• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ciri-Ciri Virus

Dalam dokumen Biologi Kesehatan X bagian 2 (Halaman 128-132)

BAB 5 VIRUS

A. Ciri-Ciri Virus

Sejarah penemuan virus berawal dengan penemuan mikroskop pada tahun 1632 oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda, Antony Van Leewenhoek. Penemuan mikroskop ini kemudian mendorong penelitian-penelitian serupa tentang objek-objek yang tidak kasat mata, yaitu berukuran mikro dan sangat kecil. Bagi ilmuan pada masa itu, hal ini menjadi sebuah kegemaran tersendiri. Semakin berkembangnya pemutakhiran susunan lensa dan teknik pembesaran, mikroskop kemudian memiliki kemampuan

pembesaran hingga 1.000 kali ukuran asli (mikroskop cahaya) dan 10.000 kali ukuran asli (mikroskop elektron). Sehingga para ilmuan di masa itu semakin mudah dalam menemukan dan mengidentifikasi jasad mikro yang ukurannya jauh lebih kecil dari sel, bakteri, jamur, dan hal ini pula yang membuka jalan bagi sejarah baru dalam penemuan virus. Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang virus disebut dengan virologi.

Penemuan virus pertama kali pada tahun 1886 saat Adolf Meyer menemukan suatu penyakit yang menyerang tanaman tembakau, ditandai daunnya berbintik-bintik (mosaik) kekuningan. Daun yang terinfeksi kemudian diekstrak dan disemprotkan ke daun tembakau yang sehat, ternyata daun yang sehat dapat tertulari penyakit tersebut. Selanjutnya tahun 1892 Dmitri Ivanowsky melakukan penyaringan getah tanaman tembakau menggunakan filter lalu dioleskan pada daun tanaman yang sehat, ternyata tanaman yang sehat menjadi tertular juga. Organisme tersebut tidak dapat ditumbuhkan dalam medium bakteri. Kesimpulan mereka, organisme yang menyerang tananam tembakau adalah patogen yang berukuran sangat kecil atau zat kimia yang diproduksinya dan lolos dari penyaringan. Pada tahun 1898 Martinus Beijerinck, selanjutnya menemukan bahwa organisme yang menyerang tembakau hanya dapat berkembang biak kembali dalam tanaman tembakau. Beijerinck menamai organisme tersebut dengan “virus”. Ilmuwan Amerika, Wendell Stanleika pada tahun 1935 berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit bintik kuning yang menyerang tembakau dan diberi nama Tobacco Mosaic Virus (TMV).

Sumber :

http://materiviruskelasx.blogspot.co.id/ Gambar 5.2 Virus pada Tembakau

115 Infeksi virus yang baru-baru ini muncul dan menjadi wabah adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes disebabkan oleh virus Zika. Virus Zika anggota genus Flavivirus, terkait dengan demam dengue, demam kuning, encephalitis, dan virus West Nile. Virus Zika berbentuk ikosahedral dan memiliki materi genetik RNA untai tunggal. Para dokter di beberapa negara mengatakan virus Zika terkait dengan penyakit saraf langka, yaitu Sindrom Guillain-Barre, yang bisa menimbulkan lumpuh sementara. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia Virus, berdasarkan penelitian terbaru Zika juga mempunyai keterkaitan dengan hasil kehamilan yang merugikan

(mikrosefali) dan komplikasi saraf otak serta penyakit autoimun seperti sindrom Guillain-Barré (Guillain-Barré syndrome-GBS). Mikrosefali adalah bayi yang lahir dengan memiliki lingkar kepala yang lebih kecil dari ukuran lingkar kepala yang normal dan yang paling dikhawatirkan bisa memengaruhi perkembangan otak si bayi. Cara penularan Virus Zika terutama ditularkan pada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang terinfeksi. Spesies lain dari nyamuk Aedes seperti Aedes Albopictus yang banyak berada di daerah setempat juga dianggap sebagai perantara potensial.

Beberapa tahun setelah penemuan Avery, banyak muncul bukti kuat bahwa DNA merupakan materi genetik pada beberapa organisme. Bukti terkuat itu diperoleh dari penelitian mengenai virus. Pada tahun 1952, Alfred Hershey dan Martha Chase melakukan beberapa percobaan pada bakteriofage (atau disingkat Fag). Virus yang menyerang bakteri.

Sebagian besar virus membawa sekitar lima puluh materi genetik di dalam selubung protein, meskipun beberapa virus hanya memiliki tiga dan ada pula yang tiga ratus. Virus merupakan penyebab beberapa penyakit pada manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Menurut keadaan fisiknya benda dibedakan menjadi dua macam yaitu benda mati (abiotik) dan benda hidup (biotik). Biotik dapat melakukan metabolisme di antaranya nutrisi, sintesis, ekskresi, reproduksi, regulasi, respon terhadap rangsang. Adapun

abiotik tidak dapat melakukan hal tersebut. Gambar 5.3 Struktur Bakteriofag

Sumber:http:// http://textbookofbacteriology.net/phag e.html selubung leher(kolar) bagianleher(kolar) dasarekoryang berbentuk heksagonal Penyangga dasar ekor

Kepala dan kapsid

INFO (kebenarankonsep) • Virusdicirikan: aseluler,dapatdikr istalkan, hanyadapat berkembangbiak di dalam sel hidup. • Reproduksivirus dapat secara • litikaatau lisogenik. • Virus dapat dimanfaatkan untuk pembuatanvaksin , guna merangsang terbentuknyaanti bodi organisme yang di masuki vaksinasi.

Berdasarkan ciri tersebut virus dikategorikan sebagai bentuk peralihan antara benda mati dengan makhluk hidup. Mengapa demikian? Virus oleh para ilmuwan dikatakan sebagai benda mati, jika virus tersebut di luar sel hidup. Namun, jika virus mendapatkan tempat pada sel hidup atau organisme, virus akan menunjukkan aktivitas layaknya sel hidup, yaitu mampu bereproduksi sehingga dapat bertambah banyak.

Ciri-ciri virus adalah sebagai barikut: 1. Tidak memiliki bentuk sel (aseluler). 2. Ukurannya antara (20–300) milimikron.

3. Memiliki satu macam asam nukleat saja yaitu ADN (asam deoksiribonukleat) atau ARN (asamribonukleat).

4. ADN (asamdeoksiribonukleat) atau ARN (asamribonukleat) berbentuk linier (seperti garis) atau sirkuler (lingkara)

5. ADN (asamdeoksiribonukleat) atau ARN (asamribonukleat) dapat berupa rantai tunggal atau rantai ganda

6. Berupa kristal dengan bentuk yang bervariasi; oval, memanjang, silindris, kotak dan lain-lainnya.

7. Tubuhnya tersusun atas kepala, kulit selubung (kapsid) berisi AND atau ARN, dan serabutekor.

Sebagai contoh kita akan mempelajari morfologi dan struktur dari Bakteriofag, yaitu virus yang mampu menyerang bakteri

Escherichiacoli. Tubuh Bakteriofag tersusun atas tiga bagian yaitu kepala, isi tubuh, dan ekor. a. Kepala dan kapsid

Bagian ini dibungkus oleh selubung protein yang disebut kapsid, sebagai pemberi bentuk tubuh virus sekaligus pelindung bagi materi genetik yang dimilikinya. Kapsid berupa selubung yang terdiri dari monomer identik yang masing- masing terdiri atas rantai polipeptida. b. Isi tubuh

Tubuh virus tersusun atas materi genetik atau molekul pembawa sifat-sifat yang dapat diwariskan berupa ADN atau ARN. Virus dengan ADN antara lain: Papova virus, Herpes virus, Adeno virus, dan Pox virus. Virus yang berisi ARN antara lain: Paramyxo

Sumber:http://

imagegoogle.com

117 virus, Rhabdo virus, Reovirus, Picorna virus, dan Toga virus. Tubuh virus tidak memiliki organel-organel sel seperti mitokondria, ribosom dan lain-lainnya.

c. Ekor

Ekor merupakan alat untuk kontak ke tubuh organisme yang diserangnya. Ekor terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi dengan serabut-serabut atau benang-benang. Bentuk virus bervariasi, seperti gambar di samping.

Meskipun virus tersusun atas struktur tubuh yang sama, ternyata virus juga memiliki bentuk tubuh yang sangat bervariasi. Sedikitnya ada 5 jenis bentuk tubuh virus yang telah berhasil diidentifikasi oleh para ilmuan. Jenis-jenis bentuk virus tersebut antara lain oval, bulat, batang, polihedral, dan huruf T. Perhatikan tabel 5.1 berikut!

Tabel 5.1 Variasi bentuk virus.

Bentuk Contoh Virus Gambar Bulat virus-virus penyebab penyakit

Zika, HIV AIDS, ebola, flu babi dan influenza.

Oval virus penyebab penyakit rabies

Batang virus TMV (Tobaccao Mosaic Virus).

Polihedral virus Adenovirus penyebab demam, virus flu babi.

Sumber:scientificanimations.com, 2015

Sumber:Wikipedia.org, 2016 Sumber:W i k i p e d i a . o r g , 2 0 1 6

Huruf T bakteriofag, virus menyerang bakteri E. coli.

Dalam dokumen Biologi Kesehatan X bagian 2 (Halaman 128-132)