• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Kerja A. Penyiapan sampel

Dalam dokumen Laporan Lengkap Makanan Minuman (Halaman 29-36)

BAB III METODE KERJA

III.2 Cara Kerja A. Penyiapan sampel

1. Sampel Obat Tradsional (Jamu dalam Bentuk Pil®) - Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Dilakukan pengerjaan secara aseptis yaitu tangan dan meja pengerjaan disemprotkan dengan alkohol 70%

- Digerus sampel Jamu dalam Bentuk Pill® sebanyak 1 gram dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-1 yang telah berisi aquadest 9 ml yang telah disterilkan, lalu dihomogenkan

- Diambil 1 ml sampel Jamu dalam Bentuk Pill® dari botol pengenceran 10-1 dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-2 dan dihomogenkan

- Diulangi pengerjaan yang sama untuk pengenceran 10-3 dan 10-4 2. Sampel sediaan non steril (Curcuma Plus® Emulsion, Paracetamol,

Promag, Tablet C.T.M.)

- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Dilakukan pengerjaan secara aseptis yaitu tangan dan meja pengerjaan disemprotkan dengan alkohol 70%

- Dipipet sampel sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-1 yang telah berisi aquadest 9 ml yang telah disterilkan, lalu dihomogenkan

- Diambil 1 ml sampel dari botol pengenceran 10-1 dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-2 dan dihomogenkan

- Diulangi pengerjaan yang sama untuk pengenceran 10-3 dan 10-4 - Diulangi pekerjaan yang sama untuk sampel .

3. Sampel kosmetik (Minyak Kemiri®, Bedak Bayi, Skin Food®, dan Bedak Dingin®)

- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Dilakukan pengerjaan secara aseptis yaitu tangan dan meja pengerjaan disemprotkan dengan alkohol 70%

- Dipipet sampel sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-1 yang telah berisi 1 ml tween dan aquadest 8 ml yang telah disterilkan, lalu dihomogenkan

- Diambil 1 ml sampel dari botol pengenceran 10-1 dan dimasukkan ke dalam botol pengenceran 10-2 dan dihomogenkan

- Diulangi pengerjaan yang sama untuk pengenceran 10-3 dan 10-4 B. Pengujian Sampel

1. ALT Bakteri

- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Diambil 1 ml sampel dari tiap tingkat pengenceran yaitu 10-2, 10-3 dan 10-4 kemudian masing-masing dimasukkan ke dalam cawan Petri steril

- Dituang medium NA hingga menutupi semua dasar cawan Petri - Dihomogenkan dengan cara memutar cawan Petri secara perlahan

membentuk angka 8 lalu dibiarkan memadat.

- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam - Diamati dan dihitung jumlah koloni bakteri.

2. ALT Kapang

- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Diambil 1 ml sampel dari tiap tingkat pengenceran yaitu 10-1, 10-2 dan 10-3 kemudian masing-masing dimasukkan ke dalam cawan Petri steril

- Dituang medium PDA hingga menutupi semua dasar cawan Petri - Dihomogenkan dengan cara memutar cawan Petri secara perlahan

membentuk angka 8 lalu dibiarkan memadat

- Dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet - Diinkubasi pada inkubator pada suhu kamar selama 3 x 24 jam - Diamati dan dihitung jumlah koloni bakteri

3. Uji kualitatif bakteri Escherichia coli pada sampel makanan-minuman (Air soda, susu kaleng, dan sosis siap makan) obat tradisional (jamu bentuk pil) dan sediaan non steril (Promag, Emulsi)

- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Diambil 1 ml sampel dari tingkat pengenceran 10-2, 10-3 dan 10-4 dan masing-masing dimasukkan ke dalam masing-masing 3 seri tabung reaksi yang berisi 9 ml medium LB dan tabung Durham - Tiap tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dan

masing-masing seri tabung dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet

- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam - Diamati jika timbul gas dan terjadi perubahan warna dari hijau

menjadi kuning maka positif untuk Escherichia coli

- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium EMBA pada cawan Petri

- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam 4. Uji kualitatif bakteri Staphylococcus aureus pada sampel

makanan-minuman (Air soda dan sosis siap makan), obat tradisional (jamu bentuk pil), sediaan non steril (Paracetamol) dan kosmetika (minyak kemiri, bedak bayi, skin food, rexona dan bedak dingin)

- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1 dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium PW (Penton Water).

- Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet

- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam - Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk

Staphylococcus aureus

- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium VJA pada cawan Petri

5. Uji kualitatif bakteri Salmonella typhosa pada sampel makanan-minuman (Air soda dan sosis siap makan), Sediaan non Steril (Tablet CTM) dan obat tradisional (jamu bentuk pil).

- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1 dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium SCB. - Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan

kertas pembungkus dan diikat dengan karet

- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam - Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk

Salmonella typhosa

- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium SSA pada cawan Petri

- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam

6. Uji kualitatif bakteri Pseudomonas aeruginosa pada sampel kosmetika (Rexona® (Cream), Minyak Kemiri®, Bedak Bayi, Skin Food®, dan Bedak Dingin®).

- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1 dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium TSB - Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan

kertas pembungkus dan diikat dengan karet

- Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk Pseudomonas aeruginosa

- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium CETA pada cawan Petri

- Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam 7. Uji kualitatif jamur Candida albicans pada sampel kosmetika (bedak

bayi)

- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

- Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1 dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium SDB (Sucrose Dextrose Broth)

- Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet

- Diinkubasi pada inkubator pada suhu kamar selama 3 x 24 jam - Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk

Candida albicans

- Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium PDA pada cawan Petri

- Diinkubasi pada inkubator pada suhu kamar selama 3 x 24 jam 8. Uji kualitatif bakteri Vibrio cholerae pada sampel kosmetika (Rexona®

(Cream), Minyak Kemiri®, Bedak Bayi, Skin Food®, dan Bedak Dingin®)

 Diambil 1 ml sampel dari pengenceran 10-1

dan masing-masing dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml medium PW (Pepton Water).

 Tabung reaksi ditutup dengan sumbat kapas dibungkus dengan kertas pembungkus dan diikat dengan karet

 Diinkubasi pada inkubator pada suhu 37˚C selama 1 x 24 jam  Diamati jika timbul kekeruhan dan endapan maka positif untuk

Vibrio cholerae.

 Dilakukan uji lanjutan untuk hasil positif, dengan cara digoreskan pada medium TCBSA pada cawan Petri.

BAB IV

Dalam dokumen Laporan Lengkap Makanan Minuman (Halaman 29-36)

Dokumen terkait