Agenda reformasi birokrasi yang dilaksanakan di lingkungan Kemdiknas, menekankan pada 3 (tiga) perubahan yaitu penguatan organisasi, pembenahan ketatalaksanaan dan penataan dan penguatan SDM bertujuan untuk merubah pola pikir, pola sikap dan pola tindak, setiap aparatur dalam bekerja diharapkan selalu pada pemberian layanan yang prima di bidang pendidikan. Sesuai dengan 7 (tujuh) agenda reformasi yang telah dilaksanakan Kemdiknas, berikut adalah hasil capaiannya:
1) Penguatan organisasi
- Tersusunnya organisasi dan tata kerja Kementerian Pendidikan Nasional (Permendiknas Nomor 36 Tahun 2010)
- Tersusunnya standar operasional prosedur sebanyak 167 sistem dan prosedur di lingkungan Ditjen PNFI
- Telah dilakukannya penanaman dan internalisasi tata nilai, kesadaran dan pemahaman baru tentang budaya kerja baru kepada semua pegawai
- Tersusunnya POS Pelayanan Keberatan Auditan diharapkan hasil audit menjadi lebih berkualitas dan akuntabel.
2) Penataan dan penguatan SDM
- Tersusunnya hasil analisis dan evaluasi jabatan penghitungan beban kerja di lingkungan Ditjen PNFI;
- tersusunnya Rencana Induk Pengembangan Inspektorat Jenderal Kemdiknas untuk pengembangan sumber daya manusia;
- Tersusunnya Kode Etik Auditor Inspektorat Jenderal Kemdiknas yang baru.
Penyusunan ini bertujuan agar para auditor diharapkan lebih patuh dan taat mengimplementasikan kode etik saat bertugas, serta memudahkan Dewan Kode Etik Auditor Itjen Kemdiknas dalam memberikan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran kode etik oleh auditor.
3) Pembenahan tatalaksana dan pengembangan sistem
- Terbangunnya portal layanan prima pendidikan nasional (www.kemdiknas.go.id) dengan konten yang mengarah kearah yang dibutuhkan masyarakat
- Terbentuknya sistem untuk mengakses proses layanan informasi mengenai peraturan perundang-undangan bidang pendidikan nasional.
109
- Tersusunnya pedoman dan instrumen dalam system pengelolaan barang milik Negara
- Terbangun dan terlaksananya system informasi pengelolaan barang milik Negara - Terbangunnya sistem aplikasi pelaporan keuangan
- Tersusunnya Prosedur Operasi Standar (POS) dalam bidang keuangan (POS pelaporan keuangan, POS PNBP, pedoman penggunaan laporan manajemen SIMKeu Kemdiknas)
- Terbangunnya Helpdesk SIM Keuangan
- Tersusunnya 6 (enam) Standar Operasional Prosedur Audit, yaitu : 1) SOP Audit Kinerja; 2) SOP Audit Keuangan; 3) SOP Audit Tujuan Tertentu; 4) SPO Audit Pengadaan Barang dan Jasa; 5) SOP Audit Asset; dan 6) SOP Audit Kinerja Perguruan Tinggi.
- Tersusunnya POS Portal Layanan Masyarakat yang diharapkan dapat menjembatani hak dan tanggung jawab masyarakat sebagai pihak yang meminta data atau informasi.
- Tersusunnya SOP untuk seluruh tugas dan pekerjaan yang dilakukan pegawai kecuali pekerjaan yang sifatnya tidak rutin.
- Terbentuknya Sebuah Warehouse Data Pendidikan tinggi yaitu PDTP yang berbasis IT dan user friendly.
- Telah dikembangkannya Sistem Penjaminan Perguruan Tinggi (SPM-PT) melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) termasuk meningkatkan kinerja untuk memperoleh hasil yang baik dari Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).
4) Layanan Satuan Pendidikan
- Terlaksananya proses layanan pemberian akreditasi sekolah yang lebih cepat dan lebih tepat.
- Tersusunnya pedoman sistem pengelolaan pemberian akreditasi sekolah;
- Tersusun dan beroperasinya sistem informasi pengelolaan pemberian akreditasi sekolah yang handal;
- Tersedianya kebijakan dan regulasi yang mendukung pelaksanaan reformasi pemberian akreditasi sekolah.
- Terlaksananya proses layanan penyaluran hibah yang lebih cepat, lebih tepat, dan terbuka
- Tersedianya pedoman sistem pengelolaan penyaluran hibah;
- Tersedia dan beroperasinya sistem informasi pengelolaan penyaluran hibah yang handal;
- Tersedianya kebijakan dan regulasi yang mendukung pelaksanaan reformasi penyaluran hibah.
- Terbangunya data terkait daya tampung tiap jenjang pendidikan yang akurat, terintegrasi dan selalu termutakhiran untuk perencanaan pembangunan pendidikan.
- Terlaksananya layanan perijinan menjadi lebih cepat, - Pendataan PKBM semakin mudah di jangkau,
- Memudahkan para stakeholder untuk memperoleh informasi tentang pendidikan nonformal dan informal,
- Memudahkan lembaga pendidikan nonformal dalam memperoleh informasi tentang dana bantuan dari pemerintah.
110
- Terlaksananya Proses layanan perizinan program studi menjadi kombinasi off dan online dengan layanan yang lebih prima dan penjadualan yang lebih jelas sebagai perwujudan dari layanan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang lebih akuntabel dan berkualitas.
5) Layanan Peserta Didik
- Terbangunnya sistem layanan pemberian izin belajar WNI yang lebih cepat, lebih tepat, dan terbuka.
- Tersusunnya pedoman pemberian izin belajar siswa WNI.
- Tersusun dan beroperasinya sistem pemberian izin belajar siswa WNI yang handal.
- Tersusunnya kebijakan dan regulasi yang mendukung pelaksanaan peningkatan sistem pemberian izin belajar siswa WNI
- Tersusunnya pedoman pemberian izin belajar siswa WNA.
- Tersusun dan beroperasinya sistem pemberian izin belajar siswa WNA yang handal.
- Tersusunnya kebijakan dan regulasi yang mendukung pelaksanaan peningkatan sistem pemberian izin belajar siswa WNA.
- Terbangunnya sistem layanan penyaluran siswa WNI dari luar negeri ke sekolah nasional atau sekolah kerjasama lembaga asing yang lebih cepat, lebih tepat, dan terbuka.
- Tersusunnya pedoman pemberian rekomendasi penyaluran siswa WNI.
- Tersusun dan beroperasinya sistem pemberian rekomendasi penyaluran siswa WNI yang handal.
- Tersusunnya kebijakan dan regulasi yang mendukung pelaksanaan peningkatan sistem pemberian rekomendasi penyaluran siswa WNI.
- Tersusunnya pedoman penilaian/ penyetaraan ijazah.
- Tersusun dan beroperasinya sistem penilaian/ penyetaraan ijazah yang handal.
- Tersusunnya kebijakan dan regulasi yang mendukung pelaksanaan peningkatan sistem penilaian/ penyetaraan ijazah.
- Terlaksananya proses layanan penyeteraan ijazah luar negeri yang lebih cepat, lebih tepat, dan terbuka.
6) Layanan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
- Terbangunnya Infrastruktur jaringan untuk Biro Kepegawaian dan telah terhubung dengan Jardiknas;
- Telah terinstalnya dan siap dioperasionalkan Perangkat lunak aplikasi sistem di server Biro Kepegawaian
- Telah dapat diaksesnya Perangkat lunak berbais web dan terhubung ke Jardiknas.
- Tersusunnya pedoman pemberian NUPTK.
- Terbangun dan beroperasinya sistem pemberian NUPTK (aplikasi NUPTK).
- Tersusunnya kebijakan dan regulasi yang mendukung pelaksanaan peningkatan sistem pemberian NUPTK.
- Terbangunnya sistem persertifikasian dosen secara online dengan memperhatikan kualifikasi, kompetensi, dan kebutuhan perguruan tinggi yang lebih cepat, tepat, dan terbuka.
7) Layanan Substansi Pendidikan
111
- Terbangunnya sistem layanan pendidikan berbasis TIK.
- Terbangunnya aplikasi sistem layanan pendidikan berbasis TIK (administrasi dan e-pembelajaran/layanan substansi pendidikan)
- Terimplementasikannya sistem layanan pendidikan berbasis TIK pada seluruh satuan pendidikan dan satker di lingkungan Kemdiknas.
- Terbangunnya modul pembelajaran berbasis TIK (berbasis WEB) sehingga mudah diakses pengguna secara terbuka (pengguna dapat menguplod masukan dan menyempurnakan isi modul di internet).