• Tidak ada hasil yang ditemukan

CARA MENULIS DAFTAR RUJUKAN

Dalam dokumen PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH (Halaman 54-59)

BAGIAN VI TEKNIK PENULISAN

6.3 CARA MENULIS DAFTAR RUJUKAN

Daftar rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak dikutip tidak dicantumkan dalam Daftar Rujukan, sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung ataupun tak langsung dalam teks harus

dicantumkan dalam Daftar Rujukan. Pada dasarnya, unsur yang ditulis dalam Daftar Rujukan secara berturut-turut meliputi (1) nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk anak judul (subjudul), (4) kota tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit. Unsur-unsur tersebut dapat bervariasi tergantung jenis sumber pustakanya. Jika penulisnya lebih dari satu, cara penulisan namanya sama dengan penulis pertama.

Nama penulis yang terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal (disingkat atau tidak disingkat tetapi harus konsisten dalam satu karya ilmiah), diakhiri dengan titik. Apabila sumber yang dirujuk ditulis oleh tim, semua nama penulisnya harus dicantumkan dalam daftar rujukan.

Cara menulis rujukan pada skripsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menggunakan gaya APA. Berikut dicontohkan cara menulis daftar rujukan dari berbagai sumber.

6.3.1 Rujukan dari Buku

Contoh rujukan dari buku:

Black, A. (2009). Dictionary of Information and Library Management. London: Bloomsbury Publishing.

Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Contoh rujukan dari sebagian buku yang dirujuk dari buku rampai.

Jhonstone, B., & Marcellino, W. (2010). Dell Hymes and The Etnopragmatic of Communication. Dalam R. Wodak, B. Johnstone, & P. E. Kerswill, The Sage

Handbook of Sosiolinguistic (hal. 1-17). London: Sage Publishing.

Artawa, K. (2009). Tipologi Bahasa Dan Komunikasi Lintas Budaya. Dalam I. W. Ardika, I. W. Jendra, N. S. Beratha, I. K. Riana, A. M. Mbete, I. G. Astra, et al.,

Pemikiran Kritis Guru Besar Universitas Udayana Bidang Bahasa dan Sastra

(hal. 195). Bali: Universitas Udayana Press.

6.3.2 Rujukan dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel

Contoh:

Artawa, K. (2009). Tipologi Bahasa Dan Komunikasi Lintas Budaya. Dalam I. W. Ardika, I. W. Jendra, N. S. Beratha, I. K. Riana, A. M. Mbete, I. G. Astra, et al.,

6.3.3 Rujukan dari Artikel dalam Jurnal

Contoh:

Xue, M. (2017). Representing the Cultural Dimension of Meaning in Learner's Dictionaries From the Perspective of Chinese EFL Learners in L2 Reception.

Lexikos , 578-596.

Suastra, I. M. (2009). Bahasa Bali Sebagai Simbol Identitas Manusia Bali. Linguistika:

Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana, 1-16. 6.3.4 Rujukan dari Artikel dalam Jurnal dari CD-ROM

Contoh:

Krashen, S., Long, M. & Scarcella, R. (1979) Age, Rate and Eventual Attainment in Second Language Acquisition. TESOL Quarterly, 13:573-82 (CD-ROM: TESOL

QuarterlyDigital, 1997).

6.3.5 Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran

Contoh:

Gardner, H. (1981) Do Babies Sing a Universal Song? Psychology Today, hlm. 70-76. Suryadarma, S.V.C. (1990)Prosesor dan Interface: Komunikasi Data Info Komputer, IV

(4): 46-48.

6.3.6 Rujukan dari Koran Tanpa Penulis

Nama koran, ditulis di bagian awal. Tanggal, bulan, dan tahun ditulis setelah nama koran, kemudian judul ditulis dengan huruf besar-kecil dicetak miring dan diikuti dengan nomor halaman.

Contoh:

Jawa Pos. 22 April, 1995. Wanita Kelas Sawah Lebih Mandiri, hlm. 3.

6.3.7 Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit Tanpa Penulis dan Tanpa Lembaga

Contoh:

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional(1990) Jakarta: PT Armas Duta Jaya.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia

6.3.10 Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi

Contoh:

Pangaribuan, T. (1992)Perkembangan Kompetensi Kewacanaan Pembelajar Bahasa

Inggris di LPTK. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Program Pascasarjana

IKIP MALANG.

6.3.8 Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut

Contoh:

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia

Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. 6.3.9 Rujukan Berupa Karya Terjemahan

Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kata Tanpa tahun.

Contoh:

Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. Tanpa tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furchan. (1982) Surabaya: Usaha Nasional.

6.3.11 Rujukan Berupa Makalah yang Disajikan dalam Seminar, Penataran, atau Lokakarya

Contoh:

Huda, N. 199I. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di Malang Angkatan XIV, Pusat Penelitian IKIP MALANG, Malang, 12 Juli.

Karim, Z. 1987. Tatakota di Negara-negara Berkembang. Makalah disajikan dalam Seminar Tatakota, BAPPEDA Jawa Timur, Surabaya, 1-2 September. Bila prosiding diunduh dari internet, berikut cara penulisannya.

Mass´e, B. A., Chicoisne, G., Gargouri, Y., Harnad, S., Picard, O., & Marcotte, O. (2008). How Is Meaning Grounded in Dictionary Definitions? Online. Coling

2008: Proceedings of 3rd Textgraphs workshop on Graph-Based Algorithms in Natural Language Processing (hal. 17-24). Manchester:

6.3.12 Rujukan dari Internet berupa Karya Individual

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tahun, judul karya tersebut (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

Contoh:

Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-95: The Calm before the Storm, (Online),

(http://journal.ees.soton.ac.uk/survey/survey.html, diakses 12 Juni 1996).

6.3.13 Rujukan dari Internet berupa Artikel Populer

Contoh:

Budiwiyanto, A. (2016). Korpus dalam Penyusunan Kamus. Dipetik Maret 1, 2017, dari http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel:

http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/1580

6.3.14 Rujukan dari Internet berupa Bahan Diskusi

Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (dicetak miring) dengan keterangan dalam kurung (Online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.

Contoh:

Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN

Discussion List, (Online), ([email protected], diakses 22

Nopember 1995).

6.3.15 Rujukan dari Intemet berupa E-mail Pribadi

Nama pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirimi).

Contoh:

Davis, A. ([email protected]). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools. E-mail kepada Alison Hunter ([email protected]).

Naga, Dali S. ([email protected]). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP. E-mail kepada Ali Saukah ([email protected]).

6.3.16 Rujukan dari Internet Lainnya

Rujukan dari internet lainnya bisa berupa teks lagu dari blogspot atau youtube dan lain sebagainya. Berikut cara menuliskannya.

Contoh:

Simanjuntak, C. (2016, Januari 6). Lirik Lagu Nusantara. Dipetik Januari 18, 2018, dari http://liriknusantara.blogspot.co.id:

http://liriknusantara.blogspot.co.id/2013/01/sorak-sorak-bergembira.html

Jawara, C. (2017, Agustus 27). https://www.youtube.com. Dipetik Januari 22, 2018, dari https://www.youtube.com: https://www.youtube.com/watch?v=7s74p6vNT-k Marzuki, I. (2015, Maret 29). Menghayati dan Memaknai INDONESIA PUSAKA.

Dipetik Januari 18, 2018, dari http://balilatar.blogspot.co.id: http://balilatar.blogspot.co.id/2015/03/menghayati-dan-memaknai-indonesia-pusaka.html

6.4 Tabel dan Gambar

Dalam dokumen PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH (Halaman 54-59)

Dokumen terkait