• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV UPAYA KESEHATAN

A. Pelayanan Kesehatan

13. Cakupan penjaringan dan pelayanan kesehatan siswa SD

Cakupan penjaringan siswa SD dan setingkat adalah pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas I Sd dan MI yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama tenaga kesehatan terlatih lainnya (guru dan dokter kecil).

Pada tahun 2011, jumlah siswa SD / MI di Kabupaten Rembang sebanyak 9.981 siswa, sedangkan yang mendapat pelayanan kesehatan sebanyak 9.739 siswa ( 97,58 %).

14. Cakupan Pelayanan Kesehatan Usila

Pelayanan kesehatan usia lanjut adalah : Pelayanan kesehatan sesuai standar yang ada pada pedoman pada usia lanjut (60 tahun ke atas), di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.

42

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

Pelayanan kesehatan dilakukan terhadap 6.609 usila dari 42.997 usia lanjut yang ada (15,37%). Cakupan pelayanan tertinggi di puskesmas Pamotan 52,24% dan terendah di puskesmas Pancur 3,51%.

15. Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 yang Harus Diberikan Pelayanan Kesehatan (RS) di Kabupaten

Sarana kesehatan dengan kemampuan pelayanan gawat darurat level 1 adalah tempat pelayanan gawat darurat yang memiliki Dokter Umum on site (berada di tempat) 24 jam dengan kualifikasi GELS dan/atau ATLS + ACLS, serta memiliki alat trasportasi dan komunikasi.

Pada tahun 2011 terdapat 24 sarana pelayanan kesehatan dari jenis rumah sakit, puskesmas dan sarana yankes lainnya. Sarana pelayanan kesehatan yang memiliki kemampuan pelayanan gawat darurat level 1 adalah dua rumah sakit (RSUD dan RSI) dan sepuluh puskesmas perawatan.

16. Penanganan Kejadian Luar Biasa

Kejadian luar biasa adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu desa/kelurahan dalam waktu tertentu.

Selama kurun waktu tahun 2011 tercatat ada 7 desa yang mengalami kejadian luar biasa (KLB) . Jenis KLB terdiri dari DBD (3 desa), Tetanus neonatum (1 desa) dan Keracunan makanan (3 desa). Semua kejadian luar biasa telah ditangani kurang dari 24 jam. Secara lengkap data KLB tersaji pada tabel berikut ini.

Tabel 4.2

Data Kejadian Luar Biasa Di Kabupaten Rembang Tahun 2011

No Kecamatan Desa Jenis KLB Pend

erita Kema tian Attac Rate (%) CFR (%) 1. Rembang Sukoharjo DBD 2 1 0,15 50

43

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

2. Sarang Bonjor DBD 3 1 0,12 33

3. Sarang Bonjor Tetanus

Neonatorum

1 1 2 100

4. Pamotan Gambiran Keracunan 2 1 100 50

5. Sumber Randuagung Keracunan 3 0 100 0

6. Sale Sumbermulyo Keracunan 1 1 100 100

Sumber : Bidang P2 DKK

Untuk melihat perkembangan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Rembang selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada grafik berikut :

Grafik 4.15

Jumlah Kejadian Luar Biasa Di Kabupaten Rembang Tahun 2008 - 2011

44

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

Pada grafik di atas nampak bahwa jenis penyakit terbanyak pada KLB adalah penyakit DBD dan Keracunan makanan.

17. Jumlah Kegiatan Penyuluhan Kesehatan

Upaya penyuluhan adalah semua usaha secara sadar dan berencana yang dilakukan untuk memperbaiki perilaku manusia sesuai prinsip – prinsip pendidikan dalam bidang kesehatan. Penyuluhan ini dilakukan pada kelompok sasaran tertentu dan secara terpadu.

Untuk Tingkat kabupaten penyuluhan dilakukan dengan memanfaatkan siaran radio tingkat kabupaten maupun penyuluhan intern jajaran petugas kesehatan. Sedangkan kegiatan penyuluhan di tingkat kecamatan di lakukan oleh puskesmas baik sendiri maupun terpadu dengan kecamatan dan lintas sektoral lainnya. Dari 3.807 kegiatan penyuluhan yang dilakukan tercatat bahwa terdapat 2.321 kegiatan penyuluhan massa.

B. AKSES DAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN

1. Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Pra Bayar

Dalam rangka meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan pada tahun 2011 di kabupaten rembang terdapat beberapa jaminan pemeliharaan kesehatan , diantaranya adalah melalui program Jamiman Kesehatan Masyarakat Miskin (Jamkesmas), Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), ASKES, Asabri dan juga Jamsostek. Jumlah peserta masing-masing jenis jaminan pemeliharaan kesehatan tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 4.3

Jumlah Peserta Jaminan Kesehatan Pra Bayar Per Jenis Jaminan di Kabupaten Rembang tahun 2011

No Puskesmas L+P Jamkesm

as Jamkesda ASKES

Jamsos

tek Lainnya

45

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

1 Sumber 38.056 15.219 4.519 776 2 Bulu 28.546 11.330 2.631 643 3 Gunem 24.878 9.528 1.952 626 4 Sale 44.358 14.842 3.475 1.524 5 Sarang 63.956 26.821 5.580 713 6 Sedan 56.575 17.392 5.579 1.582 7 Pamotan 55.076 21.325 14.503 2.754 8 Sulang 39.983 14.420 4.393 2.615 9 Kaliori 42.389 18.429 3.784 570 10 Rembang I 52.485 14.147 4.820 28.648 11 Rembang II 38.844 15.821 3.896 1.142 12 Pancur 31.110 11.340 3.012 618 13 Kragan I 34.527 12.066 4.211 2.560 14 Kragan II 31.825 12.079 3.351 2.044 15 Sluke 32.534 13.411 2.888 415 16 Lasem 54.742 19.644 5.050 4.556 Jumlah 669.884 247.814 73.644 51.786 2.715 1.332

Persentase (total jaminan

pra bayar 56,3%) 37,0 % 11,0 % 7,7 % 0,4 % 0,2 %

Dilihat dari tabel tersebut terlihat bahwa cakupan terbesar program jaminan pemeliharaan kesehatan adalah Jamkesmas yaitu 247,814 jiwa (37,0 %), kemudian Jamkesda / JKRS sebanyak 73,644 jiwa (11,0 %), Askes : 51,786 jiwa (7,7 %), Jamsostek : 2.715 % (0,4 %) dan jaminan kesehatan lainnya adalah 1.332 jiwa (0,2 5).

2. Cakupan Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan dan Rawat Inap Masyarakat Miskin Pada tahun 2011 di kabupaten Rembang jumlah masyarakat miskin yang tercatat dan mendapatkan jaminan kesehatan sebanyak 321.458 jiwa yang terdiri dari peserta jamkesmas sebanyak : 247.814 jiwa 9 77,1 %) dan Jamkesda / JKRS sebanyak : 73.644 jiwa (29,7 %).

46

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

Dari peserta tersebut yang mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sebanyak 128.180 jiwa ( 39,9 %) dan yang harus mendapatkan rujukan di strata 2 dan strata 3 sebanyak 4.196 jiwa (1,3 % ).

3. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap dan Gangguan Jiwa di Sarana Pelayanan Kesehatan

Pada tahun 2011 jumlah kunjungan rawat jalan di sarana pelayanan baik Pemerintah maupun Swasta sebanyak 515.758 kunjungan rawat jalan terdiri dari kunjungan di Puskesmas sebanyak : 455.581 kunj ( 88,3% ), RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang sebanyak : 59.462 kunj ( 11,5 % ) dan RSI Arofah Rembang 715 kunj ( 0,1% ). Sedangkan untuk Kunjungan rawat inap sebanyak 29.667 kunjungan terdiri dari Puskesmas 14.364 kunjungan ( 48,4% ) , RSUD Dr. R.Soetrasno Remabng 14.045 kunjungan ( 47,3% ) , RSI Arofah Rembang sebanyak 1.258 kunjungan ( 4,2 %).

Sedangkan kunjungan gangguan jiwa sebanyak 1.974 kunj terdiri dari Puskesmas 81 kunj ( 4,1% ) , RSUD Dr. R.Soetrasno Rembang sebanyak 1.893 kunj ( 95,9 % ).

Apabila dibandingkan dengan tahun 2010, jumlah kunjungan secara keseluruhan mengalami penurunan dari : 679.6773 kunjungan menjadi 547.399 kunjungan pada tahun 2011.

Kunjungan Rawat Jalan baik di Puskesmas maupun di Puskesmas Pembantu pada tahun 2011 terjadi penurunan 122.994 kunj (21,15 %) dari 578.575 kunj pada tahun 2010 menjadi jadi 455.581 kunj pada tahun 2011. Demikian juga kunjungan rawat inap terjadi penurunan 5.396 kunj (27,31 %) dari 19.760 kunj pada tahun 2010 menjadi 14.364 kunj pada tahun 2011 . Penurunan jumlah kunjungan di Puskesmas baik rawat jalan maupun rawat inap tersebut sangat berkaitan jumlah kunjungan JKRS yang juga menurun, hal ini berkaitan dengan kebijakan perubahan kepersertaan program JKRS dari total coverage (seluruh masyarakat) menjadi masyarakat miskin yang tidak tercakup dalam jamkesmas (non kuota jamkesmas).

47

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

Namun apabila dilihat dari kunjungan pasien menurut status pasien, dimana status pasien dibedakan menjadi 4 (empat) kriteria pasien yaitu : Pasien Umum ( bayar), Pasien peserta JKRS ( Jamkesda), Pasien peserta Askes Sosial (PNS dll), Pasien peserta Jamkesmas terdapat Peningkatan yang cukup siknifikan. Adapun perbandingan kunjungan menurut status pasien dari tahun 2010 dan tahun 2011 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4

Perbadingan kunjungan Puskesmas

menurut status pasien di Kab. Rembang tahun 2010 dan th. 2011

No Status Pasien Th. 2010 Th. 2011 Jumlah pasien % Jumlah pasien %

1 Pasien Umum (bayar) 106.975 18,72 % 228.443 52,24 % 2 Pasien peserta JKRS ( Jamkesda), 293.865 51,43 % 21.835 0,94 % 3 Pasien peserta Askes Sosial (PNS dll) 33.714 0,59 % 28.155 0,64 % 4 Pasien peserta Jamkesmas 136.819 23,95 % 158.874 36,33 %

Jumlah pasien 571.373 100 % 437.307 100 %

Dari tabel di atas terlihat bahwa terdapat peningkatan jumlah kunjungan pasien umum (bayar) sebanyak 121.468 kunjungan ( 113,55% ). Sehingga meskipun jumlah pasien menurun pada tahun 2011 namun jumlah pasien umum (bayar) meningkat sebagai salah satu indikator tingkat kemandirian masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas sudah cukup baik. Hal ini sejalan dengan program Dinas Kesehatan Kab Rembang yang terus menerus mengadakan intervensi dan inovasi kegiatan di Puskesmas diantaranya akreditasi Puskesmas, Puskesmas PONED, Pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas serta adanya peningkatan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat .

4. Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit

Di Kabupaten Rembang sampai dengan tahun 2011, terdapat dua Rumah sakit yaitu RSUD Dr. R.Soetrasno Rembang sebagai milik Pemerintah Kabupaten

48

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

Rembang dan RSI Arofah sebagai milik swasta. Indikator yang digunakan dalam melihat kinerja di Rumah sakit tersebut digunakan BOR, LOS dan TOI.

Adapun hasil pencapaian indikator tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.5

Indikator Kinerja di Rumah Sakit Kabupaten Rembang Tahun 2011

No Nama Rumah Sakita

Jumlah Pasien

Jumlah Hari

Perawatan BOR LOS TOI Pasien Keluar (Hidup + Mati) Pasien Keluar Mati Keluar Mati ≥ 48 Jam Dirawat 1 2 5 6 7 8 9 10 11 1 RSUD Dr. R. Soetrasno 14.045 726 331 53.460 70,08 3,81 1,63 2 RSI Arofah 1.258 30 18 7.326 40,14 5,82 8,68 KABUPATEN/KOTA 15.303 756 349 60.786 64,30 3,97 2,21 Keterangan :

BOR : (Bed Occupancy Rate) Persentase pemakaian tempat tidur pada satu-satuan waktu tertentu

LOS : (Length of Stay) Rata-rata lama rawatan (dalam satuan hari) seorang pasien TOI : (Turn Over Interval) Rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke

saat terisi berikutnya

C. PERILAKU HIDUP MASYARAKAT 1. Rumah tangga ber – PHBS

Rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat, yang meliputi 10 indikator, atau apabila dalam Rumah Tangga tersebut tidak ada ibu yang melahirkan, tidak ada bayi dan tidak ada balita, maka pengertian Rumah Tangga ber-PHBS adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator. Adapun ke – 10 indikator tersebut adala sebagai berikut :

49

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

b) Bayi diberi asi eksklusif, c) Balita ditimbang setiap bulan, d) Menggunakan air bersih,

e) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, f) Menggunakan jamban sehat,

g) Memberantas Jentik Di Rumah Sekali Seminggu, h) Makan Sayur Dan Buah Setiap Hari,

i) Melakukan Aktivitas Fisik Setiap Hari, Dan j) Tidak merokok di dalam rumah.

Hasil survey indikator PBHS di kabupaten Rembang pada tahun 2011 terhadap 10.046 rumah dari 163.926 KK yang ada diperoleh rumah tangga sehat sebanyak 7.100 rumah (70,7%).

D. KEADAAN LINGKUNGAN

Dalam profil kesehatan Kabupaten Rembang tahun 2011 ini, keadaan kesehatan lingkungan dilihat dari indikator prosentase Rumah Sehat, rumah yang mempunyai jamban, rumah yang mempunyai SPAL dan prosentase Institusi yang dibina serta persentase Tempat – Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TUPM) sehat.

Keadaan lingkungan dilihat dari jumlah sarana yang diperiksa dengan jumlah yang memenuhi syarat (sehat), sehingga angka yang didapat belum bisa menunjukkan cakupan secara keseluruhan tetapi hanya cakupan dari sarana yang diperiksa petugas. Namun demikian gambaran ini tidak jauh berbeda dari keadaan yang sebenarnya.

Pada tahun 2011 dilakukan pemeriksaan rumah sehat terhadap 84.521 rumah (51,3 %) dari 164.612 rumah yang ada. Hasil pemantauan tersebut adalah sebagai

berikut :

1. Persentase Rumah Sehat

Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat

50

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

dari tanah (Kepmenkes no. 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan).

Pemeriksaan dilakukan terhadap 84.521 rumah dan yang memenuhi kriteria rumah sehat sebanyak 34.809 rumah (41,18 %).

2. Persentase Rumah/ bangunan yang Diperiksa Jentik Nyamuk Aedes

Tahun 2011 jumlah rumah/ bangunan yang terdata sejumlah 164.612 bangunan. Jumlah rumah/ bangunan yang dilakukan pemeriksaan jentik Berkala sebanyak 20.024 rumah / bangunan (11,97 %). Dari pemeriksaan didapatkan 15.211 rumah / bangunan (75,96 %) adalah bebas jentik.

3. Persentase Keluarga menurut Jenis Sarana Air Bersih yang Digunakan

Pada tahun 2011 , Jumlah keluarga yang tercatat sebanyak 178.432 KK, yang diperiksa Sumber air bersihnya sebanyak 90,476 (50,71 %) dan yang mempunyai sarana air bersih ( mendapatkan akses air bersih) sebanyak 39.414 keluarga (43,56 %).

Sedangkan untuk penyediaan air minum ada beberapa sumber yang digunakan yaitu : air ledeng/ PDAM sebanyak : 13.551 KK ( 15,0 %), sumur pompa tangan sebanyak : 10.474 KK (11,6 %), mata air terlindungi sebanyak 87 KK ( 0,1 %), penampungan air hujan sebanyak 90 KK (0,1 %), Sumur Gali tak terlindungi sebanyak 14.600 KK (16,1 %) dan sumber lainnya sebanyak 612 KK (0,7 %).

51

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

43,6 0,0% 10,0% 20,0% 30,0% 40,0% 50,0% 60,0% 70,0% 80,0% 90,0% 100,0%

Cakupan Sumber Air Bersih di Kab. Rembang tahun 2011

Cakupan smb air bersih

Sumber : Bidang P2

4.Keluarga yang memiliki sarana sanitasi dasar

Inspeksi sanitasi terhadap 90.476 rumah dari 178.432 rumah yang ada menunjukkan data kepemilikan jamban = 42.947 rumah (47,47 %); kepemilikan sarana pembuangan sampah = 40.047 rumah (44,26 %) dan kepemilikan sarana pengelolaan air limbah 33.079 rumah (36,6 %).

Dari jumlah di atas yang termasuk kategori jamban sehat 78,68 %; tempat sampah sehat = 50,0 % dan sarana pengelolaan air limbah sehat = 45,3%.

52

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

2008

(diperiksa

19,3%)

2009

(diperiksa

27,1%)

2010

(diperiksa

33,6%)

2011

(diperiksa

50,7%)

Pengel Air Limbh 15,4 30,8 32,2 36,6

Pembuangan Samp 18,9 35,6 39,6 44,3

Jamban 44,4 45,7 48,9 47,5

0,0 % 10,0 % 20,0 % 30,0 % 40,0 % 50,0 % 60,0 %

Persentase (Kumulatif) Cakupan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar

Kab. Rembang Th. 2008 s/d 2011

Sumber : Bidang P2

5. Persentase Tempat-tempat Umum dan Pengolah Makanan (TPUM) Sehat Tempat – tempat Umum dan pengolah makanan (TUPM) yang diperiksa tahun 2011 sejumlah 1.359 TUPM (51,87 %) dari 2.620 TUPM yang ada , terdiri dari:

Tabel 4.6 Persentase Tempat – tempat Umum

dan Pengolah Makanan yang sehat di Kabupaten Rembang tahun 2011

No Nama TUPM Yang Ada Jumlah

diperiksa

Jumlah

Sehat % Sehat

1 Hotel 17 15 13 86,67

2 Restoran – Rumah Makan 32 27 23 85,19

53

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

4 TUPM lainnya 6.146 2.553 1.314 51,47

JUMLAH 6.231 2.620 1.359 51,87

Dari tabel tersebut terlihat bahwa prosentase TUPM yang memenuhi syarat terbesar adalah Hotel (86,67 %), Restoran - Rumah makan (85,19 %), Pasar (36,00 %) dan TUPM lainnya (51,47 %).

54

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

BAB V

SUMBER DAYA KESEHATAN

Berbagai sumberdaya kesehatan diperlukan untuk mendukung keberhasilan pembangunan. Sumber daya di sini dikelompokkan dalam dua kategori yaitu Sarana Kesehatan dan Tenaga kesehatan.

A. Sarana Kesehatan

1. Sarana Pelayanan Kesehatan menurut Kepemilikan/ Pengelola

Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau oleh

masyarakat tidak terlepas dari sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang ada. Sampai dengan tahun 2011, di Kabupaten terdapat beberapa sarana pelayanan kesehatan baik yang dimiliki oleh Pemerintah maupun swasta. Adapun jumlah sarana dan prasarana pelayanan kesehatan tersebut vdapat dilihat pada tabel berikut ;

Tabel 5.1

Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Rembang Menurut Kepemilikan tahun 2011

NO FASILITAS KESEHATAN Jumlah Keterangan

1 RUMAH SAKIT UMUM 2 Pem. Kab (1) swasta (1)

2 PUSKESMAS PERAWATAN 10 Pem. Kabupaten

3 PUSKESMAS NON PERAWATAN 6 Pem. Kabupaten

4 PUSKESMAS KELILING 16 Pem. Kabupaten

5 PUSKESMAS PEMBANTU 70 Pem. Kabupaten

6 RUMAH BERSALIN 2 Swasta

7 BALAI PENGOBATAN / KLINIK 6 TNI/Polri (2) swasta (4)

8 PRAKTIK DOKTER PERORANGAN 127 Swasta

9 POSKESDES 211 Swasta / peran serta masy

10 POSYANDU 1.231 Swasta / peran serta masy

11 APOTEK 28 Pem. Kab (1) swasta (27)

12 TOKO OBAT 5 Swasta

13 GFK 1 Pem. Kabupaten

14 INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL 3 Swasta

55

Profil Kesehatan Kab. Rembang th. 2011

Pada tahun 2011 terdapat 1.712 sarana pelayanan kesehatan baik milik pemerintah (99 buah) maupun swasta (1.611 buah). Sarana pelayanan kesehatan terdiri dari rumah sakit umum, puskesmas, puskesling, puskesmas pembantu, balai pengobatan, praktik dokter perorangan dsb. Sanara pelayanan kesehatan milik swasta meliputi rumah sakit, rumah bersalin, balai pengobatan, praktik dokter perorangan, poskesdes, posyandu, apotik, toko obat dan industri kecil obat tradisional.

2. Sarana Pelayanan Kesehatan dengan Kemampuan Laboratorium Kesehatan dan Memiliki 4 Spesialis Dasar

Pada tahun 2011 sarana pelayanan kesehatan yang meliputi RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang, RSI Arofah Rembang dan Puskesmas di kabupaten Rembang (16 puskesmas) telah memiliki Laboratorium , serta terdapat 3 (tiga ) laboratorium swasta yang terdapat di Rembang dan Lasem.

Adapun pelayanan 4 jenis spesialis dasar (kandungan dan kebidanan, bedah, penyakit dalam dan anak) juga terdapat di RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang dan RSI Arofah Rembang.

Dokumen terkait