B. Capaian Pembelajaran:
2. Capaian Pembelajaran Fase E (kelas X SMA/SMK)
Siswa SMA/SMK Kelas X masuk dalam Fase E Sasaran Capaian Pembelajaran dari Fase E dapat dilihat di bawah ini.
Fase E (Umumnya Kelas X)
Pada akhir fase E, “siswa dapat menunjukkan kemampuan berbagai aktivitas jasmani dan olahraga sebagai hasil evaluasi pengetahuan yang benar, mengevaluasi dan mempraktikkan latihan pengembangan kebugaran jasmani terkait kesehatan (health-related physical fitness) dan kebugaran jasmani terkait keterampilan (skills-related physical fitness), menunjukkan perilaku dalam memimpin kelompok kecil untuk melakukan perubahan positif, selain itu juga dapat mengevaluasi sikap dan kebiasaan sebagai individu yang sehat dan aktif.”
Tabel 1. 4 Elemen Capaian Pembelajaran
No Elemen Capaian Pembelajaran
1. Keterampilan Gerak
Pada akhir fase ini siswa dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan hasil evaluasi aktivitas jasmani dan olahraga, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan aktivitas olahraga air (kondisional) secara matang.
2. Pengetahuan Gerak
Pada akhir fase ini siswa dapat mengevaluasi fakta, konsep, prinsip, dan prosedur dalam melakukan evaluasi aktivitas jasmani dan olahraga, aktivitas senam, aktivitas gerak berirama, dan aktivitas permainan dan aktivitas olahraga air (kondisional).
13
Bagian 1 | Petunjuk Umum
3. Pemanfaatan Gerak
Pada akhir fase ini siswa dapat mengevaluasi fakta, konsep, prinsip, dan prosedur dan mempraktikkan latihan pengembangan
kebugaran jasmani terkait kesehatan (physical fitness related health) dan kebugaran jasmani terkait keterampilan (physical fitness related skills), berdasarkan prinsip latihan (Frequency, Intensity, Time, Type/FITT) untuk mendapatkan kebugaran dengan status baik. Siswa juga dapat menunjukkan kemampuan dalam menerapkan konsep dan prinsip pergaulan yang sehat.
4. Pengembang- an Karakter
Pada akhir fase ini siswa mengembangkan tanggung jawab sosialnya dalam kelompok kecil untuk melakukan perubahan positif, menunjukkan etika yang baik, saling
menghormati, dan mengambil bagian dalam kerja kelompok pada aktivitas jasmani atau kegiatan sosial lainnya.
5. Nilai-nilai Gerak
Pada akhir fase ini siswa dapat mengevaluasi sikap dan kebiasaan untuk menjadi individu yang sehat, aktif, menyukai tantangan dan cara menghadapinya secara positif dalam konteks aktivitas jasmani dengan menunjukkan perilaku menghormati diri sendiri dan orang lain.
Cara memahami elemen-elemen tersebut di atas dapat dilakukan dengan memasukkan unsur gerak atau materi yang diajarkan dengan menghubungkannya pada 5 elemen di atas, yaitu elemen keterampilan gerak, elemen pengetahuan gerak, elemen pemanfaatan gerak, elemen pengembangan karakter, serta elemen nilai-nilai gerak.
Maksudnya, seluruh pembelajaran gerak dan aktivitas jasmani yang dilakukan dalam pembelajaran PJOK harus berdampak pada kelima elemen yang disebutkan. Misalnya: (1) elemen keterampilan gerak, artinya adalah bahwa gerak atau aktivitas jasmani yang dipelajari anak, harus mampu menjadikan siswa “terampil secara fisik dan secara motorik.” (2) Elemen pengetahuan gerak, artinya bahwa gerak atau aktivitas jasmani yang dipelajari, harus mampu menjadikan
siswa terliterasi secara pengetahuan tentang konsep dan prinsip gerak.
(3) elemen pemanfaatan gerak, artinya bahwa gerak atau aktivitas jasmani yang dipelajari, harus mampu menjadikan siswa meningkat baik pengetahuan dan kondisi kebugaran dan kesehatan-nya, (4) elemen pengembangan karakter, artinya bahwa gerak atau aktivitas jasmani yang dipelajari, harus mampu menjadikan siswa meningkat kualitas karakternya, dan (5) elemen nilai-nilai gerak, artinya bahwa gerak atau aktivitas jasmani yang dipelajari, harus mampu menjadikan siswa meningkat nilai-nilai sosialnya.
Sering muncul pandangan keliru terhadap PJOK, termasuk dari para guru sendiri, bahwa program PJOK hanya berkontribusi pada area fisik semata. Padahal, aktivitas fisik tidak dipelajari dalam ruang hampa; siswa juga terlibat secara mental, sosial, dan emosional.
Karakteristik siswa tersebut penting untuk dipahami ketika menentukan jenis kegiatan, ruang lingkup unit, jumlah pilihan siswa, dan konten materi yang akan ditetapkan. Selain itu, perhatian khusus perlu diberikan kepada dampak perkembangan unik dari
PJOK terhadap siswa sekolah menengah atas.
Pemerintah melalui Puskurbuk sudah menetapkan bahwa kompetensi dari profil pelajar Pancasila yang secara khusus dapat dikembangkan oleh PJOK adalah dimensi gotong royong dan mandiri.
Dalam tabel Kompetensi Profil Pelajar Pancasila untuk Dimensi Gotong Royong dan Mandiri untuk Kelas X dinyatakan bahwa elemen dari dimensi tersebut terdiri atas beberapa elemen dan sub-elemen, sebagai berikut:
Tabel 1.5 Elemen dan Sub-elemen Dimensi Gotong Royong dan Kemandirian
Elemen Sub-Elemen Indikator Fase E (Kelas X)
Kolaborasi Kerjasama
Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan.
15
Bagian 1 | Petunjuk Umum Komunikasi
untuk mencapai tujuan bersama
Aktif menyimak untuk memahami dan menganalisis informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan keprihatinan yang disampaikan oleh orang lain dan kelompok menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta menggunakan berbagai strategi komunikasi untuk menyelesaikan masalah guna mencapai berbagai tujuan bersama.
Saling ketergan-tungan positif
Menyelaraskan kapasitas kelompok agar para anggota kelompok dapat saling membantu satu sama lain memenuhi kebutuhan mereka baik secara individual maupun kolektif.
Koordinasi sosial
Menyelaraskan dan menjaga tindakan diri dan anggota kelompok agar sesuai antara satu dengan lainnya serta menerima konsekuensi tindakannya dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Regulasi diri
Regulasi emosi
Mengendalikan dan menyesuaikan emosi yang dirasakannya secara tepat ketika menghadapi situasi yang menantang dan menekan pada konteks belajar, relasi, dan pekerjaan.
Penetapan
Mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran digunakannya, serta menetapkan tujuan pengembangan diri secara spesifik dan merancang strategi yang sesuai untuk menghadapi tantangan- tantangan yang akan dihadapi pada konteks pembelajaran, sosial dan pekerjaan yang akan dipilihnya di masa depan.
Memiliki inisiatif dan bekerja secara mandiri
Menentukan prioritas pribadi, berinisiatif mencari dan
mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang spesifik sesuai tujuan di masa depan.
Mengembang-kan kendali dan disiplin diri
Melakukan tindakan-tindakan secara konsisten guna mencapai tujuan karir dan pengembangan dirinya di masa depan, serta berusaha mencari dan melakukan alternatif tindakan lain yang dapat dilakukan ketika menemui hambatan.
Percaya diri, resilien dan adaptif
Menyesuaikan dan mulai menjalankan rencana dan strategi pengembangan dirinya dengan mempertimbangkan minat dan tuntutan pada konteks belajar maupun pekerjaan yang akan dijalaninya di masa depan, serta berusaha untuk mengatasi tantangan- tantangan yang ditemui.
Jika guru bermaksud mengembangkan kompetensi dari dimensi mandiri atau gotong royong ini, guru dapat memilih satu atau beberapa indikator dari elemen dan sub-elemen yang dipilih.
Ketika guru memilih indikator dimaksud, cantumkan secara jelas indikator tersebut sebagai salah satu tujuan pembelajaran dalam RP. Lalu rancang skenario pembelajaran yang tepat untuk mengembangkannya dalam proses pembelajaran. Rencanakan strategi dan pendekatan pembelajarannya dan canangkan proses evaluasinya, serta siapkan instrumen pengukurannya.