• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian dan Analisis Kinerja 2014

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.2 Capaian dan Analisis Kinerja 2014

6. Terselenggaranya Layanan Umum yang Memenuhi Standar Pelayanan

Indeks Pelayanan (%)

85 84 98,82

7. Tersebarnya Pemberitaan dan Publikasi Informasi kepada Publik

Angka Pertumbuhan Pengunjung Informasi Parekraf di Media Sosial, Elektronik, Cetak dan Online (%)

90 84 93,33

8. Tersedianya Data dan Informasi yang Akurat dan Valid

Angka Pertumbuhan Pengunjung Data dan Informasi Pada Website Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Orang)

115.000 292.709 254,52

9. Meningkatnya Peran Hubungan dan Partisipasi Indonesia dalam Forum Kerjasama Internasional

Partisipasi dan

Implementasi Kegiatan Forum Kerjasama Multiralteral, Regional dan Bilateral Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Laporan)

37 31 83,78

Jumlah Anggaran : Rp. 151.158.121.000,00.

Jumlah Realisasi Anggaran : Rp. 138.576.803.545,00.

3.2 Capaian dan Analisis Kinerja 2014

Ditinjau dari capaian kinerja masing-masing sasaran untuk tahun 2014, Sekretariat Jenderal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab organisasi. Berikut ini akan diuraikan target dan capaian kinerja dari Sekretariat Jenderal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dilihat dari masing-masing sasaran strategis yang telah ditetapkan.

1.Meningkatnya Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Manusia

inerja Kementerian Pariwisata yang optimal akan terwujud apabila didukung oleh kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas. Kualitas SDM Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat dilihat dari jumlah SDM yang memiliki pendidikan lanjut dan mendalami sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pendidikan lanjut yang dimaksud adalah pendidikan pascasarjana, untuk Strata 2 dan Strata 3. Sedangkan kuantitas dapat dilihat dari jumlah pegawai secara keseluruhan di masing-masing unit kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Saat ini jumlah pegawai di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif adalah sebesar 2.045 (dua ribu empat puluh lima) orang pegawai. Sedangkan untuk pegawai dengan pendidikan akhir SMA sederajat berjumlah 516, S1 berjumlah 892, S2 berjumlah 455 dan S3 berjumlah 18 pegawai yang mendalami sektor pariwisata serta fokus untuk mendalami tata kelola dan kebijakan di sektor pariwisata. Namun secara khusus pegawai yang ada dilingkungan Sekretariat Jenderal berjumlah 427 orang, untuk pegawai dengan pendidikan akhir SMA sederajat berjumlah 155 orang, S1 berjumlah 183 orang, S2 berjumlah 63 orang, dan tidak ada yang berpendidikan S3. Pegawai tersebut dialokasikan di biro-biro dan pusat. Selain memfasilitasi SDM melalui peningkatan pendidikan formal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga memperkuat SDM dengan diklat struktural dan teknis di bidang kepariwisataan dan subsektor ekonomi kreatif, sejumlah 413 (empat ratus tiga belas) pegawai selama periode 2012 – 2014.

Meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat diukur dengan indikator: Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia; dan Rasio Kecukupan Pegawai.

K

a. Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia

Kemampuan seseorang melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam suatu pekerjaan merupakan hal yang sangat diperlukan. Kemampuan ini lebih dikenal dengan sebutan kompetensi, yang menjadi satu karakteristik untuk mendasari individu atau seseorang mencapai kinerja tinggi dalam pekerjaannya. Karakteristik itu muncul dalam bentuk pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan perilaku (attitude) untuk menciptakan SDM/aparatur yang memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam melayani masyarakat, selalu bertindak efisien, rasional, transparan, dan akuntabel. Sehingga diperlukan strategi peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia melalui peran Pusdiklat Pegawai yaitu menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi. Hal ini terlihat dari jumlah aparatur Sekretariat Jenderal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diberikan peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan manajemen dan teknis yang relevan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif serta jumlah kurikulum dan modul yang dijadikan sebagai bahan pedoman/acuan dasar dalam pengembangan materi. Saat ini pengukuran kinerja secara kuantitatif melalui rasio kompetensi SDM dapat diukur berdasarkan perbandingan antara jumlah pejabat (eselon II, III dan IV) yang telah mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat II, III dan IV dengan jumlah kotak jabatan yang tersedia di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Indikator keberhasilan yang pertama dari sasaran meningkatnya kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3. 2 Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia

No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)

1. Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia (%) 78,92 74,38 94,24

Dari tabel di atas, terlihat bahwa realisasi Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia sebesar 74,38 % dari target 78,92%, dengan persentase capaian sebesar 94,24 %. Formulasi perhitungan realisasi Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3. 3 Formulasi Perhitungan Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia Kotak Jabatan Yang Sudah Mengikuti PIM Yang Belum Mengikuti PIM Alokasi Peserta Tahun 2014 Target Rasio Tahun 2014 Realisasi Peserta Tahun 2014 Yang Sudah Mengikuti PIM s.d Th. 2014 Realisasi Rasio Tahun 2014 Capaian (%)

(a) (b) (c) (d) (e) (c)+(e)/(b) (f) (c)+(f) (c)+(f)/(b)

Es II 41 22 19 5 65,85% 5 27 65,85%

Es III 132 124 8 20 100,00% 0 124 93,94%

Es IV 330 209 63 25 70,91% 0 209 63,33%

Target Rasio Keseluruhan 78,92% 5 360 74,38% 94,24%

Dilihat dari perhitungan target dan realisasi rasio kompetensi SDM pada tabel di atas capaian kinerja terukur dari jumlah peserta diklat yang mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat II sejumlah 5 orang sedangkan Diklat Kepemimpinan Tingkat III dan IV tidak dapat diselenggarakan karena harus dialihkan/direvisi menjadi Diklat Prajabatan Golongan III atas dasar kebutuhan yang mendesak. Sehingga dari target 223 orang peserta diklat manajemen dan teknis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2014 dapat terealisasi 284 orang peserta yang terdiri dari 5 orang peserta Diklat Kepemimpinan/manajemen, 124 orang peserta Diklat Teknis dan 155 orang peserta Diklat Prajabatan.

Untuk melihat perkembangan indikator Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia apakah mengalami peningkatan atau penurunan, perlu dibandingkan capaian indikator selama 3 tahun yaitu capaian indikator di tahun 2012-2014. Perbandingannya terlihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3. 4 Perbandingan Capaian Tahun 2012-2014

No Indikator Kinerja 2014 2013* 2012* Realisasi Capaian (%) Realisasi Capaian (%) Realisasi Capaian (%) 1. Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia (%) 74,38 94,24 70,31 91,43 60,66 83,96

Dari tabel di atas, terlihat bahwa capaian rasio kompetensi SDM tahun 2014 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (tahun 2012 dan 2013) mengalami penurunan namun demikian kalau dilihat dari realisasinya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penyebab penurunan capaian dikarenakan oleh rendahnya capaian peserta pada kegiatan Diklat Kepemimpinan yang dijadikan dasar perhitungan rasio kompetensi. Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain adanya pengalihan kegiatan diklat dan alokasi anggaran tahun 2014 yang mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya serta adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan penghematan anggaran.

Bila dibandingkan Realisasi dengan Target Rencana Strategis setiap tahunnya, Perbandingannya terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3. 5 Perbandingan Capaian dengan Rencana Strategis

No Indikator Kinerja

2014 2013 2012

Realisasi Renstra Target Realisasi Renstra Target Realisasi Renstra Target

1. Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia

74,38 - 70,31 - 60,66 -

Realisasi dengan Target Rencana Strategis dalam tabel diatas tidak dapat dibandingkan, karena terjadi perubahan indikator kinerja. Indikator kinerja Rasio Kompetensi Sumber Daya Manusia merupakan indikator baru dan tidak ada dalam Renstra Sekretariat Jenderal Tahun 2012 – 2014, sehingga target Renstra nya tidak ada.

Dalam upaya pencapaian indikator Rasio kompetensi Sumber Daya Manusia, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Pelatihan Service of Excellence

Peningkatan kemampuan dan

pengetahuan PNS di lingkungan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terutama untuk pengembangan potensi diri, kemampuan berkomunikasi dan pelayanan

prima pegawai. Pelatihan Service of Excellent (SOE) diselenggarakan di Hotel Park, Bandung Jawa Barat selama 3 hari pada tanggal 23 s.d. 25 Maret 2014 dan diikuti oleh 20 orang peserta.

2. Diklat TOEFL Preparation

Peningkatan kemampuan dan pengetahuan PNS di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terutama untuk pengembangan kapasitas pegawai khususnya bagi Eselon IV pada bidang bahasa Inggris.

Diklat TOEFL Preparation diselenggarakan di Hotel Cipta 2, Jakarta selama 4 hari yang terbagi menjadi 2 (dua) angkatan pada tanggal 18 s.d. 21 Mei 2014 (angkatan I) diikuti oleh 11 orang peserta dan tanggal 2 s.d. 5 Juni 2014 (angkatan II) diikuti oleh 12 orang peserta.

3. Diklat Prajabatan Golongan III

Peningkatan pengetahuan dan keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS Golongan III seusai dengan kebutuhan instansi.

Diklat prajabatan Golongan III dibagi menjadi 2 (dua) gelombang, gelombang pertama diselenggarakan di Hotel Bayak, Puncak-Bogor selama 18 hari pada tanggal 9 s.d. 26 Juni 2014. Diikuti oleh 80 orang peserta dan seluruhnya dinyatakan lulus. Gelombang kedua diselenggarakan di Wisma Jasindo, Puncak-Bogor selama 18 hari pada tanggal 11 s.d. 28 Juni 2014. Diikuti oleh 75 orang peserta dan seluruhnya dinyatakan lulus mengikuti Diklat Prajabatan Golongan III.

Permasalahan

Permasalahan dan kendala yang ditemui dalam pencapaian target kinerja dalam pelaksanaan kegiatan tahun 2014 sehingga keberhasilan yang dicapai belum maksimal antara lain:

1. Perubahan pedoman penyelenggaraan Diklat Struktural/Kepemimpinan (Diklat Pola Baru) yang disusun oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN RI) pada tahun 2014 yang harus diimplementasikan pada tahun yang sama, sedangkan Pusdiklat Pegawai masih mengalokasikan anggaran dengan sistem diklat yang lama.

2. Peraturan Menteri Keuangan nomor 7/PMK.02/2014 pasal 9 tentang Tata Cara

Revisi Anggaran Tahun 2014 disebutkan bahwa revisi anggaran dapat dilakukan sepanjang tidak mengurangi volume keluaran yang ditetapkan dalam DIPA, sehingga apabila terjadi penghematan anggaran akan kesulitan melakukan pengurangan yang berpengaruh pada volume keluaran.

3. Pemanggilan peserta Diklat Bahasa Asing (TOEFL Preparation) menghadapi kendala berupa penolakan atau penundaan terhadap calon peserta di beberapa unit kerja dengan berbagai alasan, baik yang disampaikan secara lisan maupun tertulis.

4. Belum akuratnya data awal jumlah CPNS yang diterima melalui jalur umum dan

adanya kebijakan pimpinan yang mengharuskan CPNS untuk sesegera mungkin mengikuti Diklat Prajabatan sehingga Pusdiklat Pegawai harus menambah alokasi jumlah peserta diklat.

5. Berdasarkan Instruksi Presiden nomor 4 Tahun 2014 tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/ Lembaga dalam rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA. 2014.

Pemecahan Permasalahan

Langkah-langkah yang diambil untuk pemecahan masalah tersebut di atas adalah:

1. Pusdiklat Pegawai melakukan revisi kegiatan dalam rangka mensosialisasikan dan mengimplementasikan diklat kepemimpinan pola baru.

2. Berupaya menyiasati dalam penyusunan anggaran tahun berikutnya dengan mengalokasikan biaya yang lebih besar pada komponen penunjang pelaksanaan diklat. Sehingga apabila terjadi penghematan/revisi anggaran, komponen biaya inti tidak berpengaruh atau mengalami penurunan volume keluaran (output).

3. Mendorong seluruh pimpinan satuan kerja agar memberikan dukungan kepada

pejabat/staf yang ditugaskan/ditunjuk untuk mengikuti diklat.

4. Mengalihkan/merevisi kegiatan Diklat Kepemimpinan Tingkat III untuk menjadi Diklat Prajabatan Golongan III (Angkatan II) agar dapat memenuhi keseluruhan CPNS yang diikutsertakan dalam Diklat Prajabatan.

a. Rasio kecukupan pegawai

Kuantitas SDM Kemenparekraf pada tahun 2014 adalah sebanyak 2.045 pegawai, dimana saat ini, SDM tersebut memiliki detail penugasan pada masing-Masing Unit Eselon 1 sebagai Unit Pelaksana Teknis sebagai berikut:

1. 184 orang di Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata; 2. 249 orang di Ditjen Pemasaran Pariwisata;

3. 153 orang di Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya;

4. 126 orang di Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan IPTEK;

5. 127 orang di Badan Pengembangan Sumber Daya Parekraf;

6. 427 orang di Sekretariat Jenderal; 7. 72 orang di Inspektorat Jenderal; dan

8. 707 orang pada UPT Badan Pengembangan Sumber Daya Parekraf (STP

Bandung sejumlah 269 orang, STP Bali sejumlah 243 orang, Akpar Medan sejumlah 91 orang, dan Akpar Makassar sejumlah 104 orang).

Penambahan SDM ekonomi kreatif sangat dibutuhkan pada Kemenparekraf khususnya pada sektor ekonomi kreatif berbasis media, desain dan iptek, karena saat ini Kemenparekraf tidak memiliki SDM yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sektor ini. Penambahan SDM Kemenparekraf juga dirasakan perlu dilakukan tekait adanya SDM yang pensiun dan rotasi pada tahun berjalan. Jumlah penambahan SDM Kemenparekraf diharapkan akan berperan dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan tujuan utama mencapai arahan strategis Kementerian.

Indikator keberhasilan yang kedua dari sasaran tersebut diatas, target dan realisasinya adalah sebagai berikut :

Tabel 3. 6 Rasio kecukupan pegawai

No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)

1. Rasio Kecukupan Pegawai (Orang) 132 126 95,45

Dari tabel di atas, terlihat realisasi Rasio Kecukupan Pegawai sebesar 126 orang dari target 132 orang, artinya persentase capaian sebesar 95,45 %. Target rasio kecukupan pegawai ditentukan berdasarkan kebutuhan formasi pegawai di Lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diajukan dalam penerimaan CPNS, sedangkan realiasasinya adalah jumlah CPNS yang diterima bekerja di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah melalui rangkaian proses rekruitmen CPNS.

Rasio Kecukupan pegawai berdasarkan perhitungan dari analisis beban kerja dan analisis jabatan. Hal tersebut bertujuan mengestimasikan berapa jumlah kebutuhan pegawai di tahun berjalan yang terdiri dari kantor pusat dan Unit Pelaksana Teknis (Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Bali dan Akademi Pariwisata Medan dan Makassar). Penempatan pegawai sesuai dengan surat keputusan Menpan dan RB nomor 412 Tahun 2014 Tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun Anggaran 2014.

Untuk melihat perkembangan indikator Rasio Kecukupan Pegawai apakah mengalami peningkatan atau penurunan, perlu dibandingkan capaian indikator selama 3 tahun yaitu capaian indikator di tahun 2012-2014. Perbandingannya terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3. 7 Perbandingan Capaian Tahun 2012-2014 No Indikator Kinerja 2014 2013 2012 Realisasi Capaian (%) Realisasi Capaian (%) Realisasi Capaian (%) 1. Rasio Kecukupan Pegawai 126 95,45 162 77,14 Moratorium -

Dari tabel di atas terlihat adanya peningkatan pada persentase capaian, tahun 2013 capaian sebesar 77,14 % dan di tahun 2014 capaian meningkat menjadi 95,45%, namun jika dilihat dari jumlah kuantitas kebutuhan pegawai, tahun 2013 lebih besar dibandingkan dengan tahun 2013 hal tersebut dikarenakan adanya moratorium di tahun sebelumnya sehingga kebutuhan pegawai meningkat di tahun 2013. Untuk tahun 2012 tidak dapat dibandingkan karena moratorium.

Bila dibandingkan Realisasi dengan Target Rencana Strategis setiap tahunnya, Perbandingannya terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3. 8 Perbandingan Capaian dengan Rencana Strategis

No Indikator Kinerja

2014 2013 2012

Realisasi Renstra Target Realisasi Renstra Target Realisasi Renstra Target

1. Rasio Kecukupan Pegawai

126 136 162 259 Moratorium -

Dari tabel di atas terlihat bahwa terjadi penurunan pada target Renstra di tahun 2013 sejumlah 259 orang menjadi 136 orang ditahun 2014, namun jika dibandingkan dengan capaian realisasinya maka terjadi peningkatan capaian dari 62,54 di tahun 2013 menjadi 92,64 di tahun 2014. Untuk tahun 2012 tidak dapat dibandingkan karena moratorium.

Dalam upaya pencapaian indikator Rasio Kecukupan Pegawai, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Analisis Beban Kerja

Kegiatan ini bertujuan menganalisis beban kerja dan output yang di hasilkan di masing-masing satuan kerja, salah satu unit kerja yang telah dianalisis beban

kerjanya adalah Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata.

2. Penyusunan Perencanaan Kebutuhan Formasi Pegawai di Lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan hasil kebutuhan formasi pegawai dalam menunjang pengadaan pegawai kementerian berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

3. Penyelenggaraan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BKN dan KEMENPAN-RB. Selain itu juga melibatkan pihak luar seperti konsultan IT dan Psikolog, guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya dan mampu membawa sejumlah perubahan kearah yang lebih baik. Seluruh rangkaian proses rekruitmen CPNS di umumkan secara transparan mulai dari pendaftaran, pengumuman hasil verifikasi seleksi administrasi, jadwal, dan hasil kelulusan dalam website

www.parekraf.go.id. Pelaksanaan Sedang berlangsung dengan formasi

Pegawai sebanyak 136 org baik pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Proses Rekruitment CPNS Kementerian Pariwisata dan Ekonoi Kreatif Tahun Anggaran 2014

Permasalahan

Permasalahan dan kendala yang ditemui dalam pencapaian target kinerja dan pelaksanaan kegiatan tahun 2014 sehingga keberhasilan yang dicapai belum maksimal adalah:

1. Tidak adanya pelamar pada kualifikasi pendidikan tertentu sehingga terdapat formasi yang mengalami kekosongan.

2. Pada satu kualifikasi pendidikan tidak adanya peserta yang memenuhi passing grade yang telah ditentukan.

Pemecahan Masalah

Langkah-langkah yang perlu diambil untuk pemecahan masalah tersebut di atas adalah :

1. Memperhatikan lagi kesesuaian antara kualifikasi kebutuhan pegawai dengan kondisi jumlah lulusan pada kualifikasi pendidikan tertentu agar tidak terjadi lagi adanya formasi yang mengalami kekosongan pelamar.

2. Koordinasi dan melakukan kerjasama secara intensif dengan lembaga

pendidikan negeri atau swasta untuk menjaring para pelamar (khususnya untuk lembaga yang mempunya kualifikasi pada pendidikan spesifik).

2.Terciptanya Peraturan Perundang-undangan yang Harmonis

enyiapan, perencanaan, perumusan, dan penyusunan peraturan perundang-undangan ditujukan untuk melahirkan harmonisasi dan sinkronisasi produk-produk hukum bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan produk-produk hukum yang antisipatif dan responsif diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan dan permasalahan di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Indikator yang digunakan untuk mengukur pencapaian sasaran Terciptanya Peraturan Perundang-undangan yang Harmonis adalah persentase peraturan perundang-undangan di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk tahun 2014, ditargetkan tercapai 10 Dokumen/Naskah Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Indikator keberhasilan sasaran, berikut target dan realisasinya adalah terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3. 9 Persentase Peraturan Perundang-undangan di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

No Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian (%)

1. Persentase Peraturan Perundang-undangan di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

10 37 370

Dari tabel di atas terlihat bahwa realisasi dari indikator kinerja Persentase Peraturan Perundang-undangan di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebesar 37% atau 370% dari target 10% atau 100%. Capaian melebihi dari target yang telah ditetapkan, karena adanya permintaan pelaku usaha terkait dengan penetapan standar usaha bidang pariwisata yang harus segera diterapkan sesuai amanat

P

peraturan pemerintah nomor 52 tahun 2012 tentang sertifikasi kompetensi dan sertifikasi usaha di bidang pariwisata. Realisasi ini dilihat berdasarkan jumlah dokumen/naskah peraturan perundang-undangan di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dihasilkan, yaitu terdiri dari 2 (dua) Peraturan Presiden dan 35 (tiga puluh lima) Peraturan Menparekraf dengan rincian sebagai berikut :

1. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pengawasan dan

Pengendalian Kepariwisataan.

2. Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2014 Tentang Koordinasi Strategis Lintas

Sektor Penyelenggaraan Kepariwisataan.

3. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Usaha Pariwisata.

4. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Usaha Hotel Syariah.

5. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelesaian Kerugian Negara di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

6. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 4 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Perjalanan Pariwisata.

7. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Wisata Pengenalan.

8. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 6 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Nomor PM.53/HM.001/MPEK/2013 tentang Standar Usaha Hotel.

9. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Usaha Pariwisata.

10. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 8 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Nomor 4 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Perjalanan Wisata.

11. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Pondok Wisata.

12. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 10 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Kafe.

13. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 11 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Restoran.

14. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 12 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Rumah Makan.

15. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 13 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Wisata Arung Jeram.

16. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 14 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Angkutan Jalan Wisata.

17. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 15 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Wisata Selam.

18. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 16 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Karaoke.

19. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 17 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Kawasan Pariwisata.

20. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 18 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Jasa Boga.

21. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 19 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Jasa Konsultan Pariwisata.

22. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Diskotik.

23. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 21 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Kelab Malam.

24. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 22 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Pub.

25. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 23 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Bar/Rumah Minum.

26. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 24 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Spa.

27. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 25 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Jasa Informasi Pariwisata.

28. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 26 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Jasa Impresariat/Promotor.

tentang Standar Usaha Taman Rekreasi.

30. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 28 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Jasa Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi, dan Pameran.

31. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 29 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Vila.

32. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 30 Tahun 2014 tentang Standar Usaha Arena Permainan.

33. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 31 Tahun 2014 tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

34. Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan Pada Kementerian Pariwisata.

35. Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bidang Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif di Badan Koordinasi Penanaman Modal.

36. Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelengaraan dan Partisipasi Pameran Pariwisata.

Dokumen terkait