• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENGUMPULAN DATA DAN ANALISIS HASIL

4.4 Cascading KPI Korporat

Pada sub ini akan dijelaskan mengenai tahapan cascading yang dilakukan terhadap indikator kinerja korporat (KPI Korporat) PT Boma Bisma Indra (Persero). Cascading adalah proses penyusunan scorecard di setiap jenjang organisasi oleh manajer organisasi dengan menggunakan scorecard jenjang organisasi di atasnya sebagai basis (Risna dan Mustafa, 2008). Pada penelitian ini bagian yang akan dilakukan cascading adalah indikator pada kategori efektivitas tenaga kerja yang menjadi tanggung jawab dari Departemen Sumber Daya Manusia. Pemberian batasan cascading ini dilatarbelakangi oleh kondisi terkini perusahaan. Pada tahun 2017, PT BBI sudah mampu memperbaiki kinerja keuangan dengan menghasilkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 789 juta dan ekuitas positif sebesar Rp 232.186 juta, berbeda dengan kondisi pada tahun 2016 yang masih menimbulkan kerugian. Sedangkan untuk tahun 2018 PT BBI telah membuat anggaran jumlah order sebesar Rp350Miliar. Order proyek yang besar harus diiringi oleh produktivitas pegawai yang tinggi. Salah satu indikator yang mempunyai pengaruh terhadap produktivitas pegawai adalah kompetensi. Dikutip dari buku Edy Sutrisno (2009), kompetensi terdiri dari sejumlah perilaku kunci yang dibutuhkan untuk melaksanakan peran tertentu untuk menghasilkan produktivitas atau prestasi kerja yang memuaskan. Apabila order yang diterima besar namun produktivitas pegawai masih rendah, maka nilai HPP akan menjadi tinggi. Hal ini bersifat merugikan bagi perusahaan, sebab keuntungan yang didapat akan mengalami penurunan meskipun order yang diterima mengalami peningkatan. Oleh sebab itu menurut peneliti pada tahun 2018 PT BBI harus meningkatkan kompetensi pegawai yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas kerja. Dengan meningkatnya produktivitas pegawai, maka order yang masuk akan semakin cepat terselesaikan, dan membuka kesempatan bagi lebih banyak order untuk masuk. Selain itu, tingginya produktivitas akan berdampak pada nilai HPP yang kompetitif serta profit margin yang menguntungkan bagi perusahaan.

Indikator dalam efektivitas tenaga kerja yang akan dilakukan cascading pada penelitian ini adalah Peningkatan Kompetensi Pegawai. Proses cascading dilakukan dengan mencari indikator-indikator penentu bagi keberhasilan KPI Peningkatan Kompetensi Pegawai. Indikator-indikator tersebut dapat menghasilkan

102

sebuah hubungan sebab akibat yang apabila terjalin dengan baik akan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kinerja perusahaan melalui kondisi SDM yang unggul. Berdasarkan hasil diskusi dengan perusahaan benchmark PT Boma Bisma Indra (Persero) yaitu PT Barata Indonesia (Persero) serta melalui kajian pustaka terhadap beberapa jurnal tentang kinerja dan kamus kompetensi

Spencer maka didapatkan indikator yang berpengaruh terhadap ketercapaian KPI

Korporat Peningkatan Kompetensi Pegawai. Indikator tersebut antara lain sertifikasi tenaga ahli, indeks kepuasan pegawai, indeks keterikatan pegawai, produktivitas pegawai, ketersediaan tenaga kerja, jumlah pelatihan, dan indikator kompetensi pegawai.

Perumusan Job Description

Indikator-indikator yang berpengaruh pada KPI Korporat selanjutnya akan dirumuskan menjadi job description agar memudahkan seluruh pegawai untuk memahami maksud serta melaksanakan pekerjaan dengan baik berdasarkan ketentuan yang ditetapkan. Uraian job description dari KPI Korporat ‘Peningkatan Kompetensi Pegawai’ dapat dilihat pada tabel 4.21

Tabel 4 21 Job Description untuk Indikator Peningkatan Kompetensi Pegawai

No Indikator Pendukung Uraian Job Description

Ahli muda dapat melaksanakan kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja Ahli muda dapat melaksanakan pencegahan kecelakaan kerja

Ahli muda dapat melaksanakan usaha-usaha penyelamatan kerja

Ahli madya mampu mengidentifikasi kecelakaan kerja dan mengantisipasi tindakan dan kondisi berbahaya

Ahli madya mampu melaksanakan pengawasan atas tindakan dan kondisi berbahaya Ahli madya mampu melaksanakan pembinaan dan penyuluhan/pelatihan bidang sertifikasi terkait

Ahli utama mampu memberi nasehat konsultasi, rekomendasi, dan komunikasi teori dan teknis mengenai bidang sertifikasi terkait

Ahli utama mampu mendorong terlaksananya sistem sertifikasi terkait

Ahli utama mampu memberikan pemecahan persoalan-persoalan mengenai bidang sertifikasi terkait dan dapat menetapkan dengan tegas pemecahan persoalan tersebut Ahli utama mampu mengawasi dan memimpin pelaksanaan program-program sertifikasi terkait

103

Tabel 4 22 Job Description untuk Indikator Peningkatan Kompetensi Pegawai (lanjutan)

No Indikator Pendukung Uraian Job Description

Pegawai mampu melaksanakan beban kerja yang tingkat kesulitannya lebih tinggi dari beban kerja sebelumnya

Pegawai mampu bertanggung jawab atas pekerjaan yang dibebankan padanya dengan sebaik-baiknya

Pegawai mampu menikmati masa-masa menjalankan pekerjaan

Pegawai mampu melibatkan dirinya pada setiap kegiatan perusahaan dan membuat dirinya diakui baik dari segi kehadiran maupun kontribusi tehadap pekerjaan yang mereka lakukan

Pegawai mampu menunjukkan track record peningkatan kinerja yang baik dari tahun ke tahun

Pegawai mampu menjalin hubungan kerja yang baik dan harmonis dengan sesama rekan kerja

Pegawai mampu menjalin komunikasi yang baik dengan atasan

Pegawai mampu bekerja dengan maksimal sesuai dengan gaji yang diterima Pegawai mampu melaksanakan pekerjaan dnegan aman

Pegawai mampu menerapkan kebijakan dan strategi yang diterapkan perusahaan Pegawai mampu menciptakan kondisi kerja yang kompetitif dan positif

Pegawai mampu memahami kondisi organisasi dan perusahaan tempat mereka bekerja Pegawai mampu memahami karakteristik dan kompetensi dari pemimpin mereka Pegawai mampu memahami dan membangun lingkungan kerja yang mendukung ketercapaian peningkatan kinerja perusahaan

Pegawai mampu melaksanakan pekerjaan dengan anstusiasme yang tinggi

Pegawai mampu berkomitmen untuk mencapai keberhasilan atas pekerjaan yang sedang mereka tangani

Pegawai mampu menunjukkan rasa kecintaan terhadap pekerjaan yang sedang mereka lakukan

Pegawai mampu memberikan kualitas yang terbaik dari pekerjaan yang sedang ditangani Pegawai mampu bertanggung jawab atas pekerjaan yang dibebankan pada mereka Pegawai mampu melakukan inisiatif yang bersifat membangun dalam bidang pekerjaan yang sedang ditangani

Pegawai mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu atau bahkan sebelum batas penyelesaian pekerjaan berakhir

Pegawai mampu bekerja secara profesional tanpa menganggap penting perihal gender Pegawai mampu saling bertoleransi terhadap sesama pekerja dengan gender dan usia yang berbeda

Pegawai mampu mengikuti pelatihan yang diberikan perusahaan dengan baik

Pegawai mampu mengembangkan kompetensi diri melalui pelatihan yang difasilitasi oleh perusahaan

Pegawai mampu meningkatkan keahlian dalam bidangnya, keahlian dalam bidang lintas fungsional, tim, dan meningkatkan kreativitas melalui pelatihan yang diikuti

Pegawai mampu memiliki pengetahuan dalam hal pengadaan barang Pegawai mampu memiliki pengetahuan dalam hal pengadaan jasa konstruksi Pegawai mampu memiliki pengetahuan dalam hal pengadaan jasa konsultasi dan jasa lainnya

Pegawai mampu mengatasi masalah

Pegawai mampu mengevaluasi kinerja diri sendiri dan orang lain

Pegawai mampu memiliki keterampilan teknis perencanaan pengadaan barang dan jasa Pegawai mampu memiliki keterampilan teknis analisis harga

Pegawai mampu memiliki keterampilan penyusunan dan penilaian dokumen proyek perusahaan

Pegawai mampu memiliki keterampilan teknis penyusunan kontrak Pegawai mampu melakukan pekerjaan degna percaa diri Pegawai mampu menunjukkan citra diri dan etika kerja yang baik Pegawai mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik

Pegawai mampu memberikan konsistensi terhadap pekerjaan yang dilakukan

Pegawai mampu menjalankan tugas dengan jujur, semangat, dan penuh tanggung jawab Pegawai mampu berprestasi dan aktif berpartisipasi terhadap peningkatan kinerja perusahaan 6 7 2 3 4 5

Indikator Kompetensi Pegawai Indeks Kepuasan Pegawai

Indeks Keterikatan Pegawai

Produktivitas Pegawai

Ketersediaan Tenaga Kerja

104

4.5 Analytical Hierarchy Process

Dokumen terkait