• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

B. CAPAIAN AKUNTABILITAS KINERJA DINAS PU CIPTA KARYA

Kebutuhan air minum merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu untuk pemenuhan kebutuhan air minum khususnya di Sumatera Selatan, dibutuhkan pelayanan secara menyeluruh. Salah satunya adalah dengan memberikan pelayanan baik secara SR maupun HU bagi masyarakat. Saat ini cakupan air minum di wilayah Sumatera Selatan telah melampaui target yang telah ditentukBan untuk tahun selanjutnya Pemerintah Sumatera Selatan akan terus meningkatkan Kinerja dan Pelayanan Air Minum agar lebih merata.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini mengenai Target dan realisasi Cakupan Pelayanan Air Minum untuk Sumatera Selatan.

Indikator Kinerja

CapaianTahun 2016

Satuan Target Realisasi %

Cakupan pelayanan Air Minum % 72,31 75,98 100%

Cakupan Pelayanan Air Bersih pada tahun 2015 yaitu 70% dengan realisasi capaian 64,52%. Indikator ini didukung oleh Program percepatan di sektor air minum dalam dimana target MSG’s Provinsi Sumsel pada 2016 sebesar 72,31%. Pelayanan air minum Kabupaten/Kota terdiri dari pelayanan air minum penduduk perkotaan dan penduduk perdesaan. Cakupan pelayanan air minum penduduk perkotaan tahun 2016 mencapai 75,98% sehingga rata-rata capaian air bersih mencapai 100%.

Cakupan pelayanan air minum peningkatan pelayanan air minum Provinsi Sumatera Selatan dari tahun 2016 mengalami peningkatan yang signifikan naik 11.46% dari tahun 2015. Rata-rata capaian hingga 2016 sudah mencapai 100%. Pelayanan air minum didukung oleh program pengembangan kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah serta melalui Program pemberdayaan masyarakat yaitu PAMSIMAS. Pembangunan pelayanan air minum diwujudkan dengan pembangunan intage air bersih, water treatment plant, pipa jaringan distribusi dan sambungan rumah serta melalui pembangunan pelayanan air bersih perdesaan seperti sumur bor dan sumur gali.

Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) didukung dengan sumber pendanaan APBN, APBD Provinsi serta APBD Kabupaten/Kota.

Cakupan Pelayanan Air Minum sampai dengan tahun 2016 mencapai 72,31(100%) dan sudah melampaui target cakupan Pelayanan Air Minum Tahun 2016 sebesar 75,98%.Pendanaan sektor air minum didukung oleh 3 sumber pendanaan yaitu APBN, APBD Provinsi Sumatera Selatan dan APBD Kabupaten/Kota. Dapat dilihat pada grafik di sebelah sebagai berikut :

72.31 75.98

Cakupan Pelayanan Air Minum

Target

Gambar Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum

Foto salah satu kegiatan program pengembangan kinerja pengelolaan air minum yang dilakukan oleh Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan

a. Akses Pelayanan Air Minum

Tabel capaian air minum Tahun 2015 sampai tahun 2018 dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel Cakupan Pelayanan Air Minum

cakupan Pelayanan Air Minum

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018

Target 70 72.31 75,92 79,71

Realisasi 64.52 75,98

Cakupan pelayanan air minum peningkatan pelayanan air minum Provinsi Sumatera Selatan dari tahun 2016 mengalami peningkatan dibanding tahun 2015. Rata-rata capaian hingga 2016 sudah mencapai 75,98%. Pelayanan air minum didukung oleh program pengembangan kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah serta melalui Program pemberdayaan masyarakat yaitu PAMSIMAS. Pembangunan pelayanan air minum diwujudkan dengan pembangunan intage air bersih, water treatment palnt, pipa jaringan distribusi dan sambungan rumah serta melalui pembangunan pelayanan air bersih perdesaan seperti sumur bor dan sumur gali. Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) didukung dengan sumber pendanaan APBN, APBD Provinsi serta APBD Kabupaten/Kota.

Grafik Cakupan Pelayanan Air Minum tahun 2015-2018

Cakupan Pelayanan Air Minum sampai dengan tahun 2016 mencapai 75,98 % sudah melampaui target cakupan Pelayanan Air Minum Tahun 2015 sebesar 70%. Pendanaan sektor air minum didukung oleh 3 sumber pendanaan yaitu APBN, APBD Provinsi Sumatera Selatan dan APBD Kabupaten/Kota.

b. Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Perencanaan Strategis Organisasi

Perbandingan realisasi cakupan pelayanan air minum pada tahun 2016 sebesar 75,98% sedangkan target cakupan pelayanan air minum pada tahun 2016 sebesar 72,31%, artinya pada tahun 2016 telah memenuhi target yang telah ditetapkan. Untuk target cakupan pelayanan air minum pada tahun 2018 sebesar 79,71. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Tabel Perbandingan Realisasi Cakupan Pelayanan Air Minum Tahun 2016 terhadap Target Cakupan Pelayanan Air Minum Tahun 2018

0 20 40 60 80

Tahun

2015 Tahun

2016 Tahun

2017 Tahun 2018

70 72.31 75.92 79.71

64.52 75.98

Persentase Akses Pelayanan Air Minum

Target Realisasi

Cakupan Pelayanan Air Minum

Upaya agar cakupan pelayanan air minum di tahun 2018 tercapai akan dilakukan secara konsisten dengan meningkatkan perbaikan dan memprioritaskan kegiatan guna mencapai target yang telah ditetapkan agar penanganan drainase di permukiman lebih baik lagi untuk dimasa yang akan datang.

2. Peningkatan Penanganan Drainase Permukiman yang Tepat

Drainase yang dimaksud disini adalah drainase dalam lingkup skala permukiman,yang mencakupn drainase perkotaan dan perdesaan yang didefinisikan sebagai drainase di wilayah kota yang berfungsi untuk mengelola dan mengendalikan air permukaan sehingga tidak mengganggu dan/atau merugikan masyarakat.

Cakupan Penanganan drainase permukiman Tahun 2016 dapat dilihat pada tabel dan grafik dibawah ini :

Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2016

Satuan Target Realisasi % Persentase Capaian

Penanganan Drainase Kab/kota 3 3 100

Capaian Penanganan Drainase pada tahun 2015 yang merupakan Penanganan Sampah dan Limbah yang memiliki target sebanyak 3 kab/kota dan terealisasi sebanyak 3

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3

Target Realisasi

3 3

Penanganan Drainase Permukiman Tahun 2016

Penanganan Drainase Permukiman

kab/kota pada capaian tahun 2015, Untuk pembangunan di sektor drainase skala pemukiman pada tahun 2015 ini berlokasi di Kota palembang, Kabupaten OKI dan Kabupaten Lahat.

a. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun ini dengan Tahun lalu dan Beberapa Tahun

Untuk lebih jelasnya Capaian Penanganan Drainase Permukiman dari tahun 2015 sampai dengan 2017dapat dilihat pada Tabel dibawah ini:

Perbandingan realisasi terhadap Penanganan Drainase Permukiman pada tahun 2015 sebanyak 3 kawasan sedangkan target Penanganan Drainase Permukiman yang tertangani pada tahun 2016 sebanyak 3 kawasan dengan capaian sebesar 100% , artinya pada tahun 2015 memenuhi target yang telah ditetapkan. Pada tahun 2016 perbandingan realisasi terhadap penangan Drainase permukiman 3 kawasan dan dengan target 3 kawasan sehingga mencapai 100%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Grafik di bawah ini:

Tabel Capaian Penanganan Drainase Permukiman

1.5 2 2.5

3 3 3 3 3 3 3

Penanganan Drainase Permukiman

Target Realisasi

Capaian Penanganan Drainase Permukiman

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

Target 3 3 3

Realisasi 3 3

Asumsi Target 3

Foto Penanganan Drainase Permukiman tahun 2015 yang telah dilakukan oleh Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan

b. Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Perencanaan Strategis Organisasi

Perbandingan realisasi terhadap Penanganan Drainase Permukiman pada tahun 2015 sebanyak 3 kawasan sedangkan target Penanganan Drainase Permukiman yang tertangani pada tahun 2015 sebanyak 3 kawasan, artinya pada tahun 2016mencapai target yang telah ditetapkan. Untuk target Penanganan Drainase Permukiman pada tahun 2018 sebanyak 15 kawasan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Tabel Perbandingan Penanganan Drainase Tahun 2016 terhadap Target Tahun 2018

0 5 10 15

Tahun 2016 Tahun 2018 3

15

3

Penanganan Drainase Permukiman

Target Realisasi

Upaya agar penanganan drainase permukiman di tahun 2018 tercapai akan dilakukan secara konsisten dengan meningkatkan perbaikan dan memprioritaskan kegiatan guna mencapai target yang telah ditetapkan agar penanganan drainase di permukiman lebih baik lagi untuk dimasa yang akan datang.

3. Peningkatan Penanganan Air Limbah yang Optimal

Air limbah yang dimaksud disini adalah air limbah permukiman (Municipal Wastewater) yang terdiri atas air limbah dosmetik (rumah tangga) yang berasal dari sisa mandi, cuci, dapur dan tinja manusia dari lingkungan permukiman serta air limbah industri rumah tangga yang tidak mengandung Bahan racun dan Berbahaya (B3).

Air Buangan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap kualitas lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan.

Capaian Penanganan air limbah di sumatera selatan pada tahun 2016 yang telahdilakukan oleh Dinas PU Cipta Karya Sumatera Selatan meliputi fasilitasi percepatan sanitasi di daerah,dimana dalam penanganan air limbah di provinsi Sumatera Selatan ini terdiri atas penanganan limbah tinja, limbah rumah tangga serta penangannya seperti pembangunan IPAL dan IPLT dimana dari target yang ditentukan sebanyak 3 Kab/Kota namun realisasi dalam penanganan air limbah ini yang telah terlaksana di tahun 2016 dikarenakan adanya perubahan dalam strategi yang mempengaruhi pencapaian tujuan dan sasaran (perubahan program, kegiatan dan alokasi anggaran). Dapat di lihat pada tabel di bawah ini :

Indikator Kinerja CapaianTahun 2016

Satuan Target Realisasi % Persentase Capaian

Penanganan Air Limbah Kab/Kota 3 3 100

Dalam penanganannya air limbah yang ada di kabupaten/kota di Sumatera selatan

pembangunan sambungan rumah pada tahun 2016 penanganan air limbah sudah tercapai sesuai target tujuan dan sasaran. Dapat dilihat pada grafik di bawah ini :

Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam.

Pengelolahan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

a. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun ini dengan Tahun lalu dan Beberapa Tahun

Dalam penanganannya air limbah yang ada di kabupaten/kota di Sumatera selatan ini pengembangan pengolahan air limbah menggunakan sistem terpusat, pemerintah pusat memiliki peran melakukan pembangunan IPAL dan mengembangkan jaringan pipa sewer sampai dengan pipa lateral.Sedangkan pemerintah kabupaten/kota mempunyai peran dalam penyediaan lahan, penyediaan biaya operasipemeliharaan, dan pembangunan sambungan rumah pada tahun 2015 telah mencapai target dengan realisasi sebesar 133%, tetapi pada tahun 2016 dimana dari target yang ditentukan sebesar sebanyak 3 kabupaten/kota sudahterealisasi dalam penanganan air limbah ini terlaksana di tahun

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3

Target Realisasi

3 3

Penanganan Air Limbah Permukiman Tahun 2016

Penanganan Air Limbah

Permukiman Tahun 2016

2016 dengan tercapainya tujuan dan sasaran (perubahan program, kegiatan dan alokasi anggaran).Dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Capaian Penanganan Air Limbah

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018

Target 3 3 3 3

Realisasi 0 3

Asumsi Target 4

Perbandingan capaian penanganan air limbah permukiman pada tahun 2015 ini, realisasinya belum terlaksana dikarenakan adanya perubahan dalam strategi yang mempengaruhi pencapaian tujuan dan sasaran ( perubahan program, kegiatan dan alokasi anggaran). Namun pada tahun 2016 penanganan air limbah permukiman di targetkan sebanyak 3 kabupaten/kota mencapai target dengan realisasi sebesar 100%

pencapaian tujuan dan sasaran. Pada tahun 2017 dan tahun 2018 penangan air limbah menargetkan sebanyak 3 kabupaten/kota.grafik capaian penanganan air limbah permukiman dapat dilihat pada grafik dibawah sebagai berikut :

Grafik Capaian Penanganan Air Limbah Permukiman

0

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018

3 3 3 3

0

3 2

4

Penanganan Air Limbah Permukiman

Target Realisasi Asumsi Realisasi

b. Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Perencanaan Strategis Organisasi

Pada tahun 2016 ini target yang ditentukan sebanyak 3 kabupaten/kota telahterealisasi dalam penanganan air limbahpencapaian tujuan dan sasaran.Target Penanganan Air Limbah Permukiman di Tahun 2018 sebanyak 14 kawasan. Upaya yang akan dilakukan pihak Dinas PU Cipta Karya akan berusaha konsisten agar target yang telah ditetapkan akan tercapai. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Tabel Perbandingan Penanganan Air Limbah Permukiman Tahun 2016 terhadap Target Tahun 2018

4. Peningkatan Penanganan TPA Sampah Yang Efektif dan Efisien

Penangan persampahan yang dilakukan Dinas Pu Cipta Karya Sumatera selatan meliputi pembangunan TPA, Penyediaan Fasilitas Prasarana dan Sarana Persampahan serta peningkatan Prasarana persampahan yang ada di wiayah kabupaten/kota yang lokasi dari pembangunan/peningkatan pengelolahan persampahan berada di Kota Lubuk Linggau dan kabupaten Musi Rawas. Persentase capaian indikator kinerja sebesar 100%

yaitu target pada tahun 2016 sebanyak 2 (dua) kabupaten/kota dan terealisasi sebanyak 2 (dua) kabupaten/kota, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dan grafik di bawah ini.

Indikator Kinerja CapaianTahun 2016

Satuan Target Realisasi %

TPAPenanganan Sampah % 2 2 150%

0 5 10 15

Tahun 2016 Tahun 2018 3

14 3

Penanganan Air Limbah Permukiman

Target Realisasi

Cakupan Pelayanan Penyehatan lingkungan pemukiman Tahun 2016 terdiri dari penanganan Persampahan, Drainase dan Air Limbah. Untuk penanganan penyehatan lingkungan permukiman capaian realisasi sebagai berikut :

 Capaian Penanganan Sampah pada tahun 2016 terealisasi sebanyak 3 kab/kota, Cakupan pelayanan penyehatan lingkungan pemukiman terdiri dari pelayanan persampahan, pelayanan drainase, dan air limbah. Capaian pelayanan penyehatan lingkungan permukiman sebagai berikut :

 Cakupan pelayanan persampahan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2009 – 2010 mencapai 100%, tahun 2011 mencapai 80% tahun 2012 mencapai 88,88% namun pada tahun 2013 mencapai 95,24% ,pada tahun 2014 - 2015 mencapai 100,00%, pada tahun 2016 mencapai 100% sesuai target.

a. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun ini dengan Tahun lalu dan Beberapa Tahun

Penangan persampahan yang dilakukan Dinas Pu Cipta Karya Sumatera selatan meliputi pembangunan TPA, Penyediaan Fasilitas Prasarana dan Sarana Persampahan serta peningkatan Prasarana persampahan yang ada di wilayah Kota/Kabupaten. Capaian Penanganan TPA Sampahdari tahun 2014 sampai dengan 2017 dapat dilihat pada grafik

0 0.5 1 1.5 2

Target Realisasi

2 2

Penanganan TPA Sampah 2016

Capaian Penanganan TPA

Sampah

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

Target 2 2 2

Realisasi 2 2

Asumsi Target 3

Capaian Penanganan persampahan Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2015 dan tahun 2016 mencapai sebesar 100%, tahun 2016 mencapai 100% dan tahun 2017 capaian penanganan persampahan provinsi Sumatera Selatan menargetkan sebanyak 2 kabupaten/kota.untuk lebih jelas dapat dilihat pada Grafik Capaian Penanganan TPA Sampah sebagai berikut :

Foto Pembangunan TPA yang telah dilakukan oleh Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan 0

0.5 1 1.5 2 2.5 3

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

2 2 2 2 2

3

Penanganan Sarana-Prasarana TPA

Target Realisasi Asumsi Realisasi

b. Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Perencanaan Strategis Organisasi

Perbandingan realisasi terhadap Penanganan TPA Sampah pada tahun 2016 sebanyak 2 kawasan sedangkan target Penanganan TPA Sampah yang tertangani pada tahun 2016 sebanyak 2 kawasan, artinya pada tahun 2016 sudah melebihi target yang telah ditetapkan. Target Penanganan Air Limbah Permukiman di Tahun 2018 sebanyak 10 kawasan. Sudah 20% Penanganan TPA Sampah yang telah tertangani. Upaya yang akan dilakukan pihak Dinas PU Cipta Karya akan berusaha konsisten agar target yang telah ditetapkan akan tercapai. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Tabel Perbandingan Penanganan TPA Sampah Tahun 2016 terhadap Target Tahun 2018

5. Optimalisasi Penanganan Di Bidang Perumahan, Permukiman, Penataan Bangunan dan Lingkungan

Unit jumlah gedung negara yang tertata untuk tahun 2016 memiliki target sebanyak 3 unit, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel dan grafik di bawah ini:

CapaianTahun 2016

0 2 4 6 8 10

Tahun 2016 Tahun 2018 2

10

2

Penanganan TPA Sampah

Target Realisasi

Capaian Jumlah Gedung Negara yang Tertata sudah terealisasi sebanyak 3 unit dari target sebanyak 3 unit, dengan persentase pencapaian sebesar 100%.Pembangunan yang dilaksanakan pada tahun ini meliputi yang pertama Pembangunan Kawasan Jakabaring Sport City. Yang kedua rehab gedung TK Pertiwi kota Palembang.

a. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun ini dengan Tahun lalu dan Beberapa Tahun Bangunan Gedung yang Tertata

Pada tahun 2015 penanganan bangunan gedung yang tertata ditargetkan sebayak 3 unit, pada tahun 2016 Penanganan bangunan gedung yang tertata sebanyak 3 unit dan gedung yang sudah tertangani sebanyak 3 unit dengan capaian 100%, di tahun 2016dan 2017 penanganan bangunan gedung yang tertata di asumsikan memiliki target 10 unit.dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Capaian Bangunan Gedung yang

Tertata

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

Target 3 3 3

Realisasi 3 3

Asumsi Target 10

Untuk lebih jelasnya, capaian bangunan gedung yang tertata dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3

Target Realisasi

3 3

Indikator Kinerja Jumah Bangunan Gedung Negara yang Tertata Unit Tahun 2016

Indikator Kinerja Unit

b. Realisasi Kinerja Tahun 2016 dengan Perencanaan Strategis Organisasi Bangunan Gedung yang Tertata

Tabel Perbandingan Jumlah Bangunan Gedung yang Tertata Tahun 2016 terhadap Target Tahun 2018

Realisasi jumlah bangunan gedung negara yang tertata tahun 2016 sebanyak 3 unit dengan target bangunan gedung negara yang tertata pada tahun 2018 sebanyak 15 unit.

Sehingga masih 9 bangunan negara yang harus ditangani sampai dengan tahun 2018.

6. Penanganan Infrastruktur Permukiman Di Perkotaan dan Perdesaan Secara

0 2 4 6 8 10

Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

3 4 3 3 3

3 3

10

Jumlah Bangunan Gedung Negara yang Tertata Unit

Target Realisasi Asumsi Target

0 5 10

Tahun 2016 Tahun 2018 3

9 3

Jumlah Bangunan Gedung Negara yang Tertata Unit

Target Realisasi

pandang saja dan usaha yang dilakukan dalam rangka penurunan kawasan kumuh ini dapat dilakukan dengan penataan kawasan dan pembangunan baru kawasan, revitalisasi dan pembangunan Rusunawa.

Dalam usaha penurunan kawasan permukiman kumuh, pemerintah provinsi Sumatera Selatan yang difasilitasi oleh Dinas PU Cipta karya, dilakukan usaha-usaha dalam pengentasan atau menurunkan kawasan pemukiman kumuh salah satunya adalah dengan pembangunan prasarana dasar bagi kawasan kumuh di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten OKU, dan Kota Pagaralam. Penataan Infrastruktur kawasan kumuh di wilayah Kota Palembang dilakukan sebanyak 1 (satu) kawasan begitu pula dengan penataan infrastruktur kawasan kumuh di Kota Lubuk Linggau.

Persentase penurunan kawasan permukiman kumuh memiliki target sebanyak 3 unit dan terealisasi sebanyak 3 unit dapat dilihat pada tabel dan grafik sebagai berikut :

Indikator Kinerja CapaianTahun 2016

Satuan Target Realisasi % Persentase Kawasan Kumuh

Yang Tertangani Kawasan 3 3 100%

Persentase penurunan kawasan permukiman kumuh pada tahun 2016 terealisasi sesuai target yang ditetapkan 3 (tiga) kawasan, sedangkan yang terealisasi pada capaian tahun 2016 terlaksana 3 (tiga) kawasan. Program penataan kawasan tersebut meliputi :

 Penataan Infrastruktur kawasan kumuh kabupaten Muara Enim

 Penataan Infrastruktur kawasan kumuh kabupaten OKU

0 2 4

Target Realisasi

3 3

Jumlah Kawasan Kumuh yang Tertangani Tahun 2016

Jumlah Kawasan Kumuh yang Tertangani

 Penataan Infrastruktur kawasan kumuh kota Pagaralam

a. Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun ini dengan Tahun lalu dan Beberapa Tahun Kawasan Kumuh

Pada tahun 2015dan tahun 2016capaian permukiman kumuh ditargetkan sebayak 3 kawasan, akan tetapi realisasinya sebanyak 2 kawasan yang tertangani dengan capaian sebesar 66,67% Di tahun 2016 dan 2017 capaian permukiman kumuh akan di targetkan 3 kawasan Untuk lebih jelasnya dilihat pada tabel di bawah ini sebagai berikut :

Capaian pemukiman kumuh yang

tertangani

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

Target 3 3 3

Realisasi 2 3

Asumsi Target 3

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

3 3 3

2

3

Jumlah Kawasan Kumuh yang Tertangani

Target Realisasi

Tabel Perbandingan Jumlah Kawasan Kumuh yang Tertangani Tahun 2015 terhadap Target Tahun 2018

7. Penanganan Infrastruktur Permukiman Di Perkotaan dan Perdesaan Secara Optimal Dalam Kawasan Agropolitan yang Tertangani

Pada tahun 2015 capaian jumlah agropolitan sebesar 100%, sangat berrbanding terbalik dengan Tahun 2014 yang capaian realisasi agropolitan 0% tidak terdapat kegiatan di kab/kota. Pada tahun 2016 capaian jumlah agropolitan sebesar 100%.

Penanganan kawasan agropolitan tersebut berupa pembangunan sarana dan prasarana agropolitan. Jumlah kawasan Agropolitan yang tertangani dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel Jumlah Kawasan Agropolitan yang Tertangani

Jumlah Kawasan Agropolitan yang

tertangani

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

Target 2 2 2

Realisasi 2 2

Asumsi Realisasi 2

Tahun 2015 memiliki target 2 kawasan dan terealisasi sebanyak 2 kawasan dengan capaian 100%. Pada tahun 2016 memiliki target 2 kawasan dan terealisasi 2 kawasan dengan capaian 100% dan tahun 2017 dan 2018 kawasan agropolitan menargetkan sebanyak 2 kawasan pada tahun tersebut. Dapat di lihat pada grafik di bawah ini :

0 5 10

Tahun 2016 Tahun 2018 3

9 3

Jumlah Kawasan Kumuh yang Tertangani

Target Realisasi

a. Realisasi Kinerja tahun 2016 dengan perencanaan strategis organisasi

Tabel Perbandingan Realisasi Jumlah Kawasan Agropolitan yang Tertangani Tahun 2016 terhadap Target Kawasan Agropolitan Tahun 2018

Pada grafik diatas dapat dilihat target pada Tahun 2016 sebanyak 2 kawasan dan

0 0.5 1 1.5 2

Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

2 2 2 2 2 2

Jumlah Kawasan Agropolitan yang Tertangani

Target Realisasi

Asumsi Realisasi

0 0.5 1 1.5 2

Tahun 2016 Tahun 2018

2 2 2

Jumlah Kawasan Agropolitan yang Tertangani

Target Realisasi

tahun 2018 tercapai yakni akan dilakukan upaya peningkatan infrastruktur di kawasan agropolitan lebih banyak yang harus ditangani dibandingkan pada tahun 2016.

Perbandingan Target Pencapaian Kinerja Tahun 2015 dan 2016

NO Indikator Kinerja Tahun 2015 Tahun 2016

1 Jumlah kawasan agropolitan 2 kawasan 2 kawasan

2 Jumlah bangunan gedung yang telah tertata 3 unit 3 unit

3 Cakupan pelayanan air minum 92,86 72,31

4 Persentase capaian pengembangan sistem persampahan Provinsi Sumatera Selatan

100% 100%

5 Persentase capaian pengembangan sistem drainase

100% 100%

6 Persentase capaian pengembangan sistem pengolahan air limbah

100% 100%

7 Kegiatan perencanaan tata ruang yang melibatkan semua stakeholder

100% 100%

8 Perencanaan / penataan ruang kawasan 2 dokumen 2 dokumen

9 Persentase informasi dan data keciptakaryaan

100% 100%

Kendala yang dihadapi dan saran tindak lanjut :

III. KENDALA YANG DIHADAPI DAN SARAN TINDAK LANJUT

a) Adanya keterlambatan dalam lelang di karenakan adanya efisiensi anggran yang dilakukan pemerintah provinsi sumatera selatan

b) Keterlambatan/kegagalan/penundaan proses lelang pengadaan barang dan jasa;

c) Lokasi pembangunan yang bermasalah sehingga ada keterlambatan pembangunan bahkan pembatalan

Dokumen terkait