• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cantumkan secara jelas keterangan yang menunjukkan nama data

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 29-36)

(data dari apa).

Langkah 4 : Cantumkan waktu/periode pengumpulan data, dalam periode yang

sama dan kontinu.

Langkah 5 : Cantumkan secara jelas penunjukkan/ukuran skala/unit baik untuk

sumbu tegak maupun sumbu datar (untuk grafik garis/balok).

Langkah 6 : Petunjuk skala (garis kecil) terletak dibagian dalam sumbu grafik. 2.5.5.2 Brainstorming (Sumbang Saran)

Berdasarkan pendapat Nasution (2004, p125), Brainstorming digunakan untuk mengetahui apa akar penyebab terjadinya masalah. Brainstorming adalah cara untuk memacu pemikiran kreatif guna mengumpulkan ide-ide dari suatu kelompok dalam waktu relatif singkat. Menurut Perhimpunan Manajemen Mutu Indonesia, Brainstroming adalah sebuah wadah yang dapat digunakan untuk mengembangkan Kreatifitas Karyawan dalam bekerja, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kompetensi karyawan. Hal ini diperlukan agar

karyawan bekerja dengan orientasi pada Mutu Kerja dan Mutu Hasil, sehingga tidak hanya bekerja berdasarkan instruksi saja, tetapi dengan inisiatif untuk melakukan yang lebih baik, dari hari ke hari. Dalam melaksanakan brainstorming perlu diperhatikan hal-hal berikut :

1. Masing-masing anggota kelompok telah sependapat mengenai isu pokok yang akan dibahas.

2. Harus diciptakan kondisi di mana masing-masing anggota kelompok merasa bebas untuk mengemukakan idenya.

3. Hindari saling kritik dalam mengemukakan ide oleh para anggota kelompok. 4. Ungkapan ide yang dikemukakan perlu ditulis sebagaimana aslinya.

5. Pada akhirnya brainstorming, dibuat rangkuman ide-ide yang dikemukakan. Ide-ide yang telah terkumpul dari brainstorming sering digunakan pada piranti lain guna analisis selanjutnya. Piranti-piranti yang sering digunakan hasil brainstorming adalah diagram sebab akibat.

2.6 Keterkaitan 7 Langkah dan 7 Alat Bantu

Tabel 2.3 Tabel Keterkaitan 7 Langkah dan 7 Alat Bantu

No. Langkah Kegiatan Tujuan dan Uraian Kegiatan Alat Bantu

1.

Identifikasi Masalah & Penetapan Target

Perbaikan (Plan)

Memutuskan persoalan atau tema peningkatan Mengumpulkan data yang berkaitan dengan

persoalan Brainstorming Check-sheet Stratification Graphs Control Chart • Diagram Pareto • Histogram • Diagram Pencar 2. Analisa Sebab Akibat (Plan)

Menganalisis semua kemungkinan penyebab dari persoalan

Menetukan hipotesa akar penyebab utama

Brainstorming Fishbone Diagram 3. Pembuktian Hipotesa (Plan)

Mengumpulkan data pendukung hipotesa akar penyebab utama

Menentukan kepastian akar penyebab utama

Brainstorming Pareto Diagram • Grafik

• Diagram Pencar

4. Rencana Perbaikan (Plan)

Menentukan target atau sasaran proyek perbaikan / peningkatan

Menyusun rencana kegiatan proyek perbaikan / peningkatan

Topic (Apa permasalahannya) What (Apa solusinya)

Why (Alasan mengapa solisinya seperti itu) How (Bagaimana Proses solusi itu dijalankan) Who (Siapa yang akan bertanggung jawab) When (Kapan proses solusi dijalankan Where (Di mana proses solusi dijalankan) How Much (Berapa anggaran yang dirancang)

• SMART • 5W2H 5. Pelaksanaan Perbaikan (Do)

Melaporkan semua kejadian yang dialami selama menjalankan proses solusi pada tahap 4 Topic (Apa permasalahannya)

How (Melaporkan kegiatan proses solusi itu pelaksanaan solusi)

Who (Siapa yang melaksanakannya) When (Kapan proses solusi dijalankan Where (Di mana proses solusi dijalankan) How Much (Berapa anggaran yang telah

dipergunakan)

• 3W2H

6. Cek Hasil & Laporan (Check)

Membandingkan kinerja sebelum, selama, dan sesudah proyek

Mengetahui tingkat keberhasilan solusi yang dijalankan

Menganalisis semua dampak yang ditimbulkan setelah pelaksanaan

Quality (Dampak terhadap kualitas produk atau jasa)

Cost (Dampak pembiayaan setelah proyek) Delivery (Dampak lead time)

Safety (Dampak terhadap keamanan, keselamatan dan lingkungan)

Morale (Dampak terhadap moral dan kompetensi karyawan yang terlibat)

Check-sheet • Diagram Pareto • Histogram Control Chart Graphs 7. Standarisasi (Action)

Menjaga konsistensi penerapan solusi yang telah terbukti berhasil dan baik

Mencegah terjadinya pengulangan persoalan

• Intruksi Kerja Standard Operation

Procedures (SOP) • ISO 9000

Sumber : Setiono, R.B. 2004. Buku panduan pelaksanaan Quality Circle. Mega Prima, Jakarta. p8.

2.7 Produktivitas

2.7.1 Pengertian Produktivitas

Menurut Nasition (2004, p285), Produktivitas merupakan rasio antara hasil kegiatan (output) dan segala pengorbanan (input) dalam menghasilkan sesuatu. Peningkatan produktivitas akan meningkatkan pendapatan karyawan yang akan menambah daya beli masyarakat. Dalam memanfaatkan sumberdaya manusia secara optimal untuk peningkatan produktivitas diperlukan struktur organisasi yang baik dan jelas, peningkatan kualitas SDM, dan keterlibatan total karyawan serta keterpaduan dari seluruh kegiatan.

2.7.2 Peningkatan Produktivitas

Menurut Nasution (2004, p285), Perencanaan peningkatan produktivitas mencakup lima tahap, yaitu menganalisis situasi, merancang program, menciptakan kesadaran, menerapkan program, dan mengevaluasi pelaksanaan program. Dalam meningkatkan produktivitas terdapat lima cara, yaitu mereduksi biaya, mengelola pertumbuhan, bekerja lebih tangkas, mengurangi aktivitas, dan bekerja lebih efektif. Namun, peningkatan produktivitas harus dilakukan bersama-sama dengan peningkatan kualitas untuk meningkatkan kemampuan memperoleh laba perusahaan.

2.7.3 Hubungan Produktivitas, Kualitas, dan Kemampu-labaan

Menurut Nasution (2004, p284), Upaya peningkatan mutu memang tidak dapat dipisahkan dari usaha peningkatan produktivitas. Usaha yang berlebihan untuk mendorong produktivitas bisa mengorbankan mutu dari output. Sebaliknya, fokus yang berlebihan pada peningkatan mutu bisa mengurangi perhatian untuk memperbaiki produktivitas, bahkan mungkin akan mengorbankan produktivitas demi mengejar mutu yang tinggi. Keduanya saling berhubungan dan saling melengkapi satu sama lain.

Bila kualitas dari produktivitas dihubungkan dengan secara sungguh-sungguh akan menghasilkan kemampuan-labaan. Seluruh prinsip dari hubungan mutu dan

produktivitas serta kemampuannya dalam menghasilkan laba terletak pada kesadaran dari para pelanggannya untuk mengetahui apa-apa, khususnya produk yang bermutu dengan harga relatif murah.

2.8 Kerangka Pemikiran

Gambar 2.7 Kerangka Pemikiran Langkah 8 Memilih persoalan-persoalan berikut Langkah 7 Menetapkan Standarisasi Langkah 6 Cek Hasil & Laporan

Langkah 5 Pelaksanaan Perbaikan

Langkah 1 Identifikasi Masalah &

Penetapan Target

Langkah 2 Analisis Sebab Akibat

Langkah 3 Pembuktian Hipotesa untuk Menentukan Penyebab Utama Langkah 4 Membuat Rencana Kegiatan

2.9 Metodologi Penelitian

2.9.1 Jenis dan Metode Penelitian

Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan. Berdasarkan pendapat Sugiyono (2004, p9), Penelitian tindakan (Action Research) merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat. Penelitian melibatkan peneliti dan karyawan untuk mengkaji bersama-sama tentang kelemahan dan kebaikan prosedur kerja, metode kerja, dan alat-alat kerja yang digunakan selama ini dan selanjutnya mendapatkan metode kerja baru yang dipandang paling efisien. Metode kerja baru tersebut selanjutnya dicobakan, dievaluasi secara terus-menerus dalam pelaksanaannya sehingga sampai ditemukan metode yang paling efisien untuk dilaksanakan. Menurut jenis penelitian, metode yang digunakan dalam penerapan QCC adalah 7 (tujuh) langkah dan 7 (tujuh) alat untuk menentukan obyek/masalah, analisa, perumusan langkah-langkah perbaikan sampai kepada kegiatan penyusunan perbaikan.

Jadi dapat dinyatakan di sini bahwa, penelitian tindakan adalah suatu proses yang dilalui oleh perorangan atau kelompok yang menghendaki perubahan dalam situasi tertentu untuk menguji prosedur yang diperkirakan akan menghasilkan perubahan tersebut dan kemudian, setelah sampai pada tahap kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan, melaksanakan prosedur ini. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah (1) situasi, (2) perilaku, (3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja dan pranata (peraturan yang ada dalam lingkungan kerja). Sedangkan menurut jenis data dan analisanya, data ini termasuk data gabungan antara data kualitatif dan data kuantitatif. Menurut Sugiyono (2004, p14), Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat dan gambar. Sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau data kualitatif

yang diangkakan (Skoring : baik sekali = 4, baik = 3, kurang baik = 2 dan tidak baik = 1).

2.9.2 Teknik Pengumpulan Data

Data yang dipakai pada penelitian ini adalah data primer yang didapat dari perusahaan, yaitu melalui wawancara langsung dengan pihak perusahaan serta melakukan kegiatan observasi untuk mengamati perilaku karyawan dalam bekerja.

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 29-36)

Dokumen terkait