• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Cara Belajar yang Efisien

Efisiensi adalah sebuah pengertian atau konsepsi yang menggambarkan perbandingan terbaik antara suatu usaha dengan hasilnya (Gie, 1979: 5-6).

Apabila diterapkan dalam belajar, maka terdapatlah efisiensi belajar yaitu perbandingan terbaik antara suatu usaha belajar dengan hasilnya yang dicapai.

Dalam bukunya, Muhibbin Syah (2002: 134-135) menyebutkan ada dua macam efisiensi belajar yang dapat dicapai siswa, yaitu:

1. Efisiensi usaha belajar

Sebuah kegiatan belajar dapat dikatakan efisien kalau prestasi belajar yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha yang minimal. Usaha dalam hal ini segala sesuatu yang digunkan untuk mendapat hasil belajar yang memuaskan, seperti tenaga dan pikiran, waktu, peralatan belajar, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan belajar. Namun, usaha sekeras apapun takkan membuahkan hasil yang

memuaskan jika tidak dibarengi dengan strategi dan pendekatan yang efisien.

2. Efisiensi hasil belajar

Sebuah kegiatan belajar dapat dikataka efisien apabila dengan usaha belajar tertentu memberikan memberikan prestasi belajar tinggi. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan agar siswa dapat belajar secara efisien, yaitu:

1. Pembuatan jadwal dan pelaksanaannya

Jadwal adalah pembagian waktu untuk sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang setiap harinya. Agar belajar dapat berjalan dengan baik dan berhasil, siswa perlu mempunyai jadwal yang baik dan melaksanakannya dengan teratur atau disiplin.

Hendra Surya (2011: 44-45) menyampaikan bahwa membiasakan diri dengan belajar secara teratur dan ditunjang dengan kedisiplinan dalam belajar membuat kita memiliki kecakapan belajar dengan baik dan pada akhirnya mempengaruhi pola pikiran dan membentuk watak kepribadian yang baik. Untuk menunjang kedisiplinan dalam belajar, maka kita harus dapat membuat pengaturan waktu dengan cara membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajar dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas lain, keluarga, dan lain-lain.

Supaya berhasil dalam belajar, jadwal yang sudah dibuat haruslah dilaksanakan dengan teratur, disiplin dan efisien.

The Liang Gie (1979: 49-50) menyampaikan bahwa dengan belajar secara teratur akan membuat pola pikir siswa tersebut menjadi teratur sehingga siswa tersebut dapat mengerti dan menguasai ilmu karena ilmu adalah hasil dari proses pemikiran yang dilakukan secara sistematis.

2. Membaca dan membuat catatan

Membaca adalah alat untuk belajar, sehingga agar dapat belajar dengan baik maka perlu membaca dengan baik pula. Terdapat beberapa kebiasaan baik dalam membaca, yaitu memperhatikan kesehatan membaca, membuat tanda-tanda atau catatan-catatan, membaca dengan sungguh-sungguh sampai menguasai isinya, dan membaca dengan konsentrasi penuh. Selain kebiasaan baik, terdapat pula kebiasaan buruk dalam membaca, yaitu membaca sambil menggerakkan bibir, menunjuk, tiduran, mengobrol, makan-makanan kecil, dan mendengarkan radio atau TV dengan suara keras.

Membuat catatan juga berpengaruh terhadap membaca. Jika kita memiliki catatan yang teratur, bersih, dan rapi, maka akan memudahkan kita untuk membacanya sehingga kita dapat belajar dengan baik.

Sebagai pelajar, sebaiknya kita tidak hanya menggantungkan diri pada satu buku pegangan wajib saja dalam proses belajar, tetapi kita harus mengusahakan untuk memperkaya pengetahuan dengan buku-buku lainnya sebagai pendamping, pendukung, atau

pembanding. Semakin banyak tersedia bahan atau sumber-sumber belajar yang dipelajari akan semakin banyak pengetahuan dan kecakapan yang dikuasai seseorang dalam belajar (Surya, 2011: 53). 3. Mengulangi bahan pelajaran

Mengulangi besar pengaruhnya dalam belajar, karena dengan adanya pengulangan (review) maka bahan yang belum begitu dikuasai serta mudah terlupakan akan tetap tertanam dalam otak seseorang. Mengulang dapat berupa mempelajari kembali bahan yang telah dipelajari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat ringkasan, lalu untuk mengulang cukup dengan belajar dari ringkasan atau juga dapat dari mempelajari jawaban soal yang sudah pernah dibuat.

Herman Hudojo (1988: 4) menyatakan bahwa proses belajar matematika akan terjadi dengan lancar bila belajar itu sendiri dilakukan secara kontinyu. Karena itu, dalam belajar matematika, kita perlu mengulang kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya karena materi matematika saling berkaitan satu sama lain.

Pengulangan bahan pelajaran dalam matematika dapat dilakukan dengan mengerjakan soal-soal dari materi yang sedang dipelajari. 4. Konsentrasi

Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan. Dalam belajar maka konsentrasi berarti pemusatan pikiran terhadap suatu mata pelajaran dengan menyampingkan semua hal lainnya yang tidak

berhubungan dengan pelajaran tersebut (Gie, 1979: 53). Konsentrasi memiliki pengaruh yang besar terhadap belajar.

The Liang Gie (1979: 54) mengutarakan beberapa sebab atau keadaan yang dapat membuat pikiran seseorang mahasiswa melayang-layang sewaktu belajar sehingga banyak tenaga dan waktunya terbuang sia-sia:

a. Kekurangan minat terhadap mata pelajaran yang dipelajari. Tidak adanya minat dapat mengakibatkan mahasiswa sukar mengerti isi pelajaran tersebut. Ia akhirnya akan mendorong pikirannya melayang-layang kepada hal-hal lain.

b. Gangguan keadaan sekeliling seperti bunyi radio yang terlampau keras, udara yang sangat panas atau juga bentuk meja dan kursi yang tidak enak dipakai.

c. Urusan-urusan kecil atau buah-buah pikiran yang pergi datang mengaduk dalam otak sehingga sering memecah perhatian yang sedang dipusatkan.

d. Kesenadaan mengenai sesuatu bahan pelajaran sehingga menimbulkan kejemuan dalam pikiran.

e. Gangguan kesehatan dalam diri mahasiswa atau keletihan badan. Untuk dapat berkonsentrasi dengan baik, maka siswa harus dapat mengatasi hal-hal yang dapat memecah konsentrasi siswa tersebut.

Mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang diberikan guru, membuat atau mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku-buku ataupun soal-soal buatan sendiri. Dengan mengerjakan tugas, siswa akan dapat menjadi terlatih dalam mengerjakan berbagai soal matematika.

Dokumen terkait