• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Kerja

Dalam dokumen panduan praktikum pj (Halaman 30-33)

PEM ETAAN KUALITAS LINGKUNGAN PERM UKIM AN

D. Cara Kerja

1. Tent ukan t it ik pusat dan pusat pindahan fot o udara pada set iap f ot o yang akan

diint erpret asi.

2. Buat pet a dasar (sumber pet a dasar adalah pet a t opografi at aupun pet a st andar

lainnya). Skala pet a dasar disesuaikan dengan kerincian pet a t emat ik yang akan dibuat , dan skala cit ra penginderaan jauh yang digunakan.

3. Siapkan st ereoskop cer min, t ransparan, dan alat t ulis.

4. Pasang fot o udara (sepasang) di baw ah st er eoskop cer min, kemudian kenali dan bat asi (delineasi) permukiman yang m empunyai keseragaman perujudan pada

fot o udara. Per mukiman yang secara r elat if mempunyai kepadat an, t at a let ak, dan per ujudan yang seragam digunakan sebagai sat uan pem et aan (mapping unit).

Sat uan pem et aan ini kemudian digunakan sebagai dasar penilaian paramet er kualit as permukiman. Apabila diket emukan sat uan pem et aan yang

t er lalu kecil di gambar pada pet a dasar, gabungkan sat uan pemet aan t ersebut ke dalam sat uan pemet aan di dekat nya.

5. Hit ung kepadat an rumah pada set iap sat uan pemet aan (blok permukiman) yang

t elah dibat asi sebelumnya. Kepadat an rumah yang dimaksud dalam lat ihan ini adalah perbandingan luas t ut upan at ap dan luas permukiman (percent ace of

roof cover), bukan jumlah rumah per sat uan pem et aan. 6. Tat a let ak rumah at au pola pengat uran let ak bangunan rumah

a. Kat egori baik, apabila pengat uran let ak bangunan baik. Tat a let ak baik

apabila 50% at au lebih bangunan perumahan yang t erdapat pada sat uan pem et aan dit at a secara t erat ur, bangunan perumahannya m enghadap ke jalan at au mempunyai akses yang baik, dan pola bangunan perumahan

pada permukiman t ersebut t ert at a secara t erat ur .

b. Kat egori sedang, apabila pengat uran let ak bangunan cukup, yait u apabila

ant ara 25%-50% bangunan per umahan yang t er dapat pada sat uan pem et aan dit at a secara t erat ur.

30

c. Kat egori buruk, apabila sebagian besar pola pengat uran let ak bangunan kurang at au bangunan perumaahn yang t er t aat dengan baik dan yang mempunyai aksesibilit as baik < 25% dari seluruh bangunan yang ada.

7. Lebar jalan (lebar jalan lingkungan pada set iap sat uan pem et aan)

a. Lebar jalan masuk (lingkungan) baik, apabila sebagian besar ( > 50% ) dari

jalan masuk yang t erdapat pada sat uan pemet aan dapat dilalui mobil besar (t ruk, bus) at au lebar jalan rat a-rat a lebih dari 6 met er.

b. Jalan masuk sedang, apabila ant ara 25%-50% lebar jaaln pad asat uan pem et aan dapat dilalui mobil (lebar jalan ant ara 3-6 met er).

c. Kat egori lebar jalan jelek, apabila sebagian besar jalan masuk t idak dapat dilalui mobil at au kurang dari 25% lebar jalan yang dapat dilalui mobil. 8. Kondisi jalan (kondisi permukaan jalan)

a. Kat egori baik, apabila permukaan jalan lingkungan pada sat uan pem et aan sebagian besar ( > 50% ) t elah diperkeras dengan aspal, semen, at au conblok.

b. Kat egori sedang, apabila permukaan jalan yang di perkeras panjangnya ant ara 25%-50% dar i seluruh panjang jalan lingkungan pada sat uan

pem et aan.

c. Kat egori jelek, apabila permukaan jalan yang diperker as panjangnya kurang dari 25% dari seluruh panjang jalan lingkungan pada sat uan pem et aan.

9. Kondisi halaman

a. Kondisi halaman baik, sebagian besar ( > 50% ) rumah yang ada pada sat uan

pem et aan mempunyai halaman rumah yang t eraw at dengan baik.

b. Kondisi halaman sedang, ant ar a 25%-50% rumah yang ada pada sat uan pem et aan mempunyai halaman yang t eraw at .

c. Kondisi halaman jelek, sebagian besar rumah yang ada pada sat uan pem et aan halaman depannya t idak t eraw at .

10. Pohon pelindung di t epi jalan

a. kat egori baik, pohon pelindung jalan t erdapat pada sebagian besar jalan lingkungan, at au lebih dari 50% jalan yang ada pada sat uan pem et aan

31

b. Kat egori sedang, jalan yang ada pohon pelindungnya pada set iap sat uan pem et aan ant ara 25%-50% dari seluruh panjang jalan yang ada.

c. Kat egori jelek, apabila jalan lingkungan yang dit anami pohon pelindung

panjangnya kurang dari 25% dari seluruh panjang jalan yang ada.

11. Lokasi permukiman adalah lokasi relat if t erhadap kenyamanan bert empat

t inggal.

a. kat egori buruk, apabila lokasi dekat dengan sumber polusi udara maupun

suara. Sebagai cont oh: sat uan pem et aan yang t erlet ak dekat dengan bangunan indust ri besar, pada dat aran banjir, pada lokasi yang merupakan

garis lurus dari landasan pacu pangkalan udara (run way).

b. Kat egori sedang, yait u sat uan pem et aan yang berupa per mukiman t idak t erpengaruh secara langsung dengan kegiat an sumber polusi (udara dan

suara) maupun pada lokasi rent an bencana alam.

c. Kat egori baik, apabila lokasi sat uan pem et aan jauh dari sumber polusi dan masih cukup dekat dengan fasilit as kot a.

12. Hit ung nilai kualit as permukiman pada set iap sat uan pem et aan (blok perm ukiman), dan lakukan klasifikasi nilai kualit as permukiman t ersebut

menjadi 5 klas. Unt uk menent ukan int er val klas gunakan f or mula sebagai berikut :

erval

jumlah

dah

skorterren

ggi

Skortertin

erval

Lebar

int

int

Catat an:

1. Param et er st udi kualit as permukiman dalam pr akt ikum ini dibat asi sedemikian rupa, disesuaikan dengan w akt u yang t ersedia.

2. Param et er yang dipilih dalam prakt ikum ini, khususnya paramet er yang informasinya dapat disadap secara langsung dari dat a penginderaan jauh (fot o

udara).

3. Unt uk dapat dioperasionalkan, maka hasil int erpret asi harus diuji kebenarannya

di lapangan dan perlu didukung dengan dat a hasil pengukuran lapangan dan at au dat a sekunder.

32

ACARA VII

Dalam dokumen panduan praktikum pj (Halaman 30-33)

Dokumen terkait