• Tidak ada hasil yang ditemukan

Citra Sutan Bhatoegana di Republika Online (ROL)

TEMUAN DAN ANALISIS DATA

B. Citra Sutan Bhatoegana di Republika Online (ROL)

Citra merupakan sesuatu yang abstrak dan kompleks. Di dalam citra melibatkan

aspek emosi dan rasional. Karena, di dalam citra mengandung aspek tersebut ,

sehingga secara serentak citra memiliki dua sifat yaitu subjektif dan objektif.

Citra juga berkaitan dengan situasi keadaan seseorang, pengetahuan, perasaan

dan kecenderungan terhadap sesuatu, karena itu citra dapat berubah seiring

berjalannya waktu. Hal ini yang menjadi ketertarikan peneliti untuk meneliti citra

tokoh politik Sutan Bhatogana dengan pemberitan mengenai bantahan bahwa

dirinya terlibat dalam kasus SKK Migas dengan kiriman tahajud callnya di media

Republika Online (ROL).

Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya oleh Dan Nimmo

mengatakan bahwa citra dapat berubah seiring berjalannya waktu. Demikian juga

negatif mengenai dirinya. Sebelumnya Sutan dikenal dikalangan wartawan sosok

seseorang yang enjoy kalau diwawancara, suka berguyon juga.10

Bukan hanya kebiasaan Sutan yang terbuka kepada wartawan, tetapi

kebiasaannya mengingatkan untuk shalat tajahud dengan mengirimkan ayat-ayat

alquran dan hadist Nabi SAW juga menaikan citranya dimata khalayak. Namun,

sejak namanya masuk dalam daftar dugaan KPK atas keterlibatan Sutan

Bhatoegana dalam kasus suap SKK Migas, begitu banyak pemberitaan miring

mengenai dirinya, begitupun dengan kebiasaannya mengirimkan tahajud call

kepada teman-temannyan melahirkan pandagan yang berbeda mengenai Sutan.

Mengapa demikian, pasalnya sejak namanya terseret dalam kasus tersebut,

ayat-ayat alquran atau hadist Nabi SAW yang dikirimkan melalui tahajud call mengenai

situasi yang tengah ia hadapi saat ini.

Seperti pemberitaan di Republika Online (ROL) pada tanggal 16 Januari dan 29

Januari 2014 mengenai bantahan-bantahan Sutan dengan ayat-ayat melalui tahajud

callnya. Pemberitaan pada tanggal 16 Januari 2014 yang berjudul: Sutan Bilang Fitnah, Eh digeledah beneran”. Dalam pemberitaan ini wartawan mencoba mengkonfirmasi tentang kebenaran adanya pengeledahan di ruangan kerjanya

terlibat kasus suap ini, tetapi sutan menberi tanggapan kepada wartawan seperti

ini:

71

Atas isu ini, Republika kemudian mengonfirmasi kebenaran penggeledahan ke Sutan. Tapi, dibantah oleh Sutan melalui BBM-nya. ''Itu berita fitnah seperti hadis di atas,'' tulis Sutan.

Maksud dari hadist di atas adalah bahwa sebelumnya Sutan telah mengirimkan

hadist melalui tahajud callnya mengenai fitnah yang berbunyi seperti demikian:

"Rasulullah SAW bersabda fitnah itu sedang tidur (reda) dan laknat Allah terhadap orang yang membangkitkannya." (HR Arrafi'i).

Hadist riwayat Arrafi’i yang dijadikan tema tahajud callnya kali ini, yaitu dengan tema fitnah, hadist di atas menjadi alat bantahan Sutan bahwa pemberitaan

mengenai penggeledahan dirungannya terkait kasus SKK Migas adalah fitnah.

Mengapa dikatakan sebagai alat bantahan, karena setelah wartawan

mengkonfirmasi kepada Juru Bicara KPK, Johan Budi, membenarkan adanya

penggeledahan ini.

"Benar, sedang ada penggeledahan," kata Johan Budi, Kamis (16/1). Penggeledahan dilakukan di ruang anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini, di lantai 9 Gedung Nusantara II DPR. Sejumlah penyidik KPK didampingi pasukan Brimob yang melakukan penggeledahan.

hal di atas membenarkan adanya penggeledahan di ruangan Sutan Bhatoegana

terkait kasus dugaan suap, sedangkan Sutan pada pernyataannya mengaku bahwa

pemberitaan mengenai pengeledahan di ruangannya adalah hanya berita fitnah.

Dari dua pernyatan yang dihadirkan dalam satu teks berita di Republika Online

(ROL) memberikan masyarakat menilai sendiri bagaimana citra seorang Sutan

Begitupun pada pemberitaan kedua di Republika Online (ROL) pada tanggal 16 Januari 2014 yang berjudul: “ Sutan: IsyaAllah Saya Tak Terlibat”. Dalam pemberitaan ini masih mengenai bantahan Sutan terkait kasus suap SKK Migas.

Walaupun kali ini ia tidak mengelak dengan bantahan hadist Nabi SAW, dalam

pemberitaan di media Republika Online (ROL) lebih menyajikan penegasan Sutan

bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus ini. Dapat dilihat dari judul yang dibuat oleh media yaitu, pada kata “Isyaallah”. Seperti pada pembahasan sebelumnya bahwa kalimat Insyaallah mempunyai makna yang dalam menurut pandangan

islam, dimana kalimat ini sama saja dengan kalimat “janji”. Jika dilihat

perkembangan kasus ini maka khalayak kembali yang dapat menilai bagaimana

citra Sutan Bhatoegana dan upaya-upayanya ditengah kasus yang membelitnya.

Pemberitaan ketiga, di Republika Online (ROL) yang berjudul: “ Bantah Isu THR, Sutan Kirim Pesan Hadist Nabi”. Dalam pemberitaan ini Sutan membantah kembali tuduhan yang datang menghampirinya, seperti pada teks berita berikut:

Dikonfirmasi terkait masalah ini, melalui pesan Blackberry Sutan mengaku tidak tahu. "Waduh isu apalagi, saya tidak mengerti. Tanya aja dari sumber isu, biar lebih pas. Terima kasih," begitu bunyi pesan Sutan kepada Republika Online (RoL), Selasa (28/1) malam. Setelah mengirimkan pesan melalui Blackberry-nya tersebut, Sutan tidak memberikan penjelasan lainnya.

Usai dikonfirmasi Sutan kembali mengirimkan tahajud callnya seperti yang

telah dipaparkan sebelumnya bahwa tahajud call ini memang sudah menjadi

73

yang ia kirim mengenai keadaan dirinya ditengah kasus ini. Seperti kali ini tentang

tudingan THR tema tahajud call yang ia pilih adalah hadist Nabi SAW berikut:

Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang lain maka kamu telah mereka atau hampir merusak mereka (HR Ahmad).

Hadist tersebut menjadi penjelasan pertanyaan para media terkait tuduhan THR,

bahwa ada seseorang yang sedang mengintai-intai kesalahan orang lain dan orang

yang berusaha mengintai-itai adalah orang yang berusaha merusak orang tersebut.

Dari tiga pemberitaan yang disediakan Republika Online (ROL) dapat

mengkonstruksi atau representasi dan persepsi kepada individu. Bukan hanya

kepada individu tetapi juga kepada kelompok, atau lembaga yang terkait dengan

kiprah di masyarakat. Karena hal tersebut adalah hakikat definisi dari citra. Dan

citra yang melekat atau menempel pada benak seseorang itu dapat berbeda dengan

realitas objektif atau tidak selamanyya merefleksikan kenyaan yang sesungguhnya.

Begitupun dengan citra Sutan Bhatoegana yang memang sangat disayangkan

seperti yang dinyatakan Mansyur Faqih dalam hasil wawancara peneliti:

Memang sangat disayangkan, tetapi keputusan KPK adalah keputusan yang paling valid, kita memperlakukan dia sama dengan yang lain, ketika dia terlibat kasus hukum maka dia harus menjalankan proses hukumnya.11

Dari pernyataan seperti diatas banyak orang yang memang menyayangkan

sekali bila kenyataanya Sutan terlibat didalam kasus dugaan suap SKK Migas

apalagi sutan juga dikenal sebagai sosok tokoh politik yang taat beribadah.

Sehingga saat ini khalayak dapat mengkonstruksi bagaimana citra sutan saat ini,

dari sosok yang dikenal begitu gaul kepada wartawan, sosok yang begitu alim

dengan kiriman rutin tahajud callnya, menjadi sosok yang memiliki citra yang

ironi. Dimana seseorang yang rutin mengingatkan seseorang untuk berbuat baik,

ternyata ada didalam kasus korupsi.12 Beitulah perubahan citra Sutan Bhatoegana

seiring berjalannya waktu.

Pada bab sebelumnya telah dibahas bahwa ada 4 jenis citra, yaitu Citra

bayangan (mirror image), Citra yang berlaku (current image), Citra yang

diharapkan (wish image), Citra majemuk (multypel image). Pada analisis ini citra

Sutan Bhatoegana masuk dalam jenis citra yang kedua yaitu citra yang berlaku

atau current image dimana Citra yang berlaku merupakan suatu citra atau

pandangan yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai lembaga organisasi. Sama

halnya dengan citra bayangan, namun dalam citra yang berlaku tidak selamanya

sesuai dengan kenyataan karena semata-mata terbentuk dari pengalaman atau

pengetahuan seseorang yang bersifat terbatas dan biasanya bersifat negatif.13

Mengapa dianggap demikian, karena citra yang ada pada Sutan Bhatoegana

tidak selamanya sesuai dengan kenyataannya, seperti dalam penelitian ini dimana

tahajud call Sutan yang berisikan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW menjadi

12

Wawancara dengan Mansyur Faqih, Jakarta: 03 Juli 2014.

13

Risady Ruslan, Management Public Relation Dan Media Komunikasi: Konsepsi Dan Aplikasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), h. 74.

75

kebiasaan rutinnya sejak lama, tetapi semenjak namanya masuk dalam kasus

dugaan suap diranah SKK Migas, hal tersebut memberikan pandangan tersendiri

bagi khalayak.

Dapat dikatakan seperti di atas karena tahajud call yang telah menjadi

kebiasaannya Sutan, dapat melahirkan citra baik yang melekat pada diri Sutan

Bhatoegana. Tetapi, pada kenyataanya hal tersebut tidak sesuai dengan realitas

yang ada. Dimana tahajud call yang dikirimkan Sutan tiap harinya pasca namanya

masuk dalam kasus dugaan suap di ranah SKK Migas tahajud call yang

dikirimkannya seolah-olah menggambarkan situasi dirinya saat ini. Sehingga citra

yang ada pada diri Sutan Bhatoegana saat ini bukanlah citra yang sebenarnya.

Dari jabaran pemberitaan menggunakan perangkat framing William A. Gamson

dapat terlihat bagaimana Republika Online (ROL) membentuk sebuah realiatas.

Dalam proses framing adalah bagian tak terpisahkan dari bagaimana awak media

mengkonstruksi realitas. Disini sangat berkaitan dengan proses editing yang

melibatkan semua pekerja dibagian redaksi.14

Dalam pandangan Gamson yang berpaham konstruksionis memandang bahwa

isu atas peristiwa publik adalah bagian dari konstruksi atas realitas. Dan melalui

kemasan atau package pemberitaan mengenai Sutan Bhatoegana ini dibuat

sedemikian rupa agar isu yang terjadi dapat dimengerti oleh khalayak. Seperti

14

Eriyanto, Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, Analisis Framing, Konstruksi,

yang dijelaskan pada pembahasan sebelumnya bahwa kosnrtuksi setiap khalayak

77 BAB V

KESIMPULAN

A . Kesimpulan

Dari hasil penelitian pada media online Republika Online (ROL), pada tanggal

16 dan tanggal 29 Januari 2014. Peneliti mendapatkan beberapa penemuan yang

menarik. Yaitu tentang frame yang dibangun Republika Online (ROL).

1. Frame yang dibangun Republika Online (ROL), selama pemberitaan mengenai

tahajud call Sutan Bhatoegana terkait keterlibatan dirinya dalam kasus suap SKK

Migas, Republika Online (ROL) tidak menempatkan diri pada pihak Sutan

Bhatoegana atau kontra terhadap Sutan. Hal tersebut terlihat dari konstruksi yang

dibangun disetiap pemberitannya. Judul-judul yang ditulis Republika Online

memberikan kesan yang negatif terhadap Sutan Bhaoegana.

Serta narasumber yang diwawancarai dalam pemberitaan mengenai tahajud

call Sutan Bhatoegana terkait keterlibatan dirinya dalam kasus suap SKK Migas,

memberikan kesan bahwa dalam isi tahajud callnya merupakan pembelaan dirinya

dalam kasus yang melibatkan dirinya.

Konstruksi yang dilakukan Republika Online (ROL), meupakan bentuk hal

yang kontra terhadap Sutan Bhatoegana. Republika Online (ROL) beralasan,

pemberitaan yang dilakukannya bukanlah sepenuhnya konstruksi mereka,

pemberitaan agar dapat dengan mudah di mengerti. Meskipun demikian Republika

Online (ROL) menolak jika dianggap melakukan konstruksi atau beropini. Yang

mereka lakukan hanya memberitakan apa yang sedang terjadi. Dan konstruksi

yang ada dalam pemberitaan tidak sepenuhnya utuh pemikiran media, tetapi hasil

kosnstruksi dari khalayak juga, dimana setiap khalayak mempunyai konstruksi

yang bisa jadi berbeda-beda.

Dalam pemberitaan ini wartawan juga dituntut untuk selalu sejalan dengan

visi dan misi dari Republika Online (ROL). Mereka menganggap visi mereka yaitu

sebagai media umat yang terpercaya dan mengedepankan nilai-nilai universal yang

sejuk, toleran, damai, cerdas, dan profesional, namun mempunyai prinsip dalam

keterlibatannya menjaga persatuan Bangsa dan kepentingan umat Islam yang

berdasarkan pemahaman Rahmatan Lil Alamin. Jadi suara mereka jelas bahwa

seseorang yang sedang terlibat dalam suatu kasus tidak dibenarkan melakukan

pembelaan diri dengan menggunakan nama hadist-hadist Nabi Muhammad SAW.

Konstuksi yang dibangun Republika Online (ROL) sama dengan persepsi

yang ada di masyarakat atau khalayak. Terbukti dari hasil pendeskripsian yang

dilakukan peneliti dan wawancara kepada Mansur Faqih selaku penanggung jawab

pemberitaan nasional. Sehingga dapat dikatakan konstruksi yang dibangun

Republika Online (ROL) berhasil dan mendapatkan respon seperti yang

79

sehingga khalayak mempunyai pandangan yang negatif terhadap Sutan

Bhatoegana.

2. Dari berbagai macam jenis citra, Sutan Bhatoegana masuk kedalam jenis citra

berlaku (current image) yang artinya citra yang ada pada diri seseorang bukanlah

citra yang sebenarnya atau citra yang ada tidak sesuai dengan kenyataannya. Dapat

dikatakan demikian karena, Sutan mendapatkan citra baik dari kiriman rutin

tahajud callnya tetapi saat namanya masuk kasus dugaan suap SKK Migas, citra

Sutan berubah dalam pandangan khalayak.

Seperti wawancara langsung peneliti dengan Mansyur Faqih sebagai

penanggung jawab pemberitaan nasional bahwa sangat disayangkan jika Sutan

yang sudah mendapatkan citra baik di mata khalayak karena kiriman tahajud

callya tetapi pada kenyatannya iya masuk dalam daftar nama dugaan suap SKK

Migas, jadi Sutan terkesan menjadi seorang yang munafik.

B. Saran

Setelah melakukan penelitian pada situs RepublikaOnline (ROL), merasa

perlu untuk menyampaikan saran sebagai masuksn untuk kemajuan bersama.

Sebagai berukut:

1. Republika Online alangkah lebih baiknya lebih banyak lagi mengadakan

workshop-workshop di kampus-kampus besar sehingga Republika Online

2. Untuk pemberitaan Republika Online (ROL)lebih baik lagi ada dua atau

lebih narasumber khususnya pada pemberitaan Tahajud call, dimana lebih

81

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Anwar. Komunikasi Politik, Filsafat, Paradigma, Teori, Tujuan, Strategi, dan

Komunikasi Politik Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011.

Bungin, Burhan. Penlitian Kualitatif, Komuniasi, Ekonomi, Kebijakan publik, dan

Ilmu Sosial lainnya, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, Cetakan 4 2007.

Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi

Komunikasi di Masyarakat Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

Eriyanto, Analisis Framing, Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: PT. LKiS Printing Cemerlang, 2002.

Hasan, Komarudin. Komunikasi Politik dan Pecitraan, Jurnal Dinamika Fisip Universitas Baturaja, Palembang, Sumsel, Oktober 2010.

Heryanto, Gun Gun. Komunikasi Politik di Era Industri Citra. Jakarta: PT. Lasswell Visitama, 2010.

Ibrahim, Idi Subandy. Kritik Budaya Komunikasi, Budaya, Media, dan Gaya Hidup

dalam Proses Demokratisasi di Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra, 2011.

Morisan, Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media

Group, 2013.

Nazim, Moh. Metodo Penelitian. Bandung: Ghalia Indonesia, 1999.

Ruslan, Risady. Management Public Relation Dan Media Komunikasi: konsepsi dan

aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005.

Samandria, Haris. Jurnalistik Indonesia, Menulis Beritadan Futures Panduan