• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Tahun 2020

Capaian kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020 merupakan pencapaian atas target yang sudah ditetapkan dalam perjanjian kinerja Tahun 2020 yang merupakan rencana strategis tahun pertama dalam renstra 2020-2024 Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya.

Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya pada tahun 2020 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan masing-masing indikator kinerja sasaran, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak. Secara umum, terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target kinerja, namun demikian terdapat juga beberapa target yang belum tercapai atau terwujud pada tahun 2020.

Dari beberapa sasaran strategis yang telah dijabarkan dalam Rencana Kinerja dan Perjanjian Kinerja telah dilakukan analisis dan evaluasi secara menyeluruh untuk perbaikan di masa yang akan datang. Adapun capaian kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020 berdasarkan pengukurannya diuraikan dalam tabel berikut.

Tabel 3.1 Pengukuran Kinerja Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1 2 3 4 5 6 1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

a. Persentase sisa perkara TUN yang diselesaikan

100% 100% 100%

b. Persentase perkara TUN yang diselesaikan tepat waktu

80% 71,98% 89,98%

c. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum:

Banding 50% 62,50% 125%

Kasasi 50% 48,51% 97,02%

Peninjauan Kembali 50% 50% 100%

d. Index kepuasan pencari keadilan 90% 91,01% 101,12%

2. Peningkatan Efektifitas

a. Persentase salinan putusan perkara perdata yang dikirim kepada para

100% 100% 100%

17

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

NO SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

1 2 3 4 5 6

Pengelolaan Penyelesaian Perkara

pihak tepat waktu

b. Persentase berkas perkara yang dimohonkan Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu

100% 100% 100%

c. Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 (satu) hari setelah perkara diputus 100% N/A N/A 3. Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan

100% N/A N/A

b. Persentase pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum (Posbakum) 100% 100% 100% 4. Meningkatnya Kepatuhan terhadap Putusan Pengadilan

a. Persentase putusan perkara TUN yang diitindaklanjuti (dieksekusi)

80% 76,92% 96,15%

Analisis atas capaian indikator-indikator kinerja sasaran ini adalah sebagai berikut:

Sisa perkara TUN adalah jumlah perkara TUN yang belum selesai pada tahun sebelumnya. Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah sisa perkara TUN yang diselesaikan dengan jumlah sisa perkara TUN yang harus diselesaikan.

SASARAN STRATEGIS

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel INDIKATOR KINERJA

18

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Tabel 3.2 Pengukuran Sisa Perkara TUN yang Diselesaikan Tahun 2019-2020

Tahun Sisa Perkara yang Harus Diselesaikan Sisa Perkara yang

Diselesaikan Target Realisasi Capaian

2020 63 63 100% 100% 100%

2019 85 85 100% 100% 100%

Berdasarkan data di atas, sisa perkara tahun 2019 adalah sebanyak 63 perkara. Dari jumlah tersebut telah diselesaikan semuanya di tahun 2020, sehingga jumlah capaian untuk indikator persentase perkara yang diselesaikan tahun 2020 sebesar 100%. Tingkat capaian indikator ini sesuai target yang diinginkan yaitu 100% sama halnya dengan tahun 2019.

Namun, perbedaannya teletak pada jumlah sisa perkara yang diselesaikan. Jumlah sisa perkara tahun 2018 yang harus diselesaikan pada tahun 2019 sebanyak 85 perkara, selanjutnya jumlah sisa perkara tahun 2019 yang harus diselesaikan pada tahun 2020 berkurang menjadi 63 perkara. Penurunan angka tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan kinerja SDM dalam menyelesaikan perkara dan didukung pula dengan adanya aplikasi Monitoring Implementasi SIPP (MIS) sebagai salah satu bentuk pengawasan untuk memonitoring proses penyelesaian perkara. Capaian indikator sisa perkara TUN yang diselesaikan tahun 2019 dan 2020 sebagaimana ditampilkan dalam grafik berikut.

Grafik 3.1 Capaian Indikator Sisa Perkara TUN yang Diselesaikan Tahun 2019 dan 2020

100% 100% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

Capaian Indikator Sisa Perkara TUN yang Diselesaikan Tahun 2019 dan 2020

2019 2020

19

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara TUN yang diselesaikan tepat waktu dengan jumlah perkara TUN yang diselesaikan.

Tabel 3.3 Pengukuran Perkara TUN yang Diselesaikan Tepat Waktu Tahun 2019-2020

Tahun Perkara yang Harus Diselesaikan

Perkara yang Diselesaikan

Tepat Waktu Target Realisasi Capaian

2020 232 167 80% 71,98% 89,98%

2019 296 233 90% 78,72% 87,47%

Berdasarkan data di atas, pada tahun 2020 jumlah perkara yang diselesaikan tepat waktu adalah sebanyak 167 perkara, sedangkan jumlah perkara yang harus diselesaikan adalah sebanyak 232 perkara sehingga realisasi perkara yang diselesaikan tepat waktu adalah sebesar 71,98%, dengan capaian sebesar 89,98%.

Nilai capaian indikator kinerja tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

1. Sesuai dengan Surat Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1931A/SEK/OT.01.2/11/2020 tanggal 27 November 2020 tentang Penyampaian Dokumen Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bahwa Penyusunan Laporan Kinerja Tahun 2020 untuk Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama menggunakan aplikasi e-Sakip Mahkamah Agung yang dapat diakses melalui aplikasi KOMDANAS.

Apabila dibandingkan dengan tahun 2019 yang masih belum menggunakan aplikasi KOMDANAS dalam penyusunan laporan kinerja, maka pada tahun 2020 dengan menggunakan aplikasi KOMDANAS terdapat perbedaan output maupun input yang digunakan untuk menghitung persentase perkara TUN yang diselesaikan tepat waktu.

TAHUN 2020:

OUTPUT

X 100%

Jumlah Perkara TUN yang Diselesaikan Tepat Waktu

X 100%

INPUT Jumlah Perkara TUN yang Diselesaikan

SASARAN STRATEGIS

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel INDIKATOR KINERJA

20

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

2. Pada tahun 2020 dikarenakan terjadinya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), maka sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020 tanggal 23 Maret 2020, Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya menindaklanjuti dengan mengeluarkan kebijakan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 termasuk diantaranya Memorandum Ketua Nomor: W3-TUN1/2107/HM.01.1/9/2020 tentang Pembatasan Jadwal Sidang. Hal tersebut tentu saja sangat berpengaruh terhadap operasional pelayanan di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya.

Berdasarkan pada faktor-faktor yang telah diuraikan, dengan demikian untuk indikator persentase perkara TUN yang diselesaikan tepat waktu, target yang pada tahun 2019 sebesar 90%, maka pada tahun 2020 ditentukan sebesar 80% sehingga capaian tahun 2020 sebesar 89,98% dan hampir mendekati target yang diinginkan.

Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya terus berupaya secara optimal untuk mencapai target tersebut di masa yang akan datang, melalui berbagai kebijakan berikut:

1. Penyusunan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyelesaian perkara yang mengatur bahwa penyelesaian perkara perdata di tingkat pertama adalah 5 (lima) bulan sejak perkara masuk hingga perkara minutasi.

2. Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses percepatan penyelesaian perkara, mulai dari perkara masuk hingga perkara putus melalui aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

3. Adanya pelaksanaan monitoring penyelesaian perkara (Monitoring Implementasi SIPP) secara rutin dan berkala, baik melalui whatsapp grup maupun mellaui rapat bulanan.

4. Penggunaan court calendar dalam persidangan. TAHUN 2019:

OUTPUT

X 100%

Jumlah Perkara yang Diselesaikan Tahun Berjalan

X 100%

21

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Capaian indikator perkara TUN yang diselesaikan tepat waktu tahun 2019 dan 2020 sebagaimana ditampilkan dalam grafik berikut.

Grafik 3.2 Capaian Indikator Perkara TUN yang Diselesaikan Tepat Waktu Tahun 2019 dan 2020

Persentase Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara diputus yang tidak mengajukan upaya hukum banding dengan jumlah perkara yang telah diputus.

Tabel 3.4 Pengukuran Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding Tahun 2019-2020

Tahun Perkara Putus Perkara yang Mengajukan Banding

Perkara yang Tidak Mengajukan

Banding

Target Realisasi Capaian

2020 232 87 145 50% 62,50% 125%

2019 233 157 76 50% 32,62% 65,24%

SASARAN STRATEGIS

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel INDIKATOR KINERJA

c. Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: Banding Kasasi Peninjauan Kembali 87,47% 89,98% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

Capaian Indikator Perkara TUN yang Diselesaikan Tepat Waktu Tahun 2019 dan 2020

2019 2020

22

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Berdasarkan data di atas, pada tahun 2020 jumlah perkara yang tidak mengajukan banding adalah sebanyak 145 perkara, sedangkan jumlah perkara putus adalah sebanyak 232 perkara sehingga realisasi perkara yang tidak mengajukan upaya hukum banding adalah sebesar 62,50%, dengan capaian sebesar 125%. Tingkat capaian indikator ini melebihi target yang diinginkan dan meningkat dari capaian pada tahun 2019 yang hanya sebesar 65,24%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan kepuasan masyarakat atas putusan pengadilan tingkat pertama sehingga tidak melakukan upaya hukum banding. Capaian indikator perkara yang tidak mengajukan upaya hukum banding tahun 2019 dan 2020 sebagaimana ditampilkan dalam grafik berikut.

Grafik 3.3 Capaian Indikator Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding Tahun 2019 dan 2020

Persentase Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara diputus yang tidak mengajukan upaya hukum kasasi dengan jumlah perkara yang telah diputus.

Tabel 3.5 Pengukuran Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi Tahun 2019-2020

Tahun Perkara Putus Perkara yang Mengajukan Kasasi

Perkara yang Tidak Mengajukan

Kasasi

Target Realisasi Capaian

2020 101 52 49 50% 48,51% 97,02% 2019 157 107 50 50% 31,85% 63,70% 65,24% 125% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120%

Capaian Indikator Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding Tahun 2019 dan 2020

2019 2020

23

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Berdasarkan data di atas, pada tahun 2020 jumlah perkara yang tidak mengajukan kasasi adalah sebanyak 49 perkara, sedangkan jumlah perkara putus adalah sebanyak 101 perkara sehingga realisasi perkara yang tidak mengajukan upaya hukum kasasi adalah sebesar 48,51%, dengan capaian sebesar 97,02%.Tingkat capaian indikator ini hampir mendekati target yang diinginkan dan meningkat dari tahun 2019 yang hanya sebesar 63,70%.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan kepuasan masyarakat atas putusan pengadilan tingkat banding sehingga tidak melakukan upaya hukum kasasi. Capaian indikator perkara yang tidak mengajukan upaya hukum kasasi tahun 2019 dan 2020 sebagaimana ditampilkan dalam grafik berikut.

Grafik 3.4 Capaian Indikator Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi Tahun 2019 dan 2020

Persentase Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara diputus yang tidak mengajukan upaya hukum peninjauan kembali dengan jumlah perkara yang telah diputus.

Tabel 3.6 Pengukuran Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali Tahun 2019-2020

Tahun Perkara Putus

Perkara yang Mengajukan PK Perkara yang Tidak Mengajukan PK

Target Realisasi Capaian

2020 32 16 16 50% 50% 100% 2019 107 59 48 50% 44,86% 89,72% 63,70% 97.02% 0% 20% 40% 60% 80% 100%

Capaian Indikator Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi Tahun 2019 dan 2020

2019 2020

24

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Berdasarkan data di atas, pada tahun 2020 jumlah perkara yang tidak mengajukan peninjauan kembali adalah sebanyak 16 perkara, sedangkan jumlah perkara putus adalah sebanyak 32 perkara sehingga realisasi perkara yang tidak mengajukan upaya hukum peninjauan kembali adalah sebesar 50%, dengan capaian adalah sebesar 100%.

Tingkat capaian indikator ini sesuai target yang diinginkan dan meningkat dari capaian pada tahun 2019 yang hanya sebesar 89,72%. Capaian tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan kepuasan masyarakat atas putusan pengadilan tingkat kasasi sehingga tidak melakukan upaya hukum peninjauan kembali. Capaian indikator perkara yang tidak mengajukan upaya hukum peninjauan kembali tahun 2019 dan 2020 sebagaimana ditampilkan dalam grafik berikut.

Grafik 3.5 Capaian Indikator Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali Tahun 2019 dan 2020

Nilai Indeks Kepuasan Pencari Keadilan diperoleh dari hasil konversi atas survei kepuasan masyarakat yang dilakukan secara berkala terhadap pelayanan pengadilan di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya. Survei dilakukan dengan

SASARAN STRATEGIS

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel INDIKATOR KINERJA

d. Index Kepuasan Pencari Keadilan

89,72% 100% 0% 20% 40% 60% 80% 100%

Capaian Indikator Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Peninjauan Kembali

Tahun 2019 dan 2020

2019 2020

25

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik dengan Nilai Persepsi minimal 3,6 dengan nilai konversi interval IKM Index harus ≥ 80.

Tabel 3.7 Pengukuran Index Kepuasan Pencari Keadilan Tahun 2019-2020

Tahun Responden Jumlah Survei

Jumlah Responden Pencari Keadilan yang Puas

Terhadap Layanan Peradilan

Target Realisasi Capaian

2020 89 81 90% 91,01% 101,12%

2019 100 81 90% 81% 90%

Hasil Survei Kepuasan Masyarakat menunjukkan bahwa tingkat capaian indikator kinerja index kepuasan pencari keadilan yang puas terhadap layanan peradilan pada tahun 2020 melebihi target yang diinginkan yaitu 101,12% dan meningkat dari capaian tahun 2019 yang hanya sebesar 90%.

Peningkatan capaian indikator kinerja tersebut seiring dengan adanya komitmen dari pimpinan dan seluruh aparatur Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dengan melakukan banyak perubahan melalui evaluasi dan pembangunan secara menyeluruh sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku serta mendengar saran-saran dari stakeholders terkait demi memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada masyarakat pencari keadilan.

Berbagai perubahan yang dilakukan sebagai peningkatan pelayanan pengadilan bagi pengguna layanan di PTUN Surabaya, yang merupakan dampak positif dari dilaksanakannya pembangunan ZI antara lain:

1. Adanya perubahan pola pikir dan budaya kerja menuju ke arah yang lebih baik dengan Pimpinan menjadi role model bagi seluruh jajaran di bawahnya 2. Pembentukan tim monitoring dan evaluasi yang tugasnya melakukan evaluasi

dan analisis untuk revisi SOP dan penyusunan SOP baru terhadap kegiatan pelayanan dan inovasi pelayanan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan.

26

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

3. Adanya sterilisasi ruangan (zona steril) dilakukan disamping melalui pengadaan access door juga kebijakan pemisahan akses masuk untuk aparat pengadilan dan masyarakat pengguna layanan

4. Adanya pojok e-court sebagai kelengkapan fasilitas layanan gugatan online dan persidangan elektronik (e-litigation) sebagaimana yang diatur dalam Perma Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan secara Elektronik

5. Peningkatan fasilitas layanan lainnya, berupa tersedianya ruang tunggu di luar gedung bagi pihak yang berperkara, ruang pelayanan kehumasan, inzage dan pelayanan umum lainnya, juga tersedianya ruang kesehatan dan ruang pos bantuan hukum yang lebih representatif untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan posbakum, melengkapi ruang laktasi yang sudah ada sebelumnya.

6. Adanya inovasi pelayanan yang berbasis Teknologi Informasi, yaitu e-visitor, antrian PTSP, e-survei, informasi persidangan, one monitoring

digital information dan e-information.

Capaian indikator index kepuasan pencari keadilan tahun 2019 dan 2020 sebagaimana ditampilkan dalam grafik berikut.

Grafik 3.6 Capaian Indikator Index Kepuasan Pencari Keadilan Tahun 2019 dan 2020

90% 101,12% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120%

Capaian Indikator Index Kepuasan Pencari Keadilan Tahun 2019 dan 2020

2019 2020

27

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah salinan putusan perkara perdata yang dikirim kepada para pihak tepat waktu dengan jumlah perkara perdata yang diputus.

Tabel 3.8 Pengukuran Salinan Putusan Perkara Perdata yang Dikirim kepada Para Pihak Tepat Waktu Tahun 2019-2020

Tahun Jumlah Putusan

Salinan Putusan yang Dikirim Kepada Para Pihak Tepat

Waktu

Target Realisasi Capaian

2020 232 232 100% 100% 100%

2019 233 233 100% 100% 100%

Berdasarkan data di atas, pada tahun 2020 jumlah salinan putusan yang dikirim kepada para pihak tepat waktu adalah sebanyak 232 perkara, sedangkan jumlah putusan adalah sebanyak 232 perkara sehingga realisasi dari indikator ini adalah sebesar 100%, dengan capaian 100%. Tingkat capaian indikator ini sesuai

target yang diinginkan yaitu 100% sama halnya dengan tahun 2019.

Pencapaian ini juga didukung dengan pelaksanaan persidangan menggunakan layanan e-court secara penuh pada tahun 2020 di Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya. E-court merupakan layanan bagi pengguna terdaftar untuk pendaftaran perkara secara online, mendapatkan taksiran panjar biaya perkara secara online, pembayaran secara online, pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik, dan persidangan yang dilakukan secara elektronik. Dalam aplikasi e-court juga memuat informasi putusan yaitu tanggal putusan, amar putusan, tanggal minutasi dan salinan putusan elektronik dapat diunduh melalui aplikasi ini sehingga keseluruhan dokumen tersebut dapat diterima oleh para pihak tepat waktu. Capaian indikator salinan putusan perkara perdata yang dikirim kepada para pihak tepat waktu tahun 2019 dan 2020 sebagaimana ditampilkan dalam grafik berikut.

SASARAN STRATEGIS

2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara INDIKATOR KINERJA

a. Persentase salinan putusan perkara perdata yang dikirim kepada para pihak tepat waktu

28

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Grafik 3.7 Capaian Indikator Salinan Putusan Perkara Perdata yang Dikirim kepada Para Pihak Tepat Waktu Tahun 2019 dan 2020

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu dengan jumlah berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali.

Tabel 3.9 Pengukuran Berkas Perkara yang Dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang Diajukan secara Lengkap dan Tepat Waktu Tahun 2019-2020

Tahun Berkas Perkara yang Dimohonkan Banding, Kasasi dan PK Berkas Perkara yang Dimohonkan Banding, Kasasi dan PK secara Lengjkap dan Tepat Waktu

Target Realisasi Capaian

2020 155 155 100% 100% 100%

2019 224 224 100% 100% 100%

Berdasarkan data di atas, pada tahun 2020 jumlah berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali secara lengkap dan tepat

SASARAN STRATEGIS

2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara INDIKATOR KINERJA

b. Persentase berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu.

100% 100% 0% 20% 40% 60% 80% 100%

Capaian Indikator Salinan Putusan Perkara Perdata yang Dikirim kepada Para Pihak Tepat Waktu

Tahun 2019 dan 2020

2019 2020

29

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

waktu adalah sebanyak 155 perkara, sedangkan jumlah berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali pada tahun 2020 adalah sebanyak 155 perkara sehingga realisasi dari indikator ini adalah sebesar 100%, dengan capaian 100%.

Tingkat capaian indikator ini sesuai target yang diinginkan yaitu 100% sama halnya dengan tahun 2019 yang terbukti dengan diterimanya penghargaan dari Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Tata Usaha Negara Ditjen Badilmiltun Mahkamah Agung RI kategori Pemberkasan Terbaik I Perkara Kasasi, Peninjauan Kembali pada acara Bimtek Pemberkasan Perkara di Surabaya tanggal 24-26 Juli 2019. Namun, perbedaannya terletak pada jumlah perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali pada tahun 2019 sebanyak 224 perkara, selanjutnya pada tahun 2020 berkurang menjadi 155 perkara. Penurunan angka tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan kepuasan masyarakat atas putusan pengadilan tingkat pertama, banding dan kasasi sehingga tidak melakukan upaya hukum, dimana hal tersebut berakibat secara langsung pada berkurangnya jumlah perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali pada tahun 2020. Capaian indikator berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali yang diajukan secara lengkap dan tepat waktu tahun 2019 dan 2020 sebagaimana ditampilkan dalam grafik berikut.

Grafik 3.8 Capaian Indikator Berkas Perkara yang Dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang Diajukan secara Lengkap dan Tepat Waktu Tahun 2019-2020

100% 100% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

Capaian Indikator Berkas Perkara yang Dimohonkan Banding, Kasasi dan PK yang Diajukan secara Lengkap

dan Tepat Waktu Tahun 2019-2020

2019 2020

30

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 (satu) hari setelah perkara diputus dengan jumlah putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat.

Putusan yang menarik perhatian masyarakat, yaitu putusan sengketa pemilihan kepala daerah (gubernur, bupati maupun walikota).

Tabel 3.10 Pengukuran Putusan Perkara yang Menarik Perhatian Masyarakat yang dapat Diakses secara Online dalam Waktu 1 (Satu) Hari setelah Perkara Diputus

Tahun 2019-2020 Tahun Putusan Perkara yang Menarik Perhatian Masyarakat Putusan Perkara yang Menarik Perhatian Masyarakat yang dapat Diakses secara Online dalam Waktu 1 (Satu) Hari setelah Perkara Diputus

Target Realisasi Capaian

2020 0 0 100% N/A N/A

2019 1 1 100% 100% 100%

Berdasarkan data di atas, pada tahun 2020 tidak ada putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 (satu) hari setelah perkara diputus dikarenakan tidak ada putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang ditangani oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya sehingga realisasi dari indikator ini adalah sebesar N/A, dengan capaian N/A.

Tingkat capaian indikator ini yaitu tidak ada laporan dikarenakan pada tahun 2020 tidak ada perkara yang menarik perhatian masyarakat dalam hal ini perkara sengketa pemilihan kepala daerah (gubernur, bupati maupun walikota) yang ditangani oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya.

SASARAN STRATEGIS

2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara INDIKATOR KINERJA

c. Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 (satu) hari setelah perkara diputus

31

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Tahun 2020

Hal ini berbeda dengan tahun 2019 dimana ada 1 (satu) perkara sengketa pemilihan kepala daerah yang ditangani oleh Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya dan perkara tersebut langsung dapat diakses secara online dalam waktu 1 (satu) hari setelah perkara diputus. Capaian indikator putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 (satu) hari setelah perkara diputus tahun 2019 dan 2020 sebagaimana ditampilkan dalam grafik berikut.

Grafik 3.9 Capaian Indikator Putusan Perkara yang Menarik Perhatian Masyarakat yang dapat Diakses secara Online dalam Waktu 1 (Satu) Hari setelah

Perkara DiputusTahun 2019-2020

Indikator ini dihitung dengan membandingkan jumlah perkara prodeo yang diselesaikan dengan jumlah perkara prodeo.

Setiap orang atau sekelompok orang yang tidak mampu secara ekonomi dapat mengajukan permohonan pembebasan biaya perkara, yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Lurah/Kepala wilayah setempat yang menyatakan bahwa benar yang bersangkutan tidak mampu membayar biaya perkara; atau Surat Keterangan

SASARAN STRATEGIS

3. Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan INDIKATOR KINERJA

a. Persentase perkara prodeo yang diselesaikan 100% N/A 0% 20% 40% 60% 80% 100%

Capaian Indikator Putusan Perkara yang Menarik Perhatian Masyarakat yang dapat Diakses secara Online

dalam Waktu 1 (Satu) Hari setelah Perkara Diputus

Dokumen terkait