AKUNTABILITAS KINERJA
3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Pada subbab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja dengan cara membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini; analisa penyebab keberhasilan/kegagalan dalam pencapaian kinerja; analisa efisiensi penggunaan sumber daya; serta analisa program/kegiatan yang menunjang keberhasilan atau kegagalan pencapaian kinerja. Analisa perbandingan capaian kinerja tahun 2016 dengan tahun sebelumnya tidak dilakukan karena LPTB – LIPI baru berdiri di tahun 2016.
Sasaran 1 : Meningkatnya konstribusi LIPI terhadap daya saing bangsa berbasis hasil penelitian
LPTB – LIPI sebagai salah satu institusi riset memandang proses formal penyampaian informasi kegiatan dan hasil penelitian kepada komunitas keilmiahan ataupun masyarakat umum sangat penting dilakukan. Konsep formal tersebut dibuat dalam bentuk penerbitan artikel/tulisan ilmiah para peneliti dan perekayasa LPTB – LIPI di jurnal, prosiding, dan buku. Artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah pada tahun 2016 berjumlah 16 artikel yang terdiri dari 9 artikel terbit di jurnal internasional (Analyst, Applied Microbiology and Biotechnology, Industrial and Engineering Chemistry Research, Polymer Advanced Technologies, Chemistry Letters, Asian Journal of Plant Sciences, Biodiversitas, Jurnal Teknologi (UTM), The Journal of Tropical Life Sciences) dan 7 artikel terbit di jurnal nasional (Jurnal sains Materi Indonesia, Jurnal Teknologi Indonesia (3 artikel), Bumi Lestari Journal of Environment, Molekul, Indonesian Journal of Applied Chemistry).
18
Satu buah buku berhasilkan diterbitkan oleh Dr. Hari Rom Hariyadi berjudul “Rencana Penerapan Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri di Indonesia” melalui Direktorat Pengelolaan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Selain menghasilkan publikasi ilmiah, LPTB – LIPI juga menghasilkan produk yang berpotensi memiliki kekayaan intelektual berupa paten terdaftar sejumlah 5 paten dan paten tersertifikasi sejumlah 1 paten.
Keberadaan LPTB – LIPI sebagai salah satu institusi penelitian memperoleh pengakuan positif dari masyarakat yang berakibat kepada adanya sejumlah permintaan layanan terhadap kompetensi yang dimiliki. Bentuk layanan ilmiah yang diminta oleh masyarakat berupa layanan jasa analisa dan karakterisasi, bimbingan tugas akhir mahasiswa S1, S2, dan S3, serta layanan konsultasi. Karena belum ada mekanisme penerimaan PNBP di LPTB, maka layanan jasa analisa dan karakterisasi belum bisa dilaksanakan di LPTB. Pada tahun ini jumlah pengguna layanan eksternal terdapat 34 orang, sedangkan jumlah mahasiswa yang sudah menyelesaikan tugas akhir sejumlah 16 orang.
Penyebaran informasi terkait keberadaan, kompetensi dan hasil-hasil penelitian yang dilakukan LPTB – LIPI salah satunya juga melalui keikutsertaan terhadap kegiatan pameran yang diadakan oleh pihak-pihak eksternal terkait. Pada tahun 2016, LPTB – LIPI mengikuti 1 (satu) kali pameran. Pencapaian LPTB untuk IKK Sasaran Strategis 2 ini dapat dilihat pada Tabel 3.1, sedangkan data detil tentang publikasi ilmiah berupa judul artikel, judul buku, paten dan hal terkait ditampilkan pada Lampiran 2.
Tabel. 3.1. Capaian kinerja LPTB – LIPI tahun 2016 untuk Sasaran Strategis 2
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Satuan Keterangan 1. Meningkatnya konstribusi LIPI terhadap daya saing bangsa berbasis hasil penelitian
Jumlah artikel dipublikasikan di jurnal ilmiah
16 Artikel 9 Jurnal internasional, 7 jurnal nasional
Jumlah artikel dipublikasikan di prosiding ilmiah
40 Artikel 37 Prosiding Internasional. 3 Prosiding Nasional Jumlah buku yang diterbitkan 1 Buah
Jumlah HKI non KTI yang terdaftar 6 Buah 5 paten terdaftar, 1 paten tersertifikasi
Jumlah pengguna layanan dari eksternal
34 Orang Jumlah partisipasi di pameran 1 Kali Jumlah mahasiswa bimbingan 17 Orang
19
Sasaran 4 : Meningkatnya peranan LIPI sebagai penyedia infrastruktur riset nasional
Terdapatnya perhatian yang tinggi dari masyarakat luas terkait dengan kompetensi LPTB – LIPI tercermin dengan adanya permintaan terhadap penggunaan sarana milik LPTB – LIPI. Permintaan pelayanan sarana dan prasarana penelitian milik LPTB – LIPI yang dipergunakan oleh masyarakat luas pada tahun ini berjumlah 13 peralatan. Selengkapnya sarana prasarana yang digunakan/dibuka untuk umum ditunjukkan pada Tabel 3.2.
Tabel 3.2. Sarana Prasarana Penelitian Milik LPTB – LIPI yang Dibuka untuk Publik
No. Peralatan
1. Spektrofotometer UV-Vis
2. Alat Uji Emisi Udara
3. BOD-COD Meter 4. Fermentor 5. Rotary Evaporator 6. Mixer-Extruder 7. Hot Press 8. GC FID 9. Microwave 10. Oven 11. Furnace 12. Timbangan Analitik 13. Hot plate
Sasaran 6 : Meningkatnya jejaring dan kerjasama ilmiah nasional dan internasional yang berkualitas dan saling menguntungkan
Bentuk kerjasama yang dilakukan dengan institusi eksternal bukan hanya terkait dengan konsep ekonomi saja, tetapi juga dalam bentuk kerjasama di bidang penelitian atau pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan interaksi dan komunikasi secara langsung dengan institusi lain serta meningkatkan iklim dan dinamika keilmiahan di lingkup nasional maupun internasional. Dalam mencapai sasaran strategis ini, LPTB – LIPI pada Tahun 2016 telah berhasil melakukan MoU kerjasama, menyelenggarakan pertemuan ilmiah, memberikan dukungan aktif terhadap pertemuan ilmiah yang diadakan oleh mitra dan juga berpartisipasi dalam pertemuan nasional/internasional. Detail capaian kinerja untuk masing- masing IKK ditunjukkan pada Tabel 3.3.
20
Tabel 3.3. Capaian Kinerja LPTB – LIPI untuk Sasaran Strategis 7 Tahun 2016
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Satuan % 6. Meningkatnya jejaring dan
kerjasama ilmiah nasional dan internasional yang berkualitas dan saling menguntungkan
Jumlah MOU kerjasama 5 Buah 100
Jumlah penyelenggaraan pertemuan ilmiah
6 Kali 300
Jumlah dukungan untuk pertemuan ilmiah yang diselenggarakan mitra
34 Kali 680
Jumlah partisipasi dalam pertemuan nasional/ internasional
36 Kali 360
Sasaran 7 : Meningkatnya rujukan ilmiah dan informasi iptek yang diakses masyarakat
LPTB – LIPI sebagai lembaga riset memiliki aset baik sumber daya manusia maupun sumber daya alat. Aset ini merupakan kompetensi LPTB – LIPI yang dapat diakses masyarakat baik dalam bentuk kunjungan ke LPTB – LIPI, pemberian informasi kepada masyarakat dalam bentuk seminar, maupun dalam bentuk bimbingan siswa dan mahasiswa praktek kerja lapangan. LPTB – LIPI telah memberikan rujukan ilmiah dan informasi iptek kepada 203 orang masyarakat.
Sasaran 9 : Terwujudnya tatakelola pemerintahan yang baik
Peran serta unsur pendukung dalam menunjang keberhasilan pencapaian sasaran strategis tidak dapat dikesampingkan. Pelaksanaan kegiatan tanpa tata kelola administrasi, manajemen SDM sampai dengan penganggaran mustahil akan berhasil. Seiring dengan pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang mengarah kepada pelaksanaan Good Governance, LPTB - LIPI telah melakukan proses tata kelola ini dengan sebaik-baiknya. Indikator kinerja untuk proses ini meliputi pembuatan laporan administrasi pendukung penelitian dan diseminasi teknologi berbasis teknologi tepat guna. Pada tahun 2016 ini LPTB - LIPI telah menghasilkan dokumen terkait laporan administrasi sebanyak 12 Buah. Dua dokumen tidak dibuat, yaitu Laporan BMN Semester I dan Laporan Keuangan Semester I karena LPTB belum memiliki anggaran dan aset BMN pada semester I Tahun 2016. Penjelasan terkait laporan admnistrasi ini terangkan pada Tabel 3.4.
21
Tabel 3.4. Capaian Kinerja LPTB – LIPI Tahun 2016 untuk Sasaran Strategis 10
No Judul Laporan
1 Laporan Reformasi Birokrasi tahun 2016
2 Laporan Keuangan semester II tahun anggaran 2016 3 Laporan BMN semester II tahun anggaran 2016 4 Laporan Hasil Monev Tahap I tahun 2016 5 Laporan Hasil Monev Tahap II tahun 2016 6 Laporan Tahunan LPTB – LIPI tahun 2016 7 Laporan Hasil Penelitian tahun 2016 8 Laporan BMN Tahun 2016
9 Laporan Rekapitulasi Kehadiran Pegawai 2016 10 Dokumen SKP Pegawai 2016
11 Dokumen Data Kekuatan dan Kebutuhan Pegawai 2016 12 Laporan Kinerja LPTB Tahun 2016
3.1.1. Akuntabilitas Kinerja
Sebagai salah satu mata rantai sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP), maka pengukuran terhadap keberhasilan capaian yang telah direncanakan sebelumnya perlu dilakukan. Demikian juga dengan pengukuran kinerja LPTB – LIPI pada tahun 2016 dilakukan dengan mengukur capaian hasil kegiatan dengan perencanaan target pada setiap indikator sasaran yang telah ditetapkan (Penetapan Kinerja 2016). Target dan capaian kinerja LPTB – LIPI ditunjukkan pada Tabel 3.5.
Dari Tabel 3.5. terlihat bahwa capaian rata-rata sangat jauh melampaui target, yang apabila dikonversikan ke nilai prosentase mencapai angka sebesar 178,7%. Hampir semua IKK memperoleh capaian 100% atau lebih. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa secara umum LPTB – LIPI telah berhasil mencapai sasaran strategis tahun 2016 yang diukur dari capaian indikator kinerjanya.
Tabel 3.5.Target dan Capaian Kinerja LPTB – LIPI Tahun 2016
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Tahun 2016
Target Capaian Satuan %
(1) (2) (4) (5) (6)
1
Meningkatnya kontribusi LIPI terhadap daya saing bangsa berbasis hasil penelitian.
- Jumlah artikel dipublikasikan di jurnal ilmiah
27 16 artikel 59,3 - Jumlah artikel dipublikasikan di
prosiding ilmiah
22
- Jumlah buku yang diterbitkan 1 1 Buku 100
- Jumlah HKI non KTI yang terdaftar 5 6 Buah 120 - Jumlah pengguna layanan dari
eksternal
30 34 Orang 113,3 - Jumlah partisipasi di pameran 2 1 Kali 50 - Jumlah mahasiswa bimbingan 19 17 Orang 89,5 4 Meningkatnya peranan LIPI
sebagai penyedia
infrastruktur riset nasional
- Jumlah sarpras penelitian yang dibuka untuk publik
5 13 Buah 260
6 Meningkatnya jejaring dan kerjasama ilmiah nasional dan internasional yang berkualitas dan saling menguntungkan
- Jumlah kerjasama dengan institusi eksternal
5 5 Buah 100
- Jumlah penyelenggara pertemuan ilmiah
2 6 Kali 300
- Jumlah dukungan untuk pertemuan ilmiah yang diselenggarakan mitra
5 34 Kali 680
- Jumlah partisipasi dalam pertemuan nasional / internasional
10 36 Kali 360
7 Meningkatnya rujukan ilmiah dan informasi iptek yang diakses masyarakat
- Jumlah peserta pemasyarakatan iptek melalui seminar,workshop, sosialisasi hasil penelitian
850 203 Orang 23,9
9 Terwujudnya tatakelola pemerintahan yang baik
Laporan administrasi pendukung penelitian dan desiminasi teknologi berbasis teknologi bersih
14 12 buah 85,7
Akumulasi Capaian Kinerja 178,7
3.1.2. Analisis dan Evaluasi Kinerja Tahun 2016
Sasaran 1 : Meningkatnya konstribusi LIPI terhadap daya saing bangsa berbasis hasil penelitian
Kontribusi LPTB – LIPI dalam bentuk publikasi ilmiah mencapai hasil yang cukup menggembirakan pada tahun 2016. Walaupun LPTB – LIPI baru berdiri sebagai sebuah satuan kerja di bawah Kedeputian Bidang IPT, tetapi kompetensi yang dimiliki SDM nya sudah mempunyai track record yang tinggi. Jika dihitung rasio jumlah peneliti dan perekayasa terhadap jumlah publikasi total yang dihasilkan LPTB, maka diperoleh angka 1:1,2. Bila peneliti yang sedang tugas belajar (10 orang) diasumsikan tidak/belum menghasilkan publikasi pada tahun 2016, maka rasio jumlah peneliti/perekayasa aktif terhadap jumlah publikasi total menjadi 1:1,6. Rasio ini menunjukkan produktivitas peneliti/perekayasa di LPTB – LIPI cukup tinggi.
23
Selain itu, jumlah prosiding yang melebihi jumlah jurnal ilmiah kemungkinan besar disebabkan oleh regulasi yang ada saat ini di Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), yaitu membuka peluang untuk mengikuti konferensi yang menghasilkan prosiding terindeks global dalam maupun luar negeri. Kondisi ini mengakibatkan banyak peneliti LPTB yang berkontribusi di konferensi internasional pertama “International Conference of Green Technology for Value Chains (GreenVC) 2016” yang menjadi bagian dari acara Science Technology Festival 2016. Hampir 50% dari capaian publikasi di prosiding ilmiah diterima untuk dipublikasikan di Prosiding GreenVC 2016 IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.
Jumlah pencapaian untuk indikator kinerja penerbitan buku, tercapai 100%. Ke depannya, IKK ini perlu mendapat perhatian karena selain sebagai IKK lembaga juga merupakan salah satu poin penilaian kompetensi peneliti saat naik jabatan fungsional dari Peneliti Madya ke Peneliti Utama. Untuk mendorong peneliti agar mau membuat buku, manajemen LPTB – LIPI perlu menfasilitasi dalam bentuk keikutsertaan peneliti dalam diklat/training penulisan buku.
Pencapaian jumlah HKI non KTI yang terdaftar dan tersertifikasi tahun 2016 mencapai 120% dari target yang ditetapkan. Pencapaian ini sejalan dengan kebijakan Kedeputian IPT yang mendorong peneliti untuk menghasilkan paten dengan memfasilitasi bimbingan teknis penulisan paten di LPTB – LIPI.
Jumlah pengguna layanan dari pihak eksternal LPTB juga melebihi target. Hal ini menunjukkan bahwa pengakuan masyarakat terhadap kompetensi SDM di LPTB – LIPI cukup tinggi. Pada tahun 2016 ini, pengguna layanan dari eksternal masih berupa bimbingan mahasiswa/siswa ataupun berupa konsultasi. LPTB – LIPI belum membuka layanan jasa uji dan karakterisasi karena LPTB – LIPI belum mempunyai mekanisme PNBP.
Keikutsertaan dalam pameran merupakan salah satu bentuk penyampaian informasi terkait dengan kompetensi LPTB – LIPI dan hasil-hasil penelitiannya. Dalam hal ini diharapkan terjadi hubungan/interaksi positif antara LPTB – LIPI dengan masyarakat pengguna, sehingga implementasi konsep tiga pilar sinergi antara lembaga akademi, pemerintah, dan industri dapat lebih mudah terlaksana. Jumlah partisipasi di pameran belum mencapai target karena LPTB - LIPI belum banyak berkiprah di acara atau kegiatan nasional/internasional sebagai media promosi iptek dan hasil penelitian LPTB - LIPI. Kedepannya, LPTB – LIPI perlu mengagendakan
24
keikutsertaan di pameran nasional/internasional untuk memperkenalkan LPTB – LIPI sebagai sebuah lembaga riset yang bergerah di penelitian teknologi bersih. Selain mengikuti pameran, LPTB – LIPI juga mengembangkan website sebagai media promosi dan komunikasi dengan masyarakat dan para stakeholder. Penyebaran informasi mengenai hasil kegiatan penelitian dan teknologi yang dimiliki LPTB – LIPI melalui media internet ini diharapkan dapat menjangkau area yang lebih luas dengan biaya yang relatif murah.
Jumlah mahasiswa yang dibimbing dalam rangka penyelesaan tugas belajarnya pada tahun 2016 tidak mencapai target (target 19 orang, capaian 17 orang). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kendala utama adalah karena beberapa mahasiswa membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan dalam menyelesaikan laporan tugas akhirnya. Beberapa mahasiswa kurang disiplin dalam melaksanakan agenda bimbingan, sehingga melewati jadwal yang sudah disepakati dengan pembimbing. Kendala seperti ini perlu diatasi dengan memberikan pemahaman yang lebih intens dan mendalam kepada mahasiswa diikuti dengan penerapan aturan bimbingan yang lebih tegas.
Sasaran 4 : Meningkatnya peranan LIPI sebagai penyedia infrastruktur riset nasional
Sebagai salah satu unit lembaga penelitian LPTB - LIPI memiliki kewajiban untuk turut serta membantu dan mendorong masyarakat dalam melakukan aktivitas yang memerlukan sentuhan hasil penelitian atau bantuan infrastruktur penelitian yang sesuai dengan kompetensi LPTB - LIPI. Sarana prasarana yang terkait infrastruktur penelitian yang ada di LPTB - LIPI sangat erat kaitannya dengan kompetensi bidang keilmuan yang menjadi fokus utama, yaitu bidang teknologi bersih. Capaian tahun ini sebanyak 13 (tiga belas) sarana prasarana yang digunakan oleh pihak luar. Pencapaian ini apabila diukur dari perencanaan awal telah melebihi target yaitu sebanyak 5 sarana prasarana yang digunakan. Hal ini bisa terjadi karena walaupun LPTB – LIPI baru berdiri dan masih melakukan proses pemindahan BMN dari Pusat Penelitian Kimia dan Pusat Penelitian Fisika terkait peralatan laboratorium, tetapi kegiatan penelitian dan bimbingan mahasiswa tetap terus berjalan.
25
Sasaran 6 : Meningkatnya jejaring dan kerjasama ilmiah nasional dan internasional yang berkualitas dan saling menguntungkan
Dalam hal peningkatan jejaring ilmiah antar lembaga (scientific networking), pengukuran dilakukan mencakup aspek jumlah kerjasama, pertemuan ilmiah yang diselenggarakan, jumlah dukungan kegiatan ilmiah pada lembaga lain, dan partisipasi dalam pertemuan ilmiah baik nasional maupun internasional. Dalam hal jumlah kerja sama, kerja sama yang dimaksud adalah kerja sama non komersial. Kerjasama dengan institusi eksternal meliputi kerjasama internasional JSPS Asia-Africa Scientific Platform yang telah dimulai dari 2013 sampai 2016, kerjasama antara NTU (Singapore) dengan LPTB LIPI dalam implementasi pengolahan limbah tahu secara anaerobik di Giriharja, Sumedang, kerjasama dengan RCChem Learning Centre, kerjasama dengan PT Trisulatex dalam hal optimalisasi operasional IPAL dan laboratorium mini di PT Trisula Tekstil – Cimahi, dan kerjasama dengan SMK industri Makassar dalam hal bimbingan dan konsultasi.
Selanjutnya dalam hal pertemuan ilmiah yang terselenggara, LPTB – LIPI berhasil menyelenggarakan pertemuan ilmiah sebanyak 6 kali. Pencapaian ini jauh melebihi target tahun 2016 yang hanya 2 kali. Hal ini bisa terjadi karena LPTB – LIPI bekerja sama dengan sponsor dari suplier peralatan laboratorium untuk membiayai penyelenggaraan pertemuan ilmiah ini, sehingga walaupun tercatat anggaran LPTB – LIPI sangat sedikit, pertemuan ilmiah masih bisa dilaksanakan. Selain itu LPTB – LIPI juga memanfaatkan kunjungan Prof. J. Sander dari Wageningen University ke Bandung dengan mengadakan seminar “Biobased Economy, Residue Valorization and Green Biorefinery” di Kampus LIPI Bandung pada tanggal 31 Oktober 2016.
Selain kegiatan pertemuan ilmiah yang diselenggarakan sendiri, sejumlah staf LPTB – LIPI dalam mengemban kompetensinya juga telah diundang oleh berbagai lembaga sebagai narasumber/pembicara/Keynote speaker dalam kegiatan – kegiatan ilmiah. Daftar staf LPTB – LIPI yang mendukung pertemuan ilmiah yang diselenggarakan mitra dapat dilihat pada Lampiran 2. Dengan banyaknya stakeholder yang berkolaborasi dengan LPTB – LIPI dalam menyelenggarakan kegiatan ilmiah (baik mengundang ataupun diundang), menunjukkan bahwa LPTB – LIPI diakui sebagai suatu entitas ilmiah di lingkup nasional/internasional.
26
Sasaran 7 : Meningkatnya rujukan ilmiah dan informasi iptek yang diakses masyarakat
Sasaran strategis ini dihasilkan dari indikator peserta pemasyarakatan iptek melalui seminar, workshop, sosialisasi hasil penelitian. Indikator ini memiliki target 850 orang dan capaiannya 203 orang. Hal ini terjadi karena LPTB LIPI masih disibukkan dengan pengaturan internal sehingga belum membuka diri untuk menerima kunjungan laboratorium yang pesertanya banyak.
Sasaran 9 : Terwujudnya tatakelola pemerintahan yang baik
Pemerintahan yang baik (Good Governance) salah satu indikatornya adalah terkelolanya pengadministrasian dokumen. Telah dihasilkan 12 laporan administrasi, 2 laporan yang tidak dibuat adalah laporan BMN semester I dan laporan keuangan semester I karena DIPA LPTB baru terbentuk 30 Juni 2016.
3.1.3. Analisis Efektivitas dan Efisiensi Penggunaan Sumber Dana
Berdasarkan capaian yang dihasilkan (178,7%) dari pagu anggaran tahun 2016 sebesar Rp 3.673.073.000 merupakan prestasi yang cukup besar. Disamping itu berdasarkan anggaran penelitian sebesar Rp 26.250.000,- telah menghasilkan capaian publikasi, buku, HKI non KTI terdaftar dan kerjasama sebesar 107,9%. Dengan kondisi awal yang belum memadai dari sarana prasana riset dan infrastruktur lainnya, capaian ini menunjukan adanya managemen SDM dan penelitian yang efektif untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam PK 2016.
3.1.4. Evaluasi Capaian Renstra 2016 – 2019
Berdasarkan target yang tertuang di dalan Rencana Strategis Implementatif (Renstra) LPTB 2016-2019, menunjukkan terjadinya peningkatan publikasi sebesar 24,4% dari 45 buah yang ditargetkan di Renstra 2016, HKI non KTI meningkat 50,0% dari target 4 buah HKI non KTI yang ditargetkan dan kerjasama meningkat 400,0% dari hanya 1 (satu) buah kerjasama yang ditargetkan. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata capaian target penelitian telah melebih dari yang sudah ditargetkan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh regulasi di Kedeputian Bidang IPT untuk menilai kinerja peneliti berdasarkan publikasi terindeks. Tentunya hal ini didukung
27
oleh manajemen riset dan manajemen SDM yang baik dan tepat yang dapat menciptakan suasana kerja yang baik dan akuntabel.
3.2. Realisasi Anggaran
Pada tahun 2016, LPTB – LIPI mengelola anggaran senilai Rp. 3.673.073.000.- terdiri atas anggaran layanan perkantoran, kegiatan penelitian dan hibah langsung luar negeri. Anggaran ini diperoleh dari realokasi anggaran dari Pusat Penelitian Kimia dan Pusat Penelitian Fisika LIPI. Pada akhir tahun 2016, diperoleh nilai penyerapan anggaran sebesar Rp. 3.457.268.592,- atau sebesar 94,12%. Penjelasan terkait penyerapan anggaran ditunjukkan pada Tabel 3.6.
Tabel 3.6. Pagu dan Realisasi Anggaran Kegiatan DIPA LPTB – LIPI Tahun 2016
No Kegiatan Pagu 2016 Serapan Sisa Anggaran Persen
Serapan
Tata Kelola Pendukung Penelitian Kimia
1 Pembayaran Gaji dan Tunjangan 2.995.487.000 2.882.039.727 113.447.273 96,21% 2 Penyelenggaraan Operasional dan
Pemeliharaan Perkantoran 181.693.000 175.232.190 6.460.810 96.44%
Program Penelitian Teknologi
Bersih
1 Kegiatan Penelitian dan Hibah
Langsung Luar Negeri 495.893.000 399.996.275 95.896.725 80,66%
28
BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan proses dan hasil penilaian serta analisis terhadap berbagai capaian kinerja Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) - LIPI selama tahun 2016 sebagaimana yang telah diuraikan diatas, dapat disimpulkan bahwa secara umum kinerja LPTB - LIPI menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan nilai capaian kinerja 178,7% dan penyerapan anggaran DIPA 2016 sebesar 94,12%. Pencapaian seperti ini untuk tahun berikutnya perlu dipertahankan, atau apabila memungkinkan ditingkatkan. Peningkatan tersebut masih bisa dilakukan melalui penguatan beberapa indikator kinerja kegiatan yang capaian kinerjanya masih di bawah 100% seperti jumlah jurnal ilmiah dan jumlah peserta pemasyarakatan iptek melalui seminar, workshop, sosialisasi hasil penelitian.
Sebagai rencana tindak lanjut, LPTB – LIPI akan terus memposisikan diri sebagai salah satu satuan kerja yang melakukan penelitian dan implementasi teknologi untuk membantu masyarakat pengguna dalam bidang teknologi bersih. Hal ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan terencana sehingga dapat membangun semangat kebersamaan melalui program kegiatan yang sinergi dan dapat menghasilkan luaran yang lebih besar dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, bangsa dan negara.
29
30
LAMPIRAN 1: Pengukuran Kinerja Loka Penelitian Teknologi Bersih – LIPI Tahun 2016
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Tahun 2016
Target Capaian Satuan %
(1) (2) (4) (5) (6)
1
Meningkatnya kontribusi LIPI terhadap daya saing bangsa berbasis hasil penelitian.
- Jumlah artikel dipublikasikan di jurnal ilmiah
27 16 artikel 59,3 - Jumlah artikel dipublikasikan di
prosiding ilmiah
25 40 artikel 160 - Jumlah buku yang diterbitkan 1 1 Buku 100 - Jumlah HKI non KTI yang terdaftar 5 6 Buah 120 - Jumlah pengguna layanan dari
eksternal
30 34 Orang 113,3 - Jumlah partisipasi di pameran 2 1 Kali 50 - Jumlah mahasiswa bimbingan 19 17 Orang 89,5 4 Meningkatnya peranan LIPI
sebagai penyedia
infrastruktur riset nasional
- Jumlah sarpras penelitian yang dibuka untuk publik
5 13 Buah 260
6 Meningkatnya jejaring dan kerjasama ilmiah nasional dan internasional yang berkualitas dan saling menguntungkan
- Jumlah kerjasama dengan institusi eksternal
5 5 Buah 100
- Jumlah penyelenggara pertemuan ilmiah
2 6 Kali 300
- Jumlah dukungan untuk pertemuan ilmiah yang diselenggarakan mitra
5 34 Kali 680
- Jumlah partisipasi dalam pertemuan nasional / internasional
10 36 Kali 360
7 Meningkatnya rujukan ilmiah dan informasi iptek yang diakses masyarakat
- Jumlah peserta pemasyarakatan iptek melalui seminar,workshop, sosialisasi hasil penelitian
850 203 Orang 23,9
9 Terwujudnya tatakelola pemerintahan yang baik
Laporan administrasi pendukung penelitian dan desiminasi teknologi berbasis teknologi bersih
14 12 buah 85,7
31
LAMPIRAN 2: Capaian IKK jumlah publikasi ilmiah, HKI, pengguna layanan dari eksternal, partisipasi di pameran dan mahasiswa bimbingan di Loka Penelitian Teknologi Bersih – LIPI tahun 2016
JURNAL INTERNASIONAL
No. Judul dan Penulis Publikasi
1.
Functionalized HgTe nanoparticles promote laser-induced solid phase ionization/dissociation for comprehensive glycan sequencing – Indah Primadona, Yin-Hung Lai, Rey Y.
Capangpangan, Rofeamor Palarca Obena, Mei-Chun Tseng, Ming-Feng Huang, Huan-Tsung Chang, Shiou-Ting Li,