• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

F. Cara Pengoperasian

Pastikan bahwa saklar utama (MCCB), MOB semuanya dalam keadaan on. Karena sistem kerja Sewage Treatment Plant yang digunakan adalah automatic, maka semua saklar selektor yang berada pada pintu panel dalam posisi automatic. Dengan demikian sistem akan beroperasi secara automatic. Sedangkan untuk posisi manual, biasanya digunakan hanya untuk pengetesan saja. Pastikan pula bahwa lampu indikator R, S, T dalam keadaan menyala. Berikut ini akan dijelaskan cara pengoperasian untuk setiap peralatan yang tergabung dalam sistem Sewage Treatment Plant.

1. Blower 1-2

Blower 1-2 sebagai penghembus udara dapat dioperasikan secara manual dan automatic, starting yang digunakan starting bintang-segitiga.

Untuk mengoperasikan secara automatic, maka saklar SS8 diputar pada posisi automatic. Pada posisi ini, maka time switch adalah pengatur waktu kerja untuk blower 1 dan 2 secara bergantian setiap 30 menit, dan hal ini berlangsung secara terus menerus.

Untuk mengoperasikan secara manual, maka sakiar SS8 diputar pada posisi manual. Untuk mengoperasikan blower 1 maka saklar SS7 diputar ke posisi 1 dan posisi 2 untuk blower 2.

Jika blower 1 atau 2 bekerja, masing-masing ditandai dengan menyalanya lampu indikator L3 atau L12 warna hijau dan bila paada blower 1 atau 2 terjadi over load maka lampu indikator M57 atau M58 warna merah menyala, bersamaan dengan itu pula buzzer berbunyi. Blower 1 dan 2 tidak akan bekerja apabila saklar SS8 pada posisi normal.

2. Comminutor

Comminutor dapat dioperasikan dengan dua arah putaran yaitu arah kekanan dan arah kekiri. Untuk mengoperasikan, maka saktar selektor SS16 diputar kearah kanan atau kearah kiri, sehingga comminutor akan bekerja dengan arah putaran sesuai dengan posisi saklar SS16. Comminutor ini hanya dapat dioperasikan secara manual, dengan menggunakan starting DOL.

Saat comminutor bekerja, ditandai dengan menyalanya lampu indikator warna hijau L15 atau L18 dan apabila terjadi over load maka lampu indikator warna merah M59 atau M61 menyala dan bersamaan dengan itu buzzer berbunyi. Comminutoor tidak akan bekerja apabila saklar SS16 berada pada posisi normal.

3. Flow Control Pump 1-2

Starting yang digunakan adalah starting DOL, dan flow control pump 1-2 dapat dioperasikan secara manual dan automatic. Bila saklar SS25 berada pada posisi manual, maka untuk mengoperasikan pompa 1 sakiar SS24 diputar ke posisi 1 dan keposisi 2 untuk pompa 2. Untuk mengoperasikan secara automatic, maka aklar SS25 diputar keposisi automatic. Selanjutnya pompa 1 dan pompa 2 akan bekerja berdasarkan level air yang ada pada equalizing tank.

Pompa 1 atau 2 bekerja ditandai dengan menyalanya lampu indikator L22 atau L25 warna hijau, dan apabiia terjadi over load lampu indikator M62 atau M63 warna merah yang menyaia. Bersamaan dengan itu, maka buzzer juga berbunyi. Flow control pump 1-2 tidak akan bekerja apabila saklar SS25 pada posisi normal.

4. Defoaming Pump 1-2

Pompa ini dapat dioperasikan secara manual dan automatic dengan menggunakan starting DOL. Apabila dioperasikan secara automatic time switch akan mengatur waktu kerja untuk defoaming pump 1 dan 2.

Untuk mengoperasikan secara automatic, saklar SS36 diputar pada posisi automatic. Selanjutnya defoaming pump 1 dan 2 akan bekerja secara bergantian yaitu dalam selang waktu setiap 90 menit.

15 menit guna menyemprotkan air ke aeration tank. Proses ini berlangsung secara terus menerus.

Untuk mengoperasikan secara manual maka saklar SS36 diputar ke posisi manual. Selanjutnya untuk mengoperasikan defoaming pump 1 atau 2 dilakukan dengan memutar saklar SS34 ke posisi 1 atau 2 dengan demikian defoaming pump akan bekerja dan tidak akan dipengaruhi oleh time switch. Bekerjanya defoaming pump 1 dan 2 masing-masing ditandai dengan menyalanya lampu indikator L32 dan L35 warna hijau, dan lampu indikator M64 dan M65 warna merah menyala apabila pada defoaming pump 1 dan 2 terjadi over load. Apabila saklar SS36 pada posisi normal tidak ada defoaming pump yang bekerja.

5. Stirrer

Untuk mengoperasikan stirrer, dilakukan dengan memutar saklar S45 ke posisi on maka stirrer akan bekerja secara terus menerus untuk mengaduk obat yang ada pada chemical tank.

Saat stirrer bekerja maka lampu indikator L44 warna hijau menyala dan apabila terjadi gangguan maka MCB akan mengamankan stirrer dari gangguan yang timbul. Apabila saklar S45 pada posisi off maka stirrer tidak bekerja, dan lampu indikator M66 warna merah menyala.

6. Dosing Pump

Dosing pump dapat dioperasikan secara manual dan automatic. Bila saklar SS47 diputar ke posisi manual maka dosing pump akan langsung bekerja untuk menyemprotkan obat. Selanjutnya bila saklar SS47 diputar ke posisi automatic maka dosing pump akan bekerja apabila limbah pada equalizing tank mencapai level 1.

Lampu indikator L46 warna hijau akan menyala apabila dosing pump bekerja dan apabila dosing pump mengalami gangguan maka MCB akan mengamankan dosing pump dari gangguan yang terjadi, dosing pump akan off jika saklar SS47 pada posisi normal dan lampu indikator M67 warna merah menyala.

7. Effluent Pump 1-2

Effluent pump 1 dan 2 akan bekerja secara aautomatic berdasarkan level air yang ada pada effluen tank. Effluent pump bekerja dengan menggunakan starting DOL. Untuk mengoperasikan effluent pump 1 dilakukan dengan memutar saklar of-on S51 pada posisi on begitu pula untuk effluent pump 2 saklar S52 di on kan, selanjutnya pompa akan bekerja berdasarkan level air yang ada pada effluent tank. Pada level 1 effluent pump 1 bekerja dan pada level 2 effluent pump 1-2 yang bekerja.

pompa 1 dan 2 terjadi overload, bersamaan dengan itu maka buzzer akan berbunyi. Bila saklar S51 dan S52 pada posisi off maka tidak ada effluent pump yang bekerja

8. Sludge Pump

Sludge pump dioperasikan secara manual dengan menggunakan starting DOL. Bila saklar S56 diputar pada posisi on maka sludge pump bekerja, dan akan off apabila saklar S56 pada posisi off.

Bekerjanya sludge pump ditandai dengan menyalanya lampu indikator L55 warna hijau dan apabila terjadi over load lampu indikator M70 warna merah menyala bersamaan dengan itu buzzer berbunyi.

Amperemeter yang ada pada panel akan bekerja apabila beban yang tersambung dengan amperemeter beroperasi dan akan menunjuk pada nilai tertentu.

Dokumen terkait