HASIL DAN PEMBAHASAN SETIAP KEGIATAN
4.1 Capaian Kegiatan
Kegiatan aktualisasi yang telah dirancang pada seminar sebelumnya dapat dilaksanakan dengan baik dan 7 (tujuh) kegiatan dapat dilaksanakan sesuai rencana, meskipun ada 1 kegiatan yang harus diubah dikarenakan tidak memungkinkannya dilakukan saat terjadinya pandemi Covid-19. Kegiatan aktualisasi dilaksanakan selama 30 hari bertempat di Puskesmas Lansot Kota Tomohon.
No Kegiatan Waktu
Pelaksanaan Output Nilai Dasar Keterangan 1. Melakukan pertemuan dengan Pimpinan
Puskesmas Lansot untuk menyampaikan dan memohon Izin perihal pelaksanaan kegiatan.
2 Maret 2020 - Dokumentasi - Lembar Surat Persetujuan - Notulen
- Akuntabilitas - Nasionalisme - Etika Publik
- Akuntabilitas - Etika Publik - Komitmen
Terlaksana
24 pada Ibu Hamil
Mutu
3. Membuat pemetaan ibu hamil 4-9 Maret 2020 - Peta Ibu Hamil - Dokumentasi
berupa foto dan video
- Akuntabilitas - Nasionalisme - Etika Publik - Komitmen
Mutu
Terlaksana
4. Sosialisasi ke Staff Puskesmas Lansot 12 Maret 2020 - Undangan sosialisasi,
- Akuntabilitas - Nasionalisme - Etika Publik - Komitmen
Mutu
- Anti Korupsi
Terlaksana
5. Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain jika ditemukan Ibu Hamil Risiko Tinggi
16 Maret 2020 - Notulen Hasil Kolaborasi - Dokumentasi
- Akuntabilitas - Etika Publik
- Akuntabilitas Terlaksana
25
Tinggi dan Sangat Tinggi by phone hasil
pemantauan ibu hamil risiko tinggi
- Nasionalisme - Etika Publik - Komitmen
Mutu
7. Evaluasi Kegiatan 26-28 Maret
2020
Testimoni dari petugas dan salah 1 pasien berupa video
- Akuntabilitas - Nasionalisme - Komitmen
Mutu
Terlaksana
Tabel 4.1.1. Capaian Kegiatan
26 4.2 Deskripsi Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar
Daftar kegiatan masa aktualisasi ±30 hari dilaksanakan pada 2 Maret 2020 - 4 April 2020, di Puskesmas Lansot Kota Tomohon, sebagai berikut :
Tabel 4.2.1 Kegiatan 1 Kegiatan Konsultasi dengan pimpinan terkait Tanggal
Pelaksanaan 2 Maret 2020
Nilai Dasar
- Akuntabilitas (Transparan)
- Nasionalisme (Tidak Memaksakan Kehendak) - Etika Publik (Sopan dan Hormat)
- Komitmen Mutu (Berorientasi Mutu, Efektif) Bukti Kegiatan
Dokumentasi
Lembar Surat Persetujuan
Notulen
Deskripsi Kegiatan Keterkaitan dengan Nilai Dasar ASN :
Kegiatan aktualisasi saya, diawali dengan melakukan pertemuan dengan Kepala Puskesmas Lansot Kota Tomohon pada tanggal 2 Maret 2020 sekitar pukul 14.00 WITA. Pertemuan dengan pimpinan dilakukan dalam rangka menyampaikan rencana kegiatan yang akan saya laksanakan dan memohon persetujuan. Saat bertemu dan berdiskusi dengan pimpinan, saya menyampaikan semua hal tentang kegiatan secara transparan. Selama berdiskusi saya saya menunjukkan sikap sopan dan hormat kepada pimpinan, salah satunya dengan tidak memaksakan kehendak saat memberikan ide. Pimpinan lalu
memberikan persetujuan dan dukungan penuh, karena menurut beliau kegiatan ini sangat bermutu dan sangat mengefektifkan pelayanan.
Setelah memperoleh persetujuan dari pimpinan, agar kegiatan ini bermutu dan efektif maka saya melakukan koordinasi dengan Bidan Koordinator secara sopan dan hormat. Saya menyampaikan semua hal tentang kegiatan yang akan saya lakukan secara transparan.
Analisis Dampak:
- Akuntabilitas
Transparansi, jika tidak dilakukan maka pimpinan tidak akan memahami dengan tepat dan detail kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan, serta akan menimbulkan kesalahpahaman juga.
- Nasionalisme
Tidak memaksakan kehendak, jika tidak dilakukan atau dalam hal ini jika kita memaksakan kehendak kita kepada pimpinan maka kita
27
dianggap tidak menghormati dan menghargai pimpinan yang dapat menyebabkan pimpinan menolak pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan.
- Etika Publik
Dalam melakukan konsultasi dengan pimpinan, jika kita tidak hormat dan tidak sopan terhadap pimpinan maka pimpinan pasti akan merasa tersinggung dan menilai perilaku kita tidak sesuai sebagai seorang ASN.
- Komitmen Mutu
Berorientasi mutu dan efektif, jika tidak dilakukan pada kegiatan ini maka akan sia-sia dan tidak mendapatkan dampak yang optimal pada pasien, petugas kesehatan yang lain dan institusi (Puskesmas).
Tabel 4.2.2. Kegiatan 2
Kegiatan Membuat Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) Tanggal
Pelaksanaan 3 Maret 2020 Nilai Dasar
- Akuntabilitas (Adanya Kejelasan)
- Etika Publik (Profesional, Menjaga Rahasia) - Komitemen Mutu (Efektif)
Bukti Kegiatan
Format Skor Poedji Rochjati tersedia
Dokumentasi
Lembar Hasil Pemantauan Deteksi Dini Risiko Tinggi pada Ibu Hamil
Deskripsi Kegiatan Keterkaitan dengan Nilai Dasar ASN : Setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator untuk melakukan kegiatan aktualisasi, maka saya langsung membuat kegiatan ke 2 yaitu membuatKartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) dengan Profesional. Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) ini sendiri nantinya akan diberikan pada Rekam Medis (RM) masing-masing ibu hamil, dan untuk menjaga privacy pasien maka sebagai petugas kesehatan kita harus menjaga rahasia isi rekam medis terutama hasil Skor Poedji Rochjati, kecuali untuk kepentingan dengan sesama profesi dan
kepentingan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain. Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) juga sangat efektif dalam membantu memudahkan bidan yang berdinas di ruang KIA untuk mendeteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil sehingga tercipta adanya kejelasan bagi sesama bidan untuk menentukan ibu hamil ini berisiko ringan, tinggi, atau sangat tinggi.
Analisis Dampak:
- Akuntabilitas
28
Adanya kejelasan, jika tidak diterapkan maka mendeteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil menjadi tidak terarah dan tidak optimal.
- Etika Publik
Profesional, jika tidak diterapkan maka kita akan melaksanakan kegiatan ini dengan asal-asal. Menjaga rahasia, jika tidak diterapkan maka isi dari rekam medis yang di dalamnya juga ada Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) dapat dilihat oleh siapapun dan ini mengakibatkan privacy pasien akan terganggu.
- Komitemen mutu
Efektif, jika tidak diterapkan maka bidan-bidan dalam mendeteksi dini risiko tinggi pada ibu hamil akan kesulitan.
Tabel 4.2.3. Kegiatan 3 Kegiatan Membuat pemetaan ibu hamil Tanggal
Pelaksanaan 4-9 Maret 2020
Nilai Dasar
- Akuntabilitas (Adanya Kejelasan Target) - Nasionalisme (Penuh Tanggung Jawab,
Kepentingan Publik) - Etika Publik (Cermat)
- Komitmen Mutu (Inovasi dan Efektif) Bukti Kegiatan Peta Ibu Hamil
Dokumentasi berupa foto dan video Deskripsi Kegiatan Keterkaitan dengan Nilai Dasar ASN : Setelah membuat Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR), kegiatan saya selanjutnya adalah membuat peta ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lansot dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan publik.
Kemudian di dalam peta akan ditempelkan stiker berwarna hijau untuk ibu hamil yang berisiko ringan, kuning untuk ibu hamil yang berisiko tinggi, dan merah yang berisio sangat tinggi. Penempelan stiker tersebut
berdasarkan hasil deteksi dini pada ibu hamil menggunakan Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) sehingga adanya kejelasan target di wilayah mana ibu hamil yang memiiki risiko tersebut. Deteksi dini risikio tinggi pada ibu hamil dan penempelan stiker harus cermat agar tidak salah dalam melakukan intervensi nantinya. Peta ibu hamil yang ditempel stiker seperti ini merupakan inovasi pertama di puskesmas kami dan tentunya sangat efektif membantu bidan-bidan penanggung jawab kelurahan dalam memprioritaskan ibu hamil yang akan mendapatkan pengawasan lebih.
Analisis Dampak:
- Akuntabilitas
29
Adanya kejelasan target, jika tidak diterapkan bidan-bidan
penanggung jawab kelurahan akan kesulitan dalam menentukan mana ibu hamil yan lebih prioritas untuk ditangani dan diawasi.
- Nasionalisme
tanpa Tanggung jawab, tugas yang dilaksanakan akan terbengkalai.
Kepentingan publik, jika tidak dilakukan maka tingkat kepuasan pelanggan dalam hal ini ibu hamil akan berkurang bahkan dapat membahayakan kepada ibu hamil.
- Etika Publik
Cermat, jika tidak dilakukan maka akan fatal untuk ibu hamil.
- Komitmen Mutu
Tanpa Inovasi saya tidak akan bisa membuat kegiatan ini dan kegiatan ini juga sudah sangat efektif untuk membantu bidan-bidan lainnya dalam mengawasi ibu hamil di wilayah kerjanya.
Tabel 4.2.4. Kegiatan 4
Kegiatan Sosialisasi ke staf Puskesmas Lansot Tanggal
Pelaksanaan 12 Maret 2020
Nilai Dasar
- Akuntabilitas (Kejelasan Target) - Nasionalisme (Kerjasama) - Etika Publik (Sopan dan Hormat) - Komitmen Mutu (Berorientasi Mutu) - Anti Korupsi (Peduli)
Bukti Kegiatan
Undangan sosialisasi,
Materi, dan
Daftar hadir sosialiasasi ke petugas
Dokumentasi
Deskripsi Kegiatan Keterkaitan dengan Nilai Dasar ASN : Setelah membuat pemetaan ibu hamil, kegiatan selanjutnya adalah mensosialisasikan seluruh kegiatan saya kepada staff yang ada di Puskesmas Lansot. Sosialisasi tidak hanya dilakukan pada bidan namun tenaga kesehatan lainnya juga dikarenakan kedepannya akan dilakukan kolaborasi atau kerja sama dengan tenaga kesehatan yang terkait jika ada ibu hamil yang berisiko tinggi dan sangat tinggi. Hal ini akan
memudahkan kejelasan target untuk menangani ibu hamil yang berisiko tinggi dan sangat tinggi. Sosialisasi kepada staff di Puskesmas Lansot dilakukan dengan sopan dan hormat karena rata-rata staff Puskesmas Lansot usianya lebih tua dari saya. Sosialisasi ini dilakukan agar kegiatan ini lebih bermutu karena demi kepedulian kita terhadap ibu hamil.
Analisis Dampak:
30 - Akuntabilitas
Kejelasan target, jika tidak dilakukan maka hasil yang kita inginkan dari kegiatan ini tidak akan tercapai. Dan berharap kegitan aktualisasi ini akan tetap berlanjut setelahnya.
- Nasionalisme
Adanya kerjasama dapat membuat kegiatan ini lebih optimal dan lpenanganannya lebih tepat sasaran.
- Etika Publik
Jika sosialisasi tidak dilaksanakan dengan sopan dan hormat, maka staff puskesmas yang mengikuti sosialisasi tidak akan mendengarkan dan mengikuti kegiatan ini dengan baik.
- Komitmen Mutu
Berorientasi Mutu, jika tidak dilakukan maka kegiatan yang berjalan nilai mutu nya akan berkurang.
- Anti korupsi
Sosialisasi kepada staff Puskesmas Lansot juga merupakan bentuk Peduli kita terhadap Angka Kematian Ibu dan juga ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lansot tentunya.
Tabel 4.2.5. Kegiatan 5
Kegiatan Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain jika ditemukan ibu hamil risiko tinggi
Tanggal
Pelaksanaan 16 Maret 2020
Nilai Dasar
- Akuntabilitas (Partisipasi)
- Etika Publik (Cermat, Professional) - Komitmen Mutu (Bermutu)
- Anti Korupsi (Berani) Bukti Kegiatan Notulen hasil kolaborasi
Dokumentasi
Deskripsi Kegiatan Keterkaitan dengan Nilai Dasar ASN :
Setelah melakukan sosialisasi, kegiatan selanjutnya adalah kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain jika ditemukan ibu hamil yang berisiko tinggi dan sangat tinggi. Partisipasi dari berbagai tenaga kesehatan sangat diperlukan agar penanganan lebih tepat sasaran. Dalam menentukan ibu hamil yang berisiko tinggi dan sangat tinggi haruslah cermat agar tidak salah saat memberikan penanganan, maka dari itu diperlukan kinerja dan tenaga yang profesional. Kolaborasi ini juga menghasilkan penanganan kepada ibu hamil yang bermutu karena sesuai dengan keluhan serta resikonya. Dalam melakukan kolaborasi juga harus berani mengambil
31
resiko meski banyak halangan dan rintangan.
Analisis Dampak:
- Akuntabilitas
Jika tidak adanya Partisipasi dari tenaga kesehatan lain maka
penanganan pada ibu hamil berisiko tinggi dan sangat tinggi tidak akan optimal.
- Etika Publik
Cermat, jika tidak dilakukan maka hasilnya tidak akan tepat sasaran.
Begitupun dengan professional, jika tidak dilakukan maka penanganan pada ibu hamil berisiko tinggi dan sangat tinggi tidak optimal.
- Komitmen Mutu
Bermutu, jika tidak dilakukan ibu hamil tidak akan mendapatkan kepuasan dalam pelayanan.
- Anti korupsi
Diperlukan sikap berani dalam melakukan kolaborasi dan menangani pasien ibu hamil berisiko tinggi dan sangat tinggi demi kesehatan serta keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya.
Tabel 4.2.6. Kegiatan 6
Kegiatan Melakukan Pemantauan pada bumil risiko tinggi dan sangat tinggi by phone
Tanggal
Pelaksanaan 23 Maret 2020
Nilai Dasar
- Akuntabilitas (Tanggung Jawab) - Nasionalisme (Rela Berkorban) - Etika Publik (Sopan dan Hormat)
- Komitmen Mutu (Pelayanan Kita Bermutu) Bukti Kegiatan Dokumentasi/Screenshoot hasil pemantauan ibu
hamil risiko tinggi
Deskripsi Kegiatan Keterkaitan dengan Nilai Dasar ASN :
Setelah melakukan kolaborasi dengan petugas kesehatan lainnya, maka kegiatan selanjutnya adalah melakukan pemantauan pada bumil risiko tinggi dan sangat tinggi by phone. Melakukan kegiatan ini harus penuh tanggung jawab serta rela berkorban, karena kegiatan ini berlanjut hingga ibu hamil melahirkan. Ketika menghubungi ibu hamil by phone harus memegang teguh sikap sopan dan hormat agar ibu hamil merasa dihargai dan memiliki rasa kepercayaan terhadap kita. Pemantauan ini berlanjut hingga ibu hamil melahirkan sehingga hasilnya bermutu, dalam artian melahirkan dengan lancer dan keadaan ibu dan bayi juga sehat dan selamat.
32 Analisis Dampak:
- Akuntabilitas
Tanggung jawab, jika tidak dilakukan maka kesehatan ibu dan bayi tidak akan terpantau dengan baik.
- Nasionalisme
Sikap rela berkorban harus kita terapkan, jika tidak maka dalam melakukan pekerjaan kita tidak akan ikhlas dan selalu mengeluh.
- Etika Publik
Sopan dan hormat, harus kita lakukan agar ibu hamil merasa nyaman dengan pelayanan kita, dan timbul rasa percaya terhadap apa yang kita selalu berikan.
- Komitmen Mutu
Jika pelayanan kita tidak bermutu, maka kesehatan dan keselamatan ibu dan janin akan terancam.
Tabel 4.2.7. Kegiatan 7 Kegiatan Evaluasi kegiatan
Tanggal
Pelaksanaan 26-28 Maret 2020 Nilai Dasar
- Akuntabilitas (Partisipatif) - Nasionalisme (Tanggung Jawab)
- Komitmen Mutu (Efektivitas dan Efisiensi) Bukti Kegiatan Testimoni dari petugas dan salah 1 pasien berupa
video
Deskripsi Kegiatan Keterkaitan dengan Nilai Dasar ASN :
Setelah melakukan pemantauan pada bumil risiko tinggi dan sangat tinggi by phone, maka kegiatan selanjutnya adalah evaluasi kegiatan. Disini juga dibutuhkan partisipatif dari petugas lainnya untuk menilai kegiatan ini dari awal hingga akhir. Kegiatan evaluasi ini juga merupakan bentuk tanggung jawab penulis terhadap kegiatan yang dilakukan. Evaluasi ini juga melihat apakah kegiatan yang dilakukan berdampak secara
efektivitas dan efisiensinya.
Analisis Dampak:
- Akuntabilitas
Jika tidak ada partisipatif dari petugas lainnya maka kegiatan evaluasi ini tidak ada gunanya. Karena penilaian tidak bisa dilakukan sendiri.
- Nasionalisme
Tanggung jawab, jika tidak dilakukan maka semua kegiatan yang dilakukan akan sia-sia dan tidak aka nada dampaknya.
- Komitmen Mutu
33
efektivitas dan efisiensi, jika tidak dilakukan maka berdampak tidak hemat, tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran.
34 BAB V