Jutaan Rupiah
2000 1999
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan
hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
Laba sebelum pajak 1.141.386 782.900
Beban pajak penghasilan 328.181 249.895
Pajak dihitung pada tarif pajak progresif 342.407 234.870
Penghasilan kena pajak final (17.675) (5.706)
Beban yang tidak dapat dikurangkan 5.495 20.731
Pajak tangguhan - tahun lalu (2.046) -
b. Aktiva/(kewajiban) pajak tangguhan 9.511 (887)
1999 Dibebanka n ke Laporan laba rugi 2000 - Penyisihan 23.187 8.852 32.039
- Perbedaan antara penyusutan dan amortisasi
komersial dan fiskal (45.535) (289) (45.824)
- Kewajiban manfaat pensiun 21.461 1.835 23.296
(887) 10.398 9.511 1998 Dibebanka n ke Laporan laba rugi 1999 - Penyisihan 5.464 17.723 23.187
- Perbedaan antara penyusutan dan amortisasi
komersial dan fiskal (34.890) (10.645) (45.535)
- Kewajiban manfaat pensiun 17.007 4.454 21.461
(12.419) 11.532 (887)
Menurut pendapat manajemen, aktiva pajak tangguhan per 31 Desember 2000 akan dapat direalisasikan di periode pembukuan mendatang.
c. Hutang pajak 116.157 201.190
Pajak penghasilan - tahun berjalan 338.579 261.427
Dikurangi : Pajak dibayar dimuka (265.746) (89.183)
Hutang pajak penghasilan badan pasal 29 72.833 172.244
Hutang pajak - pajak lain :
Pasal 21 10.992 9.193
Pajak pertambahan nilai 11.550 14.477
Pasal 23/26 20.782 5.276
PT UNILEVER INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2000 DAN 1999 Jutaan Rupiah 2000 1999 d. Ketetapan pajak Pada tahun 2000, Perseroan menerima Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar untuk pajak penghasilan badan dan pajak - pajak lainnya untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1998 masing-masing sebesar 1.585 dan 1.564 termasuk denda dan bunga. Koreksi tersebut berkaitan dengan pengeluaran tertentu yang oleh Direktorat Jenderal Pajak dianggap sebagai beban yang tidak boleh diakui sebagai pengurang penghasilan kena pajak. Direksi Perseroan setuju dengan koreksi fiskal tersebut. Jumlah tersebut dibayar pada tanggal 24 Nopember 2000.
e. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia,
Perseroan menghitung, menetapkan, dan membayar sendiri jumlah pajak yang terhutang. Direktorat Jendral Pajak dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.
12. Biaya masih harus dibayar 176.961 176.389
Komisi penjualan dan promosi 46.969 38.890
Biaya restrukturisasi 19.827 39.874
Biaya pegawai yang masih harus dibayar 41.301 13.207
Lain-lain (masing-masing saldo individual kurang dari 10.000) 68.864 84.418
13. Kewajiban pensiun
Perseroan memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan No. KEP.283/KM.17/2000 tertanggal 3 Juli 2000 untuk mendirikan Dana Pensiun Unilever Indonesia (Dana Pensiun) yang dikelola oleh pengurus yang terpisah bagi seluruh karyawan yang telah memenuhi persyaratan tertentu. Karyawan yang telah memenuhi persyaratan tertentu berhak memperoleh manfaat pensiun, cacat atau meninggal dunia.
Dana Pensiun akan mendapatkan dana melalui iuran-iuran, yang sebagian besar ditanggung oleh Perseroan, dan cukup untuk memenuhi jumlah minimum yang diharuskan oleh peraturan dana pensiun yang berlaku.
PT UNILEVER INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2000 DAN 1999
Jutaan Rupiah
2000 1999
Beban manfaat pensiun terdiri dari komponen-komponen
sebagai berikut : 24.359 20.637
Biaya jasa kini 7.291 6.192
Unsur bunga atas beban manfaat pensiun yang terhutang 9.300 7.370
Amortisasi biaya jasa lalu dan koreksi aktuaria. 7.768 7.075
Pada tanggal 31 Desember 2000 estimasi kewajiban
aktuaria dan nilai wajar aktiva Dana Pensiun berdasarkan perhitungan aktuaria terakhir tertanggal 21 Maret 2001 yang dilakukan oleh PT Watson Wyatt Purbajaga adalah sebagai berikut :
Kewajiban aktuaria 136.702 112.558
Nilai wajar aktiva Dana Pensiun (tidak diaudit) (6.743) -
Selisih lebih kewajiban aktuaria atas nilai wajar aktiva
Dana Pensiun 129.959 112.558
Berikut ini adalah asumsi utama aktuaria yang digunakan
untuk menentukan kewajiban manfaat pensiun :
a. Tingkat diskon (discount rate) : 13% per tahun b. Kenaikan gaji yang mendapat pensiun (pensionable
salary increase) : 11% per tahun
c. Kenaikan pensiun
(pension increases) :
5% per tahun
Kewajiban manfaat pensiun, terdiri dari : 76.617 71.536
Saldo awal 71.536 56.689
Penambahan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi 24.359 20.637
Transfer ke Dana Pensiun (Juni - Desember 2000) (12.745) -
Pensiun yang telah dibayar oleh Perseroan (6.533) (5.790)
14. Modal saham 76.300 76.300
Modal dasar, seluruhnya ditempatkan pada dan disetor
penuh oleh :
Mavibel (Maatschappij voor Internationale Beleggingen)
B.V. Rotterdam, Belanda: 648.487.750 lembar saham (1999 - 64.848.775 lembar saham) dengan nilai nominal Rp 100 (Rupiah penuh) per lembar saham (1999 - Rp
1.000 per lembar saham) (Rupiah penuh). 64.849 64.849
Masyarakat (tercatat dalam Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya): 114.512.250 lembar saham (1999 - 11.451.225 lembar saham) dengan nilai nominal RP 100 per lembar saham (Rupiah penuh) (1999 - Rp 1.000 per
lembar saham) (Rupiah penuh). 11.451 11.451
PT UNILEVER INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2000 DAN 1999
Jutaan Rupiah
2000 1999
Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, Mavibel B.V. yang memiliki 648.487.750 lembar saham atau 85% dari jumlah modal dasar, ditempatkan dan disetor, merupakan pemegang saham utama Perseroan; tidak ada pemegang saham lain yang memiliki saham lebih dari 1,9% (1999 - 2,6%) dari jumlah modal dasar, ditempatkan dan disetor Perseroan.
Pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, Direksi dan
Komisaris yang memiliki saham publik adalah :
Direksi :
- Tn. Inarto Setiadi - Tn. Hanafiah Djajawinata
- Tn. Josef Bataona (tahun 2000 saja)
Komisaris :
- Tn. Sapto Sutarno
- Tn. Tjokorde Ngurah Wim Sukawati (tahun 1999 saja)
Masing-masing dengan pemilikan tertinggi tidak lebih dari
0,001% (1999 - 0,006%) dari jumlah modal dasar, ditempatkan dan disetor Perseroan.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
tanggal 13 Juni 2000, para pemegang saham menyetujui untuk melakukan pemecahan saham (stock split) dengan mengubah nilai nominal saham dari Rp 1.000 (Rupiah penuh) menjadi Rp 100 (Rupiah penuh) per saham.
15. Agio Saham 15.227 15.227
Agio saham merupakan selisih antara harga jual (Rp 3.175
setiap lembar saham) (Rupiah penuh) dengan nilai nominal (Rp 1.000 setiap lembar saham) (Rupiah penuh) untuk 9.200.000 saham yang dijual melalui Bursa Efek di Indonesia pada bulan Desember 1981, setelah dikurangi kapitalisasi ke modal saham melalui pembagian 4.783.333 saham bonus sebesar Rp 4.783.333.000 (Rupiah penuh) pada tahun 1993.
16. Dividen 297.570 115.976
Dividen final tahun 1999 144.970 -
Dividen interim tahun 2000 152.600 -
Dividen final tahun 1998 - 70.196
Dividen interim tahun 1999 - 45.780
PT UNILEVER INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2000 DAN 1999
2000 1999
17. Penyisihan untuk cadangan umum
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan sesuai dengan Akta Notaris Singgih Susilo SH No. 81 tanggal 31 Mei 1999, telah disetujui untuk menyisihkan saldo laba tahun 1998 sebesar 15.260 sebagai dana cadangan sesuai dengan ketentuan Pasal 61 undang-undang Republik Indonesia No. 1 tahun 1995 mengenai Perseroan Terbatas yang dikeluarkan pada bulan Maret 1995. 18. Penjualan bersih 4.870.972 4.167.393 Dalam negeri 4.611.809 3.964.850 Ekspor 259.163 202.543 Penjualan Perseroan kepada kelompok perusahaan
Unilever yang berhubungan dengan Mavibel B.V. (pemegang saham), berjumlah 73.454 dan 51.910 berturut-turut untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2000 dan 1999, atau masing-masing setara dengan 1,51% dan 1,25% dari total penjualan bersih.
Perincian penjualan kepada kelompok perusahaan Unilever
adalah sebagai berikut : 73.454 51.910
Unilever Australia Ltd (Australia) 21.490 12.708
Unilever New Zealand (Selandia Baru) 2.654 -
Unilever Singapore Pte Ltd (Singapura) 2.242 2.463
Unilever Malaysia Holdings Sdn. Bhd. (Malaysia) 9.782 12.756
Lipton Japan K.K. (Jepang) 3.454 3.540
Unilever Korea Ltd. (Korea) 9.232 4.436
Unilever Taiwan Ltd. (Taiwan) 19.830 15.795
Lever Brothers West Indies, Trinidad W.J. (Guyana) 1.678 -
Unilever Market Development, Durban South Africa
(Afrika Selatan) 2.362 -
PT UNILEVER INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2000 DAN 1999
Jutaan Rupiah
2000 1999
19. Beban pokok penjualan 2.594.253 2.357.092
Komponen beban pokok penjualan adalah sebagai berikut :
Bahan baku
- Awal tahun 176.615 194.228
- Pembelian 2.358.802 2.201.441
2.535.417 2.395.669
- Akhir tahun (165.244) (176.615)
Bahan baku yang digunakan 2.370.173 2.219.054
Biaya tenaga kerja langsung 54.260 44.591
Penyusutan 21.009 18.277
Beban pabrikasi lainnya 134.389 109.243
Jumlah beban produksi 2.579.831 2.391.165
Barang dalam proses
- Awal tahun 5.874 7.574
- Akhir tahun (1.326) (5.874)
Harga pokok produksi 2.584.379 2.392.865
Barang jadi
- Awal tahun 255.977 220.204
- Akhir tahun (246.103) (255.977)
Pembelian Perseroan dari kelompok perusahaan Unilever yang berhubungan dengan Mavibel B.V. (pemegang saham), masing-masing berjumlah 1,8% dan 0,008% dari total seluruh pembelian.
Pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa
terdiri dari: 42.602 196
PT Scott Paper Indonesia (Indonesia) 31.693 -
Lipton Ltd, (Kenya) 4.157 -
UAL Lever Rexona, (Australia) 5.484 -
Lain-lain (masing-masing saldo individual kurang dari 1.000) 1.268 196
20. a. Beban pemasaran dan penjualan 941.802 684.061
Iklan, promosi dan riset 665.049 458.802
Penyusutan aktiva tetap 6.789 8.389
Gaji dan insentif 114.798 86.779
Perjalanan dinas dan entertainmen 14.855 9.786
Pengangkutan 108.157 110.622
Lain-lain 27.082 5.522
PT UNILEVER INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2000 DAN 1999
Jutaan Rupiah
2000 1999
b. Beban umum dan administrasi 316.355 335.528
Servis fee dan UBGS fee 166.135 144.741
Gaji dan insentif 55.466 45.589
Pensiun 24.359 30.382
Telekomunikasi 22.392 10.828
Penyusutan aktiva tetap 10.092 5.951
Sewa gedung 15.944 14.478 Jasa konsultan 11.644 7.291 Restrukturisasi - 40.204 Lain-lain 10.323 36.064 21. Biaya karyawan 196.906 153.780 Jumlah karyawan permanen Perseroan pada tanggal 31
Desember 2000 dan 1999 masing-masing adalah 2.199 dan 2.159 orang.
22. Aktiva dan kewajiban dalam valuta asing
Aktiva dan kewajiban dalam berbagai valuta asing adalah sebagai berikut (valuta asing selain US Dolar dinyatakan dalam nilai setara dengan US Dolar).
US$ US$
Aktiva :
Kas dan setara kas 44.882.499 50.050.061
Piutang usaha
- Pihak ketiga 2.356.444 1.362.347
- Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 1.415.810 878.478
Piutang pada pihak yang mempunyai hubungan
48.919.913 52.333.050
Kewajiban :
Hutang usaha
- Pihak ketiga 4.365.799 4.389.445
- Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 139.219 73.266
Hutang pada pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 2.878.609 763.548
Biaya masih harus dibayar 8.408 7.672
Hutang lain-lain 176.872 464.265
7.568.907 5.698.196
Kelebihan aktiva atas kewajiban dalam valuta asing 41.351.006 46.634.854
PT UNILEVER INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2000 DAN 1999
Jutaan Rupiah
2000 1999
Jika diperlukan, Perseroan akan melakukan kontrak pembelian valuta asing untuk mengurangi dampak perubahan kurs mata uang asing terhadap aktiva dan kewajiban dalam valuta asing. Pada tanggal 31 Desember 2000 Perseroan tidak mempunyai kontrak karena manajemen berkeyakinan bahwa aktiva dalam valuta asing yang dimiliki Perseroan saat ini cukup untuk membayar kewajiban dalam valuta asing.
23. Kondisi ekonomi
Indonesia, seperti halnya beberapa negara di daerah Asia Pasifik, mengalami dampak memburuknya kondisi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagaimana pada tahun 1999, hukum dan regulasi yang mempengaruhi iklim usaha di Indonesia masih berubah dengan sangat cepat. Pemulihan stabilitas ekonomi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh efektivitas kebijakan pemerintah, keputusan organisasi kreditor internasional, dan faktor lain termasuk perkembangan peraturan dan politik yang berada diluar kendali Perseroan.
Walaupun kondisi ekonomi pada tahun 1999 telah mulai stabil namun ketidakpastian masih berlangsung. Selama tahun 2000, ketidakpastian ini berlanjut dengan pergolakan politik dan ekonomi.
Laporan keuangan tidak termasuk penyesuaian yang berasal dari ketidakpastian ini.
24. Ikatan dan perjanjian-perjanjian penting
Penjualan dan pembelian aktiva
Pada tanggal 22 November 2000, Perseroan mengadakan
perjanjian dengan pihak ketiga dimana Perseroan membeli tanah, gedung, dan aktiva bergerak (persediaan, pabrik dan peralatan dan catatan-catatan) sejumlah Rp 15 milyar (Rupiah penuh). Pembayaran dilakukan di bulan Pebruari dan April 2001.
Perjanjian kerjasama
Pada tanggal 22 Nopember 2000 Perseroan mengadakan
perjanjian kerjasama dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan sebuah perusahaan baru dengan nama PT Anugrah Lever (PT AL), yang akan bergerak dalam bidang pabrikasi, pengembangan, pemasaran, dan penjualan kecap, sambal dan saus lainnya dengan merek Cap Bango, Parkiet, Sakura, dan merek lain dibawah lisensi Perseroan kepada PT AL.
PT UNILEVER INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2000 DAN 1999
Jutaan Rupiah
2000 1999
Perseroan akan mengakuisisi 65% modal saham yang ditempatkan PT AL (setara dengan 13.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per saham) (Rupiah penuh).
Per tanggal laporan audit, pembentukan PT AL masih
dalam proses.
25. Ikatan dan kewajiban bersyarat
a. Perseroan mempunyai ikatan untuk pembelian aktiva
tetap berjumlah sekitar Rp 7,2 milyar pada tanggal 31 Desember 2000 (1999 - Rp 1,7 milyar)(Rupiah penuh).
b. Sewa yang harus dibayar berdasarkan perjanjian sewa
menyewa ("operating lease") :
Tahun berakhir 31 Desember 2000
US$
(dalam ribuan) (dalam jutaan ) Rp
Jatuh tempo dalam waktu
1 tahun 1.440 3.823
2-5 tahun 1.290 9.409
Tahun berakhir 31 Desember 1999 US$
(dalam ribuan) (dalam jutaan ) Rp
Jatuh tempo dalam waktu
1 tahun 1.802 448
2-5 tahun 2.867 1.309
c. Perseroan memperoleh fasilitas "kredit revolving" pada tanggal 31 Desember 2000 dari :
Jangka pendek Cerukan
US$ (Juta) Rp (Juta) Rp (Juta)
Citibank 10 - 10.000
ABN AMRO Bank - 200.000 -
Deutsche Bank 10 - -
HSBC - 50.000 3.000
Total fasilitas 20 250.000 13.000
Fasilitas ini akan ditinjau kembali setiap tahun. Pinjaman ini merupakan pinjaman jangka pendek tanpa jaminan dan dibebani bunga sesuai dengan tingkat bunga pasar yang berlaku. Per 31 Desember 2000 dan 1999, Perseroan tidak menggunakan fasilitas hutang jangka pendek ini.
PT UNILEVER INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2000 DAN 1999
Jutaan Rupiah
2000 1999
d. Kewajiban bersyarat
Menteri Tenaga Kerja baru-baru ini menerbitkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep-150/Men/2000 mengenai kewajiban perusahaan sehubungan dengan pemutusan hubungan kerja. Peraturan ini mengharuskan perusahaan untuk membayar kompensasi kepada karyawan yang berhenti bekerja secara sukarela atau membayar uang pensiun jika pada tanggal pensiun karyawan tidak termasuk dalam suatu program pensiun yang ada. Persyaratan yang terakhir ini telah diatur dalam peraturan ketenagakerjaan yang lama.
Berdasarkan praktik akuntansi yang berlaku umum di Indonesia saat ini, pembayaran sehubungan dengan pemutusan hubungan kerja biasanya dicatat dengan menggunakan dasar kas (cash basis). Oleh karena itu Perseroan belum mencatat kewajiban sehubungan dengan peraturan ini di dalam laporan keuangan. Namun demikian Perseroan telah menghitung estimasi kewajiban per 31 Desember 2000, yaitu sebesar Rp 7,6 milyar (Rupiah penuh).
26. Peristiwa sesudah tanggal neraca
Aktiva dan kewajiban moneter Perseroan pada tanggal 31 Desember 2000 telah dilaporkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs 1 US$ = Rp 9.752 (Rupiah penuh). Sejak tanggal 31 Desember 2000, kurs tersebut telah berubah dari 1 US$ = Rp 9.752 (Rupiah penuh) menjadi 1 US$ = Rp 9.530 (Rupiah penuh) pada tanggal 2 Pebruari 2001. Pada masa mendatang, kurs masih mungkin berubah-ubah dan mata uang Rupiah mungkin mengalami depresiasi atau apresiasi secara signifikan terhadap mata uang lainnya.
27. Standar akuntansi baru
Ikatan Akuntan Indonesia telah mengeluarkan standar akuntansi seperti dibawah ini :
PSAK Berlaku efektif
PSAK 55 - Akuntansi Instrumen Derivatif dan
PSAK 57 - Kewajiban Diestimasi, Kewajiban
Kontinjensi dan Aktiva Kontinjensi 1 Januari 2001
PSAK 5 (revisi) - Pelaporan Segmen 1 Januari 2002
PSAK 19 (revisi)
- Aktiva Tidak Berwujud 1 Januari 2001
Perseroan belum menentukan dampak dari penerapan standar akuntansi baru tersebut terhadap posisi dan hasil usahanya.
PT UNILEVER INDONESIA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 DESEMBER 2000 DAN 1999
Jutaan Rupiah
2000 1999
28. Reklasifikasi
Piutang dan hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang timbul dari aktivitas di luar usaha yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun sebelumnya disajikan sebagai aktiva dan kewajiban lancar. Sesuai dengan peraturan Bapepam No. KEP-06/PM/2000, piutang dan hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang timbul dari aktivitas di luar usaha sekarang disajikan sebagai aktiva tidak lancar.
Beban penunjang distribusi sebesar 34.848 di tahun 1999 telah direklasifikasi dari beban umum dan administrasi ke beban pemasaran dan penjualan, karena manajemen berkeyakinan bahwa beban penunjang distribusi lebih tepat diklasifikasikan sebagai beban pemasaran dan penjualan.