BAB III METODE KERJA
III.2 Cara Kerja A. Penyiapan sampel
1. Sampel Obat Tradsional (Jamu dalam Bentuk Pil®) - Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Dilakukan pengerjaan secara aseptis yaitu tangan dan meja pengerjaan disemprotkan dengan alkohol 70%
- Digerus sampel Jamu dalam Bentuk Pill® sebanyak 1 gram dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-1 yang telah berisi aquadest 9 ml yang telah disterilkan, lalu dihomogenkan
- Diambil 1 ml sampel Jamu dalam Bentuk Pill® dari botol pengenceran 10-1 dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-2 dan dihomogenkan
- Diulangi pengerjaan yang sama untuk pengenceran 10-3 dan 10-4 2. Sampel sediaan non steril (Curcuma Plus® Emulsion, Paracetamol,
Promag, Tablet C.T.M.)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Dilakukan pengerjaan secara aseptis yaitu tangan dan meja pengerjaan disemprotkan dengan alkohol 70%
- Dipipet sampel sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-1 yang telah berisi aquadest 9 ml yang telah disterilkan, lalu dihomogenkan
- Diambil 1 ml sampel dari botol pengenceran 10-1 dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-2 dan dihomogenkan
- Diulangi pengerjaan yang sama untuk pengenceran 10-3 dan 10-4 - Diulangi pekerjaan yang sama untuk sampel .
3. Sampel kosmetik (Minyak Kemiri®, Bedak Bayi, Skin Food®, dan Bedak Dingin®)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Dilakukan pengerjaan secara aseptis yaitu tangan dan meja pengerjaan disemprotkan dengan alkohol 70%
- Dipipet sampel sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-1 yang telah berisi 1 ml tween dan aquadest 8 ml yang telah disterilkan, lalu dihomogenkan
- Diambil 1 ml sampel dari botol pengenceran 10-1 dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-2 dan dihomogenkan
- Diulangi pengerjaan yang sama untuk pengenceran 10-3 dan 10-4 B. Pengujian Sampel
1. ALT Bakteri
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Diambil 1 ml sampel dari tiap tingkat pengenceran yaitu 10-2, 10-3 dan 10-4 kemudian masing-masing dimasukkan ke dalam cawan Petri steril
- Dituang medium NA hingga menutupi semua dasar cawan Petri - Dihomogenkan dengan cara memutar cawan Petri secara perlahan
membentuk angka 8 lalu dibiarkan memadat.
- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam - Diamati dan dihitung jumlah koloni bakteri.
2. ALT Kapang
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Diambil 1 ml sampel dari tiap tingkat pengenceran yaitu 10-1, 10-2 dan 10-3 kemudian masing-masing dimasukkan ke dalam cawan Petri steril
- Dituang medium PDA hingga menutupi semua dasar cawan Petri - Dihomogenkan dengan cara memutar cawan Petri secara perlahan
membentuk angka 8 lalu dibiarkan memadat
- Dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet - Diinkubasi pada inkubator pada suhu kamar selama 3 x 24 jam - Diamati dan dihitung jumlah koloni bakteri
3. Uji kualitatif bakteri Escherichia coli pada sampel makanan-minuman (Air soda, susu kaleng, dan sosis siap makan) obat tradisional (jamu bentuk pil) dan sediaan non steril (Promag, Emulsi)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Diambil 1 ml sampel dari tingkat pengenceran 10-2, 10-3 dan 10-4 dan masing-masing dimasukkan ke dalam masing-masing 3 seri tabung reaksi yang berisi 9 ml medium LB dan tabung Durham - Tiap tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dan
masing-masing seri tabung dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet
- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam - Diamati jika timbul gas dan terjadi perubahan warna dari hijau
menjadi kuning maka positif untuk Escherichia coli
- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium EMBA pada cawan Petri
- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam 4. Uji kualitatif bakteri Staphylococcus aureus pada sampel
makanan-minuman (Air soda dan sosis siap makan), obat tradisional (jamu bentuk pil), sediaan non steril (Paracetamol) dan kosmetika (minyak kemiri, bedak bayi, skin food, rexona dan bedak dingin)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1 dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium PW (Penton Water).
- Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet
- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam - Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk
Staphylococcus aureus
- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium VJA pada cawan Petri
5. Uji kualitatif bakteri Salmonella typhosa pada sampel makanan-minuman (Air soda dan sosis siap makan), Sediaan non Steril (Tablet CTM) dan obat tradisional (jamu bentuk pil).
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1 dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium SCB. - Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan
kertas pembungkus dan diikat dengan karet
- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam - Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk
Salmonella typhosa
- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium SSA pada cawan Petri
- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam
6. Uji kualitatif bakteri Pseudomonas aeruginosa pada sampel kosmetika (Rexona® (Cream), Minyak Kemiri®, Bedak Bayi, Skin Food®, dan Bedak Dingin®).
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1 dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium TSB - Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan
kertas pembungkus dan diikat dengan karet
- Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk Pseudomonas aeruginosa
- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium CETA pada cawan Petri
- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam 7. Uji kualitatif jamur Candida albicans pada sampel kosmetika (bedak
bayi)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1 dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium SDB (Sucrose Dextrose Broth)
- Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet
- Diinkubasi pada inkubator pada suhu kamar selama 3 x 24 jam - Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk
Candida albicans
- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium PDA pada cawan Petri
- Diinkubasi pada inkubator pada suhu kamar selama 3 x 24 jam 8. Uji kualitatif bakteri Vibrio cholerae pada sampel kosmetika (Rexona®
(Cream), Minyak Kemiri®, Bedak Bayi, Skin Food®, dan Bedak Dingin®)
Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1
dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium PW (Pepton Water).
Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet
Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk
Vibrio cholerae.
Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium TCBSA pada cawan Petri.
BAB IV