TEORI RCA DAN HIPOTESA PENELITIAN
I ANALISA SEBAB UTAMA (ROOT CAUSE ANALYSIS)
3.1.1.1 Cetakan Plastik (Mold Unit)
agi proses cetak plastik setelah mesin dan material plastik sesuai, faktor selanjutnya yang harus diperhatikan adalah cetakan plastik/mold unit. Dalam bagian cetakan juga terdapat pendingin cetakan yang berisi air, dimana air dialirkan kebagian-bagian cetakan yang berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan botol plastik saat proses cetak plastik. Air yang dipergunakan harus bersuhu 200c yang didinginkan dengan mempergunakan mesin cooling tower. Terkadang cetakan akan mengalami proses kerusakan dalam siklus pendinginan, maka yang tadinya perdinginan mempergunakan air dapat diganti dengan mempergunakan udara dari kompresor.
3.1.1.2
eahlian operator dalam setting mesin mutlak diperlukan untuk menjam
yang harus diperhatikan. Apabila lubang air pada cetakan (mold) kotor akan untuk dilakukan. Diagram akar penyebab permasalahan untuk penyebab-penyebab potensial terjadinya cacat botol plastik dapat dilihat pada gambar 2.9, akar penyebab permasalahan adalah kotak-kotak terakhir yang tidak lagi memiliki akar penyebab yang digambarkan oleh tanda panah keluar.
Faktor Utama Penyebab Permasalahan
3.1.1.1 Cetakan Plastik (Mold Unit)
B
Mesin
Setting mesin mejadi faktor penting untuk produk plastik yang sempurna. Aliran material ke dalam cetakan (mold) dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : jenis material, suhu mesin, tekanan (pressure) mesin, tekanan cetakan (clamping force), pendinginan dan beberapa faktor lainnya. Apabila terdapat sedikit perubahan saja, akan sangat mempengaruhi aliran material ke dalam cetakan. K
in produk tidak cacat. Pengalaman disini sangat memegang peranan penting, karena cetakan / moldnya sangat bervariasi. Banyaknya variasi mesin juga membuat proses setting mesin menjadi lebih sulit.
Jurusan Teknik Mesin Universitas Mercu Buana
45
rce) atau penekanan antara ale plate dan female plate dari cetakan akan mempengaruhi aliran material yang asuk ke dalam cetakan (mold). Apabila clamping force terlalu rendah akan
enjadi tidak sempurna. Tetapi pabila terlalu tinggi akan membuat cetakan (mold) cepat rusak. Aplikasi
mengakibatkan aliran tersumbat, dan pendinginan menjadi tidak maksimal. Material yang terlalu panas akan mengakibatkan material menjadi terlalu cair, dan akan mengakibatkan udara terjebak pada cetakan.
Selain itu faktor tekanan cetakan (clamping fo m
m
membuat tekanan pada saat material di injeksi m a
penentuan mesin yang sesuai cetakan :
Besarnya tekanan cetakan (clamping force) yang dibutuhkan, dengan menentukan daya tampung mesin (tonase mesin). Pemilihan tekanan cetakan berdasarkan luas penampang produk dan material yang digunakan. Ukuran dudukan cetakan (platen mold) yang cocok dengan mold dari
produk
Tekanan cetakan dan kekuatan dari cetakan
Mekanisme pelepasan produk / pengeluaran produk
Jurusan Teknik Mesin Universitas Mercu Buana
46
anya materialnya terdiri dari materia
sin crusher dan hasilnya dicampur dengan mat
menjad 99% : 1
¾ Tabel 3.1 Data Material 35 3.1.1.3 Material
Material menjadi salah satu peranan penting dalam membuat suatu produk. Dalam proses pembuatan produk plastik, bias
l dasar (Material) dan material tambahan (master batch). Komposisi ini berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Material tertentu harus dipanaskan agar material dapat cair pada saat proses injeksi. Salah satu penyebab dari produk menjadi lentur adalah material yang kurang panas. Produk yang cacat dapat digunakan kembali tergantung jenis materialnya. Produk yang cacat biasanya dihancurkan menggunakan me
erial baru. Komposisi yang tidak sesuai terkadang membuat produk tersebut i cacat. Perbandingan antara material dan pewarna (master batch) adalah
%.
35
Jurusan Teknik Mesin Universitas Mercu Buana
47
enyelesaian Masalah Dengan RCA
entukan Sebab Utama 3. embangkan Tindakan Korektif
ktif 5. Standarisasi
3.1.2 Tahapan P
Di dalam suatu kultur organisasi, produk atau sistem memerlukan suatu pendekatan sistematis dalam memecahkan masalah. Analisa yang didasarkan pada peningkatan mutu dan kepuasan pelanggan yang digambarkan oleh sistem manajemen yang baru. Aspek / pengarah adalah kritis, ketika mereka yang sudah mengenali permasalahan harus didukung untuk tampil ke depan. Lagipula, sumber daya dan komitmen diperlukan untuk merumuskan solusi dan menerapkan suatu perubahan (Problem-Solving Model).
Suatu cakupan luas untuk memecahkan masalah metoda analisa sebab utama dan model ini diringkas sebagai berikut :
1. Identifikasi 2. Men
K
4. Verifikasi Tindakan Kore
Gambar 3.4 Model Pemecahan Masalah 36
36
Jurusan Teknik Mesin Universitas Mercu Buana
48
ecahan masalah adalah :
1
c.
2. ab utama, Meneliti masalah untuk mengidentifikasi sebab u rsonil / Operator . Masalah Disain e. Kekurangan Pelatihan f. Masalah Manajemen g. Gejala Eksternal
3. Kembangkan tindakan korektif, Memungkinkan pemecahan macalah untuk mengurangi dan mencegah terulang kembali masalah tersebut. Yang akan menghasilkan alternatif dan merencanakan untuk kedepan. Analisis sebab utama akan dapat meningkatkan kehandalan dan keamanan / keselamatan dengan memilih dan melaksanakan tindakan korektif yang efektif. Untuk memulai identifikasi tindakan korektif setiap untuk penyebab, kemudian aplikasikan kriteria berikut pada tindakan korektif untuk menjamin mereka layak. Jika tindakan korektif tidak layak (tidak dapat dilakukan), evaluasi ulang solusi pemecahannya.
4. Verifikasi tindakan korektif, Tindakan
akan menghasilkan ukuran efektivitas perubahan dimana permasalahan dikoreksi dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Pastikan bahwa gerakan /
Langkah-langkah yang utama di dalam model pem
. Identifikasi, Menggambarkan kekurangan dalam kaitan dengan gejala/indikator. Menentukan dampak kekurangan atas komponen, produk, sistem, dan pelanggan. Mengumpulkan data untuk menyediakan suatu kekurangan pengukuran.
a. Melakukan interview dan mengumpulkan pernyataan. b. Mereview rekaman / dokumen.
Mencari informasi lain yang berhubungan.
Menentukan seb
tama kegagalan (RCA). a. Masalah Material b. Masalah Prosedur c. Kesalahan Pe d
Jurusan Teknik Mesin Universitas Mercu Buana
49 tind
tindakan harus ditelusuri untuk memastikan bahwa mereka telah d
untuk memastikan bahwa tindakan koreksi yang lalu t
5. m sistem dokumentasi yang
baku dari perusahaan, organisasi, atau industri untuk mencegah terulang k
memastikan efektivitas. Kejadian berulang dari
a kasi dan dianalisa mengapa tindakan
nyelidikan dilakukan dengan menggunakan l perubahan proses harus dievaluasi untuk
3.2 A CACAT BOTOL PLASTIK
Penjelasan jenis penyebab cacat botol plastik ini merujuk dari data dan kriteria c
¾
akan sudah secara efektip memecahkan masalah. Pertama, gerakan /
iimplementasikan secara tepat dan telah berfungsi seperti yang dimaksudkan. Kedua, review secara periodik dan metodis terhadap sistem tindakan korektif, sistem proses normal dalam sistem kendali perubahan, dan sistem penelusuran kejadian harus dijalankan
elah ditangani secara efektif.
Standarisasi, Sertakan tindakan korektif ke dala
embali sistem atau produk serupa dan dari perubahan tersebut selalu di monitor/dipantau untuk
keg galan yang sama harus diidentifi koreksi tidak berjalan efektif. Pe ana isis perubahan. Sistem kendali
menentukan perbaikan apa yang diperlukan.