Membalut Tumit Kaki Secara Balut Penyu (Testudo Calcanea Reversa)
1. Mulailah membalut tumit dan sendi pergelangan kaki beberapa kali.
2. Lalu secara bergantian, perban dililitkan ke tungkai bawah (proksimal) dan punggung kaki (distal).
3. Lakukanlah berulang-ulang sambil digeser sedikit demi sedikit kearah proksimal dan distal (kearah tumit).
4. Setelah seluruh tumit kaki terbalut, lilitkanlah beberapa kali perban pada tungkai bawah, lalu lekatkan dengan sepotong plester atau dibuat sampul.
Membalut Ibu Jari
1. Letakkan perban beberapa lapis dari pangkal jempol ke ujung jempol lalu pangkal telapak jempol kaki.
3. Sewaktu perban berada ditelapak kaki, diantara sela ibu jari dan jari lain, perban diarahkan ke punggung jempol menuju ke lateral. Kemudian lilitkan perban kedaerah cekungan telapak kaki. Arahkan perban ke punggung kaki sampai kemata kaki lateral. Lanjutkan lilitan ke pergelangan kaki.
4. Dari mata kaki medial (sebelah dalam) perban dililitkan kepunggung kaki, menuju ke lateral. Lilitkan pada telapak kaki menuju ke pangkal ibu jari kaki.
5. Dari pangkal telapak ibu jari perban dinaikkan ke punggung jempol lalu dimasukkan ke sela jari jempol dan jari kedua. Dari sini perban menuju punggung kaki ke arah lateral. Lilitkan ke telapak kaki menuju ke punggung kaki.
6. Dari punggung kaki diarahkan ke pergelangan kaki lagi.
7. Demikianlah balutan perban berulang-ulang sampai selesai. Balutan diakhiri dengan lilitan beberapa kali di pergelangan kaki dan lekatkan dengan plester.
1. Misalkan kaki kiri ingin dibalut, mulailah perban dari bagian punggung kaki menuju ke ujung jari-jari lalu ke telapak kaki. Peganglah dengan tangan kiri ujung perban yang ada di punggung. Dengan tangan kanan lilitkan perban untuk menutup jari-jari kaki dengan cara tadi, bergantian kelateral dan ke medial. Geserlah sedikit demi sedikit ke arah tengah jari-jari sehingga seluruh jari terbalut. Di telapak kaki, arah balutan melintang; sedangkan di telapak kaki arahnya miring.
2. Sesudah itu lilitkan perban melintang punggung dan telapak kaki sehingga ujung-ujung perban tadi terhimpit. Buatlah lilitan perban sebanyak tiga lilitan sambil menggeser ke arah pergelangan kaki.
3. Sewaktu lilitan ke empat berada di punggung kaki, perban diarahkan ketelapak kaki sekitar tumit. Kemudian dililitkan ke pergelangan kaki, terus kepunggung kaki lagi. 4. Selanjutnya ulangi lagi balutan seperti tadi beberapa kali, sampai seluruh kaki terbalut.
Akhir balutan pada pergelangan kaki.
GIPS DAN PEMASANGANNYA
Tepung gips terdiri dari garam kapur sulfat berupa bubuk halus, berwarna putih dan mempunyai sifat mudah menarik air (higroskopis).
Bila diberi air, tepung gips akan membentuk semacam bubur yang beberapa saat kemudian akan mengeras dengan mengeluarkan panas. Tepung gips yang dibiarkan dalam udara terbuka akan menarik air, sehingga timbul gumpalan keras yang tidak akan mengeras lagi bila dicampur air.
Agar gips dapat tetap dipakai, maka bubuk gips atau gips perban harus disimpan dalam kaleng atau stoples tertutup sehingga uap air dari udara tidak dapat masuk ke dalamnya. Gips harus disimpan di tempat yang kering.
Tepung gips yang telah menarik air dapat dikeringkan lagi dengan jalan memanaskan dalam kuali. Agar pemanasannya rata, tepung gips harus selalu diaduk. Pemanasan dilakukan ialah sampai tepung gips menjadi halus dan putih kembali. Setelah menjadi halus dan putih, pemanasan harus dihentikan agar gips tidak rusak atau gosong.
Untuk fiksasi luar patah tulang dipasang gips spalk atau gips sirkular. Perban gips spalk biasanya dipakai pada patah tulang tungkai bawah karena akan terjadi edema. Setelah edema menghilang, baru diganti dengan gips sirkular.
Selain itu pada patah tulang jari-jari biasanya juga dipasang gips spalk.
Cara Membalut Gips Spalk (Bidai Gips)
Panjang gips spalk untuk lengan bawah (fractura antebrachi), bila terjadi pada sepertiga distal (dekat pergelangan tangan), adalah dari siku sampai ke ujung metacarpal (pangkal jari-jari).
Bila terjadi patah lebih proksimal, misalnya pada pertengahan atau sepertiga proksimal (dekat siku), maka panjang gips spalk adalah dari pangkal jari sampai ke lengan atas kira-kira dua jari di bawah lipatan ketiak.
Lengan harus ditekuk sampai 900 dengan telapak tangan agak diputar ke dalam (supinasi). Pergelangan tangan lurus dengan tulang lengan bawah.
Agar pasien tidak merasa sakit sewaktu mengukur panjang gips spalk (bidai), ukurlah anggota gerak yang tidak patah.
Pada patah tulang tungkai bawah (fraktura tibia dan fibula), gips spalk dan sirkular harus dipasang mulai ujung jari sampai 2 – 3 cm dibawah sendi paha. Posisi kaki dan tungkai bawah dibuat sudut 900; sedangkan persendian lutut agak ditekuk membuat sudut kira-kira 1700.
Pada patah tulang kaki dan tumit gips sirkular dipasang mulai dari ujung jari sampai kira-kira 2 – 3 cm di bawah sendi lutut saja.
Setelah diketahui panjangnya ukuran spalk, bukalah gulungan gips perban dan letakkan di meja sepanjang ukuran yang diingini. Untuk anggota gerak atas, cukup dibuat 6 lapis; sedangkan untuk tungkai dibuat 8 – 10 lapis.
Setelah lapisan gips spalk selesai dibuat, basahkan lalu letakkan ke anggota gerak yang akan digips.
Sebelum gips tentu saja anggota yang patah harus direposisi, baik dari luar maupun dari dalam melalui operasi. Setelah direposisi dilapisi dengan kain tricot atau kapas berlemak.
Setelah dipasang gips spalk, dibalut dengan perban kasa. Cara membalut adalah balut pucuk rebung (dolabra reversa). Sebaiknya mulai membalut dari daerah yang patah. Pada cedera persendian dibalut dengan cara balut silang (spika).
Gips Sirkular
Bila hendak membalut secara gips sirkular, setelah tulang direposisi, dilapisi dengan kain tricot atau kapas berlemak, dan telah dipasang gips spalk (bidai), langsung dibalut dengan perban gips dengan cara balut biasa (dolabra currens). Gips perban yang telah dibalut itu diratakan dengan kedua telapak tangan agar perban gips melekat betul. Jari-jari tangan dan kaki bila tidak patah jangan digips.
Bila dilakukan reposisi sanguinea (melalui operasi), luka operasi ditutup dahulu dengan kasa steril yang telah diolesi dengan antiseptic (betadin). Kemudian dipasang gips sirkular. Luka operasi dibiarkan tertutup dengan gips, jahitan baru dilepas setelah gips dibuka.
Bisanya gips baru dibuka setelah terjadi kalus (bersambung), untuk lengan memerlukan waktu 4 – 6 minggu, sedangkan untuk tungkai memerlukan 6 – 10 minggu. Makin muda umur pasien makin cepat sembuhnya.
Pada patah tulang tungkai bawah yang sudah mulai agak sembuh, biasanya gips sirkularnya diberi telapak dari karet ban luar mobil, dapat pula dipasang bakiak atau terumpa kayu yang diletakkan pada telapak kaki.