• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian Akreditasi Standar Nasional Pendidikan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Capaian Akreditasi Standar Nasional Pendidikan

sebagaimana dalam Grafik 4.1. Berdasarkan grafik tersebut menunjukkan terdapat 3 (tiga) standar dengan N= 19.221 capaian rata-rata paling rendah berturut-turut yaitu standar sarpras (79,2), standar pendidik (81,9), dan SKL (84,6), hal ini berarti standar sarpras rata-rata SD belum mencapai peringkat Baik.

Grafik 2. Capaian Akreditasi Jenjang SD Tahun 2017

87,4 85,3 84,6 81,9 79,2 86,0 90,5 87,0A B C 50,0 60,0 70,0 80,0 90,0 100,0 RAT A-RA TA PE ME NU HA N ST AN DAR NAMA STANDAR

P

36

Satu-satunya standar yang memiliki capaian rata-rata yang memenuhi kriteria unggul pada jenjang SD adalah standar biaya dengan nilai 90,5.

Capaian akreditasi jenjang SMP pada Tahun 2017 tersaji sebagaimana dalam Grafik 4.2., sama halnya dengan jenjang SD, terdapat tiga komponen SNP yang memiliki capaian rata-rata paling rendah dengan N = 6.090 pada jenjang SMP adalah standar sarpras, standar pendidik, dan SKL. Namun demikian, SNP yang capaian rata-rata paling rendah adalah Standar PTK, yakni 79,5 yang berarti rata-rata pendidik SMP belum mencapai peringkat Baik.

Grafik 3. Capaian Akreditasi Jenjang SMP Tahun 2017 Standar yang memiliki capaian rata-rata paling tinggi pada jenjang SMP adalah standar biaya, dengan nilai 89,7. Secara keseluruhan, rata-rata delapan SNP pada jenjang SMP tidak memiliki capaian yang memenuhi kriteria unggul.

87,5 85,2 83,8 79,5 82,7 85,4 89,7 86,7 A B C 50,0 55,0 60,0 65,0 70,0 75,0 80,0 85,0 90,0 95,0 RAT A-RAT A P EM EN UH AN ST AN DAR NAMA STANDAR

37

Capaian akreditasi jenjang SMA pada Tahun 2017 tersaji sebagaimana dalam Grafik 4.3. Dalam grafik tersebut diperoleh informasi bahwa kondisi SMA menunjukkan hal yang serupa dengan jenjang SD dan SMP dimana terdapat tiga SNP yang memiliki capaian rata-rata paling rendah yaitu standar sarpras, standar PTK, dan SKL, adapun SNP yang memiliki capaian rata-rata paling rendah adalah standar PTK yakni 82,2 dan tingkat terendah berikutnya adalah standar sarpras, yakni 82,9. Meskipun nilainya paling rendah pada jenjang SMA, namun demikian kedua standar tersebut telah memenuhi kriteria Baik.

Grafik 4. Capaian Akreditasi Jenjang SMA Tahun 2017 Sama halnya dengan jenjang SD, pada jenjang SMA satu-satunya komponen standar yang memiliki capaian rata-rata yang memenuhi kriteria unggul adalah standar biaya.

Dengan demikian dari semua jenjang pendidikan, terdapat tiga komponen standar pendidikan yang masih memiliki capaian paling rendah dengan N = 2.504 adalah standar PTK (82,2), standar sarpras (82,9) dan SKL (86,5), yang dilanjut dengan standar proses dengan capaian paling rendah berikutnya adalah

89,2 87,2 86,5 82,2 82,9 87,4 90,4 88,4A B C 50,0 60,0 70,0 80,0 90,0 100,0 RAT A-RAT A PE M EN UH AN STA ND AR NAMA STANDAR

38

standar proses. Adapun untuk komponen yang capaian paling tinggi adalah standar biaya.

Capaian akreditasi berdasarkan analisis butir jenjang SMA Tahun 2017 diperoleh melalui analisis butir yang dilakukan berdasarkan jawaban dari hasil akreditasi terhadap instrumen akreditasi dari BAN-S/M Tahun 2017. Instrumen ini merupakan edisi perbaikan dari versi sebelumnya, dengan kategori pilihan jawaban A, B, C, D, E. Berdasarkan pilihan jawaban tersebut, apabila persentase sekolah yang memilih jawaban D atau E untuk sebuah butir lebih dari 10%, diduga butir pertanyaan tersebut sulit dipenuhi oleh sekolah. Dengan demikian, analisis butir perlu dilakukan untuk mengetahui butir mana saja yang pemenuhannya dirasakan sulit oleh sekolah. Uraian analisis butir akan dijelaskan secara lengkap di bawah ini.

1. Capaian Standar Kompetensi Lulusan

Grafik 5. Standar Kompetensi Lulusan

Berdasarkan grafik di atas, untuk SKL tidak ada butir pertanyaan yang dijawab D atau E oleh lebih dari 10% sekolah. Artinya, tidak ada kesulitan bagi sekolah dalam pemenuhan standar ini.

31 32 33 34 35 36 37 skor 1 0,1 0,1 2,5 0,2 0,8 3,4 0,3 skor 0 0,0 0,1 0,9 0,0 0,1 0,8 0,1 0,0 5,0 %

KOMPETENSI

skor 0 skor 1

39

2. Capaian Standar Isi

Grafik 6. Standar Isi

Berdasarkan grafik di atas, untuk standar isi tidak ada butir pertanyaan yang dijawab D atau E lebih dari 10% sekolah. Artinya, tidak ada kesulitan bagi mayoritas sekolah dalam pemenuhan standar ini.

3. Capaian Standar Proses

Grafik 7. Standar Proses

Berdasarkan grafik di atas, untuk standar proses tidak ada butir pertanyaan yang dijawab D atau E oleh lebih dari 10% sekolah. Artinya, tidak ada kesulitan bagi sekolah dalam pemenuhan standar ini. Butir yang terlihat relatif sulit dipenuhi oleh cukup banyak sekolah adalah nomor 14, yakni

1 2 3 4 5 6 7 8 9 skor 1 0,3 0,2 0,2 0,3 0,2 0,6 0,2 0,3 0,3 skor 0 0,0 0,1 0,1 0,1 0,1 0,3 0,2 0,2 0,1 0,0 1,0 %

ISI

skor 0 skor 1 101112131415161718192021222324252627282930 skor 1 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 skor 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0,0 5,0 %

PROSES

skor 0 skor 1

40

penggunaan buku teks pelajaran oleh siswa dalam proses pembelajaran.

4. Capaian Standar Penilaian

Grafik 8. Standar Penilaian

Berdasarkan grafik di atas, untuk standar penilaian tidak ada butir pertanyaan yang dijawab D atau E oleh lebih dari 10% sekolah. Artinya, tidak ada kesulitan bagi mayoritas sekolah dalam pemenuhan standar ini.

5. Capaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Grafik 9. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berdasarkan grafik di atas, untuk standar PTK lebih dari 10% sekolah mengalami kesulitan memenuhi butir 39, 46, 51, 52, dan 55. Penjelasan butir-butir tersebut adalah sebagai berikut: 11 7 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 skor 1 0,3 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 0,3 0,5 0,1 1,0 0,0 0,0 0,2 skor 0 0,1 0,4 0,0 0,1 0,0 0,1 0,1 0,1 0,2 0,3 0,0 0,2 0,2 0,0 2,0 %

PENILAIAN

skor 0 skor 1 38394041424344454647484950515253545556 skor 1 1 1 1 0 0 0 0 2 4 0 0 0 0 7 8 4 1 9 4 skor 0 0 1 0 0 0 0 0 4 5 0 0 0 0 1 4 4 4 2 1 0,0 50,0

%

PENDIDIK & TENDIK

41

Butir 39: sekolah dengan kondisi kurang dari 55% guru belum memiliki sertifikat pendidik (772 sekolah);

Butir 46: rasio antara guru BK dengan jumlah siswa lebih kecil dari 1:251 (255 sekolah);

Butir 51: sekolah memiliki Kepala Tenaga Administrasinya masih kurang (551 sekolah);

Butir 52: sekolah memiliki tenaga administrasi yang berkualifikasi (313 sekolah);

Butir 53: sekolah memiliki perpustakaan memenuhi syarat (238 sekolah);

Butir 55: sekolah memiliki laboran dengan kualifikasi akademik (764 sekolah);

6. Capaian Standar Sarana dan Prasarana

Grafik 10. Standar Sarana dan Prasarana

Berdasarkan grafik di atas, untuk standar sarpras lebih dari 10% sekolah mengalami kesulitan memenuhi butir 67, 68, 69, 70, dan hampir 50% sulit memenuhi 71. Isi butir-butir tersebut adalah sebagai berikut:

57585960616263646566676869707172737475767778798081828384 skor 1 1000030115466260012343120224 skor 0 1000000000111940003222030631 0,0 20,0 40,0 60,0 %

SARPRAS

skor 0 skor 1

42

Butir 67: sekolah yang belum memiliki ruang laboratorium biologi (404 sekolah);

Butir 68: sekolah yang belum memiliki ruang laboratorium fisika (612 sekolah);

Butir 69: sekolah yang belum memiliki ruang laboratorium kimia (636 sekolah);

Butir 70: sekolah yang belum memiliki ruang komputer/TIK (312 sekolah);

Butir 71: sekolah belum memiliki ruang laboratorium bahasa (1237 sekolah);

7. Capaian Standar Pengelolaan

Grafik 11. Standar Pengelolaan

Berdasarkan grafik di atas, untuk standar pengelolaan tidak ada butir pertanyaan yang dijawab D atau E oleh lebih dari 10% sekolah. Artinya, tidak ada kesulitan bagi mayoritas sekolah dalam pemenuhan standar ini. Hal ini memperlihatkan bahwa setiap satuan pendidikan dapat memenuhi seluruh ketentuan standar pengelolaan dengan baik. 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99100 skor 1 0, 1, 0, 0, 0, 0, 1, 0, 0, 0, 0, 1, 2, 0, 0, 2, skor 0 0, 0, 0, 0, 0, 0, 2, 0, 0, 0, 0, 0, 1, 0, 0, 1, 0,0 5,0 %

PENGELOLAAN

skor 0 skor 1

43

8. Capaian Standar Pembiayaan

Grafik 12. Standar Pembiayaan

Berdasarkan grafik di atas, untuk standar pembiayaan tidak ada butir pertanyaan yang dijawab D atau E oleh lebih dari 10% sekolah. Artinya, tidak ada kesulitan bagi mayoritas sekolah dalam pemenuhan standar ini.

Dari hasil analisis butir di atas dapat diketahui bahwa standar yang dirasakan sulit untuk dipenuhi adalah empat standar yaitu, 1) standar PTK, 2) standar sarpras, 3) SKL, dan 4) standar proses, dengan rincian sebagai berikut; a. Standar PTK, butir pertanyaan yang sulit dipenuhi untuk jawaban D dan E lebih dari 10% adalah:

Butir 39: sekolah kurang dari 55% guru belum memiliki sertifikat pendidik;

Butir 46: rasio antara guru BK dengan jumlah siswa lebih kecil dari 1:251;

Butir 51: sekolah memiliki Kepala Tenaga Administrasinya masih kurang;

Butir 52: sekolah memiliki tenaga administrasi yang berkualifikasi; 1…1…1…1…1…1…1…1…1…1…1…1…1…1…1…1… skor 1 0, 0, 1, 0, 1, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 1, 3, skor 0 0, 0, 0, 1, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0, 0,0 5,0 %

PEMBIAYAAN

skor 0 skor 1

44

Butir 53: sekolah memiliki perpustakaan memenuhi syarat;

Butir 55: sekolah memiliki laboran dengan kualifikasi akademik.

b. Standar sarpras, butir pertanyaan yang sulit dipenuhi untuk jawaban D dan E lebih dari 10% yaitu: Butir 67: sekolah yang belum memiliki ruang

laboratorium biologi;

Butir 68: sekolah yang belum memiliki ruang laboratorium fisika;

Butir 69: sekolah yang belum memiliki ruang laboratorium kimia;

Butir 70: sekolah yang belum memiliki ruang komputer/TIK;

Butir 71: sekolah belum memiliki ruang laboratorium Bahasa

c. Pada SKL dan standar proses secara keseluruhan tidak ada butir jawaban D dan E yang melebihi 10%. Artinya dua standar tersebut walaupun tergolong capaian rendah namun hampir semua butir pertanyaan menunjukkan tidak ada kesulitan. Hanya pada standar proses yang terlihat relatif sulit dipenuhi oleh cukup banyak sekolah yaitu butir 14, yakni penggunaan buku teks pelajaran oleh siswa dalam proses pembelajaran. Namun jumlah yang menjawab D dan E masih dibawah 10%.

45

B. Implementasi setiap Standar Nasional Pendidikan

Dokumen terkait