TOPIK PEMBAHASAN
2. Ciri-Ciri Pemimpin yang Baik
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berdasarkan pancasila dan memiliki jiwa pancasila, yang memiliki wibawa dan daya untuk membawa serta dan memimpin masyarakat lingkungannya ke dalam kesadaran kehidupan masyarakat dan kenegaranya berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Aspek kepemimpinan pancasila adalah sikap konsisten dan konsekuen
dalam menghayati dan mengamalkan pacasila ; semangat kekeluargaan merupakan suatu unsur dari kepemimpinan pacasila. Seorang pemimpin harus
bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntut dan membimbing bawahannya. Dengan kata lain beberapa asas utama dari kepemimpinan pancasila adalah :
Ing ngarso sang tulodo : seorang pemimpin harus mampu lewat sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Ing madya mangun karso : Seorang pemimpin harus mampu membangkitkan semangat kepada bawahannya dan berkreasi pada orang-orang dibimbingnya. Tut wuri handayani : Mengikuti dari belakang dengan berwibawa, bahwa seseorang pemimpin harus mendorong orang-orang yang dipimpinnya agar berani jalan didepan dan berani bertanggung jawab. Misalnya pimpinan memberikan
masalah yang dihadapi dalam unit kerjanya secara diam-diam pimpinan memantau dan mengawasinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, jadi pimpinan tetap bertanggung jawab.
Apabila berbagai teori mengenai sifat-sifat kepemimpinan yang baik itu diselidiki, seseorang yang dapat menarik kesimpulan bahwa seorang pemimpin dikatkan pemimpin yang baik jika ia memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu.
Tugas terpenting dan terutama dari seorang pemimpin adalah untuk memimpin orang, memimpin pelaksanaan pekerjaan dan melaksanakan sumber-sumber material. Menurut Rivai ( 2003 ; 5 ) untuk melaksanakan tugas itu dengan baik, seorang pemimpin haarus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. memiliki kondisi yang sehat sesuai dengan tugasnya. b. berpengetahuan yang lua.
c. mempunyai keyakinan, bahwa organisasi atau lembaga akan berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan melalui dan berkat kepemimpinannya. Kepercayaan pada diri sendiri merupakan modal yang terbesar dan penting artinya bagi seorang pimpinan. Tanpa keyakinan itu dalam tindakannya, ia kelihatan sering ragu-ragu.
d. mengetahui dengan jelas sifat hakiki dan kompleksitas dari pada tujuan yang hendak dicapai.
e. memiliki stamina atau daya kerja dan antusiasme yang besar. Pekerjaan pemimpin pada dasarnya adalah pekerjaan mental yang tidak dimulai pada waktu pimpinan tiba dirungan kerjanya di pagi hari, dan dapat dihentikan pada waktu ia ingin pulang kerumahnya pada siang atau sore hari. Di
samping itu, stamina pekerjaan sangat perlu karena frutasi yang dihadapi oleh seseorang yang menjadi pelaksana bisa pada umumnya lebih kecil dibandingkan dengan frutasi yang dihadapi oleh seseorang yang menduduki jabaatan pimpinan.
f. Gemar dan cepat mengambil keputusan. Karena tugas terpenting adalah untuk menganbil keputusan yang harus dilaksanakan oleh orang lain, maka ia harus mempunyai keberanian mengambil keputusan dengan cepa, terutama di dalam keadaan darurat yang tidak dapat menunggu. Penundaan pengambilan keputusan pada hakekatnya merupakan suatu kelemahan yang tidak boleh dimiliki oleh seorang pemimpin yang baik.
g. Objektif dalam arti dapat menguasai emosi dan lebih banyak menggunakan rasio. Seorang pemimpin akan kehilangan objektifitasnya karennya yang tidak lagi dengan akal sehat.
h. Adil dalam memperlakukan bawahan. Yang dimaksud dalam keadilan disini adalah memperlakukan bawahan atas dasar kapasitas kerja bawahn itu, terlepas dari ikatan keluarga dan lain sebagainya. Juga keadilan disini baik berarti kesanggupan untuk mengenal dan mengkompensasikan pelaksanaan tugas yang baik oleh bawahan dan kemampuan memberikan koreksi dan bimbingan kepada bawahan yang kurang cakep. Seorang pimpinan yang dalam menggerakan bawahannya selalu atau sering bersifat punitif tidak dapat dikatakan sebagai pimpinan yang baik.
i. Menguasai hubungan human relation . karena hubungan relation adalah inti dari kepemimpinan, maka seorang pemimpin yang baik harus dapat memusatkan perhatian.
j. Menguasai teknik – tekni berkomunikasi, baik dengan bawahannya maupun pihak lain.
k. Dapat dan mampu bertindak sebagai nasehat, guru dan kepala terhadap bawahannya tergantung atas situasi dan masalah yang dihadapi.
l. Mempunyai gambaran yang menyeluruh tentang semua aspek kegiatan organisasi atau lembaga.
Harus dimaklumi bahwa tidak ada seorang manusiapun yang serta merta Mimiliki sifat atau ciri-ciri tersebut diatas. Karena itu sangat penting bagi Seorang pemimpin untuk menganalisis diri sendiri untuk melihat ciri-ciri Kepemimpinan apa yang dimilikinya dan ciri-ciri apa yang masih
dikembangkan melalui pendidikan, baik yang bersifat formal maupun dan terutama bersifat nonformal.
Ciri-ciri pimpinan yang dimiliki pada bagian kemahasiswaan pada fakultas ekonomi sumatera utara antara lain :
a. Memiliki wibawah dan daya agar mampu membimbing serta memimpin bawahannya dengan baik.
b. Memiliki kemampuan yang baik sehingga mampu berfikira lebih baik dan arasional dalam maenanggulangi masalah yang timbul setiap saat.
c. Memiliki tanggung jawab serta dapat memberi bimbingan terhadap bawahannya dan peduli terhadap keluhan mahasiswa, serta memiliki ide-ide cemerlang dalam rangka memajukan suatu lembaga tersebut.
d. Mampu bekerja sama dengan bawahanya, dimana pimpinan bertugas menentukan tugas para bawahannya serta mengawasi pelaksanaan pekerjaan tersebut agar berjalan dengan lancar.
e. Memiliki sifat ramah tama kepada seluruh pegawai dan mahasiswanga. 3. Tugas dan Tanggung Jawab Pimpinan
Organisasi dan lembaga dipandang sebagai suatu wadah atau tempat Bekerjasama untuk melakukan kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Didalam organisasi dan lembaga terdapat orang – orang yang bekerja dengan perasaannya serta menggunakan alat – alat yang perlu digerakan menuju sasaran yang akan dicapai. Untuk itu diperlukan suatu kepemimpinan yang efektif agar semuanya dapat terlaksana dengan baik.
Dalam kenyataannya para pimpinan dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi dan lembaga. Para pemimpin juga memainkan peranan kritis dalam membantu bawahannya untuk mencapai tujuan.
Menurut Ghiselli ( Handoko ; 2003 ; 297 ) dalam penelitiannya telah menemukan sifat- sifat kepemimpinan yang efektif, yaitu :
b. Kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas atau pelaksana fungsi – fungsi dasar manajemen.
b. Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan mencangkup tanggung jawab dan keinginan untuk sukses.
c. Kecerdasan, mencangkup kebijakan, pemikiran yang kreatif dan daya fikir. d. Ketegasan atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan
memecahkan masalah-masalah dengan cepat dan tepat.
e Kepercayaan diri atau pandangan terhadap dirinya sebagai kemampuan untuk menghadapi masalah.
f. Inisiatif atau kemampuan bertindak, mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara yang barau.
Tanggung jawab pimpinan dengan lebih terperinci menurut “ Nawawi “ ya Yaitu :
a. Menentukan tujuan pelaksanaan kerja yang arealisasi (diartiakan kuantitas, kualitas, keamanan dan lain sebagainya).
b. Melengkapi para karyawan dengan sumberdana yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya.
c. Mengkomunikasikan kepada karyawan tentang apa-apa saja yang diharapkan dari mereka.
d. Memberikan wewenang apabila diperlukan dan menggunakan partisipasi apabila memungkinkan.
e. Memberikan susunan hadiah yang sepadan untuk memotivasi karyawan agar lebih giat.
f. Menghilangkan hambatan-hambatan untuk pelaksanaan pekerjaan yang lebih efektif.
g. Menilai pelaksanaan kerja pekerjaan dan mengkomunikasikan hasilnya. h. Menunjukan perhatian kepada karyawan.
Beriku ini akan diuraikan tanggung jawab pimpinan pada bagian Kemahasiswaan fakultas ekonomi universitas sumatera utara.
4. Tanggung jawab pimpinan pada bagian kemahasiswaan Fakultas