A. Kalimat Majemuk Campuran antara Kalimat Tunggal dengan Kalimat Majemuk
Dalam BMDDM Kalimat Majemuk Campuran antara Kalimat Tunggal dengan Kalimat Majemuk adalah seperti berikut:
13. [Adek tendak pegi sekolah]K1 [make tidor terus]K2[ie pegi ke tempat bemaen]K3
‘Adik tak mau pergi sekolah, maka tidur terus, ia, pergi ke tempat bermain’
Kalimat di atas terdiri dari kalimat campuran Kalimat Tunggal dengan Kalimat Majemuk. Kalimat pertama yaitu: “Adek tendak pegi sekolah”. Kalimat ini digabungkan dengan kalimat kedua dan kalimat ketiga melalui tanda koma. Kalimat kedua dan ketiga merupakan deretan kalimat Majemuk gabungan yang terdiri dari “maka tidor terus” dan “ie pegi ke tempat bemaen”.
Deretan kalimat tunggal dan kalimat majemuk di atas dihubungkan dengan kata hubung (KH) make “maka”. Secara keseluruhan kalimat (13) mempunyai K1 yang terdiri dari kalimat tunggal, dihubungkan dengan K2 dan seterusnya
dihubungkan dengan K3 yang merupakan kalimat tunggal. Struktur kalimat ini dapat digambarkan dalam rajah pohon seperti di bawah ini.
K
Rozanna Mulyani: Kalimat Majemuk Bahasa Melayu Dialek Deli Medan : Suatu Kajian Transformasi Generatif, 2002 USU Repository©2006
K1 KH A2 KH A3
Adek tendak pegi sekolah make tidor terus # ie pegi ke tempat bemaen
Contoh-contoh lain seperti berikut :
14. [Emak mengambek sireh]K1. [dibagi kepade mak cik]K2
15. [Abah memelihare budak ian]Kl [dipeliharenye dengan sayang]K2
B. Deretan Kalimat Yang Dibina Melalui Proses Gabungan
Gabungan kalimat ini berdasarkan Kalimat Bertingkat yang memerihal peristiwa secara berurutan.
Contoh Kalimatnya seperti berikut :
16 [Atok memberi nasehat]K1 make semue orang tediam]K2 [kemudian pulang ke rumah maseng-maseng]K3
‘Atok memberi nasihat, maka semua orang terdiam, kemudian pulang ke rumah masing-masing’
Kalimat (16) terdiri dari kalimat campuran berdasarkan deretan kalimat yang dibina melalui kalimat bertingkat yang memerihal suatu peristiwa secara berurutan.
Dengan demikian struktur dasar kalimat (16) adalah seperti berikut : K
Rozanna Mulyani: Kalimat Majemuk Bahasa Melayu Dialek Deli Medan : Suatu Kajian Transformasi Generatif, 2002 USU Repository©2006
K1 KH A2 KH A3
Atok memberi nasihat make semua orang terdiam # Pulang ke rumah maseng
maseng
Contoh-contoh lain seperti berikut :
17. [Emak membasoh seluar]K1, [lalu menjemornye di luar]K2 [dan setelah kereng menggosoknye]K3
18. Polisi ian menangkap pencuri]K1 [lalu memasukkannye ke penjare]K2 [dan menghukumnye]K3
C. Kalimat Majemuk Campuran Yang Terdiri Dari Deretan Berbagai-bagai Kalimat Majemuk
Contoh-contoh kalimat majemuk ini dalam BMDDM adalah seperti berikut :
19. [Abah memanggel adek dan diberinye uang]Kl, [disurohnya membeli makanan]K2. ‘Ayah memanggil adik dan memberinya uang, kemudian disuruhnya membeli makanan.
Kalimat (19) terdiri dari dua jenis kalimat majemuk yang digabungkan antara satu dengan yang lain. Kalimat pertama dan kedua ialah kalimat majemuk gabungan,
demikian pula dengan kalimat ketiga, kalimat ini digabungkan melalui tanda koma. Kalimat gabungan ini digabungkan dengan kalimat ketiga (setelah mengalami pengguguran subjek). Secara keseluruhan kalimat (19) mempunyai K1 yang terdiri dari kalimat majemuk gabungan digabungkan dengan K2. Struktur kalimat tersebut digambarkan dalam rajah pohon seperti di bawah ini
K
Rozanna Mulyani: Kalimat Majemuk Bahasa Melayu Dialek Deli Medan : Suatu Kajian Transformasi Generatif, 2002 USU Repository©2006
Ki KH K2
Abah memanggel adek # Disurohnya membeli
diberinye uang makanan
Contoh-contoh lain seperti berikut :
20 [Emak membeli sayor dan dimasak]K1 [kemudian dihidangkan di meje]K2
21.[Makcik menyuruh memanggel akan dan diberi nasehat]K1 kemudian menyuruhnye pulang]K2.
Rozanna Mulyani: Kalimat Majemuk Bahasa Melayu Dialek Deli Medan : Suatu Kajian Transformasi Generatif, 2002 USU Repository©2006
BAB VI KESIMPULAN
Bahasa Melayu Dialek Deli Medan (BMDDM) adalah satu di antara dialek bahasa Melayu yajng terdapat di Indonesia. Sebagai salah satu dialek, BMDDM memiliki ciri tersendiri berbeda dengan ciri yang dimiliki oleh dialek Melayu lainnya, seperti Melayu dialek Jakarta misalnya.
Daerah penutur bahasa Melayu Dialek deli Medan (BMDDM) adalah kota madya Medan , Tanjung Morawa, Percut Sungai Tuan dan Lubuk Pakam. Kajian berbagai aspek BMDDM dapat menjadi satu usaha melestarikan bahasa daerah ini di tempat asalnya.
Dalam kajian ini penulis mencoba mengetengahkan satu aspek bahasa BMDDM, yaitu tentang Kalimat Majemuk BMDDM. Kalimat Majemuk BMDDM terdiri dari: Kalimat Majemuk Setara, Kalimat Majemuk Bertingkat, dan Kalimat Majemuk Campuran. Kalimat Majemuk Setara terdiri dari: (a) tanpa menggugurkan bahagian-bahagian dalam kalimat. (b). Pengguguran bahagian yang sama dalam kalimat. (c) Pengguguran kata hubung. Pada Kalimat Majemuk Campuran ini didapati bahwa Kalimat Majemuk Campuran ini terdiri dari: (i) campuran kalimat tunggal dengan kalimat majemuk . (ii) deretan kalimat yang dibina melalui proses gabungan. (iii) Campuran kalimat majemuk yang terdiri dari deretan berbagai- bagai kalimat majemuk.
Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah Transformasi Generatif . Pendekatan ini berdasarkan prinsip tatabahasa itu sendiri, seperti yang disebut Halle (1962):
Rozanna Mulyani: Kalimat Majemuk Bahasa Melayu Dialek Deli Medan : Suatu Kajian Transformasi Generatif, 2002 USU Repository©2006
“Agrammer whice generates- describer, defines characterise, specifies, enumerates, or predics all of and only the well. Formed sentences of the languages: a sentences generating grammer”.
Sebagai dasar menganalisis kalimat majemuk penulis menerapkan dua konsep teori TG, yaitu konsep Struktur Dalaman (SD) dan Struktur Permukaan (SP) pada kalimat. Struktur Dalaman (SD) ini dihubungkan dengan Struktur Permukaan (SP) melalui proses transformasi. Untuk memudahkan analisis proses penerbitan dari SD menjadi SP akan digambarkan dengan rajah-rajah pohon (Constituent Structure tree diagram).
Dalam kajian ini juga dibicarakan tentang pendapat para pakar tentang kalimat majemuk, seperti Asmah Haji Omar, Nik Safiah Karim, dan Soekono Wirjosoedarmo. Penulis mendapati bahwa terdapat persamaan dan perbedaan pendapat. Dari pendapat para pakar penulis mengambil kesimpulan bahwa kalimat majemuk, ialah: kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih yang dihubungkan melalui proses gabungan.
Kajian ini merupakan kajian awal kalimat majemuk BMDDM, masih banyak lagi yang perlu diteliti oleh pengkaji- pengkaji lain tentang kalimat majemuk BMDDM.
Rozanna Mulyani: Kalimat Majemuk Bahasa Melayu Dialek Deli Medan : Suatu Kajian Transformasi Generatif, 2002 USU Repository©2006
DAFTAR PUSTAKA
Arbak Othman, 1989, Imbuhan Dalam Bahasa Melayu, Petaling Jaya, Penerbit Fajar Bakti SDN BHD.
---,1981, Tatabahasa Bahasa Malaysia, Kuala Lumpur, Sarjana Enterprise. Asmah Haji Omar, 1973, Bahsa Malaysia Kini, Vol. 3, Kuala Lumpur, Federal Publication. ---, 1982, Naahu Melayu Mutakhir, Kuala Lumpur, Dewaan Bahasa dan Pustaka. Asraf, 1978, Beberapa Prinsip dasar untuk Tatabahasa Melayu: Penggolongan dan Penjenisan
Kalimat, Kuala Lumpur, Dewaan Bahasa.
Awang Sariyan, 1986, Kesinambungan Bahasa dalam Karya Sastra Melayu, Petaling Jaya, Fajar Bakti. SDN BHD.
Chomsky, Noam, 1965, Aspect of the Theory of Syntax, Cambridge, Mass: MIT Press. ---,1957, Syntactic Structure, The Hague, Mauton.
Halle Morris, 1962, Phonology in Generatifve Grammer Word, dalam Jerry A. Foder and Jerroid J. Katz, (1964), The Structure of Language, Englewood Cliffs, N.J: Prentice-Hall Inc.
Hashim Musa, 1984, Asas Nahu Bahasa Melayu, Kuala Lumpur, Jabatan Kajian Melayu, UM (Penerbitan Berkala).
Jacobs, R.A dan R Peter, 1968, English Transformational Grammer, Mass, Xerox college Publishing.
Krida Laksana, Harimurti, 1983, Kamus Linguistik, Jakarta, Gramedia.
Nik Safiah Karim, 1979, Kalimat Majemuk dalam Bahasa Melayu, Kuala Lumpur, Dewan Bahasa dan Pustaka.
---,1988, Pendekatan Transformasi Generatif daripada ‘Syntactic Structure’ kepada ‘Aspects’, dalam Nik Safah Karim (Peny), Traansformasi Generatif: Suatu Penerapan Pada Bahasa Melayu, Kuala Lumpur, Dewan Bahasa dan Pustaka.
Pateda Mansur, 1988, Linguistik: Sebuah Pengantar, Bandung, Penerbit Angkasa.
Sanad Md Nasir, 1985, Kalimat Komplemen Bahasa Malaysia, Kuala Lumpur, Dewan Bahasa dan Pustaka.
Tarigan, H. Guntur, 1984, Prinsip-prinsip Dasar Sintaksis, Bandung, Angkasa.
Rozanna Mulyani: Kalimat Majemuk Bahasa Melayu Dialek Deli Medan : Suatu Kajian Transformasi Generatif, 2002 USU Repository©2006
LAMPIRAN
DAFTAR NAMA-NAMA INFORMAN
1. Nama : Atok Haji
Umur : 76 tahun
Pekerjaan : Berniaga
2. Nama : Ahmad Hitam
Umur : 75 tahun
Pekerjaan : Nelayan
3. Nama : Ahmad Cinta
Umur : 70 tahun
Pekerjaan : Petani
4. Nama : Rukiah
Umur : 65 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah Tangga
5. Nama : A. Nawawi
Umur : 60 tahun
Pekerjaan : Bertani
6. Nama : Harun Sani
Umur : 75 tahun
Pekerjaan : Nelayan
7. Nama : Mahmud
Umur : 80 tahun
Pekerjaan : Tidak ada
8. Nama : Khadidjah
Umur : 53 tahun