Bab I Kitab Wedangga
3. Panduan Pembelajaran
a. Tujuan pembelajaran per subbab/per pertemuan Tabel 2.5 Tujuan Pembelajaran per Subbab
Pertemuan ke- Tujuan Pembelajaran
1 Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Wedangga.
2 Peserta didik dapat menguraikan kedudukan Kitab Wedangga dalam Veda.
3 Peserta didik dapat menyebutkan bagian-bagian Kitab Wedangga.
4 Peserta didik dapat menerapkan ajaran Wedangga sesuai kearifan lokal di daerah masing-masing.
b. Apersepsi
Berikur apersepsi yang dapat dikembangkan guru dalam setiap pertemuannya.
Tentunya guru dapat mengembangkannya kembali sesuai dengan kreativitas guru, karakteristik peserta didi, dan sarana prasarana di sekolah.
Tabel 2.6 Apersepsi Bab I Pertemuan ke- Pembelajaran
Per Subbab Apersepi
1 Menjelaskan
pengertian Wedangga
Guru menampilkan video atau gambar tentang seorang anak kecil yang membaca Kitab Veda.
Guru lalu mengajak peserta didik memberikan komentar terhadap video tersebut dan mengajak peserta didik bertanya jawab tentang berbagai kitab suci serta menggiring peserta didik untuk menemukan pengertian dari Wedangga.
Memahami pengertian Wedangga di awal pembelajaran akan memudahkan peserta didik untuk menguasi materi lanjutannya.
Pertemuan ke- Pembelajaran
Per Subbab Apersepi
2 Menguraikan
kedudukan Kitab Wedangga dalam Veda.
Pada pertemuan kedua ini, Guru menampilkan gambar/tulisan tentang kodifikasi Kitab Veda. Kodifikasi ini
berfungsi untuk menunjukkan pada peserta didik tentang kedudukan Ktab Wedangga di dalam Veda.
3 Menyebutkan
bagian-bagian Kitab Wedangga.
Guru menunjukkan Kitab Wedangga dan meminta peserta didik untuk mengamati kitabnya masing-masing. Selanjutnya, guru mengajak peserta untuk menemukan bagian-bagian yang terdapat di dalam Kitab Wedangga.
4 Menerapkan
ajaran Wedangga sesuai
kearifan lokal di daerah masing-masing.
Guru menampilkan video/gambar tentang ritual-ritual yang ada di daerah Bali, Jawa, Kalimantan dan Sumatra yang merupakan penerapan dari ajaran Wedangga. Guru mengajak peserta didik untuk mengamati dan menceritakan pengetahuan awalnya tersebut decara lisan.
c. Aktivitas pemantik
Tabel 2.7 Aktivitas Pemantik Pertemuan ke- Pembelajaran Per
Subbab Aktivitas Pemantik
1 Menjelaskan
pengertian Wedangga.
Guru menanyakan kepada peserta didik seberapa sering membaca Kitab Suci Weda. Berdasarkan jawaban peserta didik, guru dapat melanjutkan dengan tanya jawab yang mengarahkan peserta didik untuk menemukan pengertian Wedangga.
Pertemuan ke- Pembelajaran Per
Subbab Aktivitas Pemantik
2 Menguraikan
kedudukan Kitab Wedangga dalam Veda.
Guru menanyakan kepada peserta didik salah satu sloka dalam Kitab Weda, kemudian dilanjutkan dengan mengajak peserta didik untuk menemukan kedudukan Kitab Wedangga di antara Veda.
3 Menyebutkan
bagian-bagian Kitab Wedangga.
Guru menanyakan kepada peserta didik tentang pengaruh waktu dalam kehidupan manusia yang merupakan bagian dari Jyotisa yang merupakan kitab Hindu yang secara spesifik mempelajari tentang astronomi, astrologi, dan horoskop untuk menentukan
4 Menerapkan ajaran
Wedangga sesuai kearifan lokal di daerah masing-masing.
Guru menanyakan kepada peserta didik mengapa anak muda sekarang sudah jarang yang mau terlibat dalam melestarikan tradisi-tradisi lokal (yang bernuansa Hindu) yang ada di daerah masing-masing.
d. Kebutuhan Sarana Prasarana dan Media Pembelajaran
Berikut sarana prasarana dan media pembelajaran yang dibutuhkan untuk mendukung peserta didik belajar.
Tabel 2.8 Sarana Prasarana dan Media Pembelajaran
Pertemuan ke Sarana Prasarana/Media Pembelajaran Keterangan 1 • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu
dan Budi Pekerti Kelas VIII
• Bagan kodifikasi Veda
• Kitab Reg Weda
• Video atau gambar tentang seorang anak kecil yang membaca Kitab Veda.
2 • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VIII
• Kitab Reg Weda
Pertemuan ke Sarana Prasarana/Media Pembelajaran Keterangan 3 • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu
dan Budi Pekerti Kelas VIII
• Bagan kodifikasi Veda
• Kitab Reg Weda
4 • Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VIII
• Bagan kodifikasi Veda
• Kitab Reg Weda
• Gambar/video pelaksanaan upacara adat keagamaan dari beberapa daerah yang dapat disesuaikan dengan daerah tempat tinggal peserta didik.
e. Metode dan Aktivitas Pembelajaran Disarankan
Sesuai dengan rencana di awal (lihat Tabel 2.4), pada setiap pertemuan telah disarankan metode dan aktivitas pembelajaran yang dapat guru terapkan pada setiap pertemuannya sesuai dengan karakteristik materinya. Berikut penjelasan lebih detailnya.
Tabel 2.9 Metode dan Aktivitas Pembelajaran Disarankan Pertemuan ke- Pembelajaran Per
Subbab aktivitas pembelajaran disarankan
1 Menjelaskan
pengertian Wedangga
Guru menggunakan metode ceramah dengan cara mengenalkan materi secara umum, menjelaskan pengertian Wedangga baik secara etimologi dan semantik.
Selanjutnya peserta didik dipandu untuk membaca maupun mencari sumber pustaka yang lain (browsing) terkait pengertian Wedangga dan dalam penyampaiannya dapat menggunakan strategi Dharmawacana, namun berorientasi pada aktivitas siswa (rasio waktu 75% untuk siswa, 25% untuk guru).
Pertemuan ke- Pembelajaran Per
Subbab aktivitas pembelajaran disarankan
2 Menguraikan
kedudukan Kitab Wedangga dalam Veda.
Guru mengarahkan peserta didik secara berkelompok memecahkan masalah, menggali pengetahuan dari berbagai sumber, maupun pengetahuan pribadi.
Setiap anggota kelompok membuat resume dengan kalimat sendiri mengenai kedudukan Kitab Wedangga dalam Veda.
Setelah terkumpul informasinya masing masing kelompok mempresentasikan hasil yang diperoleh untuk disampikan pada kelompok yang lain. Dalam pelaksanaanya dapat dikolaborasikan dengan menggunakan metode Dharmatula.
3 Menyebutkan
bagian-bagian Kitab Wedangga
Guru membentuk kelompok peserta didik dan memberi tugas yang berbeda pada setiap kelompoknya. Setiap kelompok mencari bagian-bagian Kitab Wedangga dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Setelah itu setiap kelompok menyampaikan hasilnya kepada guru secara terbuka di depan kelas agar kelompok yang lain dapat ikut serta mencermati. Dalam pelaksanaannya metode ini dapat digabungkan dengan menggunakan metode Dharmatula.
4 Menerapkan
ajaran Wedangga sesuai kearifan lokal di daerah
Guru berdiskusi bersama peserta didik, terkait manfaat penerapan ajaran-ajaran Wedangga sesuai kearifan lokal di daerah peserta didik masing-masing.
Pada akhir sesi guru menugaskan peserta didik untuk menganalisis manfaat penerapan ajaran Wedangga sesuai kearifan local dalam bentuk Pohon rangkuman.
Metode ini dapat digabungkan
dengan metode Dharmawacana dalam pelaksanaannya.
f. Metode dan Aktivitas Pembelajaran Alternatif
Bisa saja metode pembelajaran yang disarankan di awal tidak bisa berjalan dengan semestinya. Jika demikian maka guru hendaknya menyiapkan metode alternatif untuk menanggulanginya agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Berikut beberapa alternatif metode yang dapat dijadikan sebagai referensi guru.
Tabel 2.10 Metode dan Aktivitas Pembelajaran Alternatif Pertemuan ke- Pembelajaran
Per-Subbab Aktivitas Pembelajaran Alternatif 1 Menjelaskan
pengertian Wedangga
Peserta didik diarahkan untuk melakukan studi kepustakaan, mencari sumber-sumber pendukung di perpustakaan yang sesuai dengan materi. Peserta didik ditugaskan untuk membuat resume materi Wedangga bersumber dari informasi yang diperoleh.
2 Menguraikan
kedudukan Kitab Wedangga dalam Veda
Peserta didik ditugaskan untuk melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh agama di wilayahnya masing-masing atau berdiskusi dengan orang tua terkait kedudukan Kitab Wedangga dalam Veda. Selanjutnya peserta didik diminta untuk
menyusun hasil wawancara atau diskusinya dalam bentuk laporan.
3 Menyebutkan
bagian-bagian Kitab Wedangga
Peserta didik ditugaskan untuk mengamati lingkungan sekitar dan mencari bentuk-bentuk penerapan ajaran bagian-bagian Kitab Wedangga.
Selanjutnya peserta didik diminta untuk menuliskan hasil amatannya dalam bentuk tabel. Kolom sebelah kiri berisi bentuk-bentuk penerapan ajaran Kitab Wedangga yang
ditemukan di lingkungan dan kolom sebelah kanan berisi analisis yang dikaitkan dengan bagian-bagian dalam Kitab Wedangga.
Pertemuan ke- Pembelajaran
Per-Subbab Aktivitas Pembelajaran Alternatif 4 Menerapkan ajaran
Wedangga sesuai kearifan lokal di daerah masing-masing.
Guru bisa mengajak peserta didik untuk membangun kepedulian peserta didik terhadap lingkungan sekitar. Misalnya dengan mengikuti kegiatan ritual keagamaan sesuai kearifan lokal di daerah masing-masing dari proses awal hingga akhir.
Kemudian peserta didik diminta membuat paparan tentang intisari dari ritual tersebut dan mengunggahnya di sosial media masing-masing.
g. Kesalahan Umum Saat Mempelajari Materi
Kesalahan yang dapat terjadi saat mempelajari subbab ini adalah peserta didik kesulitan untuk mengingat pembagian-pembagian dari Kitab Wedangga.
Misalnya, Siksa, Nirukta, Wyakarana, Jyotisa, Chanda, dan Kalpa karena tidak umum digunakan dalam bahasa sehari-hari. Untuk mengantisipasi masalah ini, guru harus sabar untuk mengulang-ulang istilah-istilah tersebut agar peserta didik terbiasa. Guru juga dapat berkreasi membuat metode menghafal yang mudah diikuti oleh peserta didik. Contohnya dengan melagukan atau membuat singkatan kata yang mudah untuk diingat oleh peserta didik.
h. Penanganan Pembelajaran terhadap Keragaman Pelajar
Seperti yang kita ketahu, peserta didik memiliki karakteristik yang beraneka ragam. Artinya guru harus dengan kreatif menangani peserta didik ini sesuai dengan karakternya masing-masing. Penanganan pembelajaran terhadap keragaman peserta didik pada materi tentang Wedangga adalah dengan memilih metode yang tepat sehingga peserta didik secara umum mampu memahami materi ini. Guru secara kreatif dapat memadukan beberapa macam metode pembelajaran dalam materi ini agar bisa dipahami oleh semua peserta didik terutama dalam mengingat pembagian-pembagian dari kitab Wedangga, karena setiap peserta didik berbeda kemampuannya dalam mengingat materi.
i. Pemandu Aktivitas Refleksi
Seperti yang dijelaskan pada bagian panduan umum, refleksi merupakan upaya evaluasi baik guru maupun peserta didik. Cara yang dapat ditempuh,
misalnya guru membagikan kertas kosong kepada peserta didik, lalu peserta didik menuangkan kesan-kesan yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran tentang Wedangga dan diharapkan juga peserta didik mengutarakan keinginan, harapan ke depannya yang belum dan sudah tercapai selama mengikuti pembelajaran tentang Wedangga ini.
j. Kunci Jawaban
Setiap akhir bab buku siswa akan disajikan soal-soal sebagai bahan evaluasi dan pengukuran ketercapaian hasil belajar peserta didik. Soal meliputi penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Adapun kunci jawabannya sebagai berikut.
1) Penilaian Pengetahuan Asesemen 1
Pilihan Ganda
No. Jawaban
1 a
2 b
3 c
Rubrik Penilaian
Kriteria Skor
Jawaban Benar 1
Jawaaban Salah 0
Skor Maksimal 1
Pilihan Ganda Kompleks
No. Jawaban
4 Kalpa, Upaweda, Wedangga 5 Kalpa, Jyotisa, Chanda 6 2 & 4
7 Srauta, Dharma Sutra, Sulwa Sutra
No. Jawaban 8 Naighantuka Kanda, Naighama Kanda 9 Merdang Medem, Mappadendang
10 Tampulak Binyi, Nantungkal Wini, Mpokang b’hini Rubrik Penilaian Pilihan Ganda Kompleks
Kriteria Skor
Jika 3 jawaban benar 4
Jika 2 jawaban benar 3
Jika 1 jawaban benar 2
Jika tidak ada jawaban yang benar 1
Jika tidak menjawab 0
Skor Maksimal 4
Menjodohkan
No. Jawaban
11 1 ↔ 4
2 ↔ 1 3 ↔ 6 4 ↔ 3 5 ↔ 2 6 ↔ 5
12 1 ↔ 4
2 ↔ 1 3 ↔ 5 4 ↔ 5 5 ↔ 3
No. Jawaban
13 1 ↔ 5,6
2 ↔ 6 3 ↔ 1 4 ↔ 1 5 ↔ 7 6 ↔ 4
Rubrik Penilaian Menjodohkan
Kriteria Skor
Jika 3 jawaban benar 4
Jika 2 jawaban benar 3
Jika 1 jawaban benar 2
Jika tidak ada jawaban yang benar 1
Jika tidak menjawab 0
Skor Maksimal 4
Isian Singkat
No. Jawaban
14 Chanda 15 Nirukta Rubrik Penilaian
Kriteria Skor
Jawaban Sesuai 2
Jawaaban Tidak Sesuai 1
Tidak Menjawab 0
Uraian
No. Jawaban
1 Secara etimologi kata Wedangga, berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari kata Weda dan Angga Weda. Weda berarti ilmu pengetahuan suci dan angga berarti bagian atau anggota. Wedangga merupakan kitab batang tubuh Weda.
Kitab Wedangga merupakan kelompok pertama dari Kitab Weda Smerti.
Kelompok Wedangga terdiri dari enam bagian sehingga sering disebut dengan Sadangga.
2 Kitab suci agama Hindu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kitab Sruti dan Smerti. Sruti merupakan sumber ajaran agama Hindu yang pertama dan Smrti sumber ajaran Hindu yang kedua.
Kitab Smerti adalah Weda yang disusun kembali berdasarkan ingatan.
Penyusunan ini didasarkan atas pengelompokan isi materi secara sistematis menurut bidang profesi. Secara garis besar, Smerti dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar, yakni kelompok Wedangga (Sadangga), dan kelompok UpaWeda.
3 Siksa, Nirukta, Wyakarana, Jyotisa, Chanda, dan Kalpa
4 Masyarakat Hindu Bali menerapkan ajaran Jyotisa ini sebagai ilmu Wariga atau Dewasa di mana sering digunakan dalam menentukan hari baik dalam bidang pertanian, perjodohan, kelahiran, pedewasaan, dan lainnya. Mirip dengan ilmu astronomi dan astrologi.
Di daerah pedalaman Kalimantan dikenal suku asli yang disebut Suku Dayak. Pengaruh ajaran Jyotisa yang dapat kita temukan dalam tradisi adat masyarakat Kalimantan adalah di suku Dayak Tunjung dan Benuaq serta sebagian lagi masyarakat Embau (Melayu) dikenal ilmu
“Papan Katika” yang digunakan untuk mencari hari baik. Kemudian pada masyarakat Kaharingan juga dikenal istilah “Katika Lima”, yaitu perhitungan hari baik berdasarkan jam.
No. Jawaban 5
Weda
Weda Sruti
Bagian Mantra:
1. Rg. Weda 2. Sama Weda 4. Atharwa weda
Kelompok Wedangga:
Siksa, Nirukta, Wyakarana, Jyotisa, Chandra, dan Kalpa
Kelompok Upaweda:
Itihasa, Purana, Arthasastra, Ayurweda, Gandharwa Bagian Brahmana
Bagian Upanisad
Weda Smerti
Rubrik Penilaian
Kriteria Skor
Jika jawaban memenuhi semua kriteria kunci jawaban 4 Jika jawaban memenuhi sebagian kriteria/kunci jawaban 2
Jika jawaban yang salah 0
Tidak menjawab 0
2) Penilaian Keterampilan
Panduan penilaian proyek pembuatan pohon rangkuman “Penerapan Ajaran Wedangga Sesuai Kearifan Lokal”.
Nama Pesrta Didik: ...
Kelas: ...
No. Indikator Penilaian Skala Rentang
1 2 3 4
1. Kesesuaian pohon rangkuman 2. Tampilan pohon rangkuman 3. Kerapian karya
4. Cara pembuatan
No. Indikator Penilaian Skala Rentang
1 2 3 4
5. Menarik
6. Mudah untuk dibaca Skor yang dicapai
Skor maksimum 24
Nilai Keterangan:
4: Sangat Baik 3: Baik
2: Cukup Baik 1: Kurang
Pedoman penskoran:
Nilai = Skor yang dicapai х 100 Skor Maksimum
3) Penilaian Sikap
Penilaian sikap pada Bab I Kitab Wedangga sebagai tuntunan hidup, guru mengarahkan siswa untuk memiliki sikap berpikir kritis dan mandiri sesuai Profil Pelajar Pancasila. Sikap berpikir kritis yang dibangun dalam materi Bab 1 ini dilatih melalui latihan dengan mengaitkan ajaran Wedangga dengan mata pelajaran Fisika dan Matematika. Peserta didik didorong untuk menggunakan pengetahuan tentang bumi dan antariksa serta kemampuan berhitung untuk memudahkan memahami ajaran Wedangga serta implementasinya dalam kehidupan.
Sikap mandiri dilatih dengan membiasakan peserta didik untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan secara mandiri, menggunakan pengetahuannya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, serta terbiasa menyelesaikan tugas yang diberikan pada buku siswa.
Penilaian sikap terhadap peserta didik ini hendaknya guru lakukan setiap pertemuan selama kegiatan belajar berlangsung secara alamiah, sehingga yang muncul adalah sikap peserta didik yang sebenarnya.
k. Kegiatan Tindak Lanjut 1) Pengayaan
Sesuai peruntukannya, pengayaan diberikan pada peserta didik yang telah melampau pembelajaran. Pengayaan bisa dilaksanakan dengan cara belajar bersama teman-teman peserta didik (berkelompok) atau belajar mandiri dengan mencari wawasan tambahan dari internet misalnya di (https://gaedegambarist.blogspot.com/2011/08/tiwah-upacara-adat-hindu-kaharingan) atau di (html dan https://bromotour.co.id/upacara-adat-yadnya-kasada-suku-tengger-bromo/).
2) Remedial
Remedial pada materi Wedangga dapat dilakukan dengan pengulangan pemberian materi kepada peserta didik yang belum memenuhi pencapaian minimal dengan media dan metode yang berbeda. Pembelajaran ulang bisa disampaikan dengan cara meringkas atau menyederhanakan materi, variasi penyajian materi, dan penyederhanaan tes atau pertanyaan.
l. Interaksi dengan Orang Tua
Guru dapat memberikan tugas kepada peserta didik untuk didiskusikan bersama orang tua masing-masing. Misalnya saja mendiskusikan tentang isi yang terkandung di dalam kitab Wedangga yang diketahui oleh orang tua.
Peserta didik diminta untuk menuliskan hasil diskusinya dan pekerjaannya ditandatangani atau diparaf oleh orang tua.
Bab II Ajaran Asta Aiswarya
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA, 2021 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VIII Penulis: I Made Gami Sandi Untara ISBN: 978-602-244-717-7 (Jilid 2)
1. Gambaran Umum
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang menjadi target pada Bab II ini adalah sebagai berikut.
Tabel 2.11 Tujuan Pembelajaran Bab II
Materi Tujuan Pembelajaran Pertemuan
ke-Bab II
Asta Aiswarya sebagai
kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa
Menjelaskan pengertian Asta Aiswarya. 1 Menguraikan sloka-sloka yang
merupakan sumber ajaran Asta Aiswarya.
2
Menguraikan bagian-bagian Asta Aiswarya.
3
Menguraikan sifat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa melalui mitologi yang berwawasan kearifan lokal.
4
Total Pertemuan 4
b. Pokok Materi
Pokok materi dengan elemen konten pada Bab II ini dapat dijelaskan pada tabel berikut ini.
Tabel 2.12 Pokok Materi dan Elemen Bab II
Elemen Subelemen Capaian Pembelajaran Pokok Materi Sraddha
dan Bhakti
Asta Aiswarya
Pada akhir fase. pelajar diharapkan memahami konsep ketuhanan dalam bentuk Nirguna (tidak berwujud) dan Saguna (berwujud) yang diaktualisaiskan dalam kehidupan. Hal ini dilakukan untuk melatih peserta didik dalam memahami kecintaannya kepada Sang Hyang Widhi dan menerapkannya dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
• Pengertian Asta Aiswarya.
• Sloka-sloka yang merupakan sumber ajaran Asta Aiswarya.
• Bagian-bagian Asta Aiswarya.
• Sifat
kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa melalui mitologi yang berwawasan kearifan lokal.
c. Hubungan Pembelajaran dengan Mata Pelajaran Lain
Setiap pembelajaran tidak hanya berdiri sendiri, namun juga dapat terhubung dengan pembelajaran di mata pelajaran lainnya. Pada Bab II ini terdapat materi yang terhubung dengan mata pelajaran IPA. Untuk lebih jelaskan, perhatikan tabel di bawah ini.
Tabel 2.13 Hubungan Pembelajaran Bab II dengan Mata Pelajaran Lain Capaian
Pembelajaran
Terkait dengan Mapel
Materi Mapel Keterangan
Asta Aiswarya sebagai
kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa.
IPA Alam semesta dan semua makhluk hidup yang ada di dunia ini terjadi karena adanya kemahakuasan sang pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
Di pelajaran IPA, peserta didik juga mempelajari materi terkait terbentuknya alam semesta ini dan semua makhluk yang ada di dalamnya. Jadi, dalam pelajaran IPA akan sangat baik jika guru mengaitkan dengan keyakinan terhadap Ketuhanan YME.
2. Skema Pembelajaran
Tabel 2.14 Skema Pembelajaran Bab II 1 Periode/Waktu
Pembelajaran
5 Kali Pertemuan/5 x (3 x 40 menit)
Guru dapat menyesuaikan dengan kondisi aktual pembelajaran.
2 Tujuan
Pembelajaran per Subbab
1. Menjelaskan pengertian Asta Aiswarya.
a. Pelajar mampu menjelaskan pengertian Asta Aiswarya.
b. Pelajar mampu menganalisis pokok-pokok Asta Aiswarya.
2. Menguraikan sloka-sloka yang merupakan sumber ajaran Asta Aiswarya.
a. Pelajar mampu menyebutkan sloka-sloka yang merupakan sumber ajaran Asta Aiswarya.
b. Pelajar mampu menganalisis sloka-sloka yang merupakan sumber ajaran Asta Aiswarya.
3. Menyebutkan bagian-bagian Asta Aiswarya.
a. Pelajar mampu menyebutkan bagian-bagian Asta Aiswarya.
b. Pelajar mampu membedakan jenis-jenis bagian-bagian Asta Aiswarya.
4. Menguraikan sifat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa melalui mitologi yang berwawasan kearifan lokal.
a. Pelajar mampu menyebutkan sifat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa melalui mitologi yang berwawasan kearifan lokal.
b. Pelajar mampu menganalisis sifat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa melalui mitologi yang berwawasan kearifan lokal.
3 Pokok Materi Pembelajaran/
Subbab
1. Pengertian Asta Aiswarya.
2. Sloka-sloka yang merupakan sumber ajaran Asta Aiswarya.
3. Bagian-bagian Asta Aiswarya.
4. Sifat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa melalui mitologi yang berwawasan kearifan lokal.
4 Kosakata/Kata Kunci
1. Asta Aiswarya 2. Anima
3. Mahima 4. Laghima 5. Prapti 6. Prakamya 7. Isitwa 8. Wasitwa
9. Yatrakamawasayitwa 10. Mitologi Hindu
5 Metode aktivitas pembelajaran disarankan dan alternatifnya.
1. Metode aktivitas pembelajaran yang disarankan:
a. Pertemuan I pokok materi pada subbab 1 menggunakan metode ceramah plus dan metode Dharmawacana.
b. Pertemuan II pokok materi pada subbab 2 menggunakan metode diskusi dan metode Dharmatula;
c. Pertemuan III pokok materi pada subbab 3 menggunakan metode diskusi dan metode Dharmatula.
d. Pertemuan IV pokok materi pada subbab 4 menggunakan metode diskusi dan metode Dharmawacana.
e. Pertemuan V melakukan penilaian capaian pembelajaran pada Bab II untuk mengukur ketercapaian pembelajaran. Soal yang digunakan tentunya mengacu pada AKM dan penilaian HOTS.
2. Metode aktivitas pembelajaran alternatif:
a. Metode resitasi
b. Metode skrip kooperatif 6 Sumber belajar
utama
Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas VIII
7 Sumber belajar lain 1. Buku Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan (Penerbit Paramita)
2. Buku Upanisad-Upanisad Utama (Penerbit Paramita)
3. Buku Bhagavadgita (Penerbit Paramita) 4. Kitab Wraspati Tattwa
3. Panduan Pembelajaran
a. Tujuan Pembelajaran per subbab/per pertemuan Tabel 2.15 Tujuan Pembelajaran Per Subbab
Pertemuan ke- Tujuan Pembelajaran
1 Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Asta Aiswarya.
2 Peserta didik dapat menguraikan sloka-sloka yang merupakan sumber ajaran Asta Aiswarya.
Pertemuan ke- Tujuan Pembelajaran
3 Peserta didik dapat menguraikan bagian-bagian Asta Aiswarya.
4 Peserta didik dapat menguraikan sifat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa melalui mitologi yang berwawasan kearifan lokal.
b. Apersepsi
Tabel 2.16 Apersepi Pertemuan
ke
Pembelajaran Per
Subbab Apersepi
1 Pengertian Asta Aiswarya
Peserta didik diajak mengingat kembali pembelajaran pada Bab I tentang
Wedangga. Guru lalu menjelaskan tentang Tuhan yang bersifat saguna brahman dan nirguna brahman dengan cara mempelajari Kitab Suci Weda sebagai mana disebutkan dalam Kitab Brahma Sūtra I.1.3 “ŚĀSTRAYONITVĀT” yang berarti hanya mempelajari kitab suci cara yang baik untuk mengenal Tuhan.
2 Sloka-sloka yang merupakan sumber ajaran Asta Aiswarya
Guru dapat menampilkan video/lagu atau melantunkan salah satu sloka tentang kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa.
3 Bagian-bagian Asta Aiswarya
Guru menampilkan video atau menceritakan tentang adanya gunung meletus, banjir, tsunami. Guru
mengkaitkan bagian-bagian asta asiwarya sebagai kehendak Hyang Widhi Wasa.
4 Sifat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa melalui mitologi yang berwawasan kearifan lokal
Guru menampilkan video atau
menceritakan tentang cerita Svetaketu dan ayahnya yang bernama Udhalaka.
Guru mengajak peserta didik untuk menemukan makna dari kisah tersebut.
c. Aktivitas Pemantik
Tabel 2.17 Aktivitas Pemantik Pertemuan
ke
Pembelajaran Per
Subbab Aktivitas Pemantik
1 Pengertian Asta
Aiswarya
Guru bertanya pada peserta didik, apakah pernah mengalami bencana di kehidupannya, juga menanyakan apa yang dirasakan ketika mengalami bencana tersebut. Guru juga dapat menggali pengetahuan peserta didik dengan berdiskusi kenapa terjadi bencana berbagai bencana tersebut bahkan bencana pandemic
Guru bertanya pada peserta didik, apakah pernah mengalami bencana di kehidupannya, juga menanyakan apa yang dirasakan ketika mengalami bencana tersebut. Guru juga dapat menggali pengetahuan peserta didik dengan berdiskusi kenapa terjadi bencana berbagai bencana tersebut bahkan bencana pandemic