• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

B. Capaian Kinerja Organisasi

1. Capaian Kinerja Tahun 2014

Capaian kinerja BBPOPT berdasarkan tiga IKK utama pada Tahun 2014 mencapai 103,66% dari target yang ditetapkan pada PK 2014 atau masuk kriteria “Sangat Berhasil”, jika dibandingkan dengan target pada Renstra dan RKT mencapai 104,94%. Capaian kinerja Tahun 2014 lebih tinggi jika dibandingkan dengan capaian kinerja Tahun 2013 yang mencapai 101,39%. Tingginya capaian Tahun 2014 dipengaruhi oleh tingginya capaian penyebaran informasi peramalan serangan OPT yang memperoleh nilai 107,41% (Tabel 2).

Tabel 2. Capaian Kinerja Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan Tahun 2014.

Capaian kinerja masing-masing indikator kegiatan utama secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Capaian Jumlah Teknologi P3OPT.

Capaian jumlah teknologi P3OPT yang dikembangkan pada Tahun 2014 masuk kriteria “Berhasil” dapat terlaksana 100% dari target 8 model, yang terdiri dari teknologi Padi 2 model, Jagung 1 model, Kedelai 1 model, Ubi Kayu 1 model, Ubi Jalar 1 model, Kacang Tanah 1 model, dan Kacang Hijau 1 model. Dukungan keberhasilan IKK utama ini adalah 2 output

Vol % Target 2014 Thd Renstra 1. Jumlah teknologi pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT

Model 12 12 100,00 8 8 8 100,00 100,00

2. Jumlah informasi peramalan serangan OPT

Informasi 48 48 100,00 54 54 58 107,41 107,41 3. Jumlah provinsi yang

menerapkan peramalan OPT

Provinsi 24 25 104,17 27 28 29 103,57 107,41

Rata-rata capaian sasaran 101,39 103,66 104,94 No Indikator Kinerja

Kegiatan Utama Satuan

TA. 2013 TA. 2014 Target (Vol) Realisasi Target Renstra (Vol) Target (Vol) Realisa-si (Vol) Capaian (%)

kegiatan yang meliputi kajiterap pengembangan model P3OPT tingkat lapangan, workshop perumusan model final P3OPT pangan, operasional laboratorium, rumah kaca, kebun percobaan dan kebun koleksi, serta

penyusunan Pest list OPT pangan dengan total pagu anggaran Rp.

558.437.000,-. Teknologi yang dihasilkan pada Tahun 2014 adalah sebagai berikut:

1) Uji Multilokasi Penerapan Aplikasi Simulasi Model Pakar OPT Padi

(Pak Odi untuk Wereng Batang Coklat dan Penggerek Batang Padi dengan Fitur Spektral. Teknologi yang dihasilkan dari kegiatan ini

adalah pengembangan software simulasi model Pak Odi versi 1.1 dengan penambahan grafik pustaka spektral, frame input parameter, output grafik dan analisis pustaka spektral. Output simulasi ini untuk meramalkan populasi WBC dan intensitas serangan PBP yang lebih akurat.

2) Operasional Pengendalian Tikus dan Penyakit Padi Skala Luas. Teknologi yang dihasilkan pada kegiatan ini adalah penerapan paket teknologi sebagai berikut:

- Pengendalian tikus secara lengkap sejak pra-tanam hingga di pertanaman dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, petani, dan petugas. Paket teknologi tikus yang digunakan adalah gropyokan, TBS, dan pemanfaatan burung hantu.

- Pengendalian penyakit HDB digunakan paket teknologi: a) pemilihan benih sehat, b) perlakuan benih dengan Paenibacillus

polymixa, c) penyemprotan dipertanaman dengan menggunakan Paenibacillus polymixa pada umur 2, 4, 6, 8, dan 10 mst,

konsentrasi 5 cc per liter air,dosis 2,5 liter per ha, larutan semprot 300 liter dan menggunakan hand sprayer.

3) Pengaruh Aplikasi Beberapa Agens Hayati dan Pestisida Nabati

dihasilkan dari kegiatan ini adalah pengendalian penyakit Bulai dapat dilakukan dengan menggunakan rebusan Lengkuas konsentrasi 50 gram lengkuas segar per liter air dan ditambah 2 gram diterjen sebagai pengikat larutan. Aplikasi dilakukan sejak perendaman benih hingga penyemprotan dipertanaman sampai umur 8 mst dengan dengan interval 2 minggu sekali. Jumlah larutan rebusan lengkuas yang dibutuhkan untuk 1 ha pertanaman sebanyak 420 liter larutan.

4) Model Peramalan Tungau Merah (Tetranychus cinnabarinus

Boisduval) pada Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz). Teknologi yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah meramalkan kepadatan populasi pada fase vegetatif, generatif dan produksi dengan model sebagai berikut:

- Model peramalan populasi fase vegetatif: populasi pada umur 30 hst (X) memprakirakan populasi pada umur 90 hst (Y) dengan model:

Log (Y+1) = 0,571 + 0,933 log (X+1) R² = 0,63; N = 137, Sig = 6.06E-31

- Model peramalan fase generatif: populasi pada umur 120 – 165 hst (X) memprakirakan intensitas seranganya (Y) dengan model: Log (Y+1) = 0,363 + 0,987 log (X+1)

R² = 0,66; N = 57, Sig = 1.28E-14

- Model Peramalan produksi: lama hari infestasi (X) memprakirakan hasil produksi (Y) dengan model:

Log (Y+1) = 0,785 log (X+1) – 1, 547 R² = 0,62; N = 40, Sig = 1.62E-09

- Model Peramalan produksi: intensitas serangan (X) meprakirakan hasil produksi (Y) dengan model:

Log (Y+1) = 0,1125 + 0,562 Log (X+1) R² = 0,62; N = 216, Sig = 3.74E-47

5) Pengembangan Model Peramalan Serangan Kumbang Cylas

formicarius F. pada Tanaman Ubi Jalar. Teknologi yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah meramalkan intensitas serangan kumbang pada saat panen berdasarkan jumlah tangkapan populasi kumbang dengan menggunakan perangkap feromon pada umur 12 mst (fase pengisian umbi) dengan model sebagai berikut:

Log Y = 0,77546 - 0,12737*Log(X12+1)2+ 0,63095*Log (X12+1) (R2= 0,767; P= 0,000; CL= 0,07299)

Dimana :

Y = Intensitas serangan C. formicarius pada saat panen (%)

X12 = Populasi C. formicarius pada umur 12 mst (ekor/perangkap)

6) Penerapan Paket Teknologi Pengendalian OPT pada Tanaman

Kedelai Skala Luas. Teknologi yang dihasilkan dari kegiatan ini

adalah komponen pengendalian agens hayati yang diaplikasikan berdasarkan ambang pengendalian OPT sasaran sejak tanam hingga menjelang panen. Paket teknologi pengendalian OPT kedelai, bersifat spesifik, waktu dan jenis OPT. Hasil kegiatan adalahsebagai berikut :

- Agens hayati bakteri merah dan Beauveria bassiana dapat

mengendalikan Aphis glycines dan kutu Bemicia tabaci sampai 6 mst dan kumbang kedelai sampai 8 mst.

- Agens hayati Trichoderma sp. dan P. polymixa dapat

mengendalikan penyakit karat sampai 8 mst.

- “Liquide smooke” dapat mengendalikan A. Glycines dan penyakit

Paket teknologi pengendalian dengan agens hayati dan “liquide

smooke” dapat mengendalikan OPT kedelai sejak pratanam hingga

panen.

7) Pengembangan Metode Pengamatan Penyakit Karat Daun (Puccinia

arachidis) pada Tanaman Kacang Tanah. Teknologi yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah jumlah hamparan yang dibutuhkan pengamatan penyakit karat daun sebanyak 10 hamparan, masing-masing hamparan 3 petak dan masing-masing-masing-masing petak diamati 25 rumpun. Pengamatan dilakukan pada seluruh daun dengan teknik

pengamatan yang paling tepat menggunakan metode skoring

berdasarkan pedoman yang dikeluarkan oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.

8) Pengembangan Metode Pengamatan OPT Utama pada Tanaman

Kacang Hijau. Teknologi yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah

jumlah rumpun contoh yang dibutuhkan untuk mengamati hama utama Kacang hijau, pada derajat kepercayaan (D) 0,2 sebanyak 47 rumpun, sedangkan pada D = 0,3 sebanyak 21 rumpun per hamparan. Jumlah hamparan contoh yang diperlukan sebanyak 10 hamparan.

b. Capaian Jumlah Informasi Peramalan Serangan OPT.

Capaian jumlah informasi ramalan serangan OPT yang telah disebarkan selama Tahun 2014 terealisasi 58 informasi atau 107,41% dari target 54 informasi, yang diukur berdasarkan jumlah jenis OPT, komoditi dan frekuensi musim tanam dalam setahun. Dukungan indikator kegiatan utama ini adalah pengamatan keadaan lapang OPT, bimbingan pengamatan dan pengendalian OPT, dan workshop pengembangan peramalan dan peramalan OPT.

Data dan informasi prakiraan serangan OPT padi, jagung, kedelai dan umbi-umbian secara nasional telah disusun dalam bentuk buku evaluasi

dan prakiraan serangan OPT. Buku tersebut telah diinformasikan kepada instansi terkait baik di pusat maupun daerah sebagai acuan dalam menyusun perencanaan upaya-upaya pengendalian OPT di lapangan. Dukungan keberhasilan indikator kegiatan utama ini terdiri dari 3 output kegiatan dengan total pagu anggaran Rp. 1.540.527.500,-, yaitu:

1) Data dan Informasi Ramalan serangan OPT yang meliputi komponen Data dan informasi peramalan serangan OPT padi, jagung, kedelai, dan umbi-umbian, serta workshop pengembangan P3OPT padi dan jagung.

2) Layanan diseminasi informasi P3OPT yang meliputi pameran

pembangunan tanaman pangan, perbanyakan brosur, penerbitan majalah/jurnal, pembuatan leaflet dan poster, pengembangan web site BBPOPT dan optimalisasi SMS based server, serta sosialisasi pengamanan produksi padi melalui siaran radio dan televisi.

3) Pelatihan P3OPT yang meliputi pelatihan bagi SDM luar BBPOPT dan SDM BBPOPT.

Informasi prakiraan serangan OPT disebarkan melalui media cetak, media elektronik dan bimbingan teknis. Penyebaran informasi dengan media cetak disajikan pada Buletin BBPOPT, Buku Evaluasi dan Prakiraan Serangan OPT, Poster dan Leftlet, serta melalui media lain yang dibuat oleh instansi terkait. Informasi dengan media elektronik disajikan melalui website BBPOPT, siaran radio, dan siaran televisi. Bimbingan teknis dilakukan secara langsung di lapangan kepada petani dan petugas atau pada acara pameran/pertemuan/rapat/lokakarya yang diselenggarakan oleh BBPOPT atau instansi terkait baik di pusat maupun daerah dalam rangka penanganan dan pengawalan produksi. Capaian indikator penyebaran informasi prakiraan serangan OPT menurut komoditi padi, jagung, kedelai dan umbi-umbian dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Informasi prakiraan serangan OPT padi secara nasional telah dirumuskan dan dievaluasi 7 OPT utama (Penggerek batang, Wereng coklat, Tikus,Tungro, Blas, BLB, dan Ulat Grayak) untuk musim tanam 2014 dan 2014/2015. Berdasarkan hasil kegiatan pendukung pengamatan keadaan lapang OPT padi, disamping OPT utama juga telah ditemukan dan dirumuskan prakiraan serangan 12 OPT spesifik lokasi yang perlu mendapatkan perhatian yaitu hama Siput Murbei, Ganjur, Hama Putih Palsu, Belalang, Kepinding Tanah, Walang Sangit, penyakit Bercak Coklat Cercosporasp, Kerdil Rumput, Kerdil Hampa, Busuk Pelepah Sarocladiumsp, Bacterial Red Stripe (BRS) dan Gangguan Fisiologis. Hasil prakiraan OPT spesifik lokasi disampaikan secara khusus dalam bentuk rekomendasi dan saran tindak kepada daerah. Total informasi prakiraan serangan OPT padi 26 informasi atau 100,00% dari target 26 data informasi yang terdiri dari 14 informasi prakiraan serangan OPT utama padi dan 12 informasi prakiraan serangan OPT spesifik lokasi.

2) Informasi prakiraan serangan OPT jagung secara nasional telah

dirumuskan dan dievaluasi 7 OPT utama jagung (Lalat bibit, Penggerek batang, Bulai, Tikus, Penggerek tongkol, Ulat grayak, dan Hawar Daun Jagung) musim tanam 2014 dan 2014/2015. Berdasarkan hasil kegiatan pendukung pengamatan keadaan lapang OPT jagung, disamping OPT utama juga telah ditemukan 5 OPT spesifik lokasi yang perlu mendapatkan perhatian yaitu hama Wereng jagung, Belalang, Karat daun, Bercak coklat, dan Busuk tongkol. Hasil temuan OPT di lapangan telah disusun prakiraan serangan spesifik lokasi dan disampaikan secara khusus dalam bentuk rekomendasi dan saran tindak kepada daerah. Total informasi prakiraan serangan OPT jagung 15 informasi atau 107,14% dari target 14 data informasi yang terdiri dari 12 informasi prakiraan

serangan OPT utama jagung dan 1 informasi prakiraan serangan Wereng jagung sebagai OPT spesifik lokasi.

3) Informasi prakiraan serangan OPT kedelai secara nasional telah dirumuskan dan dievaluasi 6 OPT utama (Penggerek polong, Lalat kacang, Ulat grayak, Tikus, Penggulung daun, dan Ulat jengkal) untuk musim tanam 2014 dan 2014/2015. Berdasarkan hasil pengamatan lapang OPT kedelai, disamping OPT utama juga telah ditemukan 9 OPT spesifik lokasi yang perlu mendapatkan perhatian yaitu hama Kepik polong Nezara sp., Kumbang daun Paedonia sp., Kutu daun Aphis sp., Perusak polong Heliotis sp., Kutu kebul Bimisia sp., Penggerek pucuk Melanagromyzasp, Belalang, penyakit Karat daun, dan virus Mozaik. Hasil temuan OPT dilapangan telah disusun prakiraan serangan spesifik yang lokasi disampaikan secara khusus dalam bentuk rekomendasi dan saran tindak kepada daerah. Total informasi prakiraan serangan OPT kedelai 13 data informasi atau 108,33% dari target 12 data informasi yang terdiri dari 12 informasi prakiraan serangan OPT utama kedelai dan 1 data informasi prakiraan serangan Bimisia sp. sebagai OPT spesifik lokasi.

4) Informasi prakiraan serangan OPT umbi-umbian khususnya ubi kayu

secara nasional telah dirumuskan dan dievaluasi 1 OPT utama (Tungau Merah Ubi Kayu) untuk musim tanam 2014 dan 2014/2015. Berdasarkan hasil kegiatan pendukung pengamatan keadaan lapang OPT umbi-umbian yang meliputi komoditi ubi kayu dan ubi jalar, disamping OPT utama juga telah ditemukan 8 OPT spesifik lokasi, yaitu pada ubi kayu ditemukan 4 OPT (hama Kutu kebul Bimisia sp., Kutu daun Aphis sp. penyakit Hawar daun dan Bercak coklat

Cercospora sp.) dan ubi jalar 4 OPT (hama Kumbang daun,

Pengorok daun, Kutu daun Aphis sp., dan penyakit Kudis) yang perlu mendapatkan perhatian. Hasil temuan OPT di lapangan telah disusun prakiraan serangan spesifik lokasi yang disampaikan secara khusus

dalam bentuk rekomendasi dan saran tindak kepada daerah. Total informasi prakiraan serangan OPT umbi-umbian 4 data informasi yang terdiri dari 2 informasi prakiraan serangan OPT utama ubi kayu, 1 OPT (Kutu daun Aphis sp.) spesifik ubi kayu dan 1 OPT (Kutu daun

Aphis sp.) spesifik lokasi ubi jalar.

c. Capaian Jumlah Provinsi yang Menerapkan Teknologi Pengamatan,

Peramalan dan Pengendalian OPT

Indikator kegiatan utama penerapan P3OPT diukur berdasarkan jumlah provinsi yang telah menerapkan teknologi P3OPT hasil pengembangan yang dilaksanakan BBPOPT baru meliputi teknologi pada tanaman padi. Capaian kegiatan utama ini 103,57% atau 29 provinsi dari target 28 provinsi yaitu:

Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Riau, Bengkulu, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Gorontalo.

Dukungan indikator kinerja kegiatan utama ini terdiri dari 3 output kegiatan dengan total pagu anggaran Rp. 384.147.500,-, yaitu:

- Penerapan dan pengembangan peramalan OPT yang meliputi pengembangan peramalan OPT tanaman pangan spesifik lokasi dan penerapan peramalan OPT tanaman pangan spesifik lokasi.

- Produk agens pengendali hayati padat berupa perbanyakan agens pengendali hayati padat dan pemeliharaan isolat.

- Produk agens pengendali hayati cair berupa perbanyakan agens pengendali hayati cair dan pemeliharaan isolat.

Kinerja kegiatan utama Tahun 2014 dapat tercapai karena adanya dukungan manajemen kegiatan dengan total pagu anggaran Rp. 7.228.831.000,- yang terdiri dari 4 output kegiatan, yaitu:

- Layanan perkantoran yang meliputi komponen kegiatan pembayaran gaji dan tunjangan, serta layanan perkantoran lainnya (langganan listrik, telepon dll).

- Rancangan kerja BBPOPT yang meliputi komponen kegiatan penyusunan rencana anggaran, rencana kerja, petunjuk pelaksanaan kegiatan, rencana kerja akreditasi, dan rumusan peramalan OPT.

- Administrasi pelaksanaan kegiatan yang meliputi kegiatan penyusunan dokumen administrasi pengelolaan keuangan Satker, pembekalan dan apresiasi keuangan, SAI dll., dan peningkatan kemampuan SDM (Kepegawaian, Ketatausahaan dan Pengelolaan BMN).

- Laporan kegiatan pengembangan peramalam serangan OPT yang meliputi komponen kegiatan laporan hasil pemantauan dan evaluasi mutu Laboratorium PHP dan AH, laporan hasil pemantauan dan evaluasi kegiatan lapang BBPOPT, laporan SPI, laporan bulanan, tahunan dan laporan kinerja instansi pemerintah BBPOPT dan pertemuan evaluasi peramalan OPT pangan.

2. Capaian Kinerja Periode Renstra 2010 - 2014

Capaian kinerja BBPOPT berdasarkan indikator kegiatan utama selama periode Renstra 2010 – 2014 setiap tahun dapat tercapai sesuai target. Capaian kinerja tertinggi terjadi pada Tahun 2012 karena dipengaruhi capaian kinerja pada 2 indikator kinerja kegiatan utama, yaitu diterapkannya

teknologi P3OPT dengan capaian 120% dan tersebarnya informasi

Tabel 3. Capaian kinerja kegiatan utama Balai Besar Peramalan OPT pada Periode Renstra 2010 – 2014.

Kumulatif target jumlah teknologi P3OPT yang telah dikembangkan hingga Tahun 2014 sebanyak 60 model yang terdiri dari 20 model hasil pengembangan sebelum Tahun 2010 (baseline) dan 40 model diperoleh selama periode Renstra 2010 – 2014. Capaian teknologi sampai akhir Tahun

2014 berdasarkan hasil workshop finalisasi model P3OPT sebanyak 60

model atau 100% yang terdiri dari 8 model dihasilkan pada Tahun 2014 (sudah disampaikan di atas) dan 52 model dihasilkan dari kegiatan hingga Tahun 2013. Teknologi yang dicapai sampai dengan Tahun 2013 terdiri dari teknologi pengamatan 20 model, peramalan 14 model, dan pengendalian 18 model (Lampiran 2, 3 dan 4).

Penyebaran informasi prakiraan serangan OPT mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dari 30 informasi pada Tahun 2010 menjadi 58 informasi pada Tahun 2014. Informasi berupa hasil prakiraan serangan OPT nasional dan spesifik lokasi sebagaimana telah disampaikan di atas.

Capaian kinerja penerapan teknologi P3OPT mengalami peningkatan dari tahun ke tahun selama peride Renstra 2010 – 2014. Pada Tahun 2010 mencapai target 6 provinsi, dan pada Tahun 2014 mencapai 29 provinsi.

Vol % Vol % Vol % Vol % Vol %

1. Jumlah teknologi pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT

8 8 100,00 12 12 100,00 12 12 100,00 12 12 100,00 8 8 100,00

2. Jumlah informasi peramalan serangan OPT

30 30 100,00 36 40 111,11 42 48 114,29 48 48 100,00 54 58 107,41 3. Jumlah provinsi yang

menerapkan peramalan OPT

6 6 100,00 9 11 122,22 15 18 120,00 24 25 104,17 28 29 103,57

Rata-rata capaian sasaran 100,00 111,11 111,43 101,39 103,66 2014 Target (Vol) Realisasi Target (Vol) Realisasi Target (Vol) Realisasi Target (Vol) Realisasi Target (Vol) Realisasi No Sasaran Kinerja Kegiatan Utama 2010 2011 2012 2013

3. Capaian Lainnya

Pada tanggal 10 Februari 2014 BBPOPT telah berhasil memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO/IEC 9001:2008 berdasarkan Audit PT. Delta Pass Internasional. Proses penyiapan dokumen dan implementasi sistem manajemen mutu dalam rangka memperoleh sertifikat tersebut telah dibimbing oleh konsultan PT. Nadia Consultan dari sejak Tahun 2012. Sampai akhir Tahun 2014 telah dilakukan surveilans berkala (audit berkelanjutan) oleh Auditor PT. Delta Pass untuk memverifikasi implementasi lanjutan dari sistem manajemen mutu dalam rangka mempertahankan status

sertifikat. Berdasarkan surveilans berkala tersebut BBPOPT dinyatakan

masih berhak memegang Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO/IEC 9001:2008.

Pada Tahun 2014 BBPOPT telah menyiapkan dokumen dalam rangka

memperoleh Sertifikat Sistem Manajemen Laboratorium ISO/IEC

17025:2005. Laboratorium yang diajukan memperoleh sertifikat adalah

“Laboratorium Vapour Heath Treatment (VHT)” dan “Laboratorium

Polymerace Chain Reaction (PCR)”. Proses pengajuan sertifikat akan

dilakukan pada Tahun 2015 dengan harapan dapat dilakukan audit oleh lembaga yang kompeten dan memperoleh sertifikat pada tahun tersebut.

4. Realisasi Anggaran

Pada Tahun 2014 BBPOPT mengelola APBN setelah revisi sebesar Rp. 9.711.943.000,- untuk kegiatan Pengembangan Peramalan Serangan OPT. Anggaran tersebut dikelola oleh Satker BBPOPT dengan rincian realisasi anggaran per output kegiatan pada Tabel 4.

Tabel 4. Realisasi Anggaran Kegiatan Pengembangan Peramalan Serangan OPT TA. 2014.

Kinerja serapan anggaran APBN BBPOPTTahun 2014 sampai dengan 31

Desember 2014 dapat terealisasi Rp. 9.082.621.090,- atau 93,52%

(Lampiran 5). Realisasi anggaran berdasarkan pengelompokan jenis belanja adalah sebagai berikut:

a. Belanja Pegawai yang meliputi pembayaran gaji dan tunjangan sebesar Rp. 6.014.656.000,- atau 61,93% dari total anggaran. Realisasi belanja pegawai Rp. 5.604.000.512,- atau 93,17% dari pagu.

b. Belanja Barang, sebesar Rp. 3.697.287.000,- atau 38,07% dari total anggaran. Realisasi belanja barang Rp. 3.478.620.578,- atau 94,09%. Realisasi anggaran tertinggi diperoleh output kegiatan Penerapan dan Pengembangan Peramalan OPT Rp. 229.260.343,- atau 99,90% dari pagu Rp. 229.483.000,-. Sedangkan realisasi anggaran yang terendah terjadi pada

1768 PENGEMBANGAN PERAMALAN SERANGAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN

(BBPOPT) 9.711.943.000 9.082.621.090 93,52

1768,002RANCANGAN KERJA BALAI BESAR PERMALAN OPT

492.806.500 430.610.099 87,38

1768,003DATA DAN INFORMASI RAMALAN SERANGAN OPT PANGAN

741.509.000 740.033.910 99,80

1768,004OPERASIONAL LABORATORIUM PENGELOLAAN OPT

237.000.000 235.559.400 99,39

1768,005 PRODUK AGENS PENGENDALI HAYATI (PADAT) 74.826.000 68.641.500 91,73

1768,006 PRODUK AGENS PENGENDALI HAYATI (CAIR) 79.838.500 79.718.000 99,85 1768,007 MODEL PERAMALAN OPT 321.480.000 277.140.600 86,21 1768,008 LAYANAN DISEMINASI INFORMASI P3OPT 502.215.500 448.156.350 89,24

1768,009

PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN PERAMALAN OPT

229.483.000 229.260.343 99,90

1768.010PELATIHAN PENGAMATAN, PERAMALAN DAN PENGENDALIAN OPT

296.803.000 285.996.300 96,36

1768012 ADMINISTRASI PELAKSANAAAN KEGIATAN 445.675.500 430.576.500 96,61 1768.013LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN

PERAMALAN SERANGAN OPT

275.650.000 252.927.576 91,76

1768.994 LAYANAN PERKANTORAN 6.014.656.000 5.604.000.512 93,17 Kode Kegiatan/ Sub Kegiatan/Uraian/Indikator Output Pagu Anggaran

(RP 000:)

Realisasi Anggaran (Rp

000:)

output kegiatan Model Peramalan Rp. 277.140.600,- atau 86,22% dari pagu Rp. 321.437.000,-.

Realisasi serapan Anggaran Tahun 2014 lebih rendah jika dibandingkan

dengan realisasi serapan anggaran Tahun 2013 sebesar Rp.

11.815.893.016,- atau 96,85% dari pagu anggaran setelah revisi Rp. 12.200.000.000,-. Rendahnya realisasi anggaran Tahun 2014 disebabkan adanya penghematan pada akun perjalanan dinas paket meeting luar kota

dengan adanya Surat Edaran Nomor S.786/MK.02/2014 tanggal 26

November 2014 tentang Langkah-langkah stratejik pelaksanaan anggaran. Sub komponen kegiatan yang mengalami penghematan adalah:

- Sinkronisasi program pembangunan tanaman pangan dan koordinasi perencanaan Tahun 2015 berturut-turut mempunyai serapan 21,14% dan 31,43%.

- Efisiensi pada penggunaan anggaran honor pejabat pengadaan barang dan jasa dengan serapan 70,00% dan perjalanan dinas mengikuti pembinaan/konsultasi pengelolaan barang milik negara dengan serapan 83,44%.

5. Permasalahan dan Tindaklanjut

a. Permasalahan

Perkembangan teknologi peramalan, pengamatan dan pengendalian OPT di dunia saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Khususnya dalam pengembangan model peramalan OPT membutuhkan pengetahuan dan kemanpuan multidisiplin, selain pengetahuan tentang OPT juga memerlukan pengetahuan biologi, ekologi, statistik, modeling, klimatologi, dan faktor-faktor lain yang berpengaruh secara kausal terhadap perkembangan OPT. Tuntutan kinerja mendatang yang lebih berat dalam menghadapai kecenderungan global yang terjadi saat ini memerlukan SDM yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi,

pemecahan masalah dan bekerja kolaboratif, serta pemanfaatan sistem informasi. Tantangan agronomis atau tantangan pada fase kegiatan

on-farm yang dominan bersifat teknis, maka solusi inovatifnya adalah

menyediakan teknologi yang relevan secara teknis dan layak secara ekonomi. Sesuai dengan kondisi tersebut di atas, maka permasalahan yang dihadapi dalam upaya pencapaian sasaran kinerja kegiatan Pengembangan Peramalan Serangan OPT selama periode tahun 2010 -2014 dan ke depan antara lain sebagai berikut:

1) Aspek Sumber Daya Manusia

- Masih terbatasnya kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dalam pengembangan peramalan OPT dan teknologi informasi sesuai dengan kompetensi yang diperlukan. - Penempatan tenaga kerja baik di pusat maupun daerah belum

sepenuhnya sesuai dengan keahlian dan bidang tugasnya.

- Sering terjadi mutasi/alih tugas pegawai yang menangani pengelolaan dan analisis data terutama di daerah, khususnya yang

telah memperoleh pelatihan dan bimbingan peramalan,

pengamatan dan pengendalian OPT.

- Semakin berkurangnya kuantitas dan minat SDM dalam bidang

perlindungan tanaman, khususnya dalam pengembangan

teknologi peramalan OPT. 2) Aspek Pembiayaan

- Masih rendahnya anggaran belanja barang untuk mendukung biaya kegiatan pengembangan teknologi dan sistem informasi peramalan, pengamatan dan pengendalian dan sistem informasi. - Masih rendahnya anggaran belanja modal untuk mendukung

fasilitas kegiatan pengembangan teknologi dan sistem informasi peramalan, pengamatan dan pengendalian dan sistem informasi.

- Masih kurang tepatnya penyusunan rencana anggaran yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan kegiatan.

- Adanya revisi anggaran yang menghambat jalannya pelaksanaan kegiatan.

3) Aspek Fasilitas Kerja

- Kurang sesuainya kondisi ruang laboratorium dalam menunjang pengembangan teknologi dan sistem informasi peramalan, pengamatan dan pengendalian dan sistem informasi.

- Kurangnya kelengkapan alat yang menunjang pengembangan teknologi dan sistem informasi peramalan, pengamatan dan pengendalian dan sistem informasi.

- Masih sulitnya memperoleh beberapa bahan laboratorium dalam menunjang pengembangan teknologi dan sistem informasi peramalan, pengamatan dan pengendalian dan sistem informasi. 4) Aspek Kerjasama

- Belum optimumnya kerjasama dengan peneliti dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi peramalan, pengamatan dan pengendalian OPT.

- Belum adanya kerjasama pengembangan dan penerapan peramalan OPT dengan organisasi internasional.

- Masih rendahnya pemahaman dan pemanfaatan informasi peramalan OPT sebagai dasar pengambilan keputusan dan

Dokumen terkait