Rumusan Visi dan Misi BPS
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 Capaian Kinerja BPS Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016
Akuntabilitas kinerja Badan Pusat Statistik Kabupaten Deli Serdang merupakan perwujudan kewajiban Badan Pusat Statistik Kabupaten Deli Serdang untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi Badan Pusat Statistik dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Selama satu tahun anggaran 2016, akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi yang dituangkan dalam program kegiatan disampaikan dalam laporan ini.
Secara umum kinerja BPS Kab. Deli Serdang menunjukkan pencapaian cukup berhasil, yaitu rata-rata pencapaian sasaran 97,73 %. Dari 5 sasaran strategis yang menjadi prioritas, secara keseluruhan berhasil mencapai target sehingga pencapaian
kinerja mencapai maksimalisasi yaitu sekitar 97,73 %. Dari ketiga tujuan yang mengarah pada pengembangan kegiatan statistik yang berkualitas dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.1.
Hasil Capaian Kinerja Tujuan BPS Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016
NO
TUJUAN 2016
URAIAN INDIKATOR Target
(%) Realisasi (%) Capaian (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Peningkatan kualitas data statistik Persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik 90 98,08 108,98 2 Peningkatan pelayanan prima hasil kegiatan statistik Persentase Kepuasan Konsumen terhadap pelayanan data BPS 90 86,21 95,79 3 Peningkatan birokrasi yang akuntabel
Hasil Penilaian SAKIP oleh
Inspektorat 65 57,48 88,43
Tujuan 1
Peningkatan Kualitas Data Statistik
Tujuan utama yang ingin dicapai BPS Kabupaten Deli Serdang adalah peningkatan kualitas data statistik, sampai dengan Desember 2016 pencapaian target tersebut sebesar 98,08 persen, diukur dengan indikator persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data BPS dari seluruh kegiatan survei yang telah dilaksanakan oleh BPS Kabupaten Deli Serdang selama periode 2016. Pada tahun 2016 target yang ditetapkan sebesar 90,00 % konsumen merasa puas, dan realisasi yang tercapai sebesar 98,08 %. Dengan demikian selama periode 2016 persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data BPS tercapai sebesar 108,98 %.
Tabel 3.2.
Tingkat Pencapaian Kinerja Meningkatkan Ketersediaan Data dan Informasi Statistik yang Berkualitas Tahun 2016
Indikator Kinerja Tujuan Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket Persentase konsumen yang
merasa puas dengan kualitas data BPS
Sasaran 1.1
Meningkatnya kepercayaan pengguna terhadap kualitas data BPS
BPS dalam menghasilkan dan menyajikan data statistik senantiasa berusaha untuk memerhatikan kepuasan konsumen, karena produk yang dihasilkan BPS seharusnya berorientasi kepada kepuasan konsumen. Untuk itu, BPS melakukan Survei Kebutuhan Data (SKD) guna mengetahui penilaian konsumen terhadap layanan yang diberikan pada Unit Pelayanan Statistik Terpadu (PST).
Penilaian meliputi kesigapan petugas, kemampuan BPS dalam memberikan data yang akurat, kelengkapan sarana pendukung, tingkat kepercayaan konsumen terhadap data dan kemudahan dalam mengakses data. Sebagai bahan evaluasi terhadap upaya yang dilakukan BPS dalam penyebarluasan hasil kegiatan statistik, SKD juga mengidentifikasi ketersediaan dan kesesuaian data yang diperlukan oleh pengguna data. Cakupan responden SKD adalah pengunjung PST.
Tingkat pencapaian Sasaran 1.1 dapat tercapai sesuai target yang diharapkan dengan terlaksananya penyajian data dan informasi secara periodik sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Berita Resmi Statistik (BRS) yang menyajikan data strategis bidang statistik ekonomi dan data Produk Domestik Regional Bruto tahunan.
Tingkat pencapaian Sasaran-1.1 diukur melalui lima indikator, yaitu Indikator persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik, persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama, persentase pemutakhiran data MFD dan MBS, jumlah release data yang tepat waktu dan jumlah publikasi/laporan yang terbit tepat waktu.
Tabel 3.3.
Indikator Kinerja Tujuan Meningkatkan Ketersediaan Data dan Informasi Statistik yang Berkualitas Tahun 2016
Indikator Kinerja Tujuan Target Realisasi Capaian Tingkat Ket Persentase konsumen yang
merasa puas dengan kualitas data BPS
90 % 98,08 % 111,58 % IKU
Persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama
90 % 90 % 100 % IKU
Persentase pemutakhiran data
MFD dan MBS 15 % 0,00 0,00 IKU
Jumlah release data yang tepat
waktu 57 57 100 % IKU
Jumlah Publikasi/Laporan yang
terbit tepat waktu 57 57 100 % IKU
Hasil yang diperoleh dari survei tersebut menunjukkan bahwa persentase konsumen yang merasa puas dengan kualitas data statistik tahun 2016 sebesar 98,08 persen dengan target 90 persen sehingga tingkat pencapaian indikator ini adalah 108,98 persen. Sedangkan persentase konsumen yang selalu menjadikan data dan informasi statistik BPS sebagai rujukan utama tahun 2016 sebesar 90 persen dengan target 90 persen sehingga tingkat capaian indikator kinerja ini sebesar 100 persen. Untuk kegiatan pemutakhiran data MFD dan MBS selama tahun 2016 dalam realisasinya, kegiatan tersebut tidak dilaksanakan disebabkan adanya pengehematan anggaran oleh Pemerintah sehingga target yang ditentukan sebesar 15 persen sama sekali tidak terealisasi.
Masalah/kendala yang dihadapi
1. Tingkat pemahaman dan kesadaran responden masih rendah dalam memberikan jawaban dan pengisian kuesioner, sehingga hasil pencacahan tidak lengkap dan kurang wajar, khususnya dari kalangan dunia usaha yang selalu kawatir dikaitkan dengan pembayaran pajak.
2. Kurangnya SDM yang mampu melakukan pengolahan dalam tenggat waktu yang diberikan menyebabkan pengolahan membutuhkan waktu lebih lama ditambah kondisi program untuk pengolahan data sering sekali mengalami revisi dimana terkadang data yang sudah dimasukkan ke media computer dengan program versi sebelumnya tidak dapat digunakan pada versi terbaru.
3. Isian beberapa perusahaan dan instansi terkait masih kurang dalam hal kelengkapan yaitu beberapa blok belum terisi terutama pada blok-blok yang menanyakan nilai produksi. Kewajaran isian perlu diperhatikan terutama untuk nilai produksi per satuan dan pengeluaran perusahaan yang cenderung besar dibandingkan nilai produksinya.
4. Untuk pendataan dimana respondennya adalah penduduk pemberian jawaban sering tidak jujur disebabkan pemikiran yang selalu dikaitkan dengan akan adanya bantuan dari pemerintah sedangkan jika responden perusahaan seringkali mengulur waktu penyelesaian dari perjanjian sebelumnya.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1. Melakukan berbagai upaya untuk memberikan penjelasan kepada perusahaan tentang pentingnya data statistik, diantaranya dengan memasyarakatkan Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yaitu dengan mengirimkan leaflet dan data yang diperlukan oleh perusahaan.
2. Mengintensifkan kerjasama dengan instansi dan lembaga terkait dalam memperoleh data sekunder, utamanya dalam konteks tingkat kepentingan data.
3. Mengatasi tidak konsistennya data lapangan melalui kunjungan ulang dan memperbaiki isian dokumen. Pengawas lapangan harus cermat agar kesalahan pengisian oleh pencacah dapat segera diperbaiki di lapangan.
4. Peningkatan kemampuan SDM untuk semakin mampu menguasai substansi teknis statistik dan mampu menjelaskan, serta berkoordinasi dengan para petugas lapangan. Mengikutsertakan staf dalam kursus-kursus tingkat Statistik Madya dan Lanjutan.
5. Memaksimalkan upaya petugas di lapangan serta peningkatan fungsi pengawasan agar responden dapat ditemui dan data yang diperlukan dapat diperoleh.
6. Memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa pendataan yang dilakukan tidak selalu berkaitan dengan adanya bantuan langsung dari pemerintah bisa saja bersifat tidak langsung
7. Merekrut tenaga pengolahan tambahan yang handal dengan terlebih dahulu memberikan penjelasan tentang mekanisme pengolahan yang akan dilaksanakannya dan menerapkan target pencapaian didalam pengolahan.
Berkembangnya statistik di Indonesia tak lepas dari dorongan pemerintah yang menjadikan data BPS sebagai data resmi pemerintah, sehingga menjadi acuan untuk berbagai kebutuhan baik perencanaan dan monitoring maupun evaluasi.
Sasaran 1.2
Meningkatnya kualitas hubungan dengan sumber data (respondent engagement) Persentase pemasukan dokumen/response rate dari kegiatan survei statistik sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan dalam memperoleh data. Tingkat pencapaian sasaran ini diukur melalu tiga (3) indikator, yaitu : Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan rumah tangga, Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan usaha dan Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan pendekatan non rumah tangga non usaha
Pada tahun 2016 pemasukan dokumen/response rate survei dengan pendekatan rumah tangga sebesar 100 persen, dengan pendekatan usaha sebesar 95 persen, dengan pendekatan non rumah tangga non usaha sebesar 100 persen. Tingkat capaian response rate survey dengan pendekatan rumah tangga, dengan pendekatan non rumahtangga non usaha sesuai dengan target yaitu 100 persen. Sedangkan pemasukan dokumen (response
rate) survei dengan pendekatan usaha pencapaiannya mencapai 95 persen. Rendahnya
kesadaran responden dalam memberikan informasi dengan benar seringkali menjadi penyebab response rate rendah. Pencapaian target pemasukan dokumen untuk responden survey dengan pendekatan usaha cukup sulit untuk mencapai 100 persen disebabkan sampel pencacahan sebagian besar bertumpu di Kabupaten Deli Serdang ditambah lagi di tahun 2016 dilaksanakan Listing Sensus Ekonomi.
Masalah/kendala yang dihadapi
1. Pemahaman responden yang belum memahami pentingnya survei dan sensus yang dilakukan BPS, mereka menganggap jika ada pendataan pasti mengharapkan ada bantuan yang akan mereka dapat.
2. Kendala yang dihadapi dalam pengumpulan statistik sosial adalah tersebarnya wilayah Kabupaten Deli Serdang dalam geografis yang sangat luas. Sehingga petugas harus menempuh perjalanan ketempat responden yang terletak di daerah yang sulit dijangkau. Kemudian juga kurangnya tenaga KSK di Kabupaten Deli Serdang, dari 22 Kecamatan yang ada hanya 19 Kecamatan yang terisi, sehingga ada tugas di
kecamatan yang kosong KSK nya harus dirangkap oleh KSK lainnya atau dibantu KSK Mitra.
3. Untuk Survei Konstruksi baik yang triwulanan maupun tahunan penyelesaian pengumpulan datanya sering kali terlambat disebabkan perusahaan yang menjadi sampel sulit untuk didapatkan alamatnya karena alamat yang tertera di direktori yang diperoleh dari asosiasi-asosiasi seringkali bukan tempat usaha.
4. Responden SUSENAS mengeluhkan lamanya waktu wawancara saat pencacahan, utamanya pada rincian pertanyaan modul konsumsi dimana responden sulit untuk mengingat pengeluaran yang mereka lakukan/
5. Pendidikan minimal yang disyaratkan untuk menjadi petugas pencacah di beberapa daerah sulit diperoleh dari masyarakat setempat, hingga sering kualifikasi petugas di bawah kualitas yang diharapkan. Hal ini berakibat pada isian dokumen yang kadang tidak konsisten.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1. Memberikan penjelasan dan sosialisasi tentang pentingnya data yang dikumpulkan BPS sebagai bahan perencanaan untuk pembangunan, yang akhirnya juga untuk kesejahteraan masyarakat.
2. Mengoptimalkan segala prasarana dan sarana yang dimiliki BPS Kabupaten Deli Serdang dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk mengatasi kendala di lapangan termasuk kendala geografis. Kemudian untuk mengatasi kekurangan KSK yang kosong merekrut KSK Pelaksana dari Mitra yang dapat dipercaya dan berpengalaman
3. Melakukan briefing ke petugas baik kepada organik BPS maupun mitra yang dilakukan setiap ada kegiatan.
4. Untuk perusahaan konstruksi yang sulit didapatkan keberadaan alamat yang sebenarnya dilakukan pendekatan melalui responden kontraktor lainnya yang telah berhasil diwawancarai.
5. Memberikan pemahaman kepada responden bahwasanya cakupan pertanyaan cukup menyita waktu dalam wawancara. Petugas harus benar-benar menguasai rincian-rincian yang akan dipertanyakan untuk efisiensi waktu wawancara tanpa mengurangi/meninggalkan pertanyaan tersebut untuk ditanyakan pada responden. 6. Petugas direkrut dari masyarakat setempat, sehingga diharapkan dapat mengetahui
7. Untuk menjaga terjadinya penyimpangan pencacahan maka dikenalkan metode pencacahan yang berbentuk tim, di mana satu tim minimal terdiri dari dua petugas dan ada pengawas lapangan yang memeriksa isian dokumen pencacahan sebelum dokumen dikirim ke BPS Kabupaten Deli Serdang.
Tabel 3.4.
Tingkat Pencapaian Meningkatnya Kualitas Hubungan Dengan Sumber Data (respondent engagement) Tahun 2016
Indikator Kinerja Target Realisasi Tingkat capaian Keterangan
Persentase pemasukan dokumen (response rate)
survei dengan pendekatan rumahtangga 100 % 100 % 101,01 % IKU Persentase pemasukan dokumen (response rate)
survei dengan pendekatan usaha 95 % 95 % 100,00 % IKU Persentase pemasukan dokumen (response rate)
survei dengan pendekatan non rumahtangga non usaha
100 % 100 % 100,00 % IKU
Tujuan 2
Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik
BPS Kabupaten Deli Serdang selaku instansi yang bertugas untuk mengumpulkan data, baik secara sensus maupun survei, wajib menyebarluaskan hasil kegiatan tersebut kepada masyarakat. Adapun pintu gerbang penyebarluasan hasil kegiatan BPS Kabupaten Deli Serdang melalui unit Pelayanan Statistik Terpadu (PST) dan unit layanan. Kedua unit pelayanan ini dibedakan menurut fungsinya masing-masing yaitu unit PST sebagai penyedia layanan dalam bentuk buku/hardcopy dan unit layanan sebagai penyedia layanan dalam bentuk buku/publikasi softcopy maupun micro data. Konsumen dapat juga memperoleh data dengan cara membeli buku yang sudah tersedia di toko buku sebagai bagian dari unit layanan.
Pencapaian kinerja BPS Kabupaten Deli Serdang terkait dengan pemenuhan tujuan kedua dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 3.5.
Peningkatan Pelayanan Prima Hasil Kegiatan Statistik Tahun 2016 Indikator Kinerja Tujuan Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket
Persentase kepuasan konsumen
Sasaran 2.1
Meningkatnya kualitas hubungan dengan pengguna data (user engagement)
Arah kebijakan dari sasaran ini adalah peningkatan kualitas dan kuantitas penyebaran data dan informasi statistik kepada masyarakat. Hal ini bisa dilakukan melalui cara meningkatkan diseminasi hasil kegiatan statistik, meningkatkan Customer
Relationship Management dan meningkatkan sosialisasi kegiatan statistik melalui Sub
Bagian Tata Usaha bekerja sama dengan seksi teknis BPS Kabupaten Deli Serdang. Dengan mengusung visi BPS sebagai “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua” maka penyebarluasan data kepada pemangku kepentingan menjadi ukuran yang sangat penting. Peningkatan kemudahan dan kecepatan akses terhadap data dan informasi statistik BPS dapat diupayakan dengan meningkatkan kualitas website BPS dan atau PST didukung oleh TIK dan infrastruktur yang memadai serta mengoptimalkan sistem informasi statistik dalam mendukung kualitas diseminasi data informasi statistik. Indikator kemudahan akses dapat diukur dari bertambahnya jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS yang pada tahun ini realisasinya sebesar 12.950 pengunjung jauh melampaui target yaitu sebanyak 6.000 pengunjung.
Kemudahan akses adalah salah satu dimensi kualitas. Melalui Survei Kepuasan Konsumen yang dilakukan secara periodik setiap tahun, dapat diketahui banyaknya konsumen yang mersa puas terhadap pelayanan data BPS baik melalui tatap muka dengan petugas yang harus membantu mencarikan data yang diperlukan dan menjadi konsultan, maupun kemudahan akses melalui website. Persentase Kepuasan Konsumen terhadap pelayanan data BPS Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2016 ini termasuk baik yaitu sebesar 86,21 persen, dengan target sebesar 90 persen, sehingga tingkat capaiannya sebesar 95,79 persen. Persentase konsumen yang puas terhadap akses data BPS Kabupaten Deli Serdang sebesar 86,11 persen, termasuk baik karena hampir mencapai target yaitu sebesar 90 persen, sehingga tingkat capaiannya yaitu sebesar 95,67 persen.
Penggunaan satu data oleh pemerintah dalam hal ini data yang dihasilkan oleh BPS dalam merencanakan dan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan sangat mempengaruhi tingginya tingkat kebutuhan pengguna data khususnya data statistik. Indikator persentase konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional khusunya di Kabupaten Deli Serdang masih sangat rendah hanya mencapai 11,76 persen itupun hanya untuk perencanaan sangat jauh dari target yang diharapkan sebesar 90 persen.
Indikator persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS dapat dipenuhi melalui pemenuhan sarana dan prasarana BPS secara akuntabel dengan meningkatkan efektivitas pemenuhan sarana dan prasarana BPS Kabupaten Deli Serdang yang mendukung pelayanan prima hasil kegiatan statistik. Pada tahun 2016, persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS sebesar 86,11 persen, juga hamper mencapai target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 90 persen sehingga tingkat capaiannya sebesar 95,67 persen.
Tabel 3.6.
Tingkat Pencapaian Meningkatnya Kualitas Hubungan Dengan Pengguna Data (user engagement) Tahun 2016 Indikator Kinerja Tujuan Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket Persentase kepuasan konsumen
terhadap pelayanan data BPS 90 86,21 95,79 IKU
Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS
6.000 12.950 215,83 % IKU
Persentase konsumen yang puas
terhadap akses data BPS 90 % 86.11 % 95,67 % IKU
Persentase konsumen yang menggunakan data BPS dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional
90 % 11,76 % 13,07% IKU
Persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS
90 % 86,11 % 95,67 % IKU
Hasil yang dicapai belum sesuai dengan target yang ditetapkan, untuk itu masih memerlukan beberapa langkah perbaikan guna lebih menyempurnakannya, diantaranya adalah: melakukan sosialisasi kepada lembaga pemerintah, pihak swasta dan masyarakat akan pentingnya data. Sehingga nantinya siapapun akan berorientasi kepada penggunaan data sebagai acuan dalam merencanakan dan mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
a. Panjangnya rentang waktu antara bulan dokumen dengan bulan penyajian data, hal ini menjadi keluhan pengguna data karena informasi yang tersedia sudah kurang up to
date untuk digunakan.
b. Dengan adanya undang-undang Keterbukaan Informasi Publik masyarakat menginginkan semua informasi harus bebas dan gratis. Sedangkan BPS dibatasi oleh Peraturan Presiden No. 54 tahun 2009 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di instansi BPS.
c. Penggunaan data mentah oleh konsumen yang melanggar kesepakatan dalam Surat Perjanjian Penggunaan Data, karena pengguna menganggap data BPS sudah menjadi hak milik yang bersangkutan.
d. Perilaku sebagian kecil pengguna data yang kurang etis dalam memanfaatkan publikasi maupun data elektronik BPS, misalnya memindai publikasi hingga rusak juga ada yang meminjam publikasi tetapi tidak dikembalikan walaupun sudah ada jaminan dengan meninggalkan tanda pengenal seperti KTP.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
a. Berusaha untuk mempercepat penerbitan publikasi sehingga timeliness dari data dan informasi yang dihasilkan BPS tidak terlalu lama.
b. Melakukan penjelasan atau sosialisasi tentang PP No. 54 Tahun 2009, juga memperbaharui peraturan tersebut untuk menetapkan beberapa produk BPS yang tidak dipungut biaya sehingga masyarakat dapat memperoleh secara gratis.
c. Menjelaskan kepada pengguna data bahwa data tersebut juga akan dibutuhkan oleh pihak lain, jadi harus dijaga dan dikembalikan jika meminjam.
d. Melakukan maintenance atau pemeliharaan secara rutin terhadap muatan website dan melakukan upaya proteksi terhadap peretasan serupa.
Tujuan 3
Peningkatan Penyelenggaraan/Pelaksanaan Birokrasi Yang Akuntabel
Manajerial sangat mendukung kelancaran tugas, sehingga beberapa indikator dipilih untuk mengukur peningkatan kapasitas SDM guna memperoleh tingkat capaian peningkatan birokrasi yang akuntabel. Dua sasaran strategis untuk mencapai tujuan ini adalah (1) Meningkatnya kualitas manajemen sumber daya manusia BPS dan (2) Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS.
Indikator Tujuan dari Peningkatan birokrasi yang akuntabel adalah Hasil penilaian SAKIP oleh Inspektorat. Pada tahun 2016 penilaian Inspektorat terhadap BPS Kabupaten Deli Serdang mendapat poin sebesar 57,48 masih dibawah angka yang ditargetkan yaitu 65 poin, sehingga tingkat capaiannya sebesar 88,43
Tabel 3.7.
Capaian Kinerja Tujuan III Tahun 2016
Tujuan Target Realisasi Tingkat
Capaian Ket
Peningkatan birokrasi yang akuntabel 65 57,48 88,43 % IKU
Sasaran 3.1
Meningkatnya kualitas manajemen sumber daya manusia BPS
Ketersediaan SDM yang mempunyai keahlian merupakan syarat terlaksananya kegiatan dengan baik. Sumber daya manusia yang kurang memadai baik dari sisi kuantitas maupun kualitas merupakan situasi yang agak memprihatinkan khususnya pada tingkat BPS Daerah. Berbagai kebijakan diantaranya penempatan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik ke BPS di daerah secara bertahap diharapkan mampu memenuhi kebutuhan SDM.
Pengembangan SDM dalam jajaran BPS, dimaksudkan untuk mewujudkan SDM yang berkualitas. Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri. BPS Kabupaten Deli Serdang mendorong
Arah kebijakan:
1. Penguatan fungsi yang terkait dengan system manajemen SDM aparatur, pengawasan, akuntabilitas kinerja
2. Penyelarasan Kegiatan yang terkait dengan reformasi birokrasi BPS khususnya yang terkait dengan sistem manajemen SDM aparatur, pengawasan, akuntabilitas kinerja Strategi:
1. Mengoptimalkan pembangunan keseluruhan sistem Manajemen SDM aparatur yang terintegrasi dan komprehensif
2. Mengoptimalkan pengembangan kompetensi SDM aparatur melalui Program DMPTTL sub kegiatan Pengelolaan dan pengembangan Administrasi Kepegawaian
BPS Provinsi Sumatera Utara pada tahun mendatang akan berusaha meningkatkan jumlah pegawai yang menduduki jabatan fungsional. Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak
seorang PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.
Strategi yang bisa dikembangkan pada sasaran ini adalah dengan mengoptimalkan pembangunan keseluruhan sistem Manajemen SDM aparatur yang terintegrasi dan komprehensif dan mengoptimalkan pengembangan kompetensi SDM aparatur melalui Program DMPTTL yaitu Pengelolaan dan pengembangan Administrasi Kepegawaian.
Tabel 3.8.
Tingkat Pencapaian Peningkatan Kualitas Manajemen Sumber Daya Manusia BPS Kabupaten Deli Serdang Tahun 2016
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian Tingkat Keterangan
(1) (2) (3) (4) (5)
Persentase pegawai yang menduduki
jabatan fungsional tertentu 15 % 15,00 % 100,00 % IKU Persentase pegawai yang
berpendidikan minimal Diploma IV atau Strata I
50 % 35,00 % 70,00 % IKU
Sasaran 3.2
Meningkatnya pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS
Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) adalah salah satu agenda prioritas dalam upaya penguatan akuntabilitas kinerja. Sistem ini merupakan instrumen untuk menciptakan transparansi instansi pemerintah dan menjadi ukuran dalam penilaian capaian prestasi dari lembaga pemerintah. SAKIP meliputi Rencana Strategis, Rencana Kinerja Tahunan, Penetapan Kinerja, dan Laporan Akuntabilitas Kinerja.
Strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan tingkat capaian sasaran ini adalah Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan melalui Program DMPTTL dalam kegiatan Penyusunan, pengembangan, dan Evaluasi Program dan Anggaran serta Pengelolaan dan Pengembangan Administrasi Keuangan.
Tingkat pencapaian Sasaran 3.2 dilihat dari indikator kinerja hasil penilaian SAKIP oleh inspektorat. Nilai yang dicantumkan merupakan evaluasi SAKIP oleh inspektorat untuk BPS Kabupaten Deli Serdang.
Tabel Mengenai capaian kinerja Sasaran 3.2 yang dirinci menurut indikator kinerja adalah sebagai berikut :
Tabel 3.9.
Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat Tahun 2016
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian Tingkat Ket
Hasil Penilaian SAKIP oleh Inspektorat 65 57,48 88,43 % IKU
Penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas sebagai tujuan utama BPS dinyatakan dalam Rencana Strategis Tahun 2015-2019. Pada tahun 2016 sebagaimana telah dipaparkan terlihat pencapaian tujuan dan sasaran-sasaran yang