• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

3. Ciri-ciri Etos Kerja Islam

Orang yang mempunyai dan menghayati etos kerja akan tampak dalam sikap dan tingkah lakunya. Ada semacam panggilan hati untuk terus menerus memperbaiki diri, mencari prestasi, dan tampil sebagai bagian dari umat yang terbaik. Terdapat beberapa ciri-ciri etos kerja Islam menurut Toto Tasmara yaitu sebagai berikut :

a. Menghargai waktu

Didalam etos kerja ini kecanduan waktu itu dimaksudkan cara seseorang menghayati, memahami, dan merasakan betapa berharganya waktu. Artinya, seseorang harus sadar akan waktu yang netral dan terus merayap dari detik ke detik dan sadar bahwa sedetik yang lalu tak akan pernah kembali kepadanya.6 Oleh karena itu, dalam melakukan pekerjaan kita harus selalu menghargai waktu atau memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.

6

b. Memiliki kejujuran

Di dalam jiwa seseorang yang jujur itu terdapat komponen nilai rohani yang memantulkan berbagai sikap yang berpihak kepada kebenaran dan sikap moral yang terpuji. Jujur adalah kesucian nurani yang memberikan jaminan kebahagiaan karena kebenaran berbuat, ketepatan bekerja, bisa dipercaya dan tidak mau berbuat dusta.7 Jujur dalam melakukan pekerjaan itu sangat penting karena jujur itu mencakup amanah bagi setiap orang dan setiap orang pun harus mempertanggungjawabkannya. Oleh karena itu, apa yang dilakukan tidak berdusta, tidak berkhianat, tidak mengingkari janji dan tidak menunda-nunda pekerjaan. c. Kecanduan disiplin

Arti disiplin dalam etos kerja Islam ini yaitu kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tenang dan tetap taat walaupun dalam situasi yang sangat menekan.8 Disiplin ini mencakup terhadap disiplin waktu maupun disiplin dalam proses bekerja.

Bagi umat Islam, Rasulullah SAW adalah tauladan yang utama, dan dalam masalah bekerja Rasulullah tidak hanya memberi petunjuk dan nasehat tetapi juga mengamalkan apa yang dinasehatkannya dan membuktikannya dengan bekerja. Berikut ini adalah tauladan dan pandangan atau etos kerja yang dilakukan:

7

Thohir Luth, Antara Perut & Etos Kerja Dalam Perspektif Islam (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), 43.

8

a. Bekerja sampai tuntas

Untuk dapat berhasil dalam bekerja, maka pekerjaan harus diselesaikan dengan tuntas dan baik. Bekerja dengan tuntas ini dapat diartikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dengan hasil yang memuaskan, proses kerjanya juga baik, input atau bahan baku yang digunakan dalam bekerja juga efisien, dan semua tersebut dapat dilakukan apabila semua proses pekerjaan direncanakan dengan baik, dan dilaksanakan dengan baik didukung oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap ikhlas dalam melaksankan pekerjaan.9 Bekerja adalah panggilan suci yang melakukan pekerjaan secara tuntas dengan penuh integritas dikaitakan dengan 3K yaitu kebenaran, kebaikan dan keadilan.10 Apapun bidang pekerjaannya yang ditekuni akan membawa langkah kita menuju kebaikan, kebenaran, dan keadilan. Karena itulah, kita harus mengerjakannya dengan sebaik-baiknya.

Bekerja dengan tuntas pun bisa diterapkan dalam pekerjaan yaitu dengan melakukannya sampai tuntas dan tidak tunda-tunda. Sehingga, apa yang dilakukan dalam pekerjaan kita dapat cepat terselesaikan dan tercapai sesuai dengan rencana atau target yang telah ditentukan.

9

Srijanti, Purwanto S.K, dan Pramono Wahyudi, Etika Membangun Masyarakat Islam

Modern, 142.

10

Rizqi A. Rosyadi, 7 Etos Langit (Panduan Meramu Hidup Berkah Bahagia) (Jakarta: PT Gramedia, 2019), 24.

b. Bekerja dengan ikhlas

Islam memaknai tujuan bekerja tidak hanya masalah duniawi saja tetapi juga dimensi jangka panjangnya yaitu kehidupan sesudah mati (akhirat) kemudian harapan untuk masuk surga. Oleh sebab itu, ukuran keberhasilan pekerjaan, tidak hanya kekayaan dan jabatan seperti orang sekuler tetapi juga memperhatikan cara bekerja dan menggunakan hasil kerja baik berupa kekayaan maupun jabatan dengan cara yang baik dan benar, tidak merupakan orang lain, tidak menghalalkan segala cara dan mengikuti aturan dan mencari ridho Allah SWT.11

Bekerja dalam konteks Islam harus dimaknai dengan bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas. Niat yang ikhlas merupakan landasan setiap aktivitas kita dan niat ini akan menyadarkan kita bahwa Allah SWT sedang memantau kerja kita, Allah hendaknya menjadi tujuan kita, segala sesuatu yang diperoleh wajib disyukuri.12 Pekerjaan akan dapat terselesaikan dengan rapih tuntas apabila dalam bekerja menggunakan strategi bekerja dengan mengkombinasikan antara potensi fisik dan potensi akal atau hati yang ikhlas sebagai upaya meraih pertolongan Allah SWT.

c. Bekerja dengan jujur

Bekerja dengan jujur dapat diartikan sebagai bekerja untuk mencapai tujuan dengan tidak berbohong, lurus hati, tidak

11

Srijanti, Purwanto S.K, dan Pramono Wahyudi, Etika Membangun Masyarakat Islam

Modern, 143.

12

berkhianat dan dapat dipercaya dalam ucapan maupun perbuatan.13 Karena setiap pekerjaan harus dipertanggungjawabkan, maka pada dasarnya kita harus bekera sebaik dan sejujur mungkin. Kejujuran dan kebiasaaan berkata benar adalah kualitas-kualitas yang harus dikembangkan dan diprakatekkan oleh para penguasaha muslim untuk kebutuhan mendapatkan keuntungan dan godaan untuk memperbesar kemampuan produk atau jasa mereka selama puncak penjualan.14

d. Bekerja menggunakan teknologi

Bekerja menggunakan teknologi dapat diartikan sebagai melakukan pekerjaan menggunakan benda atau alat yang dikembangkan manusia untuk memenuhi segala macam kebutuhan hidupnya.15 Pada saat ini untuk dapat berhasil dalam bekerja, manusia dan umat Islam sudah tidak terlepas oleh teknologi. Teknologi memungkinkan pekerjaan yang dilakukan bisa menjadi cepat dan mudah, murah dan hasilnya memuaskan.

e. Bekerja dengan kelompok

Bekerja dengan kelompok dapat diartikan sebagai melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan bersama-sama dengan orang lain atau beberapa orang lain.16 Kita perlu bekerja kelompok

13

Srijanti, Purwanto S.K, dan Pramono Wahyudi, Etika Membangun Masyarakat Islam

Modern, 144.

14

Rafik Issa Beekum, Etika Bisnis Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), 105.

15

Srijanti, Purwanto S.K, dan Pramono Wahyudi, Etika Membangun Masyarakat Islam

Modern, 146.

16

karena kita tahu bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda. Namun demikian satu sama lain dapat bekerjasama dalam rangka mencapai tujuannya.

f. Bekerja keras

Etos kerja bekerja keras ini dapat diartikan sebagai bekerja dengan penuh semangat atau penuh motivasi. Islam memerintahkan kita untuk bekerja keras yang artinya bekerja dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, jujur dan mencari rezeki yang halal dan cara-cara yang buatan ibadah (jihad).17 Cara untuk memulai bekerja keras yaitu pertama kita harus menciptakan harapan, yaitu keinginan yang ingin kita capai, sehingga mendorong kita untuk terus berusaha dan tidak pantang menyerah, lalu yang kedua mengenal Allah dengan melalui ajaran-ajaran-Nya maka kita merasa bahwa pertolongan Allah sangat besar dan yang ketiga tawakal setelah kita mempunyai keinginan kemudian bekerja keras untuk mencapainya lalu kita berdo’a dan memperkokoh ibadah. Dengan ibadah semakin rajin, dan bekerja keras, maka akan mengundang pertolongan Allah lebih dekat.18

g. Bekerja sebagai Bentuk Pelayanan

Bekerja sebagai bentuk pelayanan ini dapat diartikan kita bekerja sebagai bentuk usaha melayani kebutuhan orang lain. Bekerja sebagai bentuk pelayanan, yang pada saat ini dikenal

17

Thohir Luth, Antara Perut & Etos Kerja Dalam Perspektif Islam, 40.

18

Srijanti, Purwanto S.K, dan Pramono Wahyudi, Etika Membangun Masyarakat Islam

dengan kepuasan konsumen (Customer Satisfaction). Adapun cara memulai bekerja dengan melayani yaitu pertama kita memandang mulia pekerjaan kita dan kita bekerja dengan niat ikhlas dalam rangka ibadah kepada Allah, lalu yang kedua kita mengetahui apa keinginan dari yang kita layani untuk mengetahui apa kebutuhan konsumen kita dan yang ketiga kita harus mengetahui apakah konsumen puas atau tidak terhadap pelayanan yang kita berikan.19Apabila konsumen belum puas, maka kewajiban yang harus kita lakukan yaitu dengan memperbaiki cara kerja kita sehingga konsumen menjadi puas. Dan ketika kita memberikan pelayanan dan membantu orang lain. Dengan memberikan pelayanan berarti kita melakukan pekerjaan mulia.20

Dokumen terkait