• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Menentukan Satpel

Dalam dokumen 278658975 Case 1 Promosi Kesehatan (Halaman 31-40)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.10 Cara Menentukan Satpel

( Bunga Hasna Adillah 160110130110 )

Bahan/Materi yang Diberikan

Bahan/materi yang diberikan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang sasaran agar materi mudah dipahami oleh sasaran, penyusunan materi harus sistematik. Istilah asing sebaiknya sudh diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan penggunaan istilah harus ajeg dari awal sampai akhir penyuluhan.

Pemilihan Metode

(Muhammad Arfianto Nur 160110130069) Pemilihan metode yang tepat akan menentukan keberhasilan proses

dapat memahami kriteria pemilihan metode serta mengerti tentang prinsip-prinsip menggunakan metode mengenai jenis-jenis metode beserta karakteristiknya

Pemilihan metode harus mengacu pada kriteria tertentu, yaitu :

1. Menunjang penyampaian TIK yag telah ditetapkan. Hal ini tergantung

pada perubahan perilaku yang diharapkan, berdasarkan taksonomi Bloom yang membagi perilaku manusia dalam 3 ranah, yaitu :

 Kognitif (Pengetahuan)

 Afektif (Sikap)

 Psikomotor (Keterampilan)

2. Sesuai dengan materi yang akan disajikan

3. Sesuai dengan karakteristik siswa/sasaran/usia/tingkat pendidikan.

4. Bergantung pada waktu yang tersedia

5. Bergantung pada sarana dan prasarana

6. Bergantung pada banyak sasaran

7. Bergantung pada kemampuan penyuluh

Prinsip Penggunaan Metode

 Tidak ada satupun metode yang dapat digunakan untuk mencapai semua

tujuan

 Sebaiknya digunakan lebih dari satu metode dalam satu penyuluhan

Tujuan Instruksional Khusus Meningkatkan /membentuk pengetahuan Meningkatkan/membentuk keterampilan Meningkatkan/ membentuk sikap Metode yang digunakan :

 Ceramah

 Diskusi

 Tanya Jawab

 Pemberian Tugas

Metode yang digunakan :

 Demonstrasi

 Eksperimen

 Praktik

Metode yang digunakan :

 Permainan

 Simulasi

Kegiatan Belajar Mengajar

(Hedy Diana 160110130037) Kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh penyuluh maupun sasaran dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Langkah ini merupakan langkah yang harus ditempuh agar proses belajar/penyuluhan berjalan dengan lancar sehingga dapat dapat timbul interaksi antara penyuluh dengan audiensi sehingga audiensi akan mengalami perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Di dalam SATPEL harus ditulis apa saja kegiatan guru/Penyuluh dan apa saja kegiatan audiensi.

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan penyuluhan merupakan pemikiran langkah yang harus ditempuh oleh guru/penyuluh untuk membantu audiensi mencapai tujuan instruksional atau terjadinya perubahan tingkah laku. Kegiatan penyuluh dalam mengatur strategi pembelajaran meliputi hal-hal sebagai berikut.

1. Pendahuluan

Tahap ini membutuhkan waktu 10% dari waktu pertemuan yang dialokasikan dan bertujuan membawa siswa kebagian pokok pembelajaran. Peristiwa belajar yang perlu dilaksanakan pada tahap inni, antara lain :

 Menyiapkan siswa atau menenangkan siswa

 Memberi salam

 Memperkenalkan diri

 Menarik perhatian siswa

 Menimbulkan atau meningkatkan motivasi

 Memberitahukan TIK yang akan dicapai

 Menjelaskan KBM

 Menyajikan bahan pengait dengan cara persepsi/tes awal

Fungsi tahapan ini untuk merangsang terciptanya kondisi internal pada diri siswa

2. Pengembangan

Banyak orang beranggapan bahwa tahap ini merupakan pengajaran sesungguhnya. Sebanyak 65% dari alokasi waktu yang tersedia digunakan untuk menyampaikan materi yang bersifat pengetahuan, 25% sisanya untuk materi yang bersifat keterampilan.

KBM yang dilaksanakan, meliputi :

 Penyampaian materi

 Pemotivasian dan pembimbingan siswa belajar

 Pemerolehan umpan balik

3. Konsolidasi

Mengonsolidasi bagian materi yang telah diajarkan menjadi satu kesatuan dilakukan dengan cara merangkum. Dalam proses konsolidasi kita harapkan adanya persamaan pandangan antara penyuluh dan sasaran terhadap pesan yang telah disampaikan.

4. Pemberian tugas

Pemberi tugas meliputi :

 Menghubungkan apa yang didapat dengan apa yang akan

diajarkan/diberikan.

 Menutup pelajaran/penyuluhan

 Menenangkan sasaran

 Memberi salam

5. Kegiatan sasaran

Bila di dalam kelas:

 Menyiapkan alat pelajaran

 Mendengarkan/melaksanakan perintah penyuluh

 Mencatat

 Menjawab pertanyaan

Bila di masyarakat :

 Sasaran duduk dengan tenang

 Mendengarkan

 Menjawab dan bertanya

 Dalam metode demonstrasi sasaran mungkin ikut serta memperaktikannya

 Menenekankan apa yang sedang diberikan

Alat Peraga / Media Promosi Kesehatan

(Catherine Gitta M. 160110130090) Alat peraga atau media dalam promosi kesehatan dapat diartikan sebagai alat bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa, atau dicium untuk memperlancar komunikasi dan penyebarluasan informasi. Alat bantu ini sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan memperagakan sesuatu dalam proses penyuluhan (Notoatmodjo, 2007). Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indera. Semakin banyak indera yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian / pengetahuan yang diperoleh. Dengan kata lain, alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera sasaran penyuluhan sebanyak mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah proses penerimaan pengetahuan yang baru.

Biasanya, dalam suatu kegiatan promosi kesehatan akan digunakan beberapa alat peraga secara kombinasi, misalnya menggunakan papan tulis dan foto dan sebagainya. Tetapi dalam menggunakan alat peraga, baik tunggal maupun dikombinasikan, ada dua hal yang tetap harus diperhatikan, yaitu alat peraga harus mudah dimengerti oleh masyarakat sasaran dan ide atau gagasan yang terkandung di dalamnya harus dapat diterima oleh masyarakat sasaran. Alat peraga yang digunakan secara baik akan memberikan keuntungan bagi penyuluh, antara lain:

2. Dapat memperjelas materi yang diterangkan dan mempermudah sasaran menangkap materi yang telah dijelaskan

3. Materi yang diterangkan akan lebih lama diingat, terutamaaa hal-hal yang mengesankan

4. Dapat menarik dan memusatkan perhatian sasaran

5. Dapat member motivasi yang kuat untuk melakukan hal-hal yang diajarkan atau dianjurkan.

Alat peraga dapat dibagi ke dalam empat kelompok besar, yaitu: 1. Benda asli

Merupakan benda yang keberadaannya sungguh ada, baik hidup maupun mati. Alat peraga menggunakan benda asli merupakan yang paling baik karena mudah dan cepat dikenal serta mempunyai bentuk dan ukuran yang tepat. Namun, kelemahan alat peraga asli ini adalah tidak selalu mudah dibawa ke mana-mana sebagai alat bantu mengajar. Alat peraga asli ini dibagi lagi menjadi:

 Benda sesungguhnya

 Spesimen, benda sesungguhnya yang telah diawetkan.

 Sample, benda sesungguhnya untuk diperdagangkan.

2. Benda tiruan

Merupakan benda yang ukurannya lain dari benda sesungguhnya. Benda tiruan dapat digunakan sebagai media atau alat peraga dalam promosi kesehatan jika tidak memungkinkan untuk menggunakan benda aslinya, misalnya karena ukuran benda asli yang terlalu besar, terlalu berat, dan lain-lain. Benda tiruan dapat dibuat dari bermacam-macam bahan seperti tanah, kayu, plastik, dan lain-lain.

3. Gambar / media grafis

 Poster

adalah sehelai kertas atau papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata-kata. Gambar dalam poster dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, foto, atau gambar. Kata-kata pada poster harus jelas artinya, tepat pesannya, dan dapat mudah dibaca pada jarak kurang lebih 6 meter. Poster biasanya ditempelkan pada tempat yang mudah

dilihat dan banyak dilalui orang karena tujuan utama poster adalah untuk mempengaruhi orang banyak. Oleh karena itu, poster harus dibuat semenarik mungkin, namun tetap sederhana dan hanya berisi satu ide saja.

Poster dikatakan baik jika mampu diingat untuk waktu yang lama oleh orang yang melihatnya dan dapat mendorong untuk bertindak.

 Leaflet

adalah selembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Ide yang disajikan pada leaflet dapat beragam dan disajikan secara berlipat.

4. Gambar alat optik

 Foto

Sebagai bahan untuk alat peraga, foto digunakan dalam bentuk: a) Album, yaitu merupakan foto-foto yang isinya berurutan dan

menggambarkan suatu cerita, kegiatan dan lain-lain.

b) Dokumentasi lepasan, yaitu foto-foto yang berdiri sendiri dan tidak disimpan dalam bentuk album. Menggambarkan satu pokok persoalan atau titik perhatian.

 Slide

Slide pada umumnya digunakan pada sasaran kelompok. Slide ini sangat efektif untuk membahas suatu topik tertentu dan peserta dapat mencermati setiap materi dengan seksama, karena slide sifatnya dapat diulang-ulang.

 Film

Film lebih kearah sasaran secara massal, sifatnya menghibur namun bernuansa edukatif.

Selain pengelompokan di atas, alat peraga juga dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori berdasarkan indera yang dilibatkan, yaitu:

a. Alat bantu lihat

Alat ini berguna dalam membantu menstimulasikan indera mata pada saat penyuluhan. Alat ini dibagi lagi ke dalam 2 bentuk yaitu

2. Alat yang tidak diproyeksikan (contoh: gambar dua dimensi, gambar tiga dimensi, gambar peta, bagan, bola dunia, boneka dan lain-lain).

b. Alat bantu dengar

Alat ini berguna dalam membantu menstimulasi indera pendengar pada saat proses penyampaian bahan penyuluhan, misalnya piringan hitam, radio, pita suara dan lain-lain.

c. Alat bantu lihat-dengar

Alat ini berguna dalam menstimulasi indera penglihatan dan pendengaran pada waktu proses penyuluhan, misalnya televisi, video cassette dan lain-lain.

Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan kesehatan, media ini dapat dibagi menjadi 3 yakni :

a. Media cetak

Media ini mengutamakan pesan-pesan visual, biasanya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna. Yang termasuk dalam media ini adalah booklet, leaflet, flyer (selebaran), flip chart (lembar balik), rubric atau tulisan pada surat kabar atau majalah, poster, foto yang mengungkapkan informasi kesehatan.

Ada beberapa kelebihan media cetak antara lain tahan lama, mencakup banyak orang, biaya rendah, dapat dibawa kemana-mana, tidak perlu listrik, mempermudah pemahaman dan dapat meningkatkan gairah belajar.

Media cetak memiliki kelemahan yaitu tidak dapat menstimulir efek gerak dan efek suara dan mudah terlipat.

b. Media elektronik

Media ini merupakan media yang bergerak dan dinamis, dapat dilihat dan didengar dan penyampaiannya melalui alat bantu elektronika. Yang termasuk dalam media ini adalah televisi, radio, video film, cassette, CD, VCD.

Kelebihan dari media ini antara lain lebih mudah dipahami, lebih menarik, sudah dikenal masyarakat, bertatap muka, mengikut sertakan seluruh panca indera, penyajiannya dapat dikendalikan dan diulang-ulang

Kelemahan dari media ini adalah biayanya lebih tinggi, sedikit rumit, perlu listrik dan alat canggih untuk produksinya, perlu persiapan matang,

peralatan selalu berkembang dan berubah, perlu keterampilan

penyimpanan dan keterampilan untuk mengoperasikannya.

c. Media Luar Ruang

Media menyampaikan pesannya di luar ruang, bisa melalui media cetak maupun elektronik misalnya papan reklame, spanduk, pameran,

banner dan televisi layar lebar.

Kelebihan dari media ini adalah lebih mudah dipahami, lebih menarik, sebagai informasi umum dan hiburan, bertatap muka, mengikut sertakan seluruh panca indera, penyajian dapat dikendalikan dan jangkauannya relatif besar.

Kelemahan dari media ini adalah biaya lebih tinggi, sedikit rumit, perlu alat canggih untuk produksinya, persiapan matang, peralatan selalu berkembang dan berubah, memerlukan keterampilan penyimpanan dan keterampilan untuk mengoperasikannya.

Media penyuluhan kesehatan yang baik adalah media yang mampu memberikan informasi atau pesan-pesan kesehatan yang sesuai dengan tingkat penerimaan sasaran, sehingga sasaran mau dan mampu untuk mengubah perilaku sesuai dengan pesan yang disampaikan.

Sumber Pelajaran

Sumber pelajaran adalah buku atau bahan bacaan yang digunakan sebagai acuan pengembangan materi yang akan disampaikan pada saat penyuluhan. Sumber pelajaran sebaiknya diambil dari bahan-bahan bacaan yang memiliki sumber yang jelas sehingga kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan oleh penyuluh. Bahan bacaan yang dianjurkan berupa textbook, jurnal ilmiah, situs-situs ilmiah, dan lain-lain sumber lain yang evidence-based.

Evaluasi

Evaluasi merupakan tes yang dilakukan kepada sasaran untuk mengetahui sampai sejauh mana materi dapat ditangkap oleh sasaran. Evaluasi dapat berupa tes lisan, tes tulisan, maupun tes perbuatan.

Dalam dokumen 278658975 Case 1 Promosi Kesehatan (Halaman 31-40)

Dokumen terkait