CATATAN LAPANGAN A. Catatan Lapangan I
B. Catatan Lapangan II
Salinan Hasil Wawancara dan Penggalian Informasi Tahap 2 Dengan informan penelitian yaitu:
No Hari/tanggal Lokasi Identitas
informan Hasil wawancara
1 Selasa 4Juni 2013 Rumah Ketua Adat Kelurahan Dusun Besar
Bapak Abdullah Taib Taher, S.Pd.I
Peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangan peneliti ke rumah ketua adat, sebelum menggali data dan melakukan wawancara. Peneliti mendapat gambaran mengenai sejarah Kesenian Sarafal Anam dan tentang Kesenian Sarafal Anam serta nilai-nilainyadari Ketua Adat untuk data-data yang diperlukan yang dijadikan acuan menyusun BAB V dan BAB VI.
2 Selasa 4Juni 2013 Rumah Ketua Adat Kelurahan Dusun Besar
Bapak Abdullah
Taib Taher, S.Pd.I Kesenian Sarafal Anam kebudayaan bernuansa Islam pertama kalidiperkenalkan oleh penyebar agama Islam bernama Syech Serunting biasa dipanggil oleh masyarakat lembak. Sekitar abad ke 17, Kesenian Sarafal Anam datang beriringan agama Islam masuk ke Bengkulu. oleh masyarakat Lembak asli H. Wajid Bin Raud, kesenian ini diajarkan secara turun menurun dan digunakan dalam adat istiadat.
Kesenian Sarafal Anam yang syairnya berbentuk lafaz arab berisikan tentang sejarah kelahiran nabi, sisilah keturunan, sisilah sahabat, pujian-pujian dan selawat nabi yang identik agama Islam. Oleh sebab itu masyarakat Lembak menjadi kesenian mereka, karena masyarakat Lembak mayoritas beragama Islam.
Kesenian Sarafal Anam memiliki kitab yaitu kitab ulud, kalau masyarakat Lembak menyebutnya. Syair kesenian Sarafal Anam yang sering dimainkan pada acara perkawinan dan pembuangan rambutCemarserta aqiqah adalahBis, Tanakal dan Ulidal
pemainya memiliki kewajiban khusus dalam berpakaian. Ketika memainkan kesenian ini, para pemain diwajibkan mengenai peci untuk menutup kepala, pakaian panjang atau kokoh dan sarung. Ini sudah merupakan aturan adat secara turun menurun. Peraturan ini berlaku baik ketika latihan maupun pada acara perkawinan dan pembuangan rambut cemar serta aqiqah..
Kesenian Sarafal Anam pada acara perkawinan memiliki tempat khusus untuk memainkannya yaituPengujung.Pengujungitu sendiri di dirikan dan di bongkar secara gotong royong. Pendirian pengujung ini dilakukan satu hari sebelum hari akad nikah dan pembongkaran Pengujung dilakukan setelah acara selesai. Pengujung ini terdiri dari dua shaf atau lorong, disamping itu pengujung dikelilingi oleh rumbai jalai dari daun kelapa dan kain kelapa serta beralas papan dan tikar.
Pengujung dua lorong atau shaf memiliki fungsi yang berbeda. Lorong atau shaf Majelis berfungi untuk ditempati para pemain kesenian Sarapal Anam , sehingga acara dimulai dan berakhir dilakukan di shaf Majelis. Sedangkan lorong atau shaf Perwatin ditempati oleh para tokoh agama, tokoh adat serta tamu terhormat. Walaupun demikian semua yang duduk di lorong atau shafPerwatin tidak memainkan kesenian Sarapal Anam, mereka wajib memakai pakaian sesuai aturan adat dan tidak boleh meninggalkanPengujung samapai acara selesai atau para pemain di lorong atau shaf Majelis turun.
Rumbai jalai yang mengelilingi Pengujung memiliki tujuan agar Pengujung lebih tertutup, indah dan cantik, disamping itu juga dingin. Lain halnya untuk kain panjang atau spanduk memiliki fungsi dan tujuan agar baju para pemain tidak kotor saat menyeder.
Ini semua wajib dipenuhi.
Kesenian Sarafal Anam memiliki persatuan setiap wilayah pada umumnya. Para pemain dalam persatuan ini memiliki jadwal rutin latihan dari rumah ke rumah pemain seminggu sekali. Disamping itu dalam persatuan ini menyediakan peminjaman alat untuk keperluan pesta, mulai dari alat Pengujung sampai alat-alat dapur secara lengkap. Sehingga ini akan mempermudah dan meringankan biaya perkawinan. Ini dilakukan bertujuan untuk merat tali silaturahmi dan kekeluargaan.
pada saat pemasanganInai Curi biasanya juga diadakan berdendang setengah malam dengan menabuhkan rabana (berdzikir) serta hidangan nasi santan, biasanya kegiatan ini dilakukan diPengujung (balai). Pada malam pemasangan Inai Curi juga pengantin perempuan sudah diajari oelh induk inang untuk belajar duduk sendirian di pelaminan akan tetapi mukanya ditutupi oleh kain halus (kain tengkuluk).
Masyarakat Lembak Dusun Besar sendiri memiliki persatuan kesenian Sarafal Anam yang memiliki kegiatan rutin setiap sekali seminggu untuk berkumpul. Ini kami lakukan untuk memperat silaturahmi antar para pemain. Biasanya kami lakukan pada malam hari selesai solat isya, kegiatan ini dilakukan secara bergantian di rumah masing-masing anggota secara bergantian. Biasanya kami menyebut dengan sebutan nyicip Ayo Teron dan Bebuak sambil bersendau gurau.
Pengadopsian katasyarofal Anam menjadi Sarafal Anam merupakan kata serapan yang disesuaikan dengan bahasa suku Lembak.
3. Rabu 05Juni 2013 Rumah Imam dan pemain Sarafal Anam Dusun Besar. Bapak Arsyad Mas’ud.
Peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangan peneliti ke rumah imam pemain Sarafal Anam Dusun Besar, sebelum menggali data dan melakukan wawancara. Peneliti mendapat gambaran mengenai sejarah Kesenian Sarafal Anam dan tentang Kesenian Sarafal Anam dari imam dan pemain Sarafal Anam Dusun Besar.
4. Rabu 05Juni 2013 Rumah Imam dan Pemain Sarafal
Anam Dusun
Besar.
Bapak Arsyad
Mas’ud. Dalam wawancara tersebut, peneliti memperoleh informasi mengenai : Kesenian Sarafal Anam telah ada sejak masa kehidupan nabi Muhammad, hal ini dapat di lihat pada masa hijrahnya nabi dari madinna ke mekkah perjalanan nabi di iringi dengan kesenian Sarafal Anam .
Kesenian Sarafal Anam mulai masuk dan di kenal oleh masyarakat lembak di bengkulu beiringan dengan masuknya agama islam ke bengkulu sekitar abad ke 17.
Kesenian Sarafal Anam merupakan kesenian yang bernuansa islam, hal ini tidak terlepas dalam kesenian Sarafal Anam adalah puji-pujian atas nabi, Allah dan rasul.
Kesenian Sarafal Anam yang merupakan kesenian tradisional masyarakat lembak, di gunakan pada adat perkawinan Aqiqah dan membuang rambut Cemar ( marhaban ) yang biasa di sebut masyarakat lembak tradisiNenjor.
Adapun alat yang di gunakan kesenian Sarafal Anam yaitu rabana-rabana itu sendiri terbuat dari batang kelapa kulitnya sendiri dari kulit kambing. Kulit kambing yang di gunakan adalah kulit kambing betina karena kulitnya tipis dan untuk perekat atau pengikat kulit kambing ke batang pohon kelapa dengan menggunakan rotan.
5. Kamis 06 Juni 2013 Rumah mantan ketua persatuan Sarafal Anam Bulang ( Jembatan Kecil).
Datuk Yusuf. Peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangan peneliti ke rumah mantan ketua persatuan Sarafal Anam Bulang (Jembatan Kecil ) yang juga sekaligus pemain. Peneliti mendapat gambaran mengenai sejarah kesenian Sarafal Anam dan gambaran tentang kesenian Sarafal Anam. Data – data yang diperoleh merupakan data pendukung untuk memperkuat data yang telah diperoleh sebelumnya dengan pada hasil wawancara dengan Ketua Adat dan Imam Dusun Besar.
6. Kamis 06 Juni 2013 Rumah Mantan Ketua Persatuan Sarafal Anam Bulang (Jembatan Kecil)
Datuk Yusuf. Dalam wawancara tersebut, peneliti memperoleh informasi mengenai sejarah kesenian Sarafal Anam :
Kesenian Sarafal Anam merupakan kesenian bernuansa islam, kesenian ini sudah ada sejak nabi Muhammad. Dapat di lihat dari dalam perjalanan nabi dari madinna ke mekkah, nabi di iringi dengan kesenian Sarafal Anam .
Kesenian Sarafal Anam di kenal oleh masyarakat lembak yang ada di kota bengkulu pada saat masuknya agama islam ke bengkulu.
Kesenian Sarafal Anam merupakan puji-pujian atas nabi, sejarah nabi, silsilah nabi, lahirnya nabi. Semua itu di lafalkan dengan bahasa arab di iringi dengan tabuh rabana.Sarafal anam ini di iringi dengan rabana. Rabana itu sendiri terbuat dari batang kelapa kulitnya sendiri dari kulit kambing. Kulit kambing yang di gunakan adalah kulit kambing betina karena kulitnya tipis dan untuk perekat atau pengikat kulit kambing ke batang pohon kelapa dengan menggunakan rotan.
7. Sabtu 8 Juni 2013. Rumah pemain Sarafal Anam Dusun Besar.
Bapak Aminudin. Peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangan peneliti ke rumah pemain Sarafal Anam Dusun Besar, sebelum menggali data dan melakukan wawancara. Peneliti mendapat gambaran mengenai Kesenian Sarafal Anam dari pemain Sarafal Anam Dusun Besar.
8. Sabtu 8 Juni 2013. Rumah pemain Sarafal Anam Dusun Besar.
Bapak Aminudin. Dalam wawancara tersebut, peneliti memperoleh informasi mengenai kesenian Sarafal Anam :
Kesenian yang biasa di mainkan di Dusun Besar dalam adat perkawinan yaitu : syairBisyarihdanTanakal
Pukulan rabana yang sering dilakukan pemain kesenian Sarafal Anam seragam atau sama yaitu cepat dan pelan. Ketika radat, maka pukulannya cepat
Dalam adat perkawinan menggunakan kesenian Sarapal Anam , biasanya dilaksanakan prosesi Adang- Adang Gala dan Temat Kaji.
9. Kamis 13 Juni 2013. Rumah Ketua BMA Kecamatan Pondok Kubang Bengkulu Tengah.
Bapak Murni Kader.
Peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangan peneliti ke rumah ketua BMA Kecamatan Pondok Kubang Bengkulu Tengah, sebelum menggali data dan melakukan wawancara. Peneliti mendapat gambaran mengenai sejarah Kesenian Sarafal Anam dan tentang Kesenian Sarafal Anam serta nilai-nilainya dari Ketua Adat. Data-data yang diperoleh tersebut seperti data mengenai kesenian Sarafal Anam pada prosesi perkawinan seperti : Inai Curi, Pecah Nasi atau Hari Pertama Nikah, Kerje Agung atau Malam Napa, acara Gedang atau hari Bimbang Gedang dan membuang Rambut Cemar dan Aqiqah serta mendirikanPenghujung. 10. Kamis 13 Juni 2013 Rumah Ketua
Pondik Kubang Bengkulu Tengah.
tradisional secara turun menurun . kesenian Sarafal Anam ini sudah ada sejak masyarakat Bengkulu mengenal agama Islam. Oleh karena itu perlu dilestarikan. Dalam lantunan-latunan syair kesenian Sarafal Anam yang merupakan pujian-pujian atas Nabi, Rasul dan Allah.
Kesenian Sarafal Anam pada masyarakat lembak dapat dilihat dalam prosesi perkawinan, membuang rambut cemar dan aqiqah atau tradisiNejor.
Dalam adat perkawinan, kesenian Sarafal Anam dipakai pada prosesi Inai Curi, Pecah Nasi atau Hari Pertama Nikah, Kerje Agung atau Malam Napa, acara Gedang Bimbang atau hari Becerita.
Pada rangkaianInai Curi,kesenian Sarafal Anam dimainkan malam hari ketika pengantin perempuan memasang inai di kuku tangan dan kaki. Hal ini biasanya dilakukan pada pukul 08.00 wib, biasanya dibantu oleh Induk Inang. Pemasangan inai pengantin ini diiringi dengan kesenian Sarafal Anam dengan pengantin tersebut duduk di pelamin, ini bertujuan melatih pengantin duduk di pelaminan.
Pada rangkaianPecah Nasi, Kesenian Sarafal Anam dimainkan atau dilakukan berbeda-beda dalam setiap wilayah berdasarkan ketentuan adat. Kalau pada masyarakat Lembak di Kecamatan Pondok Kubang di laksanakan pada malam hari, ini dilaksanakan setelah akad nikah dan bersamaan padaMalam Napa.
Pada prosesi Pecah Nasi, kesenian Sarafal Anam ini dimainkan dengan tujuan untuk memberi tahu khalayak, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuka agama bahwa dirumah ini atau tuan rumah akan dimulai hajatan perkawinan atau masyarakat Lembak bilang pertando ado hajatan.
Pada rangkaian Malam Napa, kesenian Sarafal Anam ini dilakukan bersamaan prosesi Pecah Nasi. Tapi bagi masyarakat Lembak
memiliki satu tujuan. Dikarenakan Malam Napa itu hanya bisa dilakukan bagi pengantin perempuan yang masih perawan atau gadis. Jadi dengan hal ini masyarakat Lembak langsung tahu bahwa pengatin perempuan yang punya hajatan masih perawan. Dari sini kita terlihat jelas nilai agama atau kerohanian seperti nilai moral.
Pada hari Bimbang Gedang, kesenian Sarafal Anam dilakukan dari pagi hari sampai acara selesai. Pada hari bimbang gedangini sudah tradisi suku lembak secara turun menurun.Dalam hari Bimbang Gedang ini biasanya selesai usai jam 11 siang atau sebelum zuhur, berbeda dengan zaman dulu kesenian Sarafal Anam ini bisa sampai sore hari. Hal ini disebabkan adanya hiburan lain seperti organ tunggal..
Pada masyarakat Lembak wajib mendirikan Pengujung atau Balai untuk tempat kegiatan kesenian Sarapal Anam.Pengujungitu sendiri didirikan dan dibongkar secara gotong royong. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama.
Disamping itu Mendirikan dan pembongkaran Penghujungdijadikan ajang berkumpul semua masyarakat, yang pada pelaksanaan pendirian Penghujung masyarakat saling tolong menolong untuk menyelesaikan pembuatan Penghujung. Sehingga dapat dilihat jelas mendirikan dan pembongkaran Penghujung akan sangat terlihat jelas nilai kebersamaan dan gotong royong antar masyarakat.
Pengunjung tempat kegiatan kesenian Sarafal Anam itu sendiri, dibuat tidak sembarangan. Pengunjung ini didirikan berdasarkan peraturan adat istiadat turun menurun. Pengunjung itu sendiri terdiri dari dua shap atau belorong yang beratap seng. Kala dahulu beratap Rombio, dengan dikelilingi Rak-Rai dari daun kelapa atau rumbai-rumbai dan beralas tikar. Disamping itu dikelilingi kain panjang
tempat duduknya.
Kesenian Sarafal Anam memiliki persatuan dalam setiap wilayah. Dalam persatuan kesenian Sarafal Anam ini sendiri, adanya kegiatan rutin latihan. Dimana latihannya dilakukan seminggu sekali pada rumah anggota secara bergantian.
Setiap masyarakat lembak wajib menggunakan kesenian Sarapal Anam, apalagi bagi rumah hajatan pengantin perempuan. Apabila rumah pengantin perempuan tidak mampu atau tidak punya biaya untuk menggunakan Sarafal Anam pada prosesi perkawinan, maka para pemain kesenian Sarafal Anam atau kelompok persatuan, akan membantu semuanya.
11. Kamis 13 Juni 2013 Rumah Guru Sarafal Anam Desa Tanjung Terdana Kecamatan Pondok Kubang Bengkulu Tengah.
Datuk Hanafi. Peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangan peneliti ke rumah Guru Sarafal Anam Desa Tanjung Terdana Kecamatan Pondok Kubang Bengkulu Tengah, sebelum menggali data dan melakukan wawancara. Peneliti mendapat gambaran mengenai Kesenian Sarapal Anam. Data-data yang diperoleh tersebut seperti data syair-syair lagu mengenai kesenian Sarafal Anam pada prosesi perkawinan dan membuang RambutCemardan Aqiqah. 12. Kamis 13 Juni 2013 Rumah Guru
Sarafal Anam Desa Tanjung Terdana Kecamatan Pondok Kubang Bengkulu Tengah.
Datuk Hanafi. Kesenian Sarafal Anam memiliki syair-syair arab yang dilagukan dengan diiringin oleh rabana dimainkandengan indah. Adapun syair-syair yang sering dimainkanBis, Tanakal,danUlidal.
Kesenian Sarafal Anam memiliki syair-syair arab yang dilagukan dengan diiringin oleh rabana dimainkandengan indah. Adapun syair-syair yang sering dimainkan bisyarih dan tanakal. Ada syair yang ketika dimainkan wajib sambil berdiri yaitu : ya nabii salaamun ‘alaik. Hal ini karena pada syair itu bercerita tentang
kedatangan atau menyambut kehadiran Nabi Muhammad.
Disamping itu adanya kewajiban para pemain dalam berpakaian yaitu mengikutin ajaran agama Islam dan adanya tempat khusus ketika acara perkawinan yaituPengujung.
13. Jumat 14 Juni 2013 Rumah ketua Adat Panorama dan pemain Sarafal Anam.
Bapak Tugimin. Peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangan peneliti ke rumah ketua adat Panorama, sebelum menggali data dan melakukan wawancara. Peneliti mendapat gambaran mengenai Kesenian Sarapal Anam. Data-data yang diperoleh tersebut seperti data mengenai kesenian Sarafal Anam pada prosesi perkawinan seperti : Inai Curi, Pecah Nasi atau Hari Pertama Nikah, Kerje Agung atau Malam Napa, acara Bimbang Gedang atau hari Bimbang Gedangdan membuang Rambut Cemar dan Aqiqah.
14. Jumat 14 Juni 2013 Rumah ketua Adat Panorama dan pemain Sarafal Anam.
Bapak Tugimin. Dalam wawancara tersebut, peneliti memperoleh informasi mengenai :
Kesenian Sarafal Anam adalah kesenian yang berupa puji-pujian atas nabi, rasul, dan Allah di iringi dengan rabana.
Kesenian Sarafal Anam pada masyarakat lembak merupakan kesenian turun temurun yang di gunakan pada, membuang rambut cemar dan aqiqah di sebut nenjor.
Kesenian Sarafal Anam di lakukan pada prosesi adat perkawinan memiliki tujuan dan makna nilai. Sehingga tidak sembarang di gunakan.
Pada ritual perkawinan, di laksanakan pada kegiatan Inai Curi, Pecah Nasi, Malam Napa dan hari Bimbang Gedang hal ini berdasarkan ketentuan adat.
Pada masyarakat lembak, ritual inai curi yang di lakukan dirumah pengantin perempuan dengan di damping Induk Inang, maka pengantin perempuan duduk di pelaminan dengan muka di tutup dengan kain atau selendang, sedangkan
diPengujungkesenian Sarafal Anam di mainkan itu bertujuan agar pengantin perempuan berlatihduduk di pelaminan. Sebab Inai Curiini dilaksanakan sebelum terjadi akad nikah.
Pecah Nasi yang merupakan acara yang dilakukan setelah terjadi akad nikah. Di sini acara Pecah Nasi akan di iringi dengan kesenian Sarapal Anam , apabila yang punya hajatan memotong sapi atau kerbau. Sehingga ini bisa menjadi pertanda mempunyai hajatan besar dan memberi tahu kalau hajatan di mulai.
Kesenian Sarafal Anam pada Malam Napa akan dilaksanakan malam hari setelah akad nikah kesenian ini dapat dilakukan, apabila pengantin perempuanya masih suci, yang mana keperawanan merupakan hal penting yang harus di jaga jadi dengan begitu masyarakat tau kalau pengantin perempuan masih suci. Dari sini bisa di lihat adanya nilai moral.
Hari Bimbang Gedang adalah hari puncak yang di meriahkan kesenian Sarafal Anam dari pagi-pagi hari. Pada hari bercerita ini, saatnya berkumpul adik sanak saudar jauh.
Kesenian Sarafal Anam pada acara membuang rambut Cemar dan aqiqah bisa di lakukan berbarengan dengan acara perkawinan atau di lakukan pada acara sendiri. Kalau bersamaan dengan acara perkawinan pada acara Bimbang Gedang, yaitu siang hari, waktu hari puncak.
Kesenian Sarafal Anam ini sendiri memiliki tempat khusus untuk bermain yaitu Pengujung. Pengujung itu sendiri terdiri dari dua shaf atau lorong yang terdiri dari atap seng berlantai papan beralas tikar, sekeliling pengujung di hiasi dengan Rumbai-Rumbai dari daun kelapa dan dinding pengujung di
pasang kain atau spanduk tujuanya supaya terlihat rapi, bersih dan juga sebagai alas senderan pemain agar baju para pemain tidak kotor. Dari penjelasan yang ada dapat di tarik kesimpulan bahwa kesenian Sarafal Anam memiliki nilai-nilai keindahan. 15. Jumat 14 Juni 2013 Rumah Imam
Panorama
sekaligus pemain Sarafal Anam.
Bapak Manam
Ilyas. Peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menjelaskanmaksud dan tujuan dari kedatangan peneliti ke rumah Imam Panorama, sebelum menggali data dan melakukan wawancara. Peneliti mendapat gambaran mengenai Kesenian Sarafal Anam data yang akan di dapat sebagai dat tambahan dari data yang sudah di peroleh.
16. Jumat 14 Juni 2013 Rumah Imam Panorama
sekaligus pemain Sarafal Anam.
Bapak Manam Ilyas.
Dalam wawancara tersebut, peneliti memperoleh informasi mengenai :
Kesenian Sarafal Anam yang merupakan kesenian tradisi turun temurun suku lembak, di mana pujian-pujian atas nabi, rasul allah diiringi rabana.
Keseian Sarafal Anam mulai di kenal oleh masyarakat lembak beriringan dengan masuknya agam islam ke Bengkulu. masyarakat lembak yang mayoritas agama islam.
Dalam adat istiadat suku lembak, kesenian Sarafal Anam dimainkan pada prosesi perkawinan dan membuang rambut cemar serta aqiqah.
Kesenian Sarafal Anam adalah puji-pujian atas nabi, rasul dan Allah yang mana di dendangkan dengan syair-syair berbahasa arab,syair yang di dendangkan tersebut terdiri dari enam macam yaitu : Bis, Tanakal, Ulidal, Ba’dad, Alhamdul, Syalal. Tetapi dari enam macam syair tersebut hanya tiga yang sering di nyanyikan dan di dendangkan pada prosesi perkawinan,
membuang rambut cemar serta aqiqah. Tiga syair tersebut Bis, Tanakal, Ulidal.
Pada masyarakat lembak terkhusus di rumah pengantin perempuan di wajibkan menggunakan kesenian Sarafal Anam dalam prosesi perkawinan. Hal ini di lakukan agar kesenian ini tidak hilang dan nilai-nilai dari lagu atau syair yang di dendangkan dalam kesenian Sarafal Anam karena syair tersebut merupakan do’a-do’a dan pujian yang baik untuk modal mengarungi bahtera rumah tangga.
Pada acara membuang rambut Cemar serta aqiqah, kesenian Sarafal Anam di nyanyikan dan di dendangkan sebagai wujud syukur atas kehadiran seorang anak. Pada acara membuang rambut Cemar kesenian Sarafal Anam juga di mainkan untuk mengiringi prosesi pemotongan rambut, yang mana anak yang akan di potong rambutnya di bawa mengelilingi pemain sembari rambutnya di potong oleh para pemain Sarafal Anam .
Kesenian Sarafal Anam yang merupakan kesenian bernuansa islam, sehingga pakaian para pemainnya tidak sembarangan. Di sini para pemain diwajibkan memakai pakaian yang rapi dan sopan, maka dengan demikian para pemain diwajibkan memakai peci sebagai penutup kepala, atasan baju kokoh atau baju lengan panjang, serta bawahan memakai sarung. Ini dilakukan berdasarkan ajaran islam dan aturan adat. Apabila para pemain tidak mengenaikan pakaian seperti itu, maka pemain tidak dibolehkan naik ke atas Pengujung. Hal ini sudah merupakan aturan adat secara turun menurun.
Pengujung untuk tempat kesenian Sarafal Anam di mainkan terdiri dari dua shaf atau lorong yaitu shaf Parwatin dan shaf