• Tidak ada hasil yang ditemukan

CARA PACKING DAN PENGIRIMAN LOBSTER AIR TAWAR

Dalam dokumen HABITAT & PENYEBARANNYA (Halaman 55-66)

MODEL KOLAM:

CARA PACKING DAN PENGIRIMAN LOBSTER AIR TAWAR

cara packing sebenernya banyak, tapi disini saya coba mengangkat sedikit cara packing yang biasa saya gunakan ataupun umum digunakan oleh beberapa peternak.

Adapun bahan yang harus disediakan adalah:

1. Styrofoam bekas buah 2. Styrofoam kotak 3. Mika kotak 4. Plastik 5. Tissue Reffile 6. Tisu Makan 7. Kapas Filter 8. Isolasi Kertas 9. Lakban 10. Steples 11. Gunting 12. Solder

Cara Packing I Pengemasan Dengan Plastik:

Pada cara packing pertama ini pada dasarnya sama halnya dengan mengemas ikan hias, dimana kita menggunakan plastic rangkap dua yang didalamnnya diisi air dan ditambahkan beberapa lembar daun papaya didalamnnya atau campurkan getah pohon atau buah pepaya muda dalam larutan airnnya . Penggunaan daun papaya ataupun getahnnya ini digunakan agar lobster tidak mabuk selama perjalanan akibat guncangan. Selain daun papaya perlu juga ditambahkan sedikit kapas filter agar lobster dapat memanjat keatas permukaan air untuk mengambil udara, dikarenakan sebenarnnya dalam pengiriman ini lobster hanyalah membutuhkan kelembaban pada ingsangnya. Pengemasan seperti ini biasanya digunakan guna mengirim benih lobster keluar kota. Apabila lobster yang akan dikirim sudah cukup dewasa, sebaiknnya ketinggian air dalam plastic sebaiknnya cukup ½ tinggi lobsternnya saja.

Ikatlah ujung plastic dengan karet gelang dan masukkan Plastik berisi bibit ataupun lobster yang akan dikirim kedalam Styrofoam, selanjutnya kemasan tersebut sudah siap diangkut.

Cara Packing II Pengemasan Dengan Styrofoam:

Pengemasan metode kedua ini menurut literature Cara Budi Daya Lobster Air Tawar oleh R Hondo Wiyanto yang sempet saya baca merupakan cara pengemasan untuk lobster dewasa ataupun calon indukan, bahan yang digunakanpun cukup sederhana yaitu Styrofoam dan Kapas Filter. Adapun cara pengemasannya adalah sebagai berikut:

Masukkan kapas filter seukuran dengan besarnnya Styrofoam yang digunakan, kemudian isikan air setinggi kurang lebih setengah badan lobster atau cukup lembab untuk

membasahi ingsang lobster yang akan dikirimkan. Tambahkan beberapa helai daun papaya diatasnnya guna mencegah lat mabuk selama perjalanan. Setelah itu Styrofoam siap ditutup diberi lakban pada samping-sampingnnya untuk kemudian kita dapat mengirimkannya.

Cara Packing III Pengemasan Dengan Mika Plastik:

Pada cara ketiga ini memang sangat banyak perlengkapan dan bahan yang digunakan untuk melakukan suatu proses pengiriman, tapi teknik ini juga memiliki beberapa kelebihan diantaranya:

1. Kondisi lobster yang dikirimkan fisiknnya tidak ada yang patah ataupun rusak akibat saling capit. Karena saya pernah dan dulunya bahkan sering sekali di protes oleh beberapa buyer yang memesan dari saya akibat saat mereka terima bagian badan lobster banyak yang patah akibat saling capit. Karena perlu kita ingat buyer sangat menyukai fisik lobster yang lebih lengkap lho.

2. Kita dapat mengurangi bobot paket yang kita kirim, dikarenakan pada cara packing ini air yang digunakan jauh lebih sedikit. Hal ini digunakan karena ada beberapa cargo yang memang melihat barang ataupun paket yang kita kirimkan berdasarkan bobotnya.

3. Kita dapat menggunakan Styrofoam bekas buah guna menekan biaya pengiriman, berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk membeli Styrofoam kotak dan tentunya sangat mahal bukan.

Adapun beberapa alat yang digunakan dalam cara packing ini adalah: Styrofoam bekas buah, mika kotak makanan, tissue refile, tissue makan, kapas filter, solder, isolasi kertas, lakban, steples dan gunting.

Langkah awal yang perlu kita lakukan adalah dengan melubangi bagian atas mika dan juga bagian samping atas mika dengan solder.

Lapisi bagian bawah, samping kiri & kanan bawah serta bagian atas kiri & kanan mika dengan tissue refiile sehingga membentuk seperti gambar diatas. Media tissue refille dapat juga digantikan dengan media yang lain seperti tissue makan ataupun kapas filter. Ketebalan dari pada tissue yang digunakanpun tergantung pada seberapa lama jarak yang akan ditempuh saat pengiriman. Biasanya saya menggunakan dua helai tissue yang dilipat sebanyak tiga kali untuk bagian samping atas mika, dua belas helai tissue reffile untuk bagian bawah dasar mika dan empat helai tissue yang dilipat dua untuk bagian samping bawah mika. Jangan lupa untuk mensteples tissue yang ditempelkan pada bagian atas kiri dan kanan serta bagian bawah samping kiri dan kanan agar tissue tidak jatuh ataupun berubah.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan lobster yang akan dikirim, yaitu dengan memberikan isolasi kertas pada kedua sisi capitnya. Hal ini tentunya untuk mencegah saling capit selama perjalanan & sempitnnya mika yang kita gunakan. Memang sangat lucu jadinya seperti orang yang sedang kita beri sarung tinju bahkan ketika ditaruh didalam mika maka akan tampak seperti petinju yang siap bertarung didalam ringnya. Tapi walau tampaknnya menjadi lucu namun lobster dapat sampai di tujuan dengan badan utuh lho hua…ha…ha….

Cara lain juga dapat digunakan untuk menjaga agar saat pengiriman capit dan badan lobster tetap utuh, yaitu dengan pemberian gelang pada capit dengan menggunakan slang airator yang telah kita potong-potong dengan langkah sbb:

Potonglah selang dengan ukuran 1/4cm dimana ukuran slang yang digunakan disesuaikan dengan besarnnya capit lobster. Setelah itu untuk memasang selang pada lobster, injaklah lobster dengan ibu jari kaki dan pasangkan gelang pada capitnnya.

Pemasangan slang ini sebenarnnya tidak hanya untuk saat pengiriman, tetapi juga dapat digunakan pada saat pemeliharaan diaquarium, kolam ataupun tempat lainnya. Tujuannya adalah agar lobster tidak saling merusak ataupun melukai lobster lainnya.

Pemasangan slang ini dapat dilakukan semenjak lobster berukuran 2,5 inchi, tampa akan memngganggu kegiatan makan si lobster ataupun ketika lobster berganti kulit.

Basahi tisu dibagian atas mika, dasar dan juga samping secukupnnya sehingga permukaan tissue menjasi lembab dan becek. Setelah itu masukkan lobster kedalamnnya. Dan staples bagian samping mika agar lobster tidak keluar selama perjalanan. Satu buah mika biasanya mampu memuat lobster ukuran 2 inchi sebanyak 25 ekor, 3 inchi sebanyak 20 ekor, 4 inchi 1 set dan 5 inchi 4 sampai dengan 5 ekor.

Untuk media lain sebagai pelembab kita juga dapat menggunakan pembalut wanita dengan penempatan sebagai berikut:

Susunlah pembalut pada mika yang telah dibolongi bagian atas dan sampingnnya seperti berikut ini:

Penggunaan pembalit ini lebih menguntungkan dikarenakan ada perekat pada pembalut, sehingga media pelembab tersebut tidak mudah bergeser ataupun menindihi lobster ketika packing terbalik dan setelah itu basahi pembalut secukupnnya agar kelembaban selama pengiriman dapat kita jaga dan lobster dapat bertahan hidup. Penggunaan mika dalam packing sangat tergantung jumlah susunan yang akan di buat, apabila kita akan membuat mika menjadi 3 susun maka mika paling bawah usahakan dirangkap 2 sampai dengan 3 mika. Hal tersebut dilakukan agar lobster tidak terhimpit akibat mika tertekan.

Langkah terakhir adalah lapisi Styrofoam bekas buah anggur atau buah pier dengan Koran untuk kemudian buatlah lobster yang telah kita masukkan dalam mika untuk selanjutnya kita tutup kemudian di beri plester ataupun lakban dan akhirnya lobster siap kita kirimkan. Satu Styrofoam bekas buah anggur biasanya mampu memuat 6 kotak mika. Untuk lebih aman apabila pengiriman diatas 3 jam maka sebaiknnya si samping bagian dalam sterofom diberi es batu yang dibungkus koran agak tebal agar tidak mudah mencair, tujuan pemberian es batu adalah untuk menjaga kelembaban selama pengiriman.

Cara Packing IV Pengemasan Indukan Yang Sedang Bertelur:

Pada dasarnya untuk pengemasan ataupun pengiriman indukan yang sedang bertelur hampir sama dengan metode pertama hanya saja bedanya, pada lapisan bagian dalam yang dirangkap dua diberi koran sebagai penutup agar lat tidak mudah stress akibat perubahan cahaya.

Selain itu dalam memasukkan ke dalam plastic sebaiknnya paralon tempat sembunyian lat tetap di masukkan dalam plastic pengiriman dan pengangkatan sebaiknnya dilakukan secara perlahan tentunya setelah plastic diisi dengan air, sehingga lat merasa aman dengan tetap berada di dalam paralonnya. Penggunaan air dalam pengirimanpun sebaiknnya ½ atau ¾ dari badan lobster indukan yang akan kita kirimkan. Gunakanlah Plastik yang lebarnnya seukuran dengan panjang paralon agar goncangan saat pengiriman dapat dikurangi.

Untuk langkah selanjutnya hampir sama dengan metode sebelumnnya yaitu pemberian oksigen, pengikatan ujung plastic dan pengemasan dalam Styrofoam.

USAHA ANALYSA USAHA

Dalam dokumen HABITAT & PENYEBARANNYA (Halaman 55-66)

Dokumen terkait