1. Kegiatan Pendahuluan
3.6 Teknik Analisis Data
4.1.1 Hasil Penelitian Siklus I
4.1.1.1 Hasil Nontes
4.1.1.2.3 Catatan Harian
Catatan harian yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu catatan harian guru dan catatan harian siswa. Berikut ini akan diuraikan deskripsi hasil catatan harian guru dan catatan harian siswa.
1. Catatan Harian Guru
Ada lima aspek yang peneliti gunakan untuk melihat perilaku siswa melalui catatan harian guru. Aspek tersebut adalah keaktifan siswa, tingkah laku siswa, respons siswa terhadap pembelajaran, suasana pembelajaran, serta respons siswa tentang penggunaan media gambar yang digunakan.
Selama proses pembelajaran berlangsung, keaktifan siswa bagus. Mengenai tingkah laku siswa selama proses pembelajaran, sebagian besar sudah menunjukkan sikap perhatian dan ketertiban. Tingkah laku siswa selama pembelajaran berlangsung dapat dikatakan juga baik. Sebagian besar siswa merespons pertanyaan-pertanyaan dengan baik. Siswa menjawab pengertian, ciri-ciri, unsur-unsur, dan jenis-jenis puisi yang diberikan oleh guru. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada beberapa siswa yang seringkali membuat keusilan diantara teman-temannya.
Suasana pembelajaran pada siklus I cukup tenang, antusias, reaktif, dan termotivasi. Mereka merasa ada sesuatu yang menarik dengan pembelajaran menulis kali ini. Meskipun ada beberapa anak yang sempat membuat kelas menjadi gaduh atau ramai, tetapi guru masih mampu mengatasi mereka dan mengkondisikan kelas menjadi tertib kembali. Terakhir adalah respons siswa terhadap media gambar yang digunakan guru, sebagian besar siswa sangat antusias. Media gambar yang digunakan guru menarik perhatian siswa.
2. Catatan Harian Siswa
Dalam pembelajaran siklus I ini, catatan harian siswa yang digunakan ada 5 pertanyaan, yaitu perasaan siswa ketika mengikuti pembelajaran, kesulitan yang dialami ketika menulis puisi, tanggapan siswa terhadap media gambar yang digunakan, kesan siswa terhadap gaya mengajar guru (peneliti), saran yang dapat diberikan siswa.
Pertanyaan pertama, perasaan siswa ketika mengikuti pembelajaran. Rata-rata siswa merasa senang ketika mengikuti pembelajaran menulis puisi pada hari itu. Alasan yang mereka tulis bermacam-macam, diantaranya siswa senang karena pada akhirnya mereka mampu menulis puisi; siswa senang karena pembelajaran menulis puisi hari itu menjadi pengalaman yang menarik bagi mereka karena lebih menyenangkan dan sedikit berbeda. Namun, masih ada beberapa siswa yang menjawab kurang senang. Alasannya, mereka dari awal pembelajaran memang kurang semangat dan kurang bisa untuk berimajinasi dalam menulis puisi.
Pertanyaan kedua, kesulitan yang dialami siswa ketika menulis puisi. Sebagian besar siswa menjawab mereka merasa kesulitan ketika memilih kata-kata untuk puisinya, dan juga membuat rimanya. Pertanyaan ketiga, tanggapan siswa mengenai media gambar yang digunakan. Rata-rata siswa menanggapi bahwa media gambar yang digunakan guru bagus dan menarik sehingga dapat memberikan inspirasi dalam pembelajaran menulis puisi. Mereka mengatakan bahwa itu sesuatu yang baru dan sedikit berbeda bagi mereka sehingga mampu membuat mereka tertarik menulis puisi. Namun, siswa yang lain juga ada yang menanggapi bahwa media gambar kurang begitu besar untuk pembelajaran menulis puisi. Mereka menganggap justru dengan media gambar tidak bisa bebas membuat puisi.
Pertanyaan keempat, kesan terhadap gaya mengajar guru (peneliti). Sebagian besar siswa menjawab sudah jelas, baik, menyenangkan, tidak membosankan, dan interaktif. Pertanyaan kelima, saran yang dapat diberikan siswa. Pada aspek ini tidak banyak yang memberikan saran. Namun, ada juga beberapa siswa yang menyarankan agar media gambar yang digunakan lebih besar lagi dan bermacam-macam lagi.
4.1.1.2.4 Wawancara
Wawancara dilakukan pada akhir siklus di luar jam pelajaran. Wawancara tidak dilakukan pada semua siswa, tetapi dilakukan kepada siswa yang mendapat nilai tertinggi (T), sedang (S), dan terendah (R). Adapun siswa yang diwawancarai pada siklus I ada 3 siswa, yaitu Mutia (M), Diyana (D), dan Wahyu Listari (W).
Pertanyaan pertama, mengenai minat siswa terhadap pembelajaran menulis puisi. Dari ketiga siswa yang diwawancarai, yang mendapat nilai tertinggi dan sedang mereka mengatakan berminat dalam pembelajaran menulis puisi. Alasannya, dengan menulis puisi mereka dapat mengetahui tentang puisi lebih dalam lagi dan menunjukkan bakat menulis mereka. Menurut mereka menulis puisi juga dapat menambah wawasan dan dapat memotivasi siswa untuk lebih giat lagi berkarya, khususnya menulis puisi. Siswa yang mendapat nilai terendah mengatakan dia kurang berminat dalam pembelajaran menulis puisi. Alasannya, karena dia tidak berbakat dan kurang senang dalam menulis puisi.
Pada pertanyaan yang kedua, dari ketiga siswa yang diwawancarai semuanya menyatakan bahwa mereka cukup paham dengan pembelajaran menulis puisi yang telah diberikan guru. Selama ini, siswa hanya diberi teori-teori tentang puisi tanpa kegiatan praktik menulis puisi di kelas. Pertanyaan yang ketiga adalah mengenai kesulitan-kesulitan yang dialami siswa saat pembelajaran menulis puisi. Alasan yang diungkapkan dari ketiga siswa bermacam-macam antara lain: (1) pengetahuan siswa yang masih kurang tentang puisi; (2) rasa malas dan tidak adanya motivasi dalam diri siswa; (3) suasana kelas yang tidak mendukung (ramai) yang membuat siswa menjadi tidak bisa berkonsentrasi; dan (4) keterampilan berbahasa siswa yang masih kurang.
Pada pertanyaan yang keempat, semua siswa menyatakan bahwa mereka mengalami kesulitan saat menulis puisi. Tetapi tingkat kesulitan yang mereka alami berbeda. Adapun alasan yang dikemukakan siswa antara lain siswa belum dapat memilih dan mengolah kata yang baik untuk dijadikan puisi. Selain itu, siswa juga menyatakan bahwa mereka kesulitan dalam mengembangkan kata-kata dengan rima yang sama.
Pada pertanyaan yang terakhir, semua siswa menyatakan bahwa model pembelajaran yang digunakan sangat menarik dan menyenangkan. Siswa dibuat berkelompok sehingga mereka bisa bertukar pengalaman dan berdiskusi dengan teman yang lain. Guru tidak hanya sebagai fasilitator dan motivator tetapi juga sebagai sahabat bagi siswa. Dari teknik yang digunakan oleh guru (peneliti), 2 siswa menyatakan bahwa teknik kata kunci sangat efektif dan mempermudah mereka dalam menulis puisi. Sisanya, 1 siswa menyatakan teknik yang digunakan membuat bingung dan letih karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui.