensi pelayanan. Beberapa indikator standar terkait dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipantau antara lain pemanfaatan tempat tidur (Bed Occupancy
Rate/BOR ), rata-rata lama hari perawatan (Length of Stay/LOS), rata-rata tempat
tidur dipakai (Bed Turn Over/BTO), rata-rata selang waktu pemakaian tempat tidur (Turn of Interfal/TOI), persentase pasien keluar yang meninggal (Gross Death
Rate/GDR) dan persentase pasien keluar yang meninggal ≥ 48 jam perawata (Net
Tabel 4.5. Indikator Pelayanan Rumah Sakit Di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2012, 2013 dan 2014
Indikator Pel. RS Nilai Ideal Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014
BOR LOS TOI GDR NDR 60-85% 6-9 hari 1-3 hari < 45 per 1000 pasien keluar < 25 per 1000 pasien keluar 49.5 3.2 3 31.1 6 51.2 4.1 3 25.9 6.8 46.1 4.2 3 29.9 7.1
Sumber : Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2012, RSUD Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2014
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa beberapa indikator pelayanan di rumah sakit khususnya di Kabupaten Darmasraya telah mencapai angka ideal, namun jika dilihat nilai BOR pada tiga tahun terakhir belum menunjukkan angka ideal.