Chart Title
2. Cakupan Pelayanan berdasarkan Wilayah
Berdasarkan Grafik 2.4. Cakupan Pelayanan berdasarkan Wilayah, tampak bahwa sebagian besar pasien yang berkunjung di RSUD Prof.
Dr. Margono Soekarjo merupakan warga Banyumas, yaitu sebesar 59,04%. Hal ini disebabkan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo berada di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Namun demikian, dari data terlihat bahwa kunjungan dari luar kabupaten Banyumas menjangkau sampai dengan wilayah Jawa Tengah barat selatan dan perbatasan Jawa Barat.
Terkait dengan capaian pelayanan, sejak diberlakukannya kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional/ Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (JKN/BPJS) pada tahun 2014, sebagian besar pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo baik pasien rawat jalan, rawat inap maupun IGD, adalah pasien dengan jaminan. Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Pedoman pelaksanaan Program jaminan kesehatan nasional disebutkan bahwa Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pelayanan kesehatan tingkat kedua hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan
BANYUMAS 59,04%
PURBALINGG A 8,38%
BANJARNEGA RA 3,90%
CILACAP 10,84%
KEBUMEN 3,37%
WONOSOBO 0,92%
PEMALANG 1,80%
BREBES
6,43% TEGAL
0,72% PEKALONGAN 0,32% LAIN
4,29%
Grafik 2.4. Cakupan Pelayanan berdasarkan Wilayah Tahun 2014-2018
24 tingkat pertama. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat kedua atau tingkat pertama, kecuali pada keadaan gawat darurat, kekhususan permasalahan kesehatan pasien, pertimbangan geografis, dan pertimbangan ketersediaan fasilitas. Hal ini memungkinkan terjadinya penurunan kunjungan pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang merupakan Rumah Sakit Rujukan Tersier yang hanya dapat menerima pasien-pasien rujukan dari Rumah sakit rujukan sekunder. Hal ini diperkuat dengan adanya sistem rujukan online yang merupakan digitalisasi proses rujukan berjenjang. Sistem ini disesuaikan dengan kompetensi, jarak dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan yang diwajibkan bagi semua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang sudah terhubung jaringan komunikasi internet mulai 21 Juni 2018. Sistem resmi diujicobakan pada tanggal 15 Agustus 2018, dan diberlakukan secara resmi pada bulan September 2018, sampai dengan saat ini sistem belum stabil artinya masih banyak ditemukan hambatan terutama di faskes tingkat pertama dalam mengimplementasikan sistem tersebut. Ini berarti proyeksi beberapa tahun ke depan, kunjungan pasien ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto sebagai Rumah Sakit Rujukan Tersier akan mengalami penurunan. Menurunnya jumlah kunjungan pasien diiringi dengan meningkatnya keluhan pasien tentang panjangnya alur yang harus ditempuh untuk sampai ke Faskes yang dibutuhkan. Kebijakan tersebut di atas berdampak pula pada cakupan kunjungan klinik spesialis umum sehingga diperlukan kajian mendalam terhadap implementasi kebijakan yang kurang sesuai bagi SDM Medis di Faskes Tersier.
25 3. Statistik RS (BOR< LOS)
Berdasarkan Tabel Statistik RS tampak tingkat pemanfaatan tempat tidur Rumah Sakit sudah tidak ideal (60-85% , Depkes RI. 2005) sejak tahun 2016 sudah mencapai >85%. Hal ini menunjukkan tingginya pemanfaatan tempat tidur di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang tampak pada Angka penggunaan tempat tidur (BOR) di atas 82,70% dan memiliki kecenderungan meningkat hingga tahun 2019 dan penerapan pada tahun 2018 BOR menurun terkait dengan regulasi BPJS dan system penguncian pada palikasi rujukan BPJS yang telah diterapkan, dan pada tahun 2020 mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid 19.
Adapun nilai rata-rata lama rawat pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo berkisar antara 3 sampai 5 hari. Indikator ini disamping memberikan gambaran tingkat efisiensi, juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan, apabila diterapkan pada diagnosis tertentu dapat dijadikan hal yang perlu pengamatan yang lebih lanjut.Hal ini berarti LOS RSUD Prof. Dr.Margono Soekarjo secara umum cukup efisien.
Adapun frekuensi pemakaian tempat tidur (BTO); menurut Depkes RI (2005) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu tertentu.
Idealnya dalam satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali dalam satu tahun. Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo rata-rata berkisar 58–68 kali. Hal ini menggambarkan bahwa frekuensi pemakaian tempat tidur belum ideal, yang dapat mengakibatkan kurangnya pemeliharaan tempat tidur.
Indikator lain yang menggambarkan efisiensi penggunaan tempat tidur yaitu Tenggang perputaran (TOI), yaitu rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati pasien. Idealnya nilai TOI berkisar 1-3 hari ini berarti rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati pasien di RSUD Margono Soekarjo sudah tidak Ideal karena TOI kurang dari 1 hari.
STATISTIK 2016 2017 2018 2019 2020 BOR 93,02 95,16 90,05 95,14 78,08
LOS 3,95 4,93 4,70 5,17 4,86
BTO 67,90 68,38 68,72 57,61 57,13
TOI 0,37 0,31 0,64 0,32 1,81
Tabel Statistik RS tahun 2016-2020
26 b. Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Tabel
Standar Pelayanan Minimal (SPM) RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2020
No. Jenis Pelayanan
Standar Pelayanan Minimal Rata-rata
Indikator Standar
1 Pelayanan Gawat Darurat
1 Kemampuan menangani life saving anak
dan dewasa 100% 100
2 Jam buka Pelayanan Gawat Darurat 24
Jam 100% 100
3 Pemberi pelayanan gawat darurat yang bersertifikat yang masih berlaku BLS/PPGD/GELS/ALS :
• Dokter 100% 100
• Perawat 100% 95.83
4 Ketersediaan tim penanggulangan
bencana 1 tim 1 tim
5 Waktu tanggap pelayanan Dokter di Gawat Darurat ≤ 5 menit terlayani,
setelah pasien datang 100% 100
6 Kepuasan Pelanggan
IGD ≥ 70 % 86,11
7 Kematian pasien< 24 Jam ≤ 25 ‰l 30.9 8 Khusus untuk RS Jiwa pasien dapat
ditenangkan dalam waktu ≤ 48 Jam 100% 100 9 Tidak adanya pasien yang diharuskan membayar uang muka 100% 100 2 Pelayanan
Rawat Jalan 1 Dokter pemberi Pelayanan di Poliklinik
Spesialis 100 % Dokter
Spesialis 100
2 Ketersediaan Pelayanan
Klinik : anak,
3 Ketersediaan Pelayanan Jiwa
a. Anak 4 Jam buka pelayanan (08.00 s/d 13.00
Setiap hari kerja kecuali Jumat : 08.00 -
11.00) 100%
7 Pasien TB yang ditangani dengan
strategi DOTS 100% 100
8 Penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskop TB 60% 60
27 9 Terlaksananya kegiatan pencatatan dan
pelaporan TB di RS 100% 99
2 Dokter penanggung jawab pasien rawat
inap 100% 100
3 Ketersediaan Pelayanan Rawat Inap
Pelayanan
5 Kejadian Infeksi Nosokomial :
≤ 1,5 %
6 Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan / kematian 100% 0 7 Kematian pasien > 48 jam ≤ 25 % 38,24 8 Kejadian pulang paksa
≤ 5 %
9 Kepuasan pelanggan
≥ 90 %
• IRNA I 89,32
• IRNA II 89,32
• IRNA III 89,32
• IMP (Flamboyan) 89,32
10 Pasien TB yang ditangani dengan
strategi DOTS 100% 89,32
11 a. Penegakan diagnosis TB melalui
pemeriksaan mikroskop TB 60% 100
b. Terlaksananya kegiatan pencatatan
dan pelaporan TB di RS 60% 60
12 Ketersediaan pelayanan rawat inap di rumah sakit yang memberikan
pelayanan jiwa
13 Tidak adanya kejadian kematian pasien gangguan jiwa karena bunuh diri 100% 100
14 Kejadian re-admission pasien gangguan jiwa tidak kembali dalam waktu ≤ 1
bulan 100% 100
15 Lama hari perawatan Pasien gangguan
jiwa ≤ 42 hari (6
minggu) 4
28 4 Pelayanan
GAKIN 1 Pelayanan terhadap pasien GAKIN yang datang ke RS pada setiap unit pelayanan :
100 %
terlayani 100 2 Pemanfaatan TT kelas III untuk pasien
miskin 3 Tidak adanya kejadian operasi salah sisi 100% 100 4 Tidak adanya kejadian opersi salah
orang 100% 100
5 Tidak adanya kejadian salah tindakan
pada operasi 100% 100
6 Tidak adanya kejadian tertinggalnya benda asing/lain pada tubuh pasien
setelah operasi 100% 100
7 Komplikasi anestesi karena overdosis, reaksi anestesi, dan salah penempatan
anestesi endotracheal tube ≤ 6 % 0,39
8 Waktu tunggu operasi maksimal 30
menit 70% 74,23
1 Kejadian kematian ibu karena
persalinan
• Perdarahan ≤ 1 % 0
• Pre – eklampsia ≤ 30 % 0
• Sepsis ≤ 0,2 % 0
• Partus lama ≤ 20 % 0
2 Pemberi pelayanan persalinan normal 100% 100 3 Pemberi pelayanan persalinan dengan
penyulit 100% 100
4 Pemberi pelayanan persalinan dengan
tindakan operasi 100% 56,2
5 Kemampuan menangani BBLR 1500 gr –
2500 gr 100% 100
6 Pertolongan persalinan melalui seksio
cesaria ≤ 20 % 51,2
Intensif 1 Rata rata pasien yang kembali ke perawatan intensif dengan kasus yang sama < 72 jam
≤ 3 % 0,1
2 Pemberi pelayanan Unit Intensif 100% 100
8 Pelayanan
Radiologi 1 Waktu tunggu hasil pelayanan foto
thorax ≤ 3 jam 90,64
2 Pelaksanaan Ekspertise Hasil
Pemeriksaan Radiologi 100% 100
3 Kejadian kegagalan pelayanan Rontgen
(Kerusakan Film Rontgen) ≤ 2 % 0,68
1 Waktu tunggu hasil pelayanan
laboratorium ≤ 140 menit
(manual) 98,3
2 Pelaksana ekspertisi 100% 100
3 Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksa laboratorium 100% 100
4 Kepuasan pelanggan ≥ 90 % 94,19
10 Pelayanan Rehabilitasi
Medik 1 Kejadian Drop Out pasien terhadap pelayanan Rehabilitasi Medik yang di
rencanakan ≤ 50 % 100
2 Tidak adanya kejadian kesalahan
tindakan rehabilitasi medik 100% 100
3 Kepuasan Pelanggan ≥ 90 % 94,19
2 Tidak adanya Kejadian kesalahan
pernberian obat 100% 100
3 Kepuasan pelanggan ≥ 90 % 89
4 Penulisan resep sesuai formularium 100% 100
29 12 Pelayanan Gizi 1 Ketepatan waktu pemberian makanan
kepada pasien ≥ 90 % 100
2 Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien ≤ 20 % 2,9 3 Tidak adanya kejadian kesalahan
pemberian diet 100% 0,0026
4 Jumlah permintaan makan yang
terlayani 100% 100
5 Jumlah Konsultasi gizi rawat inap yang
terlayani 100% 100
a. Disesuikan permintaan 100
b. Kasus beresiko malnutrisi 100
8 Jumlah Konsultasi gizi rawat jalan yang
terlayani > 90 % 100
13 Pelayanan Transfusi Darah
1 Pemenuhan kebutuhan darah bagi
setiap pelayanan transfusi 100 %
terpenuhi 100 2 Kejadian Reaksi transfusi ≤ 0,01 % 016
14 Pelayanan
Rekam Medik 1 Kelengkapan pengisian rekam medik 24 jam setelah selesai pelayanan : a. Pengembalian dokumen rekam medik
2 x 24 jam 100% 90,67
b. Kelengkapan pengisian dokumen
rekam medik 100% 75,37
2 Kelengkapan Informed Concent setelah mendapatkan informasi yang jelas 100% 92 3 Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan ≤ 10 menit 100 4 Waktu penyediaan dokumen rekam
medik pelayanan rawat inap ≤ 15 menit 100
2 Pengelolaan limbah padat infeksius
sesuai dengan aturan 100
16 Pelayanan Administrasi dan
manajemen
1 Tindak lanjut penyelesaian hasil
pertemuan direksi (TU) 100% 100
2 Kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja (TU) 100% 100 3 Ketepatan waktu pengusulan kenaikan
pangkat (Kepeg) 100% 100
4 Ketepan Waktu pengurusan gaji berkala
(Kepeg) 100% 100
5 Karyawan yang mendapat pelatihan minimal 20 jam setahun (Diklat) ≥ 60 % 43
6 Cost recovery (Keu) ≥ 40 % 107,27
7 Ketepatan waktu penyusunan laporan
keuangan (Keu) 100% 100
8 Kecepatan waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien rawat inap (Keu) ≤ 2 jam 100
9 Ketepatan waktu pemberian imbalan (insentif) sesuai kesepakatan waktu
(Keu) 100%
1 Waktu pelayanan ambulance/Kereta jenazah 24 jam 100
2 Kecepatan memberikan pelayanan ambulance/Kereta jenazah di rumah
sakit (Maks. 30 menit) 100% 100
1 Waktu tanggap (response time) pelayanan pemulasaraan jenazah ≤ 2 Jam 98,24 2 Kecepatan penyelesaian VeR > 90 % 100
30 Berdasarkan Tabel Standar Pelayanan Minimal (SPM) RSUD Prof. Dr.
Margono Soekarjo Tahun 2020, dapat dihitung prosentase capaian SPM pada tahun 2018 yaitu sebesar 89,6%
19 Pelayanan pemeliharaan sarana rumah sakit
1 Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat ≥ 80 % 95,39 2 Ketepatan waktu pemeliharaan alat 100% 97,36
3
Peralatan laboratorium dan alat ukur yang digunakan dalam pelayanan terkalibrasi tepat waktu sesuai dengan
ketentuan kalibrasi : 100%
1 Tidak adanya kejadian linen yang hilang 100% 100 2 Ketepatan waktu penyediaan linen
untuk ruang rawat inap 100% 100
1 Tersedianya anggota Tim PPI yang
terlatih 75% 100
2 Tersedianya APD 75% 100
3 Kegiatan pencatatan dan pelaporan
infeksi nosokomial di RS 75% 100
22 Pelayanan
Radioterapi 1 Ketersediaan Pelayanan radiasi eksternal ≤ 90 % 100 2 Waktu tunggu penyinaran eksternal ≤ 2
minggu
≥ 90 % 100 23 Pelayanan
VCT 1 Ketersediaan pelayanan VCT > 90 % 100
2 Tidak ada diskriminasi pelayanan pada
pasien HIV/AIDS 100% 100
3 Deteksi dini penanganan kasus HIV > 60 % 100
4 Terlaksananya kegiatan pencatatan dan
pelaporan VCT di RS 100% 100
1 Pelayanan pemeriksaan Patologi Anatomi > 95% 100 2 Waktu Penyelesaian Hasil Pemeriksaan
Haemodialisa 1 Pengukuran Adekuasi dialisis ≥80 % 81 2 Pelaksanaan HD Rutin dengan Akses
Vaskuler Permanen ≥80 % 80,18
31 c. Pencapaian Kinerja Pelayanan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo
Tahun 2018-2023 dan Perubahan Tahun 2022-2023
Tabel 2.1
No Indikator Kinerja sesuai Tugas
dan Fungsi OPD Target
SPM Target
IKK Target Indikator
Lainnya
Target Renstra PD Tahun ke Target Akhir Tahun Renstra
Realisasi Capaian
Tahun ke Realisasi Capaian
Pencapaian Kinerja Pelayanan Tahun 2018-2023 1 Persentase Capaian Satandar
Pelayanan Minimal (SPM) v 87,59 87,61 87,63 87,65 87,67 87,67
2 Persentase Pemenuhan Sarana, prasarana dan alat kesehatan pelayanan kesehatan
v 66 35 66 66 66 66 66 35 - 100 50,5
3 Persentase SDM Kesehatan yang
terlatih v 10 20 30 40 40 - - - - -
4 Persentase keiatan pemenuhan logistik
v 17 20 23 24 27 27 17 25 - 125 21
5 Persentase capaian peserta kegiatan promosi dan pemberdayaan masyarakat
v 10 15 15 20 40 100 13,78 25,57 - 170,4 19,675
6 CRR Total v 66 67 69 71 75 75 81,88 78,60 - 117,3 80,24
7 Zona Integritas v 81 82 83 84 85 85 95,09 95,09 - 115,9 90,09
8 Nilai Kepuasan Masyarakat v 85,53 85,63 85,73 85,83 86 86 86,25 86,72 - 101,2 86,485
9 Persentase ketercapaian pelayanan umum, kepegawaian dan keuangan PD
v 81 82 84 85 88 88 - - - - -
10 Nilai SAKIP v 85,53 85,54 85,55 85,57 85,58 85,58 89,20 89,71 - 104.8 89,455
Perubahan Pencapaian Kinerja Pelayanan Tahun 2022-2023 1 Persentase Capaian Standar
Pelayanan Minimal (SPM) RSUD Prof Dr Margono Soekarjo
v 85 85,5 85,5
2 Persentase Pemenuhan UKP dan
UKM v 100 100 100
3 Persentase SDM Kesehatan dan Non Kesehatan yang terlatih
v 30 40 40
4 Persentase Capaian Kegiatan Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Provinsi
v 20 40 60
5 Nilai Kepuasan Masyarakat 89 90 90
6 CRR Total v 78 81 81
7 Persentase ketercapaian pelayanan umum, kepegawaian dan keuangan PD
v 100 100 100
32 d. Anggaran dan Realiasasi Pendanaan Pelayanan
RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Tahun 2018-2023
Tabel 2.2
Uraian Anggaran pada tahun ke Realisasi Anggaran pada Tahun Rasio antara Realisasi dan
Anggaran Tahun ke Rata rata Pertumbuhan
1 2 3 4 5 R1 R2 R3 1 2 3 Anggaran Realisasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Anggaran dan realisasi Pendanaan Pelayanan Tahun 2019-2020 Program
Keg. Pemenuhan Sarpras dan Alkes Pelaynan Rujukan (DAK)
Program Farmasi dan Perbekalan Kesehatan
1.975.000.
000 1.000.000.
000 1.974.897.
530 999.747.598 99,99 99,97
Keg. Penyediaan logistic Kantor
Program Promosi dan
Pelayanan dan Pendukung Pelayanan BLUD
444.036.604.
000 495.603.000.
000 356.631.473.
078 433.920.779.
196 80,32 87,55
Keg. Pelaynan dan Pendukung Pelayanan
463.251.562.
000 495.603.000.
000 356.631.473.
078 433.920.779.
196 80,32 87,55
Anggaran dan realisasi Pendanaan Pelayanan Tahun 2021 Program
Pemenuhan UKP dan UKM
388.361.391.
000 Keg. Penyediaan
Fasilitas Pelayanan, Sarpras dan Alkes
untuk UKP
Rjukan, UKM dan
18.361.319.
000
33
UKM Rujukan Tingkat Daerah Provinsi
Keg. Penyediaan Layanan
Kesehatan untuk UKP Rujukan, UKM dan UKM Rujukan Tingkat Daerah Provinsi
370.000.000.
000
Program Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
140.000.000
Keg. Advokasi, Pemberdayaan, Kemitraan, Peningkatan Peran serta Masyarakat dan Lintas Sektor Tingkat Daerah Provinsi
140.000.000
Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah
110.881.865.
000
Keg. Administrasi
Keuangan 110.881.865.
000
34 e. Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan/ Kinerja Keuangan
Tabel 2.2.1
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Provinsi Jawa Tengah
Sumber: Laporan Realisasi Anggaran Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Uraian
Anggaran Pada Tahun
(dalam jutaan) Realisasi Anggaran pada Tahun
(dalam jutaan) Rasio Antara Realisasi dan Anggaran Tahun
Rata-rata Pertumbuhan (dalam jutaan)
2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 Anggaran Realisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)
PENDAPATAN 290,000 295,000 345,000 350,000 375,632 308,430 321,889 378,199 382,565 428,494 106% 109% 110% 109% 114% 24,600 11,510 Pendapatan
Asli Daerah 290,000 295,000 345,000 350,000 375,632 308,430 321,889 378,199 382,565 428,494 106% 109% 110% 109% 114% 24,600 14,698
BELANJA
DAERAH 511,701 546,923 569,575 558,442 607,730 414,547 485,543 504,213 467,217 545,128 81.0% 88.8% 88.5% 83,66 89,70 (934) 24,619 Belanja Tidak
Langsung 110,614 91,617 95,216 95,216 105,395 91,705 90,317 92,445 92,472 104,479 82.9% 98.6% 97% 97,12 99,13 2,652 3,983 Belanja
Pegawai 110,613 91,617 95,216 95,216 105,395 91,705 90,317 92.444 92,472 104,479 82.9% 98.6% 97% 97,12 99,13 2,652 3,983 Belanja
Langsung 401,087 455,306 474,359 463,226 502,345 322,842 395,226 411.768 374,744 440,649 80.5% 86.8% 86.8% 80,90 87,72 (3,586) 20,636
35 Kinerja keuangan RS dapat diketahui dari realisasi target Anggaran dan Pendanaan Pelayanan seperti pada tabel 2.2 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Provinsi Jawa Tengah. Dari tabel terlihat bahwa RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini menunjukkan Rasio antara Realisasi dan anggaran Pendapatan lebih dari 100%. Hal ini menunjukkan kinerja keuangan efektif dan efisien, yang menunjukkan bahwa kondisi manajemen rumah sakit semakin efektif dan efisien, dengan rata-rata penyerapan anggaran 89,4 %. Namun apabila dibandingkan dengan total anggaran yang diterima RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo meliputi belanja langsung dan tidak langsung termasuk investasi dan gaji pegawai maka Rasio antara Realisasi dan anggaran kurang dari 100% dengan rata-rata penyerapan anggaran belanja sebesar 70,07%. Adapun kondisi manajemen keuangan RS dengan CRR sudah mencapai > 60%, hal ini sudah dapat dikatakan sehat yaitu sebesar 84,14% pada tahun 2014 : 83,5 % pada tahun 2015: 100,2%
pada tahun 2016 : 91,5% pada tahun 2017 : 102,3% dan 2018: 98,7%.
II. KONDISI EKSTERNAL