• Tidak ada hasil yang ditemukan

CCC = DSO – DSI – DPO Dimana:

Dalam dokumen Economic Management & Business (Halaman 79-89)

PEngaruH casH conVErsion cYclE, firm siZE, fiXED financial assEts ratio, Dan

CCC = DSO – DSI – DPO Dimana:

DSO = Days of sales outstanding DSI = Days of sales in inventory DPO = Days of payable outstanding

Pada umumnya perusahaan besar dapat memperoleh modal dengan mudah, karena rasio keuangan perusahaan dan manajemen modal kerja dipengaruhi oleh firm size (ukuran perusahaan). Singapurwoko dan El-wahid (2011) menyebutkan bahwa ukuran perusahaan menggambarkan asset yang dimiliki oleh perusahaan, ketika sebuah perusahaan memiliki asset lebih besar dari perusahaan lain yang sejenis menunjukkan bahwa perusahaan tersebut selain lebih besar juga menggambarkan memiliki kemampuan produksi yang lebih baik, ketika kemampuan produksi perusahaan tersebut lebih baik berarti mempunyai kemampuan untuk menghasilkan laba lebih besar. Lawrence et al (2004) mengatakan pertumbuhan ukuran perusahaan menyebabkan capital stock menjadi lebih besar rate of return juga menjadi besar.

Fixed Financial Assets Ratio merupakan rasio yang menggambarkan posisi aset tetap perusahaan dibandingkan dengan total

asset yang dimiliki perusahaan. Aset tetap merupakan aset yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun adalah bagian penting dari perusahaan. semakin tinggi investasi perusahaan untuk menambah aktiva tetap seperti mesin dan alat-alat produksi lainnya akan mengakibatkan penambahan produksi dikarenakan peralatan yang bertambah. Peningkatan produksi ini akan dapat meningkatkan penjualan sehingga laba perusahaan juga meningkat.

Financial debt ratio merupakan suatu gambaran persentase total dana yang disediakan oleh kreditur untuk perusahaan. Penggunaan hutang dalam perusahaan adakalanya menguntungkan dan adakalanya merugikan perusahaan. Hutang dikatakan menguntungkan apabila dapat meningkatkan pendapatan perusahaan yang melebihi cost of capitalnya. Sebaliknya, dikatakan tidak menguntungkan bila penggunaan leverage tidak meningkatkan pendapatan perusahaan. Menurut Horne dan wachowicz (1998:440) “pengungkit keuangan adalah penggunaan pendanaan biaya tetap perusahaan”.

Menurut Brigham and Houston (2006:103) Financial Debt Ratio dapat dihitung dengan persamaan berikut :

Return On Investment (ROI)

Salah satu rasio dari profitabilitas adalah Return On Investment, rasio ini sering digunakan dalam beberapa penelitian guna untuk melihat profitabilitas perusahaan dari sisi laba bersihnya. Setiap perusahaan menginginkan tingkat pengembalian yang tinggi atas aktivanya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan tingkat pengembalian yang rendah menurut Brigham dan Houston (2001:109) ”merupakan akibat dari kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yang rendah ditambah

biaya bunga yang tinggi yang dikarenakan oleh penggunaan utangnya yang di atas rata-rata dimana keduanya telah menyebabkan laba bersih relatif rendah.

Menurut Husnan (2008:74) Return On Investment menunjukkan seberapa banyak laba bersih yang bisa diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan. Menurut Sartono (2007) Return On Investment (ROI) merupakan perhitungan yang didasarkan atas laba sesudah pajak dibagi dengan total aktiva perusahaan, baik yang investasikan didalam maupun di luar perusahaan. Hal tersebut karena pengukuran ROI adalah untuk mengetahui tingkat keuntungan bersih yang diperoleh dari seluruh modal yang telah diinvestasikan. Menurut Sartono (2007) Return On Investmen sendiri dapat dihitung dari persamaan matematis sebagai berikut :

ROI = Laba setelah pajak Total Aktiva

Hubungan Cash Conversion Cycle, Firm Size, Fixed Financial Asset Ratio, dan Financial Debt Ratio dengan Retur On Invesment

Keputusan modal kerja perusahaan memiliki peranan penting dalam proses menghasilkan profitabilitas perusahaan

Financial Debt Ratio = (Short Term Loans + Long Term Loans) Total Assets

(Howorth dan westhead; 2003,dan Eljelly; 2004,). Kebijakan manajemen untuk memutuskan berapa banyak aset yang harus diinvestasikan pada piutang dan persediaan serta berapa banyak kredit yang harus dimiliki merupakan keputusan modal kerja perusahaan. Keputusan ini harus diambil secara hati-hati agar memberikan dampak terhadap peningkatan laba perusahaan. Perusahaan sepatutnya melakukan optimalisasi penggunanaan modal kerja sehingga dapat memaksimalkan nilai perusahaannya. Deakins et al (2001)

menyimpulkan” mengelola kas dan cash conversion cycle merupakan hal yang penting bagi semua perusahaan terutama perusahaan yang capital constrained.

Cash Conversion Cycle (CCC) menentukan likuiditas sebuah perusahaan dan mempengaruhi profitabilitasnya. Uyar (2009) mendokumentasikan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara CCC dengan Return on Asset (ROa). Perusahaan dengan CCC yang lebih pendek cenderung memiliki profitabilitas lebih besar dibandingkan dengan perusahaan dengan CCC lebih lama. Deloof (2003) menemukan hasil risetnya adalah terdapat hubungan positif siginifikan antara sales growth ratio dan fixed financial debt ratio dengan gross operating income, sementara financial debt ratio memiliki hubungan negatif signifikan dengan gross operating income. Shin and Soenen (1998) menyatakan terdapat hubungan negatif antara cash conversion cycle dengan profitabilitas. Hasil penelitian Syarief dan Wilujeng (2009) membuktikan tidak ada signifikansi yang kuat atas korelasi negatif yang terjadi antara CCC dengan ROI dan ROE.

Firm size merupakan faktor yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Syarief dan Wilujeng (2009) menyatakan terdapat hubungan yang negatif antara CCC dengan ukuran perusahaan. Kondisi ini diduga akan mempengruhi laba perusahaan. Hasil penelitian Margaretha dan Adriani (2008) menunjukkan hubungan yang positif antara firm size dengan profitabilitas. Singapurwoko dan El-wahid (2011) membuktikan bahwa firm zize berpengaruh terhadap Return On Equity (ROE).

Fixed Financial Assets Ratio berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan melalui penambahan fixed asset yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Hasil penelitian Margaretha dan Adriani (2008) menunjukkan hubungan yang positif antara fixed financial assets ratio dengan profitabilitas.

Financial debt Ratio merupakan rasio

yang menggambarkan seberapa besar perusahaan menggunakan hutang untuk membiayai kegiatan operasional dan investasinya. Financial debt ratio berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Husnan (2001) membuktikan bahwa penggunaan hutang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan bukan multinasional yang diukur dengan Return On Equity (ROE). Singapurwoko dan El-wahid (2011) membuktikan bahwa hutang berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan.

Berdasarkan perumusan masalah serta tujuan penelitian di atas maka yang menjadi hipotesis pada penelitian ini adalah

Ha1 : Cash Conversion Cycle. Firm Size, Fixed Financial Asset Ratio, dan Financial Debt Ratio secara simultan berpengaruh terha-dap Return On Invesment.

Ha2 : Cash Conversion Cycle. Firm Size, Fixed Financial Asset Ratio, dan Financial Debt Ratio secara parsial berpengaruh terhadap Return On Invesment.

mEtoDE PEnElitian

Adapun yang menjadi objek dan lokasi penelitian ini adalah pengaruh Cash Conversion Cycle, Firm Size, Fixed Financial Assets Ratio, Financial Debt Ratio terhadap Return On Invesment pada perusahaan Consumer Goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Consumer Goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 23 perusahaan. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel yang berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah perusahaan consumer goods yang tersedia laporan keuangan yang telah diaudit secara berturut-turut selama tahun 2003- 2008. Berdasarkan kriteria tersebut diperoleh

sampel sebanyak 10 perusahaan.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: teknik dokumentasi, yaitu laporan keuangan dari perusahaan Consumer Goods yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia periode 2003-2008 yang diakses melalui

www.idx.co.id.

Definisi Operasional Variabel

Variabel dependen (Y) penelitian ini adalah Return On Investment (ROI) yang diukur dengan membandingkan laba setelah pajak dibagi total aktiva.

Adapun variabel independen (X) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. Cash Conversion Cycle disimbolkan

den-gan CCC (X1) yang merupakan jumlah hari sejak perusahaan berproduksi sam-pai barang dijual dikurangi jumlah hari perusahaan melunasi kewajibannya. 2. Firm Size (X2) yang berarti ukuran

pe-rusahaan yang didapatkan dengan cara melakukan logaritma natural terhadap penjualan. perhitungan firm size yaitu : Size = LnSales

3. Fixed Financial Asset Ratio disimbolkan dengan FFaR (X3) yang dikukur den-gan:

4. Financial Debt Ratio, disimbolkan dengan FDR (X4) yang diukur dengan:

Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2005:11) Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, atau variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini, normalitas data diuji dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Jika

data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi klasik.

Uji Heteroskidastisitas

Menurut Ghozali (2005:105) uji heteroskidastisitas ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan variance dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap. Jika varians dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Dan jika varians berbeda, disebut heteroskidastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskidastisitas. Pengujian heteroskidastisitas dapat dilakukan dengan uji grafik (Residual Grafik) maupun uji white heteroskidasticity- test T.

Uji Autokorelasi

Menurut Ghozali (2005:95) uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi koelasi,

Fixed Financial Asset Ratio = Fixed Financial Asset Total Assets

Financial Debt Ratio = (Short Term Loans + Long Term Loans) Total Assets

maka dinamakan ada problem autokorelasi. Alat yang digunakan untuk uji autokorelasi adalah Uji Durbin Watson (uji- Dw) dengan hipotesa yaitu Ho ; tidak ada auto korelasi. Uji Dw ini akan tidak tolak Ho pada saat angka Dw stat pada statistic pengujian berada di sekitar angka 2 (1.5 < Dw stat< 2.5) yang dapat disimpulkan bahwa error tidak berkorelasi.

Uji Multikolinealitas

Menurut Ghozali (2005:91) uji multikolinealitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi maka dinamakan terdapat problem multikolinialitas.

mEtoDologi PEnElitian

Penelitian ini menggunakan analisis regresi lenier berganda (multiple regression) dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for The Social Science). Adapun persamaan yang digunakan dalam analisis regresi linier berganda (multiple linier regression) dapat dirumuskan sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana

Y = Return On Investment perusahaan i a = Konstanta

b1 = Koefisien regresi untuk variabel X1 b2 = Koefisien regresi untuk variabel X2 b3 = Koefisien regresi untuk variabel X3 X1 = Cash Conversion Cycle perusahaan i X2 = Ukuran dari pada perusahaan i

X3 = Fixed Financial Asset Ratio perusahaan i X4 = Financial Debt Ratio pada perusahaan i e = Error term

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis yang berkaitan dengan kemampuan variabel independen dalam memprediksi variabel dependen dalam menggunakan alat analisa statistik berupa uji F dan uji t.

1. Uji F digunakan untuk mengetahui apak-ah variabel CCC, SIZE, FFaR, dan FDR secara simultan berpengaruh terhadap ROI pada perusahaan Consumer Good yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dasar pengambilan keputusan :

- Apabila Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan Hi diterima, artinya Cash Conver-sion Cycle. Size, Fixed Financial Asset

Ratio, dan Financial Debt Ratio ber-pengaruh secara simultan terhadap Return On Investment. ( = 5%) - Apabila Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima

dan Hi ditolak. Cash Conversion Cycle. Size, Fixed Financial Asset Ratio, dan Fi-nancial Debt Ratio tidak berpengaruh secara simultan terhadap Return On Investment. ( = 5%)

2. Uji t digunakan untuk mengetahui apak-ah secara individu variabel CCC, SIZE, FFaR, dan FDR secara simultan mempu-nyai pengaruh terhadap ROI pada peru-sahaan Consumer Good yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

- Apabila thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Hi diterima, artinya Cash Conver-sion Cycle. Size, Fixed Financial Asset Ratio, dan Financial Debt Ratio berpen-garuh secara parsial terhadap Return On Investment. ( = 5%)

- Apabila thitung < ttabel, maka H0 diterima dan Hi ditolak. Cash Conversion Cycle. Size, Fixed Financial Asset Ratio, dan Financial Debt Ratio tidak berpenga-ruh secara parsial terhadap Return On Investment. ( = 5%)

Hasil PEnElitian

Empat asumsi klasik yang diuji pada penelitian ini adalah, normalitas, multikolonialitas, heterokidastisitas, dan autokorelasi. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data penelitian ini berdistribusi secara normal, bebas dari multikolinearitas, heteroskedastiditas, dan autokorelasi. Dengan kata lain, model yang digunakan sudah memenuhi uji asumsi klasik untuk model regresi berganda. Hasil regresi tersebut diringkas pada Tabel 1.

Berdasarkan hasil analisis model regresi yang ditampilkan dalam tabel 1 diatas, maka disusun ke dalam regresi linier berganda berikut ini;

Y = -20.421 + 0.292CCC + 5.169Size + 1.447FFAR - 0.756FDR + e

Dari persamaan regresi di atas dapat diketahui konstanta sebesar -20.421 yang berarti bahwa jika variabel Cash Conversion Cycle, Size, Fixed Financial Assets Ratio, dan Financial Debt Ratio dianggap konstan, maka besarnya Return On Investment adalah sebesar -20,421. nilai koefisisen regresi Cash Conversion Cycle sebesar 0.292 menunjukkan hubungan yang positif yang berarti setiap kenaikan Cash Conversion Cycle sebesar 1% maka akan menyebabkan Return On Investment meningkat sebesar 29,2% dengan asumsi variabel lainnya konstan. Nilai koefisien regresi Size sebesar 5.169 (516,9%) menunjukkan hubungan yang positif yang berarti setiap kenaikan Size sebesar 1% maka akan menyebabkan Return On Investment meningkat sebesar 516,9% dengan asumsi variabel lainnya konstan. nilai koefisien regresi Fixed Financial Assets Ratio sebesar 1.447 (144,7%) menunjukkan hubungan yang positif yang berarti setiap kenaikan Fixed Financial Assets Ratio sebesar 1% maka akan menyebabkan Return On Investment meningkat sebesar 144,7% dengan asumsi variabel lainnya konstan. nilai koefisisen regresi Financial Debt Ratio sebesar -0.756 (-75,6) menunjukkan hubungan yang negatif yang berarti setiap kenaikan Financial Debt Ratio sebesar 1% maka akan menyebabkan Return On Investment menurun sebesar 75,6% dengan asumsi variabel lainnya konstan.

Koefisien korelasi sebesar 0,679 (R = 67,9%), artinya tingkat keeratan hubungan

antara Return On Investment dengan Cash Conversion Cycle, Size, Fixed Financial Assets Ratio, dan Financial Debt Ratio adalah 67,9% (derajat hubungan yang erat). Nilai R2 atau koefisien determinasi merupakan ukuran yang menyatakan kontribusi dari variabel independen dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen. Dari hasil penelitian ini didapatkan nilai dari koefisien determinasi sebesar 0.461 (46,1%). Hal ini menjelaskan bahwa besarnya perubahan (variasi) dari Return On Investment dalam perusahaan Consumer Good mampu dijelaskan oleh variabel Cash Conversion Cycle, Size, Fixed Financial Assets Ratio, dan Financial Debt Ratio sebesar 46,1% sedangkan sisanya 53,9% dijelaskan oleh variabel lain di luar dari penelitian ini.

Pengujian secara simultan dilakukan dengan menggunakan statistik uji F. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen yang dimasukkan dalam model mampu menjelaskan variabel dependen secara bersama-sama. Berdasarkanstatistik uji Fhitung sebesar 11.765 dengan tingkat signifikansi 0.000 pada = 0.05, sedangkan nilai Ftabel pada df4 = 4 dan df2 = 55 adalah sebesar 2.53, jadi Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikansi lebih kecil dari taraf signifikan = 0.05 yang berarti secara simultan Ha1 diterima dan H01 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama (simultan) semua variabel independen (Cash Conversion Cycle, Size, Fixed Financial Tabel 1

Hasil Analisis Regresi Berganda Pengaruh Cash Conversion Cycle, Size, Fixed Financial Assets Ratio, Financial Debt Ratio terhadap Return On Investment Pada perusahaan Consumer Good

di Bursa Efek Indonesia Variabel

Independen KoefisienRegresi Standard Of Error thitung ttabel Signifikansi

Konstanta -20.421 7.704 -2.651 1.960 .010 CCC (X1) 0.292 0.238 1.227 1.960 .225 Size (X2) 5.169 2.227 2.321 1.960 .024 FFAR(X3) 1.447 0.233 6.209 1.960 .000 FDR (X4) -0.756 0.273 -2.770 1.960 .008 R= 0.679 R2 = 0.461 Adjusted R2 = 0.422 F hitung = 11.765 F tabel = 2.53 Sig F = 0.000 Sumber: Data sekunder, 2011 (diolah)

Assets Ratio dan Financial Debt Ratio) yang dimasukkan kedalam model memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Return On Investment.

Pengaruh Cash Conversion Cycle (X1) Terhadap Return On Investment

Berdasarkan hasil perhitungan Cash Conversion Cycle diperoleh nilai thitung sebesar 1.227 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,960 dengan tingkat signifikansi 0.225 lebih besar dari taraf signifikan = 0,05. Dengan demikian thitung < ttabel yang berarti secara parsial hipotesis H02 diterima dan Ha2 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa Cash Conversion Cycle tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Investment. Hal ini diduga dikarenakan penelitian ini mengambil sampel pada perusahaan-perusahaan besar yang memiliki modal kerja cukup tinggi. Perusahaan consumer goods mampu membiayai produksinya dengan modal kerja yang dimilikinya tanpa harus bergantung pada kas yang dihasilkan dari produksi sebelumnya sehingga lamanya CCC tidak berpengaruh terhadap profitabilitas. Hasil ini konsisten dengan hasil penelitian Syarief dan Wilujeng (2009) yang menyatakan bahwa tidak ada signifikansi kuat antara CCC dan ROI serta ROE.

Pengaruh Firm Size (X2) Terhadap Return On Investment

Berdasarkan hasil perhitungan size diperoleh nilai thitung sebesar 2.321 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,960 dengan tingkat signifikansi 0.024 lebih kecil dari taraf signifikan = 0,05. Dengan demikian thitung > ttabel yang berarti secara parsial hipotesis Ha2 diterima dan H02 ditolak. Firm size berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Return On Investment, semakin tinggi tingkat penjualan akan membuat tingkat laba semakin besar. Singapurwoko dan El-wahid (2011) menyebutkan bahwa ukuran perusahaan menggambarkan aset yang dimiliki oleh perusahaan, ketika

sebuah perusahaan memiliki aset lebih besar dari perusahaan lain menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan produksi yang lebih baik sehingga kemampuan untuk menghasilkan laba menjadi lebih besar. Lawrence et al (2004) mengatakan pertumbuhan ukuran perusahaan menyebabkan capital stock menjadi lebih besar, akibatnya rate of return juga menjadi besar.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Margaretha dan adriani (2008), Singapurwoko dan El-Wahid (2011) yang menunjukkan hubungan positif antara firm size dengan profitabilitas.

Pengaruh Fixed Financial Assets Ratio (X3) Terhadap Return On Investment

Berdasarkan hasil perhitungan Fixed Financial Assets Ratio diperoleh nilai thitung sebesar 6,209 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,960 dengan tingkat signifikansi 0.000 lebih kecil dari taraf signifikan = 0,05. Dengan demikian thitung > ttabel yang berarti secara parsial hipotesis Ha2 diterima dan Ho2ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa fixed financial assets Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Investment. Semakin besar investasi perusahaan dalam fixed financial asset akan mampu menghasilkan pertambahan produksi dikarenakan aset yang digunakan semakin bertambah. Peninggkatan produksi mengakibatkan penjualan yang meningkat sehingga pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Margaretha dan Adriani (2008) yang menunjukkan hubungan positif antara fixed financial assets dengan profitabilitas.

Pengaruh Financial Debt Ratio (X4) Terhadap Return On Investment

Berdasarkan hasil perhitungan Financial Debt Ratio diperoleh nilai thitung sebesar -2.770 sedangkan nilai ttabel sebesar 1,960 dengan tingkat signifikansi 0.008 lebih kecil dari taraf

signifikan = 0,05. Dengan demikian thitung > ttabel yang berarti secara parsial hipotesis Ha2 diterima dan H02 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa financial debt ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return On Investment. Semakin banyak hutang yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan maka akan semakin besar pula kewajiban perusahaan untuk membayar hutang tersebut kepada kreditor hal ini menyebabkan laba yang diperoleh perusahaan semakin kecil. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian Singapurwoko dan El-wahid (2011) yang menemukan hubungan positif antara hutang dengan profitabilitas.

KEsimPulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Cash Conversion Cycle, Firm Size, Fixed Fi-nancial Assets Ratio, dan FiFi-nancial Debt Ra-tio secara simultan l berpengaruh secara signifikan terhadap Return On Invest-ment.

2. Secara parsial, Cash Conversion Cycle ti-dak berpengaruh secara signifikan terha-dap Return On Investment. Firm size dan fixed financial assets ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Investment, Sedangkan financial debt ratio berpengaruh negatif dan sifinifikan terhadap Return On Investment.

saran

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini, maka penulis dapat memberikan saran sebagai berikut:

1. Kepada peneliti berikutnya agar pene-litian selanjutnya dapat meneliti pada industri yang berbeda.

2. Penelitian yang berhubungan dengan profitabilitas sebagai variabel dependen-nya dapat diperluas dengan menambah jumlah variabel dependen, dan me-nambah sampel serta periode penelitian. 3. Penelitian lebih mendalam dapat dilaku-kan dengan cara meneliti komponen-komponen lain dari net working capital dan cash flow dan mengkajinya dengan profitabilitas perusahaan.

rEfErEnsi

Brigham,Eugene F dan Houston, Joul F,2001, Manajemen Keuangan, Edisi kedelapan,Erlangga, Jakarta

Deakins, D,. Logan,D, and Steele, L, 2001, The Financial Management of the Small Enterprice, aCCa Research Report no.64

Deloof, D, 2003, Does Working Capital Management Affect Profitability of Belgian Firms? Journal of Business Finance and Acoounting, Vol.30 No.3 pp.573-587

Eljelly, A.M.A., 2004,Liquidity-Profitability Trade off: An Empirical Investigation in an Emerging Market, International Journal of Commerce and Management, Vol14,no.2 pp. 48-61

Ghozali, Imam, 2005, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang

Horne, James C Van and wachowicz, Jonh Martin, (1998), Fundamentals of Financial

Management, Tenth edition, Prentice Hall, new Jersey

Howort,C. and westhead,P. 2003, The Focus of Working Capital Managemen in UK Small Firms, Management accounting Research, Vol. 14 no.2, pp.94-111

Husnan,Suad, 2001, Corporate Governance dan Keputusan Pendanaan: Perbandingan

Kinerja Perusahaan dengan Pemegang Saham Pengendali Perusahaan Multinasional dan Bukan Multinasional, Jurnal Riset akuntansi, Manajemen, Ekonomi, Volume 1, no.1,

Februari 2001, Pp.1-12

Husnan, Suad, 2008, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi kedua,UPP aMP YKPn, Yogyakarta

Keown, a.J., Marthin,J.D,.Petty,J.w, and Scot,D.F, 2001, Foundations of Finance, (3rd ed).

Upper Saddle River,n.Y.: Pearson Education

Lawrence,Denis,. Diewert, w.Erwin, and Fox, Kevin J, 2004, The Contribution of Productivity, Price Changes, and Firm Size to Profitability, JEL Classification; C43,D24,. Pp.1-32

Margaretha, Farah, dan Adriani, Nina, 2009, Pengaruh Working Capital, Fixed Financial Assets, Financial Debt, dan Firm Size terhadap Profitabilitas, Jurnal Informasi, Perpajakan, Akuntansi, dan Keuangan Publik, Vpl.3 No.1 Januari 2008

Shin,Hyun-Han and Luc Soenen, 1998, Efficiency of Working Capital Management and Corporate Profitability, Financial Prctice and Education

Singapurwoko, arif., El-wahid, Muhammad Shalahuddin Mustofa, 2011, The Impact of Financial Leverage to Profitability Study of Non Financial Companies Listed in Indonesia

Dalam dokumen Economic Management & Business (Halaman 79-89)

Dokumen terkait