BAB III PELAKSANAAN AKSI PERUBAHAN
A. Capaian Aksi Perubahan
Pencapaian aksi perubahan ini adalah tersedianya data Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan (TPKP) berbasis teknologi informasi yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang telah dijabarkan dalam milestones, khususnya pada tahapan jangka pendek (Bab II halaman 16). Secara umum seluruh rencana aksi dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka pencapaian aksi perubahan diuraikan sebagai berikut:
1. Pembentukan Tim Tata Kelola Aksi Perubahan
Kegiatan pembentukan tim tata kelola aksi perubahan telah terlaksana sesuai dengan rencana, yaitu pada Minggu ke 4 (empat) bulan Maret 2020 (Maret 2020). Pembentukan tim tata kelola aksi perubahan melalui Keputusan Plt. Direktur Penanganan Pelanggaran Nomor: 07823/PSDKP.4.4/HK.512/IV/2020. (SK Tim pada Lampiran 2)
Sebagai Penanggung Jawab atau Action Leader adalah Kasubdit analisis dan Tindak Lanjut, yang didukung oleh Ketua Tim (Co Action Leader) dan Tim Kerja (Working Team) I dan II. Aksi perubahan disponsori oleh Plt. Direktur Penanganan Pelanggaran, di bawah supervisi dari Coach yang merupakan Widyaiswara dari Balai Diklat Aparatur Sukamandi (Bpk. Jajang Sumarna, A.Pi., M.Pd).
2. Sosialisasi Internal Aksi Perubahan
Sosialisasi internal aksi perubahan telah terlaksana sesuai dengan rencana yaitu pada Minggu pertama April 2020 ( 8 dan 9
27
April 2020), yang dilaksanakan melalui mekanisme virtual meeting menggunakan aplikasi zoom.
Sosialisasasi pada tanggal 8 April 2020 diikuti oleh seluruh Tim Sub Direktorat ATL dan perwakilan Subdit lingkup Direktorat Penanganan
Pelanggaran (Tim Gugus Kerja), serta perwakilan Bagian Program Setditjen PSDKP. Sosialisasi dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi dan menjelaskan mengenai area perubahan, rencana aksi perubahan, dan implementasinya.
(Notulesi kegiatan sosialisasi pada Lampiran 3)
Sosialisasi pada tanggal 9 April 2020 diikuti oleh pimpinan di lingkup Direktorat Penanganan Pelanggaran, yaitu Direktur Penanganan Pelanggaran
selaku mentor/sponsor dan kasubdit lingkup Direktorat Penanganan Pelanggaran.
Sosialisasi lebih dititik beratkan pada penjelasan
tujuan, sasaran, alternative solusi penganggaran kegiatan, kontribusi implementasi aksi perubahan serta sinergi antar subdit dalam aksi perubahan. (Notulesi kegiatan sosialisasi pada Lampiran 3)
3. Penyusunan Bisnis Proses Sistem Informasi
Kegiatan penyusunan bisnis proses sistem informasi telah dilaksanakan pada tanggal 17 April 2020 sesuai rencana yang telah disusun (Minggu ke 3 April 2020) melalui mekanisme virtual dengan menggunakan aplikasi zoom. Kegiatan diikuti oleh seluruh Tim Sub
28
Direktorat ATL dan perwakilan Subdit lingkup Direktorat Penanganan Pelanggaran, serta perwakilan Sub bagian Data Program Setditjen PSDKP.
Untuk dapat menyusun diagram bisnis proses sistem informasi, telah dibahas bisnis proses dalam kegiatan penanganan pelanggaran yang akan menentukan aliran data dan informasi dalam suatu sistem informasi termasuk menentukan subjek dan objek dalam sistem data dan informasi.
Secara garis bisnis proses sistem informasi yang disusun menjelasakan tentang :
(1) Identifikasi Role, Actor, Activity dan Output Sistem Informasi penanganan pelanggaran (penanganan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan); dan
(2) Diagram Alur Sistem Informasi.
29
Tabel 6. Identifikasi Role, Actor, Activity dan Output Sistem Informasi penanganan pelanggaran
30
4. Pembangunan Rancangan Sistem Informasi Pembangunan rancangan
tersebut karena menunggu kepastian proses persetujuan revisi alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan pembangunan sistem informasi.
Untuk kebutuhan pembangunan sistem informasi, telah dilakukan identifikasi serta pengumpulan data dan informasi TPKP. Data dan informasi yang dikumpulkan berasal dari berbagai sumber terkait, diantaranya Kapal Pengawas, Pengawas Perikanan; Penyidik Pegawai Negeri Sipil, UPT Pengawasan SDKP; Subdit Penyidikan; serta Subdit Barang Bukti dan Awak Kapal. Data dan informasi tambahan juga diperoleh dari Instansi penegak hukum terkait (POLRI, TNI-AL, Kejaksaan).Data dan informasi tersebut merupakan isi (content) yang akan diinput ke dalam sistem informasi. Berdasarkan bisnis proses dan identifikasi data dan informasi, selanjutnya dilakukan perancangan desain sistem informasi. Notulensi rapat pembangunan rancangan sistem informasi pada Lampiran 5.
5. Pembangunan Sistem Informasi
Tahapan selanjutnya setelah terbangunnya rancangan sistem informasi adalah pembangunan Sistem Informasi. Pada tahapan ini dilakukan penyempurnaan sistem informasi berdasarkan masukan pada tahap perancangan sistem. Selanjutnya dilakukan simulasi penginputan data dan informasi kedalam rancangan
31
sistem. Input data dan informasi dilakukan di masing-masing konten, menu dan sub menu dalam sistem informasi. Simulasi juga sekaligus diperlukan untuk untuk mengetahui akselerasi dari sistem informasi tersebut. Berdasarkan hasil simulasi, akan dilakukan perbaikan atas dasar kendala/masalah yang ditemui pada saat simulasi. Notulensi rapat pembangunan sistem informasi pada Lampiran 6.
Gambar 6. Tampilan Beberapa Fitur pada Sistem Informasi
32
Gambar 6. Tampilan Beberapa Fitur pada Sistem Informasi
33 6. Sosialisasi SI PILAR SAKTI
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2020, dan dihadiri oleh perwakilan unit eselon II lingkup Ditjen PSDKP, unit eselon III lingkup Direktorat Penanganan
Pelanggaran; UPT Pengawasan SDKP, Tim Manajemen Kinerja Budaya Kerja Ditjen PSDKP; Tim Gugus Kerja Transformasi Dit.
Penanganan Pelanggaran, dan Jabatang Fungsional Madya lingkup Ditjen PSDKP.
Kegiatan sosialisasi ini dimaksudkan untuk dapat memperkenalkan dan sekaligus memberikan pemahaman kepada para stakeholders tentang aplikasi SI PILAR SAKTI. Melalui kegiatan sosialisasi ini para stakeholders dapat menyampaikan masukan dan harapan untuk implementasi dan pengembangan sistem informasi secara bertahap. Pada kesempatan tersebut disampaikan milestone jangka menengah dan panjang yang akan dilakukan untuk pengembangan sistem lebih lanjut. Pada kegiatan sosialiasi tersebut juga dilakukan penggalangan dukungan stakeholders untuk kelanjutan aksi perubahan (lembar dokumen dukungan stakeholder pada Lampiran 10).
Beberapa hal yang disampaikan oleh para stakeholders pada kegiatan sosialisasi antara lain:
• Plt. Direktur Penanganan Pelanggaran menyampaikan arahan dan harapan agar aksi perubahan yang menghasilkan sistem informasi ini dapat menjadi jawaban dari kebutuhan organisasi, khususnya terkait pemenuhan data yang akurat dan cepat. Beliau menekankan agar aksi ini bukan sekedar sebagai tugas diklat kepemimpinan saja.
34
• Para stakeholders sangat mendukung dan menyambut baik adanya SI PILAR SAKTI, dan berharap dapat menjadi solusi pengelolaan data TPKP yang lebih baik;
• UPT Pengawasan SDKP mengharapkan segera disusun buku petunjuk operasional dan segera dapat dilakukan sosialisasi melalui bimbingan teknis;
• Para JFT Madya memberikan masukan agar aplikasi dapat mengakomodir tindak pidana kelautan, yang selama ini terkesan kurang mendapat perhatian dari para penyidik. Hal ini terlihat bahwa dari sekian banyak tindak pidana yang diproses oleh penyidik minim sekali yang merupakan tindak pidana kelautan.
• Bagian program Sesditjen PSDKP menyambut baik dengan adanya aplikasi ini, diharapkan semua informasi dalam aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan aplikasi yang telah ada di Ditjen PSDKP.
• Secara umum, seluruh stakeholders mendukung (form dukungan stakeholders) dan mengharapkan aksi perubahan ini dapat berkontribusi positif pada peningkatan kinerja organisasi secara berjenjang, sekaligus memudahkan stakeholders untuk memperoleh data dan informasi terkait penanganan pelanggaran.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, akan dilakukan penyempurnaan sistem informasi melalui user acceptance test dan serangkaian uji coba, sambil menyusun buku petunjuk pengoperasian aplikasi.
35 B. Kendala Internal dan Eksternal
Beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan dan pencapaian target kegiatan aksi perubahan dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu kendala internal dan eksternal sebagaimana uraian berikut:
1. Kendala Internal
(1) Adanya perubahan/revisi anggaran sebagai dampak adanya kebijakan pengalokasian anggaran untuk penanganan covid-19. Hal ini menyebabkan tertundanya kepastian alokasi anggaran untuk kegiatan aksi perubahan;
(2) Kurang optimalnya koordinasi tim aksi perubahan, yang disebabkan penyesuaian koordinasi melalui mekanisme virtual. Hal ini memperngaruhi optimalnya pelaksananaan aksi kegiatan sesuai jadwal;
(3) Keterbatasan SDM kompetent terkait dengan pengelolaan data base berbasis informasi teknologi.
2. Kendala Eksternal
(1) Kesepakatan kerja dengan Tenaga Ahli database terlambat, dikarenakan menunggu revisi anggaran;
(2) Koordinasi dengan UPT Pengawasan SDKP untuk pengumpulan data dan informasi belum optimal.
C. Strategi Mengatasi Kendala
Upaya mengatasi kendala internal dan eksternal yang dihadapi dalam rangka mewujudkan aksi perubahan ini antara lain:
1. Strategi Internal:
(1) Koordinasi intensif dengan bagian Tata Usaha Direktorat Penanganan Pelanggaran dan Bagian Program Sesditjen PSDKP, terkait dengan usulan revisi anggaran untuk alokasi aksi perubahan;
36
(2) Membangun komunikasi yang baik dan membangun jaringan kerja (networking) dengan personel Tim Aksi Perubahan;
(3) Melibatkan tenaga ahli data base untuk membatu pengelolaan data digital dan pengembangansistem informasi.
2. Strategi Eksternal:
(1) Melakukan koordinasi dengan tenaga ahli database, untuk merumuskan kesepakatan kerja dalam membantu aksi perubahan berdasarkan milestone yang telah disusun;
(2) Melakukan komunikasi yang aktif dengan UPT Pengawasan SDKP dengan memanfaatkan aplikasi whatsup sebagai salah satu sumber data dan informasi
37
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan aksi perubahan Optimalisasi Pengeloaan Data melalui “SI PILAR SAKTI” dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Penyediaan Sistem informasi berbasis teknologi informasi merupakan sebuah tuntutan/kebutuhan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pererkembangan lingkungan strategik di bidang manajemen.
2. Hasil identifikasi serta hasil identifikasi isu strategis dalam organisasi Direktorat Penanganan Pelanggaran, khususnya difokuskan pada keterkaitan tugas dan fungsi Sub Direktorat Analisis dan Tindak Lanjut telah mengidentifkasi permasalahan strategis yang kemudian diangkat menjadi isu utama untuk diperbaiki, yaitu terkait dengan pengelolaan data dan informasi penanganan pelanggaran. Oleh karena itu area perubahan yang diupayakan dikhususkan pada upaya mengubah kondisi pengelolaan data dan informasi penanganan pelanggaran yang belum optimal menjadi optimal melalui penyediaan aplikasi pengelolaan data berbasis informasi teknologi “SI PILAR SAKTI”.
3. Kegiatan aksi perubahan secara umum telah dapat diselesaikan dengan baik, sesuai tahapan/milestone yang telah direncanakan.
Beberapa perubahan jadwal yang terjadi pada tahapan implementasi tidak bersifat prinsip dan tidak mempengaruhi hasil yang menjadi tujuan utama aksi perubahan. Perubahan yang terjadi hanya bersifat minor dan lebih merupakan penyesuaian pada kondisi situsionil yang terjadi.
4. Berbagai kendala yang dihadapi dalam pencapaian aksi perubahan dapat dimitigasi dan diatasi bersama tim tata kelola aksi perubahan
38
dan Mentor, dibawah bimbingan/konsultasi dengan Coach. Melalui koordinasi telah diperoleh dukungan stakeholders untuk pelaksanaan aksi perubahan;
5. Tujuan utama dari aksi perubahan ini adalah menyediakan istem ifnformasi berbasis teknologi informasi ntuk pengelolaan dan penyajian data yang data yang interaktif, akurat akuntabel, reliabel dengan satu kesatuan data yang terintegrasi. Adapun Manfaaat yang diharapkan dari implementasi aksi perubahan ini bermuara pada kontribusi positif dan signifikan terhadap:
• Peningkatan kinerja Direktorat Penanganan Pelanggaran yang secara vertical akan berkontribusi pada peningkatan kinerja Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan;
• Peningkatan kualitas proses pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan (base on data)
• Mendorong perubahan/transformasi organisasi (budaya digital, paper less, efisien, efektif);
• Rujukan data nasional untuk tindak pidana kelautan dan perikanan.
B. Rekomendasi
Dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan serta pemanfaatan hasil pelaksanaan aksi perubahan lebih lanjut, maka direkomendasikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Perlu disusun SOP pengelolaan data penanganan pelanggaran yang baku untuk dapat dijadikan acuan, sekaligus perlu disusun payung hukum untuk implementasi sistem informasi;
2. Perlu komunikasi dan koordinasi lanjutan dengan Pusat Data , Statistik dan Informasi untuk mendapatkan domain dan pengembangan aplikasi;
39
3. Koordinasi dan komunikasi aktif dengan UPT Pengawasan SDKP, Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada, Direktorat Pengawasan Sumber Daya Ikan, Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan untuk kelancaran perolehan data dan informasi yang akurat dan akuntabel;
4. Perlu dimanfaatkan keberadaan Tim Pemantauan data Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan, Tim Integrasi Data 3 Instansi (KKP, TNI-AL, POLRI) untuk pengumpulan dan singkronisasi data dan informasi.
5. Perlu dijajaki koordinasi dengan stakeholders terkait lainnya, yang memiliki keterkaitan tupoksi dengan penanganan pelanggaran.
Hal ini untuk pengembangan intergrasi data;
6. Perlu dilakukan sosialisasi sekaligus bimtek untuk famiiarisasi dan implementasi Sistem Informasi pada seuruh satker lingkup Ditjen PSDKP;
7. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi regular terhadap implementasi sistem informasi. Monitoring dan evalusi akan menentukan keberlanjutan pengembangan sitem.
40
LAMPIRAN
41
LAMPIRAN 1.
FORMULIR KEGIATAN PESERTA PKA PADA TAHAP LABORATORIUM KEPEMIMPINAN
42
FORMULIR KEGIATAN PESERTA PKA
PADA TAHAP LABORATORIUM KEPEMIMPINAN
Nama Peserta : Rochman Nurhakim
Instansi : Subdirektorat Analisis dan Tindak Lanjut, Direktorat Penanganan Pelanggaran, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Rencana Area
Perubahan
: Optimalisasi Pengelolaan Data melalui “SI PILAR SAKTI” (Sistem Informasi Penanganan Pelanggaran Interaktif, akuntabeL, Akurat, Reliabel dengan Satu datA Kesatuan TerintegrasI) di Direktorat Penanganan Pelanggaran.
NO HARI/
TANGGAL KEGIATAN OUTPUT Keterangan
1 Selasa , 31/3/2020
Pembentukan Tim Tata Kelola Aksi Perubahan
SK Tim Aksi
PESERTA PKA Angkatan XIV,
Rochman Nurhakim, S.Pt., M.Si.
43
FORMULIR KEGIATAN PESERTA PKA
PADA TAHAP LABORATORIUM KEPEMIMPINAN
Nama Peserta : Rochman Nurhakim
Instansi : Subdirektorat Analisis dan Tindak Lanjut, Direktorat Penanganan Pelanggaran, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Rencana Area
Perubahan
: Optimalisasi Pengelolaan Data melalui “SI PILAR SAKTI” (Sistem Informasi Penanganan Pelanggaran Interaktif, akuntabeL, Akurat, Reliabel dengan Satu datA Kesatuan TerintegrasI) di Direktorat Penanganan Pelanggaran.
NO HARI/
TANGGAL KEGIATAN OUTPUT Keterangan
1 Jumat
PESERTA PKA Angkatan XIV,
Rochman Nurhakim, S.Pt., M.Si.
44
FORMULIR KEGIATAN PESERTA PKA
PADA TAHAP LABORATORIUM KEPEMIMPINAN
Nama Peserta : Rochman Nurhakim
Instansi : Subdirektorat Analisis dan Tindak Lanjut, Direktorat Penanganan Pelanggaran, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Rencana Area
Perubahan
: Optimalisasi Pengelolaan Data melalui “SI PILAR SAKTI” (Sistem Informasi Penanganan Pelanggaran Interaktif, akuntabeL, Akurat, Reliabel dengan Satu datA Kesatuan TerintegrasI) di Direktorat Penanganan Pelanggaran.
NO HARI/
TANGGAL KEGIATAN OUTPUT Keterangan
1 Jumat
PESERTA PKA Angkatan XIV,
Rochman Nurhakim, S.Pt., M.Si.
45
FORMULIR KEGIATAN PESERTA PKA
PADA TAHAP LABORATORIUM KEPEMIMPINAN
Nama Peserta : Rochman Nurhakim
Instansi : Subdirektorat Analisis dan Tindak Lanjut, Direktorat Penanganan Pelanggaran, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Rencana Area
Perubahan
: Optimalisasi Pengelolaan Data melalui “SI PILAR SAKTI” (Sistem Informasi Penanganan Pelanggaran Interaktif, akuntabeL, Akurat, Reliabel dengan Satu datA Kesatuan TerintegrasI) di Direktorat Penanganan Pelanggaran.
NO HARI/
TANGGAL KEGIATAN OUTPUT Keterangan
1 Jumat
PESERTA PKA Angkatan XIV,
Rochman Nurhakim, S.Pt., M.Si.
46
FORMULIR KEGIATAN PESERTA PKA
PADA TAHAP LABORATORIUM KEPEMIMPINAN
Nama Peserta : Rochman Nurhakim
Instansi : Subdirektorat Analisis dan Tindak Lanjut, Direktorat Penanganan Pelanggaran, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Rencana Area
Perubahan
: Optimalisasi Pengelolaan Data melalui “SI PILAR SAKTI” (Sistem Informasi Penanganan Pelanggaran Interaktif, akuntabeL, Akurat, Reliabel dengan Satu datA Kesatuan TerintegrasI) di Direktorat Penanganan Pelanggaran.
NO HARI/
TANGGAL KEGIATAN OUTPUT Keterangan
1 Jumat 18/6/2020
Sosialisasi SI PILAR SAKTI kepada Stakeholders
PESERTA PKA Angkatan XIV,
Rochman Nurhakim, S.Pt., M.Si.
47
LAMPIRAN 2.
MILESTONE 1: PEMBENTUKAN TIM TATA KELOLA AKSI PERUBAHAN
48
49
50
51
52
LAMPIRAN 3.
MILESTONE 2: SOSIALISASI INTERNAL AKSI PERUBAHAN
53
NOTULENSI
Sehubungan dengan Rapat Sosialisasi Internal Aksi Perubahan Optimalisasi Pengelolaan data Penanganan Pelanggaran yang dilaksanakan pada hari Kamis, 8 April 2020 melalui mekanisme virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, dengan ini kami sampaikan Notulen sebagai sebagai berikut :
1. Sosialisasi internal aksi perubahan diikuti oleh seluruh Tim Sub Direktorat ATL dan perwakilan Subdit lingkup Direktorat Penanganan Pelanggaran (Tim Gugus Kerja), serta perwakilan Bagian Program Setditjen PSDKP. Rapat dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi dan menjelaskan mengenai rencana aksi perubahan, dan implementasinya.
2. Area perubahan yang akan dilaksanakan adalah “Optimalisasi pengelolaan data penanganan pelanggaran melalui pengembangan sistem informasi di Direktorat Penanganana Pelanggaran” dengan target sasaran untuk mengelola dan menyajikan data dan informasi penanganan pelanggaran yang akuntabel, akurat dan reliabel dengan kesatuan data yang terintegrasi. Selanjutnya data dan informasi ini dapat bermanfaat sebagai input untuk mensuport kebutuhan data dan informasi kegiatan penanganana pelanggaran, termasuk perumusan kebjakan dan pengambilan keputusan di bidang penanganan pelanggaran.
Kegiatan : Rapat Sosialisasi Internal Aksi Perubahan Tanggal : 8 April 2020
Agenda : Penjelasan Aksi Perubahan
54
3. Area perubahan di atas dirumuskan berdasarkan identifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi Direktorat Penanganan Pelanggaran, khususnya dalam pengelolaan data, sebagai berikut:
a. Data-data TPKP tersebar pada beberapa sumber data (subdit internal, Direktorat lingkup PSDKP, Unit Pelaksana Teknis, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan instansi terkait lainnya) dan belum dapat diakses dan dishare dengan cepat dengan keamanan dan kevalidan data yang terjamin;
b. Kurangnya/lemahnya sinergi Kurangnya sinergi antar unit kerja/instansi terkait dalam penyediaan data, sehingga pemenuhan data TPKP dari unit kerja lain belum dapat diperoleh secara mudah dan cepat.
c. Pencarian dan penyedian data masih belum dapat dilakukan secara cepat dan akurat, terlebih jika permintaan data berupa data-data yang memerlukan proses pengolahan atau rekapitulasi berdasarkan kategori tertentu sesuai permintaan/kebutuhan;
d. Pengumpulan dan pengolahan data TPKP, serta penyajiannya belum memanfaatkan aplikasi berbasis teknologi informasi, sehingga penyampaian informasi kurang cepat dan akurat.
4. Stakeholders yang terkait yaitu Unit Kerja lingkup KKP, Dinas KP Provinsi dan Kabupaten/Kota, Staf Operasi Angkatan Laut, TNI AL;
Direktorat Polisi Air Baharkam, POLRI (ket: untuk stakeholders di luar KKP akan dilakukan sosialisasi secara khusus pada saat aplikasi sudah melalui tahapan uji coba dan user acceptance test).
5. Dalam sosialisasi internal ini juga dijelaskan tugas masing-masing anggota tim sekaligus tahapan pelaksanaan implementasi aksi perubahan (milestone).
6. Beberapa hal yang perlu mendapatkan arahan pimpinan adalah terkait dengan alokasi pendanaan aksi perubahan dan hal hal yang bersifat sistusionil terkait dengan perkembangan konidisi dan isu terkait dengan pandemic covid 19 yang mungkin akan mempengaruhi kelancaran
55
implementasi aksi perubahan. Hal ini akan dikomunikasikan oleh Kasubdit Analisis dan Tindak Lanjut selaku Action Leader secara langsung kepada Mentor (Direktur Penanganan Pelanggaran).
Rochman Nurhakim
Dokumentasi Rapat Sosialisasi Internal Aksi Perubahan
56
NOTULENSI
Sehubungan dengan sosialisasi dan konsultasi Internal Aksi Perubahan Optimalisasi Pengelolaan data Penanganan Pelanggaran yang dilaksanakan pada hari Kamis, 9 April 2020 melalui mekanisme virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, dengan ini kami sampaikan Notulen sebagai berikut :
1. Sosialisasi internal aksi perubahan diikuti oleh Mentor (Plt. Direktur Penanganan Pelanggaran dan Kasubdit lingkup Dit. PP). Rapat dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi, menjelaskan mengenai rencana aksi perubahan, sekaligus meminta arahan dalam implementasinya.
2. Alokasi Pengganggaran merupakan bagian penting dalam Implementasi aksi perubahan. Dukungan tersebut, khususnya dialkosikan untuk pembangunan aplikasi sistem informasi yang membeutuhkan keterlibatan tenag ahli pengembangan sistem informasi;
3. Action Leader telah menjelasakan kepada mentor tentang kebutuhan pendanaan untuk implementasi aksi perubahan, bahwa komponen aksi perubahan yang perlu didanai terdiri dari 3 komponen, yaitu : Tenaga ahli. Dengan kebutuhan anggaran sebesar 80 juta, yang direncanakan bersumber dari anggaran Subdit ATL. Namun demikian karena dalam rancangan RKAKL Sub dt ATL belum terdapat alokasi untuk komponen Kegiatan : Rapat Sosialisasi Internal Aksi Perubahan
Tanggal : 9 April 2020
Agenda : Penjelasan Aksi Perubahan dan Konsultasi Implementasi kepada Pimpinan lingkup Dit.
Penanganan Pelanggaran.
57
biaya tersebut, maka diperlukan revisi atas anggaran saat ini, dengan memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku.
4. Beberapa arahan Mentor terkait hal ini :
a. Pada perinsipnya mentor mendukung sepenuhnya aksi perubahan sebagaimana yang telah dirumuskan dalam rancangan aksi perubahan;
b. Terkait dengan pendanaaan beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti:
1) Komunikasikan terlebih dahulu dengan bagian program dan bagian keuangan Sesditjen PSDKP. Hal ini untuk memastikan ke depan tidak ada potensi adanya temuan, karena pengadaan aplikasi/software data dan informasi di lingkup KKP pusat kebijakannya dipusatkan pada Pusdatin;
2) Pertimbangkan untuk melakukan efisiensi anggaran, karena adanya kebijakan pemotongan anggaran untuk antisipasi Covid -19
3) Tim Aksi perubahan agar melibatkan perwakilan dari perwakilan Eselon 2 lingkup Ditjen PSDKP agar hasilnya lebih komprehensif..
Rochman Nurhakim
58
Dokumentasi Rapat Sosialiasi sekaligus konsultasi Aksi Perubahan dengan Mentor dan Kasubdit lingkup Direktorat Penanganan Pelanggaran
59
LAMPIRAN 4.
MILESTONE 3: PENYUSUNAN BISNIS PROSES SISTEM IFORMASI
60
NOTULENSI
Sehubungan dengan Rapat Implementasi Aksi Perubahan Optimalisasi Pengelolaan data Penanganan Pelanggaran yang dilaksanakan pada hari Jumat, 17 April 2020 melalui mekanisme virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, dengan ini kami sampaikan Notulen sebagai sebagai berikut :
1. Rapat pembahasan diikuti oleh seluruh Tim Sub Direktorat ATL dan perwakilan Subdit lingkup Direktorat Penanganan Pelanggaran (Tim Gugus Kerja), serta perwakilan Sub bagian Data Program Setditjen PSDKP. Rapat dilaksanakan dalam rangka membahas dan menyusun proses bisnis sistem aplikasi.
2. Penyusunan bisnis proses bisnis merupakan tahapan penting dalam pelaksanaan aksi perubahan. Bisnis proses ini akan menjadi dasar dari sistem informasi yang dibangun. Untuk dapat menyusun diagram bisnis proses sistem informasi, maka harus terlebih dahulu dibahas terkait bisnis proses dalam kegiatan penanganan pelanggaran. Bisnis proses kegiatan akan menentukan aliran data dan informasi dalam suatu sisntem informasi termasuk menentukan subjek dan objek dalam sistem data dan informasi;
3. Pada tahapan ini telah disusun bisnis proses sistem informasi yang menjelaskan tentang:
a. Alur proses penanganan pelanggaran;
Kegiatan : Rapat Pembahasan Bisnis Proses Sistem Informasi SI PILAR SAKTI
Tanggal : 17 April 2020
Agenda : Pembahasan Bisnis Proses
61
b. Identifikasi Role, Actor, Activity dan Output Sistem Infroamai penanganan pelanggaran (penanganan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan);
c. Diagram Alur Sistem Informasi.
4. Hasil pembahasan sebagai berikut:
a. Alur proses penanganana pelanggaran;
b. Identifikasi Role, Actor, Activity dan Output Sistem Infroamai penanganan pelanggaran (penanganan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan);
62
63 c. Diagram Alur Sistem Informasi.
Rochman Nurhakim
64
LAMPIRAN 5.
MILESTONE 4: PEMBANGUNAN RANCANGAN SISTEM IFORMASI
65
NOTULENSI
Sehubungan dengan Rapat Implementasi Aksi Perubahan Optimalisasi Pengelolaan data Penanganan Pelanggaran yang
Sehubungan dengan Rapat Implementasi Aksi Perubahan Optimalisasi Pengelolaan data Penanganan Pelanggaran yang