• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan Kak

Dalam dokumen Jejak Langkah Gunung Absurd Otobiografi (Halaman 152-156)

Wejangan adalah pepatah atau peribahasa. 1.

Kemungkinan yang dimaksud adalah

2. Maharaja Avalokitesvara

Sutra. Sutra

3. (Sanskerta) atau Sutta (Pali) adalah ucapan Sang Buddha seperti yang tertulis pada Kitab Suci Agama Buddha.

Merupakan judul singkat dari

4. Saddharmapundarika Sutra atau Sutra

Dharma Kesunyataan Teratai Putih yang merupakan salah satu sutra paling berpengaruh dalam Buddhisme Mahayana di Asia Timur. Menjadi sutra utama aliran Tien Tai di China dan Tendai di Jepang. Empat Kitab atau

5. Se Su adalah kitab utama dalam Konfusianisme yang

terdiri dari Da Xue (Ajaran Besar), Zhong Yong (Tengah Sempurna),

Lun Yu (Analek) dan Meng Zi (Mencius). Keempat kitab ini menjadi

bahan utama yang wajib dihafal oleh pelajar yang akan ikut dalam ujian negara sejak Zaman Dinasti Han.

Lima Klasik atau

6. Wu ching adalah lima naskah kuno pra-konfusian

yang disunting dan dikumpulkan oleh Konfucius sebagai kitab wajib

dalam Konfusianisme selain Empat Kitab. Terdiri dari: Yi Ching (Kitab

Perubahan), Shu Ching (Kitab Sejarah), Li Ching (Kitab Tata Krama), Shi Ching (Kitab Puisi), dan Chun Qiu (Kitab Sejarah Musim Semi dan

Musim Gugur). Kehidupan wihara 7.

Kumpulan sutra Mahayana yang disebut juga sebagai

8. Sutra Karangan

Bunga. Terdiri dari tiga puluh sembilan bagian, sutra ini merupakan

Bahasa sanskertanya adalah

9. Vajracchedika Prajnaparamita Sutra.

Merupakan bagian dari kumpulan sutra Mahayana yang disebut

Prajna Paramita Sutra. Kung An

10. atau Koan (dalam Bahasa Jepang) adalah metode meditasi yang digunakan oleh Chan aliran Lin Chi.

Satuan ukuran China pada zaman dahulu 11.

Yang dimaksud adalah

12. Amitayur Dhyana Sutra yang merupakan

salah satu dari tiga sutra utama aliran Tanah Suci (Sukhavati).

Secara harafiah berarti “Hanya Kesadaran,” umumnya dikenal 13.

sebagai filsafat Yogacara. Kadang-kadang disebut juga sebagai Citta-

matra (Hanya Pikiran) atau Vijnapati-matra (Hanya Persepsi). Kata “Gunung Absurd” dalam puisi ini adalah terjemahan dari kata

14.

hān-shān (憨山), merupakan nama samaran yang dipakai oleh penulis otobiografi ini. Terjemahan bahasa Inggris menggantinya dengan Silly Mountain yang padanan terdekatnya dalam bahasa

Indonesia adalah “Gunung Bodoh”. Kata hān sendiri bisa diartikan

sebagai “bodoh”, “naif” ataupun “polos.” Dengan demikian, hān-shān

dapat diterjemahkan antara lain sebagai “Gunung Bodoh”, “Gunung Naif” atau “Gunung Polos”. Namun, Kata “absurd” digunakan dalam terjemahan ini semata-mata karena kata sifat “bodoh”, “naif” atau “polos” akan terdengar janggal jika disandingkan dengan objek mati seperti halnya sebuah gunung. Selain itu kata “bodoh” memiliki konotasi negatif di mana disamakan dengan kurangnya kecerdasan. Kata “absurd” dalam pengertian umum diartikan sebagai suatu kondisi di luar pemahaman akal sehat yang telihat jelas apa adanya sehingga terlihat lucu dan konyol. Hal ini menyebabkan kata ini mendekati pengertian “naif”, polos” ataupun “bodoh” sekaligus lebih sesuai untuk disandingkan baik dengan objek mati maupun

sifat manusia. Terlebih lagi, yang penting di sini adalah bahwa kata

hān sendiri digunakan oleh Master Han Shan dalam puisi tersebut sebagai lawan sifat dari sikap “meniru” atau “berpura-pura” yang terjadi ketika seseorang hidup dalam masyarakat, yang berarti bersikap tidak berpura-pura, apa adanya dan tampak terus terang, serta lebih suka menyendiri. Dalam hal ini, kata “absurd” tepat digunakan untuk mewakili suatu keadaan yang kasat mata jelas-jelas sulit dipahami oleh akal sehat masyarakat sehingga dinilai sebagai konyol atau bodoh.

Ditulis oleh Seng Zhao (?), salah seorang dari empat orang murid 15.

utama Kumarajiva (344 -413 Masehi). Kitab ini berisi pembahasan

mengenai Kekosongan (Sunyata). Menganut filsafat Madhyamaka

Nagarjuna, Kumarajiva adalah penerjemah sejumlah sutra-sutra ke dalam bahasa China. Termasuk sutra yang terkenal di antaranya adalah: Sutra Intan, Sutra Amitabha, Sutra Teratai, Vimalakirti

Nirdesa Sutra,dan Astasahasrika Prajnaparamita Sutra

Versi lain dari puisi ini dikutip oleh Master Sheng Yeng berbunyi 16.

sebagai berikut:

Dalam kilasan satu pemikiran

Pikiranku yang bergolak menjadi teduh, Yang di dalam dan yang di luar,

Panca-indera serta objek-objeknya, Menjadi gamblang terang.

Dalam sebuah pembalikan total Kupukul hancur Kekosongan Besar. Sepuluh ribu manifestasi

Muncul dan lenyap Tanpa alasan apa pun

(Sumber: Master Sheng-yen Litt.D., Zen: Melatih Kucing Menangkap

Tikus. Diterjemahkan oleh Herlambang. Jogjakarta: Suwung, h. 118)

Disebut juga sebagai

17. Mahayana Sraddhotpada Shastra. Ditulis oleh

Asvaghosha (Abad Ke-8)

Ajaran Besar

18. atau Da Xue adalah salah satu dari Empat Kitab

Konfusius.

Delapan Tingkat Kesadaran. 19.

Salah satu cabang utama sekolah filsafat dalam Buddhisme 20.

China. Dharmalakshana didasarkan pada Sandhinirmocana Sutra,

Abhidharma Sutra, Yogacaryabhumi Sastra dan Vijnaptimatrasiddhi

Sastra. Dengan demikian Dharmalakshana merupakan pengaruh filsafat Yogacara di China.

Ditulis oleh Vasubandhu (280-360 M). Antara lain terdiri dari

21. Vimsatika

Salam sejahtera rekan-rekan se-Dhamma,

Dhammacitta Press, adalah salah satu aktifitas dari forum komunitas Buddhis Dhammacitta yang mengonsentrasikan dalam mencetak buku-buku Dhamma. DhammaCitta Press terbentuk dikarenakan kami peduli dengan pengembangan Dhamma dan melestarikan Dhamma agar dapat membuat kita menjadi lebih baik dan bahagia dalam menjalani kehidupan.

Adapun dana mencetak buku tersebut diperoleh dari kontribusi dan bantuan

rekan-rekan forum Dhammacitta dengan alamat website http://dhammacitta.

org/forum dan para dermawan yang peduli pada pengembangan dan pelestarian Dhamma Sang Buddha.

Dengan demikian diharapkan DhammaCitta Press dapat menjadi media/saluran pengembangan dan pelestarian Dhamma.

Untuk dana Dhamma dapat disalurkan melalui rekening bersama

Dhammacitta:

rEkENiNg BCA – kCP kebon jeruk raya No rekening: 65-60-70-80-91

a/n BENNY

Konfirmasi dana ke:

[email protected] / 0818-24-7878 [email protected]

Rekening DhammaCitta PEDULI, akan diaudit oleh team audit yang terdiri dari : 1. Sumedho 2. Hendra Susanto 3. Indra Anggara 4. Karuna Murti 5. Meily Anumodana

Dalam dokumen Jejak Langkah Gunung Absurd Otobiografi (Halaman 152-156)

Dokumen terkait