• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEOR

2.5. Citra Digital

Citra adalah suatu representasi (gambaran), kemiripan atau imitasi dari suatu objek. Citra sebagai keluaran suatu sistem perekaman data dapat bersifat optik berupa foto, bersifat analog berupa sinyal-sinyal video seperti gambar pada monitor televisi, atau bersifat digital yang dapat langsung disimpan pada suatu media penyimpanan. Citra digital adalah gambar dua dimensi yang dapat ditampilkan pada layar monitor komputer sebagai himpunan berhingga (diskrit) nilai digital yang disebut pixel. Pixel adalah elemen citra yang memiliki nilai yang menunjukkan intensitas citra (Sutoyo, dkk. 2009).

2.5.1 Jenis-jenis citra digital

Berdasarkan warna-warna penyusunnya, citra digital dapat dibagi menjadi tiga jenis (Sutoyo, dkk. 2009) yaitu

1. Citra biner, merupakan citra digital yang hanya memiliki dua kemungkinan nilai

pixel yaitu hitam dan putih. Citra biner juga disebut sebagai citra B&W (black and white) atau citra monokrom. Hanya dibutuhkan 1 bit untuk mewakili nilai setiap pixel dari citra biner yaitu 0 dan 1.

Gambar 2.4. Contoh citra biner

2. Citra grayscale, merupakan citra digital yang hanya dibentuk oleh satu nilai kanal warna pada setiap pixel-nya. Nilai tersebut digunakan untuk menunjukkan tingkat intensitas. Citra grayscale menghasilkan warna hitam, keabuan dan putih. Tingkatan keabuan disini merupakan warna abu dengan berbagai tingkatan dari hitam hingga mendekati putih.

Gambar 2.5. Contoh citra grayscale

3. Citra warna, merupakan citra yang nilai pixel-nya merepresentasikan warna tertentu. Banyaknya warna yang mungkin digunakan bergantung kepada kedalaman pixel dari citra tersebut. Citra berwarna direpresentasikan dalam beberapa kanal yang menyatakan komponen-komponen warna penyusunnya. Banyaknya kanal yang digunakan bergantung pada model warna yang digunakan pada citra tersebut.

2.5.2 Format file citra digital

Berdasarkan format penyimpanan file digital, citra digital dapat dibagi menjadi dua jenis (Sutoyo, dkk. 2009) yaitu

1. Citra Bitmap, menyimpan data kode citra secara digital dan lengkap tanpa melakukan kompresi terhadap citra terlebih dahulu. Citra bitmap dipresentasikan dalam bentuk matriks atau dipetakan dengan menggunakan bilangan biner atau sistem bilangan lain. Citra bitmap memiliki kelebihan untuk memanipulasi warna, tetapi untuk mengubah objek lebih sulit. Tampilan bitmap mampu menunjukkan kehalusan gradasi bayangan dan warna dari sebuah gambar. Bila citra ini diperbesar akan mengakibatkan penurunan kualitas citra.

2. Citra Vektor, dihasilkan dari perhitungan matematis dan tidak berdasarkan pixel, yaitu data tersimpan dalam bentuk vektor posisi, dimana yang tersimpan hanya informasi vektor posisi dengan sebuah fungsi. Pada file citra vektor, mengubah warna lebih sulit dilakukan, tetapi membentuk objek dengan cara mengubah nilai lebih mudah. Oleh karena itu, bila citra diperbesar atau diperkecil, kualitas citra relatif tetap baik dan tidak berubah.

2.6 Steganografi

Steganografi adalah ilmu menyembunyikan pesan ke dalam media digital lain sehingga keberadaan pesan tersebut tidak dapat diketahui oleh orang lain (Sadikin,

2012). Steganografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “steganos” yang berarti tertutup

dan “graphia” yang berarti menulis (Cole, 2003).

Beberapa istilah yang berkaitan dengan steganografi (Munir, 2006) diantaranya

1. Hiddentext atau embedded message, yaitu pesan rahasia yang akan disembunyikan.

2. Covertext atau cover-object, yaitu media yang digunakan sebagai tempat untuk

menyembunyikan pesan rahasia.

3. Stegotext atau stego-object, yaitu media yang didalamnya sudah disembunyikan

pesan rahasia.

Di dalam steganografi, hiddentext maupun covertext dapat berupa teks, citra, audio, ataupun video. Penyisipan pesan ke dalam media covertext dinamakan

encoding, sedangkan ekstraksi pesan dinamakan decoding. Kedua proses ini

memungkinkan menggunakan kunci rahasia (Munir, 2006). Skema steganografi ditunjukkan pada gambar 2.7.

Gambar 2.7. Skema Penyisipan dan Ekstraksi Steganografi (Munir, 2006)

2.6.1 Kriteria steganografi yang baik

Penyisipan pesan ke dalam citra akan mengubah kualitas dari citra tersebut. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyembunyian pesan ke dalam suatu citra (Munir, 2006), yaitu :

1. Fidelity, bentuk, ukuran serta kualitas dari citra penampung harus tidak jauh

berbeda dengan citra sebelum dilakukan penyisipan, sehingga orang lain tidak menyadari keberadaan pesan di dalam citra penampung.

2. Robustness, pesan yang telah disembunyikan harus tahan terhadap berbagai

operasi manipulasi yang dilakukan pada stego-data, seperti pengubahan kontras, penajaman, pemampatan, dan sebagainya.

3. Recovery, data yang telah disisipkan ke dalam pesan harus dapat diungkapkan

kembali. Karena tujuan steganografi adalah penyembunyian informasi maka sewaktu-waktu pesan rahasia dalam stego-data harus dapat diambil kembali.

2.6.2 Teknik steganografi

Secara umum teknik steganografi berdasarkan teknik penyembunyian data, steganografi dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori (Cole, 2003) yaitu :

1. Insertion-Based, yaitu teknik menemukan lokasi di dalam file yang diabaikan

oleh aplikasi pembaca file tersebut. Teknik ini tidak akan memberikan pengaruh terhadap file yang ditumpangi namun akan membuat ukuran file tersebut menjadi lebih besar. Sebagai contoh, dalam beberapa file terdapat suatu penanda yang disebut dengan EOF (end of file). Penanda ini memberitahukan kepada aplikasi pembaca file bahwa pembacaan telah mencapai akhir dari file, oleh karena itu aplikasi seharusnya menghentikan pembacaan file. Kita dapat menambahkan data yang ingin kita sembunyikan setelah penanda EOF, dan aplikasi akan mengabaikannya walaupun data tersebut masih berada di dalam file.

2. Substitution-Based, yaitu teknik menggantikan data yang terdapat di dalam file

dengan data yang akan disembunyikan. Data yang digantikan adalah data yang tidak terlalu berarti sehingga tidak terlalu memberikan perubahan dari file semula. Namun kekurangan teknik ini adalah keterbatasan ukuran pesan rahasia yang disisipkan.

3. Generation-Based, yaitu teknik steganografi yang tidak memerlukan file lain

untuk melakukan penyembunyian file. Dengan teknik generation-based, file rahasia yang digunakan sebagai file yang dapat kelihatan. Metode ini menghindari kemungkinan pendeteksian stego dimana jika seseorang memiliki file original dan

file yang telah disisipkan pesan rahasia, maka orang tersebut dapat menemukan

perbedaan informasi yang disebabkan oleh pesan rahasia.

2.6.3 Metode LSB

Metode LSB (Least Significant Bit) termaksud ke dalam steganografi teknik subsitusi, yaitu melakukan penyisipan dengan cara menggantikan bit yang berlebih atau tidak terlalu berpengaruh pada media penampung (cover-image) dengan bit dari pesan rahasia (Kipper, 2004).

Dalam representasi biner, ada nilai bit yang berarti disebut dengan MSB (most

significant bit) terletak pada posisi bit bagian kiri dan bit yang bernilai kurang berarti

disebut dengan LSB (least significant bit) terletak pada bit bagian kanan (Munir, 2006).

Misalkan berikut ini representasi byte dari sebuah cover-image, 10000100 10000110 10001001 10001101

01111001 01100101 01001010 00100110

Kemudian kita akan menyembunyikan pesan rahasia, yaitu bilangan 213. Bilangan 213 direpresentasi sebagai 11010101. Selanjutnya menggunakan metode LSB kita akan menyisipkan bilangan 213 dalam cover-image kita sebagai berikut,

- 10000100 : 0 digantikan dengan 1, bit pertama dari pesan kita. - 10000110 : 0 digantikan dengan 1, bit kedua dari pesan kita. - 10001001 : 1 digantikan dengan 0, bit ketiga dari pesan kita.

- 10001101 : 1 dibiarkan karena sama dengan bit keempat dari pesan kita. - 01111001 : 1 digantikan dengan 0, bit kelima dari pesan kita.

- 01001010 : 0 dibiarkan karena sama dengan bit ketujuh dari pesan kita. - 00100110 : 0 digantikan dengan 1, bit kedelapan dari pesan kita.

Berdasarkan contoh diatas, kita telah berhasil menyembunyikan pesan rahasia dengan melakukan perubahan hanya pada lima buah byte data dari delapan byte cover-image. Perubahan nilai 0 atau 1 pada bagian LSB tersebut memberikan pengaruh yang sangat kecil sehingga tidak terlihat perbedaannya dengan cover-image sebelum penyisipan (Kipper, 2004).

2.6.4 Metode modified LSB

Modified LSB adalah metode LSB yang dimodifikasi dengan tujuan untuk menghasilkan metode yang lebih baik dari metode LSB yang sudah ada (Lubis, 2015).

Berikut adalah beberapa penelitian yang telah memodifikasi metode LSB,

1. Verma, et al. (2014) dalam penelitian yang berjudul “An Enhanced Least

Significant Bit Steganography Method Using Midpoint Circle Approch” melakukan

penyisipan hanya pada bagian lingkaran pada cover-image.

2. Asad, et al. (2011) dalam penelitian yang berjudul “An Enhanced Least Significant

Bit Modification Technique for Audio Steganography” melakukan penyisipan

dengan pemetaan bit berdasarkan nilai-nilai dari bit MSB pada cover-image. Dalam penelitian ini penulis akan melakukan modifikasi LSB yang akan dijelaskan pada bagian perancangan sistem dalam BAB 3.

BAB 1 PENDAHULUAN

Dokumen terkait