BAB 3 STUDI KASUS
3.4 Catatan Perkembangan
No Tanggal Diagnosa Keperawatan Catatan Perkembangan
3 April 2012 Penurunan persepsi sensori
Penglihatan b/d penurunan ketajaman penglihatan d/d visus berkurang,
penurunan ketajaman penglihatan, dan terdapat kekeruhan pada lensa mata.
Ansietas b/d kurang pengetahuan tentang proses penyakit d/d nadi meningkat, tekanan darah meningkat, wajah tampak gelisah, wajah murung dan sering melamun.
S: pasien mengatakan pandangan masih tak jelas
O: masih terdapat penurunan ketajaman penglihatan dan visus berkurang
A: masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan I :
- Kaji ketajaman penglihatan klien
- Identifikasikan alternatif untuk optimalisasi sumber
rangsangan
- Sesuaikan lingkungan untuk optimalisasi penglihatan : - Orientasikan klien terhadap
ruangan
- Letakkan alat yang sering digunakan di dekat klien atau pada sisi mata yang lebih sehat - Berikan pencahayaan cukup - Letakkan alat ditempat yang
tetap
- Hindari cahaya yang menyilaukan
- Anjurkan penggunaan
alternatif rangsang lingkungan yang dapat diterima :
auditorik, taktil. E : masalah belum teratasi R : R/T dilanjutkan
S : pasien mengatakan sedikit tenang
O : pasien sudah tenang A : masalah sedikit teratasi P : intervensi dilanjutkan I :
- Kaji adanya tanda dan gejala ansietas.
- Gunakan suatu sistem pendekatan yang tenang dan
Gangguan perawatan diri b/d Penurunan fungsi penglihatan d/d Klien tidak dapat banyak bergerak, kondisi tubuh tidak rapi dan tampak acak - acakan.
Nyeri b/d luka dimata d/d Wajah meringis menahan sakit, klien berusaha memegang daerah mata.
meyakinkan klien.
- Jelaskan mengenai penyakit yang dialami oleh klien, dan berikan klien dukungan untuk membangkitkan semangat hidupnya.
- Jawab pertanyaan yang diajukan klien secara jujur dan berikan waktu untuk klien mengekspresikan perasaannya. - Ingatkan pasien untuk minum
obat tepat waktu. E : masalah sedikit teratasi R : R/T dilanjutkan.
S : klien mengatakan pandangan masih kabur
O : klien tidak bisa bergerak banyak
A : masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan. I :
- Terangkan pentingnya
perawatan dan kebersihan diri pada klien
- Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan perawatan dirinya, mis : ganti baju, dan berhias setelah mandi.
- Secara bertahap libatkan klien dalam memenuhi kebutuhan diri.
E : masalah belum teratasi R : intervensi dilakukan S : pasien mengatakan pedih
daerah mata
O : pasien meringis menahan sakit A : masalah sedikit teratasi
P : intervensi dilanjutkan I :
- Kaji skala nyeri setiap hari - Anjurkan untuk melaporkan
perkembangan nyeri setiap hari atau segera saat terjadi peningkatan nyeri mendadak
- Anjurkan klien untuk tidak melakukan gerakan tiba - tiba yang dapat memprovokasi nyeri
- Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi kepada klien
- Lakukan tindakan kolaboratif untuk pemberian analgesic topical/sistemik.
E : masalah sedikit teratasi R : intervensi dilanjutkan
4 April 2012 Penurunan persepsi sensori
Penglihatan b/d penurunan ketajaman penglihatan d/d visus berkurang,
penurunan ketajaman penglihatan, dan terdapat kekeruhan pada lensa mata.
Ansietas b/d kurang
S: pasien mengatakan pandangan masih tak jelas
O: masih terdapat penurunan ketajaman penglihatan dan visus berkurang
A : masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan I :
- Kaji ketajaman penglihatan klien
- Identifikasikan alternatif untuk optimalisasi sumber
rangsangan
- Sesuaikan lingkungan untuk optimalisasi penglihatan : - Orientasikan klien terhadap
ruangan
- Letakkan alat yang sering digunakan di dekat klien atau pada sisi mata yang lebih sehat - Berikan pencahayaan cukup - Letakkan alat ditempat yang
tetap
- Hindari cahaya yang menyilaukan
- Anjurkan penggunaan
alternatif rangsang lingkungan yang dapat diterima :
auditorik, taktil. E : masalah belum teratasi R : R/T dilanjutkan
pengetahuan tentang proses penyakit d/d nadi meningkat, tekanan darah meningkat, wajah tampak gelisah, wajah murung dan sering melamun.
Gangguan perawatan diri b/d Penurunan fungsi penglihatan d/d Klien tidak dapat banyak bergerak, kondisi tubuh tidak rapi dan tampak acak - acakan.
Nyeri b/d luka dimata d/d
tenang
O : pasien sudah tenang A : masalah sedikit teratasi P : intervensi dilanjutkan I :
- Kaji adanya tanda dan gejala ansietas.
- Gunakan suatu sistem pendekatan yang tenang dan meyakinkan klien.
- Jelaskan mengenai penyakit yang dialami oleh klien, dan berikan klien dukungan untuk membangkitkan semangat hidupnya.
- Jawab pertanyaan yang diajukan klien secara jujur dan berikan waktu untuk klien mengekspresikan perasaannya. - Ingatkan pasien untuk minum
obat tepat waktu. E : masalah sedikit teratasi R : R/T dilanjutkan.
S : klien mengatakan pandangan masih kabur
O : klien tidak bisa bergerak banyak
A : masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan. I :
- Terangkan pentingnya
perawatan dan kebersihan diri pada klien
- Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan perawatan dirinya, mis : ganti baju, dan berhias setelah mandi.
- Secara bertahap libatkan klien dalam memenuhi kebutuhan diri.
E : masalah belum teratasi R : intervensi dilakukan
Wajah meringis menahan sakit, klien berusaha memegang daerah mata.
daerah mata
O : pasien meringis menahan sakit A : masalah belum teratasi
P : intervensi dilanjutkan. I :
- Kaji skala nyeri setiap hari - Anjurkan untuk melaporkan
perkembangan nyeri setiap hari atau segera saat terjadi peningkatan nyeri mendadak - Anjurkan klien untuk tidak
melakukan gerakan tiba - tiba yang dapat memprovokasi nyeri
- Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi kepada klien
- Lakukan tindakan kolaboratif untuk pemberian analgesic topical/sistemik.
E : masalah sedikit teratasi R : intervensi dilanjutkan
BAB 4 PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis akan membahas kesenjangan – kesenangan yang penulis jumpai antara tinjauan teoritis dan tinjauan kasus pada Asuhan Keperawatan Pada Tn.P Dengan Gangguan Sistem Penglihatan Katarak diWisma Matahari UPT Pelayanan Lanjut Usia dan Balita Wilayah Binjai - Medan. Selanjutnya penulis akan memaparkan
hambatan dan dukungan dalam melakukan asuhan keperawatan yang meliputi : pengkajian, diagnosakeperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
4.1 Pengkajian
Selama pengkajian penulis tidak ada mengalami kesulitan/ hambatan dalam mengumpulkan data atau informasi, mengenai status kesehatan pasien ataupun data lain tentang penulisan, di perlukan dalam penyusunan studi kasus ini penulis mendapat bantuan penuh dari pasien, perawat, dan dokter yang merawat pasien atau tim terkait. 4.2 Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan merupakan suatu pernyataan yang jelas tentang masalah kesehatan pasien yang dapat disertai dengan tindakan keperawatan. Berdasarkan kepustakaan yang ada penulis menemukan 4 diagnosa keperawatan pada kasus dengan gangguan sistem penglihatan katarak ini.
Adapun diagnosa keperawatan pada tinjauan teoritis ini adalah :
1. Risiko tinggi terhadap cedera b/d peningkatan TIO, perdarahan intraokuler, kehilangan vitreous.
3. Gangguan sensori–perseptual : penglihatan b/d gangguan penerimaan sensori/status organ indra, lingkungan secara terapeutik dibatasi d/d menurunnya ketajaman, gangguan penglihatan, perubahan respons biasanya terhadap rangsang.
4. Kurang pengetahuan (Kebutuhan Belajar) tentang kondisi, prognosis, pengobatan b/d tidak mengenal sumber informasi , salah interprestasi informasi, keterbatasan
kognitif.
Sedangkan diagnosa keperawatan dalam tinjauan kasus adalah :
1. Penurunan persepsi sensori : Penglihatan b/d penurunan ketajaman penglihatan d/d visus berkurang, penurunan ketajaman penglihatan, dan terdapat kekeruhan pada lensa mata
2. Ansietas b/d kurang pengetahuan tentang proses penyakit d/d Nadi meningkat, tekanan darah meningkat, wajah tampak gelisah, wajah murung dan sering melamun. 3. Gangguan perawatan diri b/d Penurunan fungsi penglihatan d/d Klien tidak dapat
banyak bergerak, kondisi tubuh tidak rapi dan tampak acak - acakan.
4.3 Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini penulis membuat asuhan asuhan keperawatan yang teritik tolak pada perrmasalahan yang terjadi setelah msalah keperawatan di tetapkan sesuai dengan prioritas masalah maka langkah selanjutnya adalah merumuskan tinjauan berdasarkan hasil yang ingin dicapai agar tindakan yang di yang dilakukan perlu
dipertimbangkan dalam perencanaan tindaakan ini.
Pada tahap ini penulis secara umum tidak menemukan hambatan dan kesulitan di karenakan adanya kerja sama yang baik antara anggota tim kesehatan dan orang -orang disekitar klien.
4.4. Pelaksanaan
Pelaksanaan merupakan tindakan keperawatan yang direncanakan oleh perawat untuk dikerjakan dalam rangka menolong pasien. Faktor yang mendukung adalah pasien mau bekerja sama dalam menerapkan asuhan keperawatan yang dibuat oleh perawat.
Dalam hal ini penulis bekerja sama dengan tim kesehatan lain dan berpartisipasi aktif bersama pasien, selama penulis melakukan tindakan keperawatan penulis juga melanjutkan pengkajian data-data untuk melihat perkembangan pasien selanjutnya. 4.5 Evaluasi
Evaluasi adalah pengukuran keberhasilan rencana tindakan keperawatan dalam memenuhi kebutuhan pasien. Tahap evaluasi ini merupakan tahap keberhasilan dalam menggunakan proses keperawatan dalam pelaksanaan tindakan. Dalam tahap ini penulis tidak menemukan hambatan karna hasil yang diharapkan dapat d lihat dengan jelas semua tindakan keperawatan yang penulis laksanakan dapat berhasil dengan baik.
BAB 5 PENUTUP 5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan penulis dalam melakukan “Asuhan Keperawatan pada Tn.P dengan Ganguan Sistem Penglihatan Katarak Di Wisma Matahari UPT Pelayananan sosial Lanjut Usia dan Balita Wilayah Binjai - Medan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
Selama dalam tahap pengkajian, penulis tidak mengalami kesulitan dan hambatan dalam pengumpulan data dan informasi yang dibutuhkan oleh penulis. Hal ini dikarenakan adanya kerjasama yang baik dari klien, orang terdekat dan tim medis lainnya.
2. Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan merupakan suatu pernyataan yang jelas tentang masalah kesehatan pasien yang di sertai dengan tindakan keperawatan.dalam tinjauan teoritis penulis menemukan 4 diagnosa keperawatan, sedangkan dalam tinjauan kasus penulis hanya mengangkat 4 diagnosa keperawatan. Karena selama tahap pengkajian penulis tidak menemukan semua persamaan antara diagnosa dari tinjauan kasus dengan tinjauan teoritis. Karena itu tidak dialami sepenuhnya oleh pasien yang di kaji oleh penulis.
3. Intervensi
Pada tahap intervensi penulis menetapkan beberapa rencana tindakan yang sesuai dengan masalah - masalah yang dihadapi oleh pasien. Dalam melakukan perencanaan ini penulis tidak menemukan hambatan dan kesulitan dikarenakan semua rencana tindakan dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang telah disesuaikan. Dan perencanaan ini dibuat berdasarkan keadaan dan kondisi pasien.
4. Implementasi
Setelah menyusun beberapa rencana keperawatan kemudian penulis melanjutkan kepada tindakan dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang disesuaikan dengan perencanaan yang berarti. Karena rencana tindakan yang dibuat dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Hal ini dapat terlaksana dengan baik dikarenakan adanya
kerjasama yang baik antara perawat, orang terdekat klien, dan tim medis lainnya. Di samping itu juga didukung oleh sarana dan prasarana yang ada di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Balita Wilayah Binjai - Medan.
5. Evaluasi
Tahap evaluasi merupakan tahap akhir dari proses keperawatan. Dalam tahap ini penulis mendapatkan hasil dari pengamatan masalah pasien dan mendapat respon dari orang - orang disekitar pasien. Pasien terhadap tindakan keperawatan yang di berikan. Meskipun tidak semua masalah dapat teratasi namun asuhan keperawatan yang diberikan telah banyak membantu dalam mengatasi masalah pasien.
5.2. Saran
1. Kepada pasien dianjurkan untuk tetap mempertahankan kebersihan dirinya. Dan kepada penanggung jawab panti jompo khususnya di wisma sakura disarankan untuk terus memperhatikan kondisi klien baik itu pola makannya, pola istirahatnya, dan sebagainya.
2. Kepada perawat yang ada di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Balita Wilayah Binjai - Medan. Disarankan untuk lebih teliti dan lebih memperhatikan kondisi pasien. Serta selalu memantau kondisi pasien. Terutama dalam pelaksanaan asuhan keperawatan diharapkan adanya kecermatan dan ketelitian terhadap tindakan yang akan dilakukan.
3. Kepada UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia dan Balita Wilayah Binjai - Medan diharapkan agar lebih meningkatkan mutu pelayanan dalam memberikan asuhan keperawatan dan memenuhi segala perawatan yang dibutuhkan oleh pasien.
4. Kepada institusi, di harapkan laporan kasus ini dapat bermanfaat dan dapat menambah referensi buku - buku terbaru tentang askep katarak.