PPS Kendari (10/11) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari melaksanakan evaluasi zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Evaluasi pelaksanaan ZI WBK WBBM oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
ini karena merupakan komponen yang menjadi faktor penentu pencapaian sasaran hasil pembangunan ZI menuju WBK/WBBM. Evaluasi Pelaksanaan pembangunan Zona Integritas yang dilakukan di PPS Kendari difokuskan pada evaluasi dokumen terhadap keenam komponen pengungkit yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Arah pembangunan difokuskan pada keenam pengungkit
Sebagai tujuan akhir dari pembangunan ZI ini adalah untuk menjamin bahwa satuan kerja yang telah ditetapkan calon Unit Kerja berpredikat ZI menuju WBK/WBBM telah secara layak memenuhi kelengkapan administratif dan telah melaksanakan agenda reformasi birokrasi melalui inovasi dan pelaksanaan kegiatan yang terdokumentasi dengan baik
Bahwa Indikator Nilai Capaian Pembangunan Zona Integritas pada triwulan IV (empat) realisasi dan capaian telah dilakukan Penilaian Mandiri (PM) terhadap ZI WBK seperti pada tabel dibawah ini:
Tabel 17. Nilai Capaian Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (nilai) Triwulan IV Tahun 2020
Sasaran Strategis-6
Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik diLingkungan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
IKU-12 Nilai Capaian Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK Pelabuhan Perikanan
Samudera Kendari (nilai)
Tahun 2019 Tahun 2020 % Naik 2019-2020 Renstra PPS Kendari 2020-2024 Target Tahun 2019 Target TW.IV Realisasi TW.IV % Capaian TW.IV Target TW.IV Realisasi TW.IV % Capaian TW.IV Target 2020 % Realisasi thd Target Renstra - - - - 45,10 72,18 120 45,10
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa indicator Nilai Capaian Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari telah mencapai dan melampaui dari target dan terukur dengan melakukan Penialaian Mandiri (PM) Evaluasi dokumen terhadap ke enam komponen Pengungkit yaitu; Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. ini merupakan komponen yang menjadi faktor penentu pencapaian sasaran hasil pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM.
31
Indeks Profesionalitas ASN PPS Kendari (Indeks)
IP ASM sebagai pedoman bagi instasi pemerintah dalam pengukuran indeks profesionalitas ASN yang mana bertujuan untuk mengukur tingkat profesionalitas ASN dengan melakukan indentifikasi, pemetaan, pengembangan, penilaian dan evaluasi terhadap ASN. Pengukuran IP sangat bermanfaat bagi ASN sendiri , instansi pemerintah dan masyarkat pada umumnya.
Indeks ini diukur melalui 4 (empat) komponen yakni : a. kualifikasi,
menggambarkan kemampuan seseorang yang merupakan kombinasi antara pengetahuan , keterampilan dan sikap serta didukung dengan program pengembangan kompetensi yang berkesinambungan yang bisa dilihat dari perilaku kinerja yang adapat diamati, diukur dan dievauasi.
Tujuannya : mengidentifikasi dan mengukur data/informasi mengenai kualifikasi pendidikan formal PNS dari jenjang paling tinggi sampai jenjang paling rendah
Indicator :
1. Jenjang Doktor atau Strata 3 (S3)
2. Jenjang Master/Magister atau Starata 2 (S2) 3. Jenjang Sarjana (S1)/Diploma 4 (D4)
4. Jenjang Diploma 3 (D3)
5. Jenjang Diploma 1 (D1)/Diploma 2 (D2)/Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)/sederajat
6. Di bawah SLTA. Bobot penilaian : 25%
b. kompetensi,
menggambarkan kemampuan seseorang yang merupakan kombinasi antara pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) serta didukung dengan program pengembangan kompetensi berkesinambungan (continuiting competence) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.
Tujuan :
mengidentifikasi dan mengukur data/informasi mengenai kompetensi dan program pengembangan kompetensi yang mampu memberikan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman praktis kepada pegawai yang memungkinkan dapat menerapkannya dengan cara yang praktis dalam praktik pelaksanaan tugas jabatan
Indikator :
1. Diklat Kepemimpinan (bagi Pejabat Struktural); 2. Diklat Fungsional (bagi Pejabat Fungsional);
3. Diklat Teknis (bagi Pejabat Struktural, Fungsional & Pelaksana); dan
4. Seminar/Workshop/Magang/Kursus/sejenis (bagi Pejabat Struktural, Fungsional & Pelaksana).
32 c. disiplin dan
menggambarkan kesanggupan seorang pegawai untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas jabatan. Tujuan :
mengidentifikasi dan mengukur data/informasi mengenai hukuman disiplin yang pernah diterima PNS
Indikator :
1. data/riwayat pegawai yang terkena hukuman disiplin: 2. Hukuman Disiplin Ringan; 3
3. Hukuman Disiplin Sedang; dan 4. Hukuman Disiplin Berat. Bobot penilaian : 30%
d. kinerja,
menggambarkan pencapaian sasaran kerja pegawai yang didasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi dengan memperhatikan target, capaian, hasil dan manfaat yang dicapai serta perilaku PNS.
Tujuan :
mengidentifikasi dan mengukur data/informasi hasil pencapaian sasaran kerja pegawai dan perilaku pegawai sebagai manifestasi dari kinerja seorang pegawai
Indikator :
1. data/riwayat hasil penilaian kinerja: 2. Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
3. Kerja Pegawai (PKP) Bobot penilaian : 5%
Adapun klasifikasi IP ASN sesuai Permen Pan RB nomor 38 tahun 2018 terdiri atas 1. Nilai 91-100 kategori sangat tinggi
2. Nilai 81-90 kategori tinggi 3. Nilai 71-80 kategori sedang 4. Nilai 61-70- kategori rendah 5. Nilai 0-60 kategori sangat rendah
Berdasarkan capaian IP ASN PPS Kendari pada nilai 66.06 masuk pada kategori rendah. Hal ini disebabkan tingkat Pendidikan ASN PPS Kendari 61,29% pada tingkatan sarjana (S1) dan secara umum belum mengikuti diklat teknis / fungsional . hasil ini bisa dijadikan salah satu pertimbangan untuk pengikutsertaan ASN dalam diklat teknis maupun fungisonal untuk pengembangan kompetensi seluruh ASN.
Tabel 18. Capaian IKU “Indeks kompetensi dan integritas Lingkup UPT PPS Kendari” Tahun 2020
Sasaran Strategis-6
Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik diLingkungan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
IKU-13 Indeks Profesionalitas ASN Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
(Indeks) Target Tahun 2019 Target TW.IV Realisasi TW.IV % Capaian TW.IV Tahun 2020 % Menurun 2019-2020 Renstra DJPT 2020-2024 Target TW.IV Realisasi TW.IV % Capaian TW.IV Target 2020 % Realisasi thd Target Renstra 71 71 70,49 99,28 72 66,06 91,75 (4,49) 72
33
Analisa Capaian; Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa Indikator Indeks Profesionalitas
ASN lingkup PPS Kendari pada tahun 2020 dengan realisasi capaian 66,06 dari target 72 turun (8,99) jadi perbandingan pada triwulan IV tahun 2020 dengan realisasi 66,06 dengan triwulan IV 2019 dengan realisasi 70,49 turun (-6,706) ada beberapa faktor yang mempengaruhi IKU Indikator Indeks Profesionalitas ASN sehingga tidak mencapai target; Berdasarkan capaian IP ASN PPS Kendari pada nilai 66.06 masuk pada kategori rendah. Hal ini disebabkan tingkat Pendidikan ASN PPS Kendari 61,29% pada tingkatan sarjana (S1) dan secara umum belum mengikuti diklat teknis / fungsional . hasil ini bisa dijadikan salah satu pertimbangan untuk pengikutsertaan ASN dalam diklat teknis maupun fungisonal untuk pengembangan kompetensi seluruh ASN.
Penyebab keberhasilan/Kegagaln; Hal ini disebabkan tingkat Pendidikan ASN PPS Kendari
61,29% pada tingkatan sarjana (S1) dan secara umum belum mengikuti diklat teknis / fungsional . hasil ini bisa dijadikan salah satu pertimbangan untuk pengikutsertaan ASN dalam diklat teknis maupun fungisonal untuk pengembangan kompetensi seluruh ASN.
Tindak lanjut; Yang harus dilakukan agar realisasi tetap tercapai dari target adalah;: sebagai
tolok ukur keberhasilan dalam mencapai sasaran;
- Di usulkan ASN dalam mengikuti diklat teknis maupun fungisonal untuk pengembangan kompetensi seluruh ASN.
- Penguatan dengan peningkatan SDM
- Perlunya dukungan anggaran dalam rangka peningkatan SDM
Nilai PM SAKIP Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Nilai)
Nilai AKIP adalah Penilaian KemenPAN atas Akuntabilitas kinerja DJPT, Akuntabilitas Kinerja yaitu perwujudan kewajiban suatu Instansi pemerintah mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan program dan kegiatan yang telah di amanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai Misi organisasi secara terukur dengan sasaran terget kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan kinerja instansi pemerintah yang di susun secara berkala, IKU ini ditampilkan pada table berikut ini:
Tabel 19. Capaian IKU “Persentase Pemenuhan Dokumen AKIP Lingkup PPS Kendari” Tahun 2020
Sasaran Strategis-7
Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik di Lingkungan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
IKU-13 Nilai PM SAKIP Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Nilai)
Target Tahun 2019 Target TW.IV Realisasi TW.IV % Capaian TW.IV Tahun 2020* % Kenaikan 2019-2020 Renstra DJPT 2020-2024 Target TW.IV Realisasi TW.IV % Capaian TW.IV Target 2020 % Realisasi thd Target Renstra 100 100 100 100 85,00 99,00 116,47 16,47 85 85
Analisa Capaian; Berdasarkan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa realisasi pada triwulan
IV tahun 2020 Indikator Nilai PM SAKIP Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari pada tahun 2020 dengan realisasi capaian 99,00 dari target 85,00 naik 14,14% jika data triwulan IV tahun 2019 dengan realisasi 100 terukur dengan laporan dibandingkan dengan data triwulan IV dengan realisasi 99,00 dengan ukuran dilakukan penilaian mandiri secara factual berdasarkan bukti data dan kesesuaian laporan sehingga triwulan IV tahun 2020 mengalami perubahan dan peningkatan
34
Penyebab keberhasilan/kegagalan:Akuntabilitas juga diukur melalui Penilaian Mandiri
(PM) SAKIP manajemen kinerja organisasi yang terdiri dari lima komponen yaitu
Perencanaan Kinerja dengan nilai 30,00, Pengukuran Kinerja dengan nilai 25,00, Pelaporan Kinerja, Evaluasi Kinerja 15,00, Evaluasi Internal dengan nilai 10 dan Pencapaian Sasaran Kinerja Organisasi 19,00.
Tindak lanjut; hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Oleh karena itu diperlukan
upaya/rekomendasi untuk menindaklanjuti hal tersebut sebagai berikut:
a. Meningkatkan kualitas implementasi sistem AKIP yang telah dicapai secara konsisten dan berkelanjutan dengan meningkatkan kualitas dan pemanfaatan informasi kinerja oleh segenap pimpinan instansi dan unit kerja dalam pengelolaan kinerja dan penggunaan anggaran sebagai dasar pemberian reward & punishment yang berbasis merit system.
b. Memantapkan pengintegrasian E-Sakip dengan sistem perencanaan dan penganggaran, sehingga mampu mendorong terwujudnya peningkatan efektifitas dan efisien penggunaan anggaran di lingkungan KKP.
c. Peningkatkan kualitas monev PK dan SKP, evaluasi program dan evaluasi akuntabilitas kinerja di unit kerja serta memanfaatkan secara optimal hasil monev tersebut untuk umpan balik perbaikan peningkatan akuntabilitas kinerja, efektifitas pelaksanaan program serta budaya kinerja organisasi dan individu secara berkelanjutan.
3.1.7. Sasaran Strategis (SS.8): Terkelolanya anggaran pengelolaan Pelabuhan Perikanan
Samudera Kendari secara efisien dan akuntabel
Pencapaian sasaran strategis ini diukur melalui 1 (satu) indikator yakni Nilai Kinerja Anggaran lingkup Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dibandingkan realisasi anggaran yang merupakan amanat dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 249 Tahun 2011 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.