BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
Sasaran kegiatan Puslitbang SD-Yankes adalah meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan. Pengukuran tingkat capaian kinerja Puslitbang SD-Yakes dilakukan dengan cara membandingkan antara target dan realisasi masing-masing indikator kinerja kegiatan yang dijabarkan dalam tabel 3.1. Dalam tabel tersebut juga dapat terlihat perbandingan capaian indikator kinerja pada tahun ini dan tahun sebelumnya.
Pengukuran kinerja diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh Puslitbang SD –
Yankes selama tahun 2017 dari rencana yang telah ditetapkan. Dari perbandingan capaian ini dapat diperoleh informasi yang berkaitan dengan masing-masing kegiatan. Dengan demikian, informasi tersebut dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan kegiatan di masa mendatang sehingga setiap kegiatan yang direncanakan dapat berhasil guna dan berdaya guna.
Pencapaian sasaran kinerja diukur berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditetapkan pada tahun 2017. Indikator yang tertuang meliputi;
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes13 1. Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan
pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan
2. Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional
3. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan
4. Jumlah laporan Status Kesehatan Masyarakat hasil Riset Kesehatan Nasional wilayah I
Tabel 3.1
Perbandingan Target dan Capaian Indikator Kinerja Kegiatan/IKK Bidang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Tahun 2016-2017
Sasaran IKK 2016 2017
Target Capaian % Target Capaian %
Meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan
8 8 100 8 11 137,5
Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional 11 23 201,1 13 19 146,15 Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan 9 9 100 8 8 100 Jumlah laporan Status Kesehatan Masyarakat hasil Riset Kesehatan Nasional wilayah I 2 2 100 1 1 100
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes14 Tabel 3.2
Indikator, Target Kinerja dan Anggaran dalam Penetapan Kinerja Puslitbang SD-Yankes Tahun 2017
Indikator Tapja Capaian
Kinerja
Realisasi
Target Total Anggaran Target Anggaran
1. Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan
pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan 8 81.479.584.000 100 % 11 75.428.658.249 (92,57%) 2. Jumlah publikasi karya tulis
ilmiah di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan yang dimuat di media cetak dan/atau elektronik nasional dan internasional
13 138,46 % 18
3. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan
8 112,50% 9
4. Jumlah laporan Status Kesehatan Masyarakat hasil Riset Kesehatan Nasional wilayah I
1 100 % 1
Capaian kinerja pada Puslitbang SD-Yankes tahun 2017 terlihat dari pencapaian masing-masing indikator. Hasil ini menggambarkan Puslitbang SD-Yankes dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab unit organisasi.
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes15 Tabel 3.3
Perbandingan Target dan Capaian IKK Penelitian dan Pengembangan di Bidang Sumber daya dan pelayanan kesehatanTahun 2017
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Capaian %
Meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan
Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan
8 11 137,5 %
Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan yang dimuat di media cetak dan/atau elektronik nasional dan
internasional
13 18 138,46 %
Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan
8 8 100%
Jumlah laporan Status Kesehatan Masyarakat hasil Riset Kesehatan Nasional wilayah I
1 1 100 %
a. Jumlah Rekomendasi Kebijakan yang Dihasilkan Dari Penelitian dan Pengembangan di Bidang Bumber Daya dan Pelayanan Kesehatan
Pada tahun 2017, Puslitbang SD-Yankes mempunyai target IKK berupa jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan di bidang upaya kesehatan masyarakat sebanyak 8 rekomendasi dan tercapai sebanyak 11 rekomendasi.
Rekomendasi kebijakan (policy brief/policy paper) tersebut ditulis berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan berupa bukti output naskah rekomendasi kebijakan. Adapun judul-judul rekomendasi kebijakan yang dihasilkan pada tahun 2017 dapat dilihat pada tabel 3.4.
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes16 Tabel 3.4. Capaian Indikator Kinerja Kegiatan
Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan di Bidang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan
No Judul Rekomendasi Kebijakan Nama Peneliti Satker
1 Optimalisasi Peran Apoteker dalam Kepatuhan Minum Obat pada ODHA Ibu dan Anak
Yuyun Yuniar Puslitbang SD – Yankes 2. Perluasan Pemanfaatan Alat Tes Cepat
Molekuler (TCM) Tubercolosis untuk Pemeriksaan Viral Load HIV
Dona Arlinda Puslitbang SD – Yankes 3. Evaluasi Tubex TF Untuk Diagnosis Demam
Typhoid
Retna Mustika Puslitbang SD – Yankes 4. Kemandirian Obat Generik Pada Era Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) : Isue Kebijakan , Isue Harga dan Produksi Obat Generik
Raharni Puslitbang
SD – Yankes 5. Memenuhi Standar Pelayanan Kefarmasian
dalam Keterbatasan SDM: Haruskah Kita Mundur?
Max J.Herman Puslitbang SD – Yankes 6. Manajemen Puskesmas dengan Pendekatan
Keluarga sebagai fokus dalam Pelatihan Keluarga Sehat
Eva Sulistiowati Puslitbang SD – Yankes 7. Pelajaran dari Riset Evaluatif Nusantara Sehat :
Perlukah Program Teambased Nusantara Sehat Diteruskan?
Harimat Puslitbang
SD – Yankes 8. Model Terpadu Pelayanan Gizi Balita Kurus di
Puskesmas Untuk Pemulihan Dan Pencegahan Gizi Buruk (Sangat Kurus)
Astuti Lamid Puslitbang SD – Yankes 9. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga (PIS – PK) Sebagai Wahana Integrasi Program
Eva Sulistiowati Puslitbang SD – Yankes 10. Cakupan Skrining Pemeriksaan Payudara Klinis
dan Inspeksi Visual Asam Asetat Positif dan Perilaku Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks di Indonesia
Sri Idaiani Puslitbang SD – Yankes 11. Integrasi Program Puskesmas dalam
Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
Eva Sulistiowati Puslitbang SD – Yankes
b. Jumlah Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan yang Dimuat di Media Cetak dan atau Elektronik Nasional dan Internasional
Pada tahun 2017, Puslitbang SD-Yankes mempunyai target indikator kinerja jumlah publikasi karya tulis ilmiah di bidang sumberdaya dan pelayanan kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional sebanyak 13 artikel. Untuk rincian capaian publikasi ilmiah di bidang upaya kesehatan masyarakat dapat dilihat pada
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes17 Tabel 3.5. Capaian Indikator Kinerja Kegiatan
Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di Bidang Daya dan Pelayanan Kesehatan yang dimuat di media cetak dan/atau elektronik nasional
No. Judul Artikel Nama Penulis Media Publikasi
1 Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Responden yang diindikasikan Stroke berdasarkan Penelitian Kohor Penyakit Tidak Menular Bogor 2011-2013
Sri Idaiani. Cermin Dunia
Kedokteran Edisi 249 Vol. 44 No. 2.
Februari 2017. 87-91. 2 Penilaian Indikator Peresepan di Fasilitas
Kesehatan Primer Pemerintah dan Swasta di Pulau Jawa, Indonesia
Yuyun Yuniar Jurnal Kefarmasian
Vol.7 No.1 Februari 2017
3 Pengaruh Diabetes Melitus terhadap Gambaran Klinis dan Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Tujuh RSU Kelas A dan B di Jawa dan Bali
Dona Arlinda Media Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Vol.27 No.1 Maret 2017 4 Kecukupan Tenaga Kesehatan dan
Permasalahannya dalam Pelayanan Kesehatan Anak dengan HIV-AIDS di Rumah Sakit pada Sepuluh
Kabupaten/Kota, Indonesia
Mujiati Media Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Vol.27 No.1 Maret 2017 5 Faktor Resiko Penyakit Ginjal Kronik : Studi
Kasus Kontrol di Empat Rumah Sakit di Jakarta Tahun 2014
Delima Buletin Penelitian
Kesehatan Vol.45 No.1 Maret 2017 6 Faktor yang Berhubungan dengan
Hipertensi pada Penduduk Indonesia yang Menderita Diabetes Melitus (Data
Riskesdas 2013)
Marice Sihombing Buletin Penelitian Kesehatan Vol.45 No.1 Maret 2017 7 Perbedaan Faktor Sosiodemografi dan
Status Gizi Pasien Tuberkulosis dengan dan Tanpa Diabetes Berdasarkan Registri Tuberkulosis-Diabetes Melitus 2014
Agus Dwi Harso Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol.27 No.2 Juni 2017 8 Perilaku Pencegahan Penyakit Akibat Kerja
Tenaga Kerja Indonesia di Kansashi, Zambia: Analisis Kualitatif
Armedy Ronny
Hasugian
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol.27 No.2 Juni 2017 9 Deteksi Toxoplasma gondii dari Spesimen
Urine Penderita HIV/AIDS
Fitriana Media Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan Vol.27 No.2 Juni 2017 10 The use of traditional health care among
Indonesian Family
Nurhayati Health Science
Journal of Indonesia Vol.8 No.1 Juni 2017 11 Fakto-faktor yang berhubungan dengan
pelayanan bayi di Indonesia: Pendekatan Analisis Multilevel
Ingan Ukur Tarigan, tin Afifah, Demsa Simbolon
Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 8 No. 1, Juni 2017
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes18
12 Resiko Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Cikeusik
Wibowo Jurnal Media
Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No.2. Juni 2017 13 Peningkatan Kompetisi Dokter Pasca
Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) Tahun 2013
Siti Nur Hasanah, Mieska Despitasari, Harimat Hendarwan
Global Medicine & Health
Communication Vol. 5 No. 2 Tahun 2017 14 Keterjangkauan Biaya untuk Mendapatkan
Pengobatan pada Anak dengan HIV AIDS dan Infeksi Oportunistik
Andy Leny Susyanty Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol.27 No.3 September 2017
15 Pengaruh (pH) Saliva terhadap Terjadinya Karies Gigi pada Anak Usia Prasekolah
Made Ayu Lely Buletin Penelitian Kesehatan Vol.45 No.4 Desember 2017 16 Characteristics and socioeconomic factors
on Perinatal Depression among mothers and infants in three Primary Health Centers in Jakarta and Bogor
Sri Idaiani Health Science
Journal of Indonesia Vol.8 No.2 Desember 2017
Tabel 3.6. Capaian Indikator Kinerja Kegiatan
Jumlah publikasi karya tulis ilmiah di Bidang Daya dan Pelayanan Kesehatan yang dimuat di media cetak dan/atau elektronik internasional
No Judul Artikel Nama Penulis Media Publikasi
1 People with Spinal Cord Injury in Indonesia
Muhammad Karyana
American Journal of Physical Medicine & Rehabilitation Volume 96, Number 2 (suppl)
February 2017 2 Accessibility of Children Living with
HIV/AIDS to Hospitals in Ten Districts in Indonesia
Rini Sasanti H, MJ. Herman, Mujiati
Asian Journal of Medicine and Health Vol.4(4) 2017
Pencapaian output publikasi karya tulis ilmiah di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan yang dimuat di media cetak dan atau elektronik nasional dan internasional pada tahun 2017 berjumlah 18 artikel (138,46%). Jumlah ini melebihi target yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja Tahun 2017 yaitu sejumlah 13 artikel.
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes19 c. Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan di Bidang Sumber Daya
dan Pelayanan Kesehatan
Pada tahun 2017, Puslitbang SD-Yankes mempunyai 8 target untuk IKK jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan Rincian kegiatan penelitian yang menjadi capaian indikator di bidang sd-yankes selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.7.
Tabel 3.7. Capaian Indikator Kinerja Kegiatan Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan
No Judul penelitian Ketua Penelitian Keterangan
1 Penapisan dan Pengkajian Teknologi
Farmasi dan Alat Kesehatan untuk Intervensi Program Kesehatan dalam Mendukung Jaminan Kesehatan Nasional
Sri Idaiani Laporan Kegiatan
2 Implementasi Pelayanan Gizi Pada Pasien Rawat Inap Pada Balita Gizi Buruk
Astuti Lamid Laporan Penelitian 3 Riset Evaluatif Penempatan Team Based
Nusantara Sehat
Ida Diana Sari Laporan Penelitian 4 Riset Penyelenggraaan Pendidikan Tenaga
Kesehatan
Mieska Despitasari
Laporan Penelitian 5 Akses, Distribusi dan Manajemen
Ketersediaan Obat dan Alkes Esensial dalam Menghadapi UHC 2019 (Urban, Rural dan DTPK)
Yuyun Yuniar Laporan Penelitian
6. Indikator Mutu Pelayanan Kesehatan Primer dan Rujukan
Hadjar Siswantoro
Laporan Penelitian 7. Evaluasi Sistem Rujukan di Era Jaminan
Kesehatan Nasional Untuk Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan
Tati Suryati Laporan Penelitian
8. Implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
Eva Sulistiowati Laporan Penelitian
Pada tahun 2017 Puslitbang SD-Yankes telah mencapai 8 target IKK jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang sd-yankes. Hal ini sesuai dengan sasaran Puslitbang SD-Yankes yaitu meningkatnya penelitian dan pengembangan di bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan. Adapun faktor pendukung untuk capaian ini yaitu dilakukannya monitoring dan evaluasi (monev) oleh para pejabat struktural yang telah diatur pembagiannya dan secara fungsional juga telah dilakukan monev oleh Panitia Pembina Ilmiah (PPI). Monev oleh pejabat struktural dilakukan juga untuk memantau mulai dari penerbitan etik, perizinan hingga laporan akhir.
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes20 d. Jumlah Laporan Status Kesehatan Masyarakat Hasil Riset Kesehatan
Nasional Wilayah II
Pada tahun 2017, Puslitbang SD-Yankes mempunyai 1 (satu) target untuk IKK jumlah laporan status kesehatan masyarakat hasil Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas). Target IKK tersebut dicapai melalui kegiatan Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan (Risnakes). Kegiatan Risnakes dilaksanakan di seluruh Provinsi di Indonesia. Puslitbang SD-Yankes selaku Koordinator Wilayah (Korwil) I melaksanakan Risnakes di 7 (tujuh) Provinsi yaitu Aceh, Riau, DKI, Jawa Tengah, DI Yogjakarta, Sulawesi Selatan, NTT
Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan Survei Indikator Kesehatan Nasional merupakan kegiatan Survei yang secara umum bertujuan untuk memperoleh gambaran ketenagaan di bidang kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan dalam hal ini adalah Rumah Sakit dan Puskesmas pada tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional. Ada beberapa manfaat yang dihasilkan dari kegiatan Risnakes ini, yaitu pemetaan tenaga di bidang kesehatan, dasar penetapan kebutuhan Re-distribusi tenaga di bidang kesehatan, mengalokasikan peran yang lebih tajam, dan menjadi bagab Formulasi Kebijakan ketenagaan di bidang kesehatan. Pelaksanaan Risnakes dilakukan secara serempak di 34 provinsi dengan jumlah Puskesmas dan Rumah Sakit yang tersebar di kabupaten / kota sebanyak 9767 Puskesmas dan 2539 Rumah Sakit (RS Umum dan Khusus, RS Pemerintah dan Swasta). Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan Risnankes 2017 meliputi :
o Kegiatan TOT (Training of Trainer) Penanggung Jawab Teknis (PJT) yang dilaksanakan oleh Sekretariat Riset Kesehatan Nasional (Riskesnas) Badan Litbangkes di Bekasi Jawa Barat.
o Rapat Koordinasi Teknis Provinsi yang bertujuan untuk koordinasi persiapan lapangan di tingkat provinsi selama 3 (tiga) hari yang dilaksanakan oleh masing-masing Provinsi.
o Rekrutmen Enumerator yang bertujuan untuk merekruit enumerator yang dilaksanakan oleh masing-masing Propinsi untuk merekruit enumerator rumah sakit dan Kabupaten/Kota untuk merekruit enumerator Puskesmas.
o Pelatihan Enumerator (Training Centre) yang bertujuan untuk melatih enumerator agar memahami kuesioner, pedoman dan alur pengumpulam data sehingga dapat melaksanakan puldata sesuai pedoman yang sudah
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes21 ditetapkan yang dilaksanakan di masing-masing Propinsi selama 6 (enam) hari.
o Kegiatan Pengumpulan Data yang bertujuan mengumpulkan data di Puskesmas dan Rumah Sakit melalui wawancara dan pengamatan yang dilaksanakan di masing-masing Provinsi dan Kabupaten/Kota selama 15-21 hari.
o Supervisi yang bertujuan monitoring dan evaluasi pengumpulan data di lapangan, administrasi keuangan dan logistik di masing-masing Propinsi. o Analisis Data dan Laporan yang merupakan tahap akhir dari kegiatan
penelitian.
1. Capaian kinerja tahun 2015, 2016 dan 2017
Bila dibandingkan dengan capaian pada dua tahun sebelumnya maka capaian masih kinerja masih sama yaitu ≥100%.
Tabel 3.8. Target dan Capaian Indikator Kinerja Kegiatan Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan
Tahun 2015, 2016 dan 2017
No Indikator
Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017
Ta rge t R ea lisasi % Ta rge t R ea lisasi % Ta rge t R ea lisasi % 1. Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan
8 8 100 8 8 100 8 11 137,5
%
3. Jumlah publikasi ilmiah di bidang sumber daya dan pelayanan
kesehatan yang dimuat pada media cetak dan elektronik: 11 23 201,1 13 18 138,46 % a. Nasional 10 18 > 100 b. Internasional 2 5 > 100 3. Jumlah hasil penelitian
dan pengembangan di bidang Sumber daya dan pelayanan kesehatan
1
2 35 > 100 9 9 100 8 8 100 %
4. Jumlah laporan Status Kesehatan Masyarakat hasil Riset Kesehatan Nasional Wilayah 1
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes22 Pencapaian kinerja lebih dari 100% tidak berarti bahwa selama melaksanakan kegiatan tidak terdapat kendala atau hambatan. Penjelasan berikut akan menguraikan mengenai keberhasilan, hambatan dan permasalahan, serta langkah-langkah antisipatif yang sudah dilakukan.
2. Analisis Keberhasilan dan Kegagalan
Dalam pencapaian kegiatan tidak terlepas adanya keberhasilan dan kegagalan.
a) Hambatan
Walaupun capainya mencapai > 100% namun bukan berarti tidak ada hambatan dalam pelaksanaan. Hambatan yang muncul meliputi:
1. Penyelenggarakan Riset Implementasi PIS – PK sesuai intruksi Menkes, merupakan output tambahan yang muncul setelah DIPA 2017 disahkan, sehingga aktivitas yang harus dilaksanakan segera belum memiliki anggaran.
2. Output tambahan menyebabkan revisi pertama harus dilaksanakan segera di Kanwil DJPB. Revisi tidak berjalan mudah karena tahun 2017 merupakan tahun pertama DJPB melaksanakan revisi penambahan output.
3. Pada tahun 2017 terdapat dana titipan 002 pada output layanan internal sebesar Rp 2.424.949.000 Dana titipan ini harus dikembalikan pada output yang seharusnya yaitu layanan perkantoran (operasional perkantoran). Hal ini menyebabkan harus dilaksanakan revisi DIPA utk kedua kalinya. Revisi pemindahan dana titipan dilaksanakan bersamaan dengan revisi efisiensi, yaitu pada bulan Agustus 2017.
b) Tindak lanjut
1. Anggaran untuk Riset Implementasi PIS-PK yang harus dilaksanakan segera terkait pertemuan dan pelatihan tim riset disediakan dari output layanan internal. Sementara sisa kebutuhan dana lainnya disediakan dengan mengefisiensikan secara mandiri dari output hasil penelitian bidang sumber daya dan pelayanan kesehatan
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes23 2. Tim Peneliti dengan tim PPI yang difasilitasi oleh tim manajemen berhasil menyelesaikan proses ethical clearance tanpa mengganggu jadwal penelitian.
3. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berhasil menjalankan fungsi pengendalian dan pengawasan kegiatan dan penggunaan dana.
4. Komunikasi yang baik, intensif dan terbuka antara peneliti, struktural dan pegawai lainnya terbina melalui tatap muka maupun media sosial membantu pencapaian kinerja.
5. Terbitnya jurnal Litbang Pelayanan Kesehatan vol 1: no 1 dan 2, meskipun belum terakreditasi, namun mulai memacu peneliti untuk memasukan artikelnya.
6. Workhop penulisan artikel ilmiah yang tahun 2017 dapat dilaksanakan, menghasilkan bank artikel yang dapat menjaga konsistensi dan mutu jurnal
7. Terlaksananya Perjanjian Kerjasama dalam penelitian PIS PK dan sekaligus sebagai daerah Binwil dengan Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
c) PPI
Pada tahun 2017, meskipun hampir seluruh Panitia Pembina Ilmiah terlibat dalam penelitian baik DIPA maupun Riset Nasional, namun tetap dapat melaksanakan kegiatan yang mendukung suasana ilmiah di Puslitbang Sumber Daya dan Pelayan Kesehatan. Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi:
No Tanggal Topik Bahasan
1. 18 Januari 2017 Sosialisasi Penelitian 2017 dan Pembuatan SK Pembinaan Peneliti
2. 13 Februari 2017 Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA) PPI; diantaranya Pokja Pengembangan Ilmiah; Pokja Pengembangan Proposal; Pokja Data dan Informasi dan Pokja Diseminasi dan Marketing. 3. 12 April 2017 Laporan akhir Nusantara Sehat 2016
Pertemuan Pembahasan Penelitian Tahun 2018 DIPA dan Risbinkes
Paparan Protokol Riset Implementasi Keluarga Sehat
4 26 Mei 2017 Pertemuan Ilmiah Berkala Pembahasan Jabatan
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes24
5. 5 – 7 Juli 2017 Rapat Paripurna PPI Progress Penelitian 2017 pada Triwulan II
6. 27 – 28 September 2017
Progress Penelitian 2017 pada Triwulan III
Kajian/ Rekomendasi Kebijakan 2017
Pembahasan Jurnal 7. 25 Oktober 2017 Pembahasan Kajian
8. 18 Desember 2017 Penerapan PP No. 11/ 2017 tentang Manajemen PNS dan PERKA LIPI No. 5/ 2017 tentang inpassing ke JFP
Pembahasan Pengelolaan Karir sebagai Peneliti
3. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu aset vital dalam organisasi karena merupakan penggerak sistem sehingga organisasi dapat berjalan. Pada awal dibentuknya Puslitbang SD-Yankes tahun 2016, Puslitbang SD-Yankes memiliki 156 orang pegawai yang terbagi menjadi 3 jenjang jabatan yaitu struktural, fungsional tertentu dan fungsional umum. Dalam jenjang struktural terdapat 4 pegawai yang merangkap jabatan, yaitu sebagai pejabat struktural dan juga memiliki jenjang fungsional. Sementara pada akhir Tahun 2017 jumlah pegawai yang dimiliki adalah 148 orang. Untuk memahami dengan jelas mengenai kondisi sumber daya manusia di Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan tahun 2016 hingga 2017, berikut gambaran pegawai berdasarkan jenjang jabatan tersebut:
0 20 40 60 80 100 2016 2017 10 10 67 60 84 82 Gambar 3.1
Jumlah Pegawai 2016 -2017 Berdasarkan Jenjang Jabatan
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes25 Gambar di atas menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah sumber daya manusia selama periode 2016 - 2017. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, diantaranya adalah kebijakan moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang berlangsung sejak tahun 2011 sampai dengan 2013 dan berlanjut pada tahun 2016 sampai dengan 2019 yang diberlakukan oleh pemerintahan saat itu. Selama moratorium berlangsung, Kementerian Kesehatan hanya menerima calon pegawai negeri sipil untuk formasi tenaga kesehatan. Oleh karenanya Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan membuka formasi pindahan dari satker lain baik dilingkungan kemenkes maupun dari daerah. Meskipun demikian, hal ini tidak mengurangi kinerja dan output yang telah diperjanjikan.
Jenjang fungsional tertentu adalah salah satu aset vital dalam organisasi, terutama organisasi penelitian, karena merupakan penggerak sistem sehingga organisasi dapat berjalan Adapun jenjang fungsional tertentu yang terdapat di Puslitbang SD-Yankes, terbagi menjadi 3 jenjang fungsional, yaitu peneliti, litkayasa dan analis kepegawaian.
Berdasarkan jenjang jabatan fungsional, baik pada tahun 2016 juga tahun 2017, maka peneliti merupakan jenjang jabatan fungsional dengan jumlah pegawai terbanyak.
Jenjang fungsional penelitipun bila dilihat lebih detil dapat dibagi lagi berdasarkan ketentuan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, yakni peneliti
0 20 40 60 80 2016 2017 2 7 2 7 75 73 Gambar 3.2
Distribusi Pegawai Berdasarkan Jenjang Jabatan Fungsional Tertentu
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes26 utama, peneliti madya, peneliti muda, dan peneliti pertama. Berikut gambaran jenjang fungsional peneliti berdasarkan kriteria LIPI.
Berdasarkan jenjang jabatan fungsional peneliti maka peneliti pertama merupakan jenjang jabatan fungsional peneliti dengan jumlah pegawai terbanyak.
Menurut golongan, pegawai dibagi berdasarkan golongan I, II, III, dan IV. Berikut jumlah pegawai berdasarkan golongan;
Berdasarkan golongan, dari 148 pegawai banyak didominasi oleh pegawai dengan golongan III.
0 10 20 30 40 2016 2017 30 31 24 20 18 17 3 4 Gambar 3.3
Distribusi Pegawai Berdasarkan Jenjang JFT Peneliti
Pertama Muda Madya Utama
0 20 40 60 80 100 2016 2017 1 1 37 33 91 85 27 28 Gambar 3.4
Distribusi Pegawai Berdasarkan Golongan
Badan Litbang Kesehatan | Puslitbang SD-Yankes27 Menurut tingkat pendidikan, pegawai dibagi berdasarkan tingkat pendidikan