• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ikan Chaetodontidae merupakan salah satu jenis ikan karang yang kecil, mempunyai tubuh yang ramping dan berwarna-warni. Ikan ini kebanyakan mencari makan disiang hari dan memakan polip karang dan hewan invertebrata lainnya (Findley & Findley 2001). Ikan Chaetodontidae ini mudah untuk dikenali dan dijumpai di terumbu karang pada perairan dangkal tropis pada kedalaman kurang dari 60 feet (18 m). Sehingga ikan ini banyak diteliti untuk mengetahui

pola distribusinya, kebiasaan makan, batasan habitat dan keterkaitannya dengan terumbu karang.

2.3.1 Distribusi dan Kelimpahan Ikan Chaetodontidae

Ikan Chaetodontidae merupakan bagian yang sangat penting dari keberadaan jenis-jenis ikan karang di perairan tropis dan subtropik, terutama akan keeratan hubungan dengan terumbu karang. Secara umum di dunia terdapat sekitar 116 species Chaetodontidae dalam 10 genus dan keanekaragaman terbanyak terdapat di Indo-Pasifik terutama di wilayah Asia Tenggara (Allen et al. 1998 in Zekerie 2003). Sementara itu penelitian ekologi dan biologi ikan Chaetodontidae banyak pula dilakukan di Indo-Pasifik (Ohman et al. 1998), Laut Merah (Zekerie 2003; Alwany et al. 2007), dan Kepulauan Karibia (Collin 1989). Sangat sedikit penelitian yang dilakukan di Samudera Hindia bagian barat (Righton et al. 1996). Berdasarkan pusat data base Fishbase (Froese & Pauly 2004) mencatat bahwa Mozambik mempunyai keanekaragaman ikan Chaetodontidae yang tertinggi. Menurut Pereira dan Videira (2005) terdapat 24 species ikan Chaetodontidae yang tercatat di perairan Mozambik, namun yang teridentifikasi hanya 19 species dari empat genus ikan Chaetodontidae.

Keanekaragaman dan distribusi dari ikan Chaetodontidae di terumbu karang secara umum ditentukan oleh proses pembentukan terumbu karang terutama di daerah tropis dan berdasarkan kondisi tutupan karangnya. Area dengan tutupan karang yang tinggi sangat mungkin dihuni oleh lebih banyak ikan Chaetodontidae dibandingkan dengan area yang tutupan karangnya kurang (Harmelin-Vivien & Bouchon-Navaro 1983). Akan tetapi kelimpahan beberapa spesies Chantodontid sangat mungkin berhubungan dengan distribusi dari jenis karang tertentu dan tidak berhubungan dengan total tutupan karang. Sebagai contoh di bagian timur Indo Pasifik kelimpahan Chaetodon trifascialis berhubungan dengan Acropora. Ikan ini secara spesifik memakan Acropora (Robert et al. 1992).

2.3.2 Kebiasaan Makan, Wilayah dan Perilaku Ikan Chaetodontidae

Ikan Chaetodontidae biasanya terdapat di dekat substrat dan mempunyai kebiasaan makan pada siang hari. Menurut Robert et al. (1992) terdapat lima kategori kebiasaan makan dari ikan Chaetodontidae yaitu: (a) Pemakan karang

obligate; (b) pemakan invertebrata sessil dan menetap (termasuk juga beberapa polip karang); (c) pemakan invertebrata bentik;(d) generalist omnivores termasuk alga; dan (e) pemakan plankton (terutama zooplankton). Mayoritas ikan Chaetodontidae termasuk jenis pemakan karang obligat dan pemakan invertebrata sessil dan menetap (Harmelin-Vivian & Bouchon-Navaro 1983). Hanya beberapa jenis Chaetodontidae yang memakan invertebrata bentik atau zooplankton. Para ahli ikhtiologi mengklasifikasikan ikan kepe-kepe ke dalam famili Chaetodontidae berdasarkan desain giginya yang mirip sisir. Bentuk tubuh ikan dari famili Chaetodontidae memiliki mulut lancip dan rahangnya dilengkapi dengan gigi-gigi kecil dan tajam yang berguna untuk mematok polip karang dan mencari makan di celah-celah karang. Jenis-jenis dan tipe makanan ikan Chaetodontidae dapat dilihat pada Tabel 1.

Kebiasaan makan ikan Chaetodontidae tersebar berdasarkan kondisi geografik. Di Great Barrier Reef, Australia sekitar 80% dari ikan Chaetodontidae merupakan pemakan karang dan kebisaan makan ini lebih banyak dilakukan pada selama siang hari (Gregson et al. 2008). Di Samudera Hindia bagian barat proporsi kategori pemakan karang sekitar 72%. Sedangkan di perairan Jepang hanya terdapat 31% dari 32 spesies ikan Chaetodontidae yang termasuk jenis pemakan karang, kebanyakan jenis ikan Chaetodontidae termasuk jenis pemakan zooplankton dan alga (Sano 1989).

Ikan Chaetodontidae termasuk jenis ikan yang cenderung soliter, dapat berpasangan, atau terdapat dalam kumpulan kecil (Allen et al. 1998 in Zekerie 2003). Sumber makanan tampaknya menjadi faktor yang menentukan terhadap kebiasaan perilaku dan sistem perkawinan dari ikan Chaetodontidae. Jenis pemakan karang sebagian besar hidup berpasangan sedangkan ikan Chaetodontidae jenis pemakan plankton biasanya hidup bergerombol (Hourigan 1989).

Tabel 1 Beberapa jenis ikan Chaetodontidae dan tipe kebiasaan makannya (Yusuf 2006; Fishbase 2009)

No. Nama Ikan Kebiasaan Makan

1. Chaetodon collare obligate corallivores

2. C. octofasciatus obligate corallivores

3. C. baronessa obligate corallivores

4. C. andamanensis obligate corallivores

5. C. bennetti obligate corallivores

6. C. citrinellus obligate corallivores

7. C. collare obligate corallivores

8. C. striatus obligate corallivores

9. C. ephippium obligate corallivores

10. C. paucifasciatus obligate corallivores

11. C. plebeius obligate corallivores

12. C. trifascialis obligate corallivores

13. C. trifasciatus obligate corallivores

14. C. triangulum obligate corallivores

15. C. aureofasciatus obligate corallivores

16. C. austriacus obligate corallivores

17. C. multicinctus obligate corallivores

18. C. octofasciatus obligate corallivores

19. C. ornatissimus obligate corallivores

20 C. punctatofasciatus obligate corallivores 21. Heniochus singularis obligate corallivores

22. C. refflesi facultative corallivores

23. C. melannotus facultative corallivores

24. C. decussates facultative corallivores

25. C. auriga facultative corallivores

26. C. lineolatus facultative corallivores

27. C. klenii facultative corallivores

28. C. lunulatus facultative corallivores

29. C. reticulates facultative corallivores

30. C. vagabundus facultative corallivores

31. Chelmon rostratum facultative corallivores 32. Coradion altivelis facultative corallivores 33. Coradion chrysozonus facultative corallivores 34. Heniochus acuminiatus facultative corallivores

35. H. plurotaenia facultative corallivores

2.3.3 Karakteristik Daur Hidup Ikan Chaetodontidae

Ikan Chaetodontidae merupakan jenis ikan yang bertelur, melepaskan telur pada kolom air, mengalami pembuahan di air dan tersebar oleh arus. Ikan Chaetodontidae betina dapat bertelur mencapai ratusan hingga ribuan dalam satu waktu. Waktu bertelur dapat terjadi setiap dua hari atau dua kali per bulan.

Biasanya waktu bertelur tergantung masa bertelur dan musim bertelurnya sekitar empat bulan (Thresher 1984).

Masa menetas embrio sekitar 30 hari setelah bertelur (Suzuki et al. 1980) dan larva menghabiskan waktu sekitar 40 hari sebagai plankton sebelum bermetamorfosis dan menetap pada karang (Hourigan 1989). Karakteristik daur hidup sebagai telur pelagik dan larvae menunjukkan ketiadaan dari induk Chaetodontidae dalam perawatannya. Keuntungan dari tipe daur hidup ini memungkinkan luasnya sebaran telur dan larva ikan Chaetodontidae, meskipun tingkat kematian dari masa telur dan larva yang cukup tinggi. Kematian telur dan larva yang tinggi ini dapat diimbangi oleh tingginya fekunditas ikan Chaetodontidae betina.

Ikan Chaetodontidae dapat mencapai 70-75% dari ukuran maksimumnya dan mencapai usia matang dalam waktu satu tahun. Pemangsaan terhadap ikan Chaetodontidae hanya terjadi pada ikan yang muda tetapi tekanan pemangsaan dari predator relative rendah terhadap ikan Chaetodontidae dewasa. Bentuk tubuh yang pipih pada ikan dewasa dan duri yang tajam pada bagian dorsal dan sirip ekor menghindari ikan Chaetodontidae dari pemangsaan predator (Zekerie 2003).

Berdasarkan pengamatan Allen et al. (1998) terhadap ikan Chaetodontidae di akuarium bahwa usia hidupnya dapat mencapai 25 tahun, usia ikan Chaetodontidae yang tercatat di habitat alami dapat lebih rendah. Sebagai contoh, sepasang C. paucifasciatus yang terdapat di utara Laut Merah dapat hidup hingga kurang lebih enam tahun (Zekerie 2003).

Dokumen terkait