• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LILIT

3. CARA MEMASANG BEARING [10]

a. Persiapan Sebelum Memasang Bearing

1. Permukaan tempat dudukan Bearing

Pertama-tama bersihkan setiap tonjolan tajam (burrs), serpihan metal (cutting chips), karat (rust) atau kotoran debu (dirt) dari permukaan tempat dudukan bearing.

Pemasangan dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan yang sudah bersih tersebut dilapisi dengan sedikit oli.

Gambar 74. Tonjolan pada bearing [10]

Gambar 75. SOP untuk persiapan memasang bearing [10]

2. Peralatan untuk memasang bearing

Pastikan bahwa semua pressing blocks, driving plates, hammers dan peralatan pemasangan yang lainnya dalam kondisi bersih, bebas dari tonjolan (burrs), dan ukuran nya benar.

3. Jangan membuka bearing sebelum bearing tersebut siap untuk dipasang.

Serpihan debu maupun kotoran lain yang masuk ke dalam bearing sebelum dan selama pemasangan dapat menyebabkan noise dan vibration saat bearing bekerja.

Gambar 76. Tonjolan dan debu yang masuk ke bearing [10]

4. Jangan melakukan modifikasi apapun terhadap bearing

Bearings dibuat dengan toleransi yang sangat ketat untuk memenuhi tingkat akurasi yang tinggi. Sehingga, penting sekali untuk memperhatikan secara khusus terhadap hal-hal yang harus diperhatikan dalam menangani bearing.

b. Memasang Bearing

1. Prosedur memasang dan contoh kerusakan bearing

Gambar 77. Pemasangan bearing yang benar dan salah [10]

CONTOH KERUSAKAN BEARING

Gambar 78. Contoh Bearing Rusak [10]

Memasang bearing dengan menggunakan hammer dapat menyebabkan kerusakan karena tumbukan yang keras (sharp impacts). Pasanglah bearing dengan menggunakan alat press yang melingkar atau bentuk lain yang dapat menekan permukaan bearing dengan beban yang rata.

Gambar 79. Pemasangan bearing dengan palu [10]

2. Perawatan Bearing

Bearings sangat mudah kena beban impacts dan beban kejut (shock loads)

Bearings membawa bebannya setiap waktu pada kontak permukaan yang sangat sempit diantara bagian yang berputar (roller) dan diantara permukaan inner dan outer race. Jika ada beban berlebihan atau beban kejut yang terjadi pada bagian kontak area yang sempit tersebut, akan menimbulkan luka gores dan / atau luka pantulan (brinelling and/atau scarring). Kerusakan ini memicu suara yang kasar dan getaran berlebihan dan juga putaran yang kasar. (Jatuhnya bearing ke lantai dengan tegak lurus akan menyebabkan kerusakan yang sama)

Gambar 80. Perlakuan pada bearing yang harus dihindari [10]

Bearing sangat mudah terkontaminasi dengan material asing

Jika material asing masuk kedalam bearing saat berputar, material asing yang masuk tersebut akan menggores sehingga menyebabkan putaran bearing terganggu dan menimbulkan suara yang kasar.

Gambar 81. Kondisi bearing yang kemasukan benda asing [10]

3. Memasang bearing dengan metode panas

(Pemuaian panas pada inner ring membuat pemasangan bearing menjadi mudah)

Umumnya digunakan untuk bearing yang besar dan bearing dengan interference fit yang

a. Merendam bearing didalam oli panas adalah cara yang paling umum.

Gunakan oli bersih dan masukkan bearing kedalam oli dengan dikaitkan dengan gantungan atau dengan dudukan menggunakan metal screen untuk mencegah bersentuhan dengan elemen pemanas.

Gambar 82. Pemanasang bearing pada cairan [10]

b. Suhu yang diperlukan memanaskan inner ring tergantung pada jumlah interference fit dari permukaan bearing dengan shaft nya. Lihat grafik dibawah ini untuk menentukan berapa panas yang diperlukan.

Gambar 83. Grafik penentuan pemanasan pada bearing [10]

c. Untuk mencegah adanya celah yang akan timbul antara inner ring dan shaft, bearing yang dipasang dengan cara panas terhadap shaftnya harus didiamkan dulu sampai dingin.

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika memanaskan bearing 1. Bearing tidak boleh dipanaskan lebih dari 120 derajat C.

2. Metode pemasangan dengan cara dipanaskan ini tidak boleh digunakan untuk bearing yang menggunakan pre-greased dan sealed bearings atau shielded bearings.

4. Metode pemanasan yang lain 1. Bearing Oven

Bearing harus kering. Metode ini dapat juga digunakan untuk pre-greased bearings.

Saat menggunakan metode ini untuk pre-greased bearings, jangan panaskan bearing lebih dari 120 derajat C.

2. Induction Heating

Metode ini dapat digunakan untuk inner rings dari cylindrical roller bearings. Bearings harus kering dan dapat dipanaskan dalam waktu singkat.

Setelah menggunakan metode ini, lakukan demagnetizing terhadap bearing. Untuk infromasi lebih jelasnya mengenai heating methods ini, lihat rekomendasi dari pabrik pembuatnya.

Gambar 84. Pemanasan bearing dengan oven [10]

PENGECEKAN SETELAH MEMASANG BEARING

Untuk memastikan bahwa bearing sudah terpasang dengan benar, lakukan tes dengan cara diputar.

1. Pertama, putar shaft atau housing untuk melihat apakah ada suara yang tidak normal.

2. Selanjutnya, hubungkan bearing tanpa diberi beban. Setelah diamati pada putaran yang rendah tidak masalah, naikkan kecepatan putarannya dan beri beban sambil diperiksa apakah noise levels nya naik, timbul vibrations dan temperature nya naik.

3. Jika ditemukan unusual noise selama bearing bekerja, hentikan bearing dan periksa dengan seksama.

Pengecekan untuk unusual noise atau noise levels harus dilakukan oleh orang yang sudah familiar atau orang berpengalaman dengan kondisi suara bearing saat operasi pada kondisi standard.

Gambar 85. Pengecekan bearing dengan suara [10]

C. Aktivitas Pembelajaran a. Alat

1. Treker 1 Buah

2. Tool set 1 Buah

3. Alat pemanas 1 Buah

4. Termometer 1 Buah

b. Bahan

1. Motor induksi 1 fasa 1 Buah

2. Motor induksi 3 fasa 1 Buah

c. Keselamatan Kerja

1. Gunakanlah pakaian Praktik

2. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.

3. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya

4. Hati–hati melepas rotor agar supaya tidak merusak kumparan stator 5. Hindarkan bagian–bagian motor dari kotoran (debu)

6. Hati–hati dalam melakukan praktik

d. Langkah Kerja

1. Pakailah pakaian praktik 2. Bacalah dan pahami modul 3. Persiapkan kebutuhan alat 4. Persiapkan kebutuhan bahan

5. Gunakan alat sesuai dengan fungsinya

6. Lakukan proses membuka bearing (bantalan).

7. Lakukan proses menutup bearing (bantalan).

8. Hati-hati dalam melakukan praktik, ingat dan perhatikan K3.

D. Rangkuman

Semua jenis treker tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk melepas/memasang bearing. Untuk itu ikuti langkah sederhana cara melepas bearing dengan mudah yang bisa anda lakukan sendiri.

1. Siapkan Treker Bearing

Seperti yang telah Kami utarakan sebelumnya bahwa untuk melepas dan memasang komponen yang terdapat pada bearing diperlukan alat press melingkar, siapkan alat tersebut. Tak perlu kaduanya salah satu diantaranya cukup untuk bisa Anda gunakan melepas komponen bearing.

2. Siapkan Pengapit Landasan

Dalam hal ini, sebuah pengapit landasan diperlukan untuk menjaga agar treker bisa dengan leluasa menekan untuk melepas komponen. Anda bisa menggunakan alat apapun sejauh memiliki ketingian dan posisi yang pas. Jika tidak tersedia tentu tidak masalah karena treker telah mengapit dengan kencang bagian luar dari bearing.

3. Posisi Yang Sesuai

Setelah semua tersedia maka untuk melepas bearing diperlukan tenaga yang

Cara menggunakan treker bearing paling terakhir adalah dengan memutar tuas searah jarum jam, secara perlahan ujung tuas dan shaft bearing akan bersentuhan, pastikan sesuai dan tidak meleset. Tekan perlahan hingga komponen ring dan shaft terlepas bersamaan.

Dokumen terkait