Wejangan adalah pepatah atau peribahasa. 1.
Kemungkinan yang dimaksud adalah
2. Maharaja Avalokitesvara
Sutra. Sutra
3. (Sanskerta) atau Sutta (Pali) adalah ucapan Sang Buddha seperti yang tertulis pada Kitab Suci Agama Buddha.
Merupakan judul singkat dari
4. Saddharmapundarika Sutra atau Sutra
Dharma Kesunyataan Teratai Putih yang merupakan salah satu sutra paling berpengaruh dalam Buddhisme Mahayana di Asia Timur. Menjadi sutra utama aliran Tien Tai di China dan Tendai di Jepang. Empat Kitab atau
5. Se Su adalah kitab utama dalam Konfusianisme yang
terdiri dari Da Xue (Ajaran Besar), Zhong Yong (Tengah Sempurna),
Lun Yu (Analek) dan Meng Zi (Mencius). Keempat kitab ini menjadi
bahan utama yang wajib dihafal oleh pelajar yang akan ikut dalam ujian negara sejak Zaman Dinasti Han.
Lima Klasik atau
6. Wu ching adalah lima naskah kuno pra-konfusian
yang disunting dan dikumpulkan oleh Konfucius sebagai kitab wajib
dalam Konfusianisme selain Empat Kitab. Terdiri dari: Yi Ching (Kitab
Perubahan), Shu Ching (Kitab Sejarah), Li Ching (Kitab Tata Krama), Shi Ching (Kitab Puisi), dan Chun Qiu (Kitab Sejarah Musim Semi dan
Musim Gugur). Kehidupan wihara 7.
Kumpulan sutra Mahayana yang disebut juga sebagai
8. Sutra Karangan
Bunga. Terdiri dari tiga puluh sembilan bagian, sutra ini merupakan
Bahasa sanskertanya adalah
9. Vajracchedika Prajnaparamita Sutra.
Merupakan bagian dari kumpulan sutra Mahayana yang disebut
Prajna Paramita Sutra. Kung An
10. atau Koan (dalam Bahasa Jepang) adalah metode meditasi yang digunakan oleh Chan aliran Lin Chi.
Satuan ukuran China pada zaman dahulu 11.
Yang dimaksud adalah
12. Amitayur Dhyana Sutra yang merupakan
salah satu dari tiga sutra utama aliran Tanah Suci (Sukhavati).
Secara harafiah berarti “Hanya Kesadaran,” umumnya dikenal 13.
sebagai filsafat Yogacara. Kadang-kadang disebut juga sebagai Citta-
matra (Hanya Pikiran) atau Vijnapati-matra (Hanya Persepsi). Kata “Gunung Absurd” dalam puisi ini adalah terjemahan dari kata
14.
hān-shān (憨山), merupakan nama samaran yang dipakai oleh penulis otobiografi ini. Terjemahan bahasa Inggris menggantinya dengan Silly Mountain yang padanan terdekatnya dalam bahasa
Indonesia adalah “Gunung Bodoh”. Kata hān sendiri bisa diartikan
sebagai “bodoh”, “naif” ataupun “polos.” Dengan demikian, hān-shān
dapat diterjemahkan antara lain sebagai “Gunung Bodoh”, “Gunung Naif” atau “Gunung Polos”. Namun, Kata “absurd” digunakan dalam terjemahan ini semata-mata karena kata sifat “bodoh”, “naif” atau “polos” akan terdengar janggal jika disandingkan dengan objek mati seperti halnya sebuah gunung. Selain itu kata “bodoh” memiliki konotasi negatif di mana disamakan dengan kurangnya kecerdasan. Kata “absurd” dalam pengertian umum diartikan sebagai suatu kondisi di luar pemahaman akal sehat yang telihat jelas apa adanya sehingga terlihat lucu dan konyol. Hal ini menyebabkan kata ini mendekati pengertian “naif”, polos” ataupun “bodoh” sekaligus lebih sesuai untuk disandingkan baik dengan objek mati maupun
sifat manusia. Terlebih lagi, yang penting di sini adalah bahwa kata
hān sendiri digunakan oleh Master Han Shan dalam puisi tersebut sebagai lawan sifat dari sikap “meniru” atau “berpura-pura” yang terjadi ketika seseorang hidup dalam masyarakat, yang berarti bersikap tidak berpura-pura, apa adanya dan tampak terus terang, serta lebih suka menyendiri. Dalam hal ini, kata “absurd” tepat digunakan untuk mewakili suatu keadaan yang kasat mata jelas-jelas sulit dipahami oleh akal sehat masyarakat sehingga dinilai sebagai konyol atau bodoh.
Ditulis oleh Seng Zhao (?), salah seorang dari empat orang murid 15.
utama Kumarajiva (344 -413 Masehi). Kitab ini berisi pembahasan
mengenai Kekosongan (Sunyata). Menganut filsafat Madhyamaka
Nagarjuna, Kumarajiva adalah penerjemah sejumlah sutra-sutra ke dalam bahasa China. Termasuk sutra yang terkenal di antaranya adalah: Sutra Intan, Sutra Amitabha, Sutra Teratai, Vimalakirti
Nirdesa Sutra,dan Astasahasrika Prajnaparamita Sutra
Versi lain dari puisi ini dikutip oleh Master Sheng Yeng berbunyi 16.
sebagai berikut:
Dalam kilasan satu pemikiran
Pikiranku yang bergolak menjadi teduh, Yang di dalam dan yang di luar,
Panca-indera serta objek-objeknya, Menjadi gamblang terang.
Dalam sebuah pembalikan total Kupukul hancur Kekosongan Besar. Sepuluh ribu manifestasi
Muncul dan lenyap Tanpa alasan apa pun
(Sumber: Master Sheng-yen Litt.D., Zen: Melatih Kucing Menangkap
Tikus. Diterjemahkan oleh Herlambang. Jogjakarta: Suwung, h. 118)
Disebut juga sebagai
17. Mahayana Sraddhotpada Shastra. Ditulis oleh
Asvaghosha (Abad Ke-8)
Ajaran Besar
18. atau Da Xue adalah salah satu dari Empat Kitab
Konfusius.
Delapan Tingkat Kesadaran. 19.
Salah satu cabang utama sekolah filsafat dalam Buddhisme 20.
China. Dharmalakshana didasarkan pada Sandhinirmocana Sutra,
Abhidharma Sutra, Yogacaryabhumi Sastra dan Vijnaptimatrasiddhi
Sastra. Dengan demikian Dharmalakshana merupakan pengaruh filsafat Yogacara di China.
Ditulis oleh Vasubandhu (280-360 M). Antara lain terdiri dari
21. Vimsatika
Salam sejahtera rekan-rekan se-Dhamma,
Dhammacitta Press, adalah salah satu aktifitas dari forum komunitas Buddhis Dhammacitta yang mengonsentrasikan dalam mencetak buku-buku Dhamma. DhammaCitta Press terbentuk dikarenakan kami peduli dengan pengembangan Dhamma dan melestarikan Dhamma agar dapat membuat kita menjadi lebih baik dan bahagia dalam menjalani kehidupan.
Adapun dana mencetak buku tersebut diperoleh dari kontribusi dan bantuan
rekan-rekan forum Dhammacitta dengan alamat website http://dhammacitta.
org/forum dan para dermawan yang peduli pada pengembangan dan pelestarian Dhamma Sang Buddha.
Dengan demikian diharapkan DhammaCitta Press dapat menjadi media/saluran pengembangan dan pelestarian Dhamma.
Untuk dana Dhamma dapat disalurkan melalui rekening bersama
Dhammacitta:
rEkENiNg BCA – kCP kebon jeruk raya No rekening: 65-60-70-80-91
a/n BENNY
Konfirmasi dana ke:
[email protected] / 0818-24-7878 [email protected]
Rekening DhammaCitta PEDULI, akan diaudit oleh team audit yang terdiri dari : 1. Sumedho 2. Hendra Susanto 3. Indra Anggara 4. Karuna Murti 5. Meily Anumodana