• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam dokumen Sistem Viewer Modul Word Graph Berbasis XML (Halaman 38-43)

Graph

Dalam sistem diskret, graph menggambarkan suatu alat dasar untuk mempelajari hubungan antarunsur. Graph dikatakan terhubung jika untuk sembarang pasangan verteks x dan y terdapat sebuah barisan hingga yang disebut suatu lintasan atau rantai (Granadi dan Khatiza 2006). Barisan tersebut memiliki verteks awal yang tidak sama dengan verteks akhir.

Suatu graph berarah G=(V,E) terdiri atas himpunan V yang anggotanya disebut verteks dan himpunan E yang anggotanya disebut edge yang masing-masing berarah dari suatu verteks ke verteks yang lain. Edge menyatakan ruas jalan, sedangkan verteks menyatakan titik pertemuan beberapa ruas jalan seperti pertigaan atau perempatan.

Natural Language

Secara umum, natural language atau bahasa alami adalah metode dan sistem simbol yang paling banyak digunakan untuk mengekspresikan pikiran manusia dan pertukaran informasi. Terdapat sebuah pemisah antara bahasa formal atau bahasa buatan dan bahasa alami. Komunikasi antara komputer dan manusia hanya dimungkinkan ketika banyak penelitian yang bertujuan untuk menjembatani pemisah di antara keduanya (Zhang 2002).

Secara alami, menggambarkan dan memodelkan bahasa alami adalah dasar untuk menganalisis dan memaknai bahasa alami serta menentukan arah proses penelitian dari bahasa alami. Ada dua faktor yang diperhatikan dalam menganalisis sebuah kalimat, yaitu sintaksis dan semantik. Perbedaan sintaksis dan semantik adalah sintaksis melakukan analisis berdasarkan bentuk dari sebuah kalimat, sedangkan semantik menganalisis bagaimana mengartikan suatu kalimat (Hulliyah 2007).

Teori Knowledge Graph (KG) Pengertian KG

Menurut Zhang (2002), teori KG adalah jenis sudut pandang baru yang digunakan untuk menggambarkan bahasa manusia yang lebih fokus pada aspek semantik daripada aspek sintaksis. KG mempunyai kemampuan lebih kuat untuk mengekspresikan dan menggambarkan lebih dalam semantic layers untuk meminimumkan penggunaan relation set dan menirukan pengertian dari jalan pikiran manusia.

KG, sebagai bagian dari metode baru yang merepresentasikan pengetahuan, tergolong pada kategori semantic network. Pada prinsipnya, KG tersusun atas concept dan relationship (Zhang 2002). Concept terdiri atas token, type, dan name. Relationship terdiri atas binary relationship dan multivariate relationship.

Concept

Token adalah sebuah node dalam KG yang

disimbolkan dengan persegi “

”. Token mengekspresikan sesuatu dalam dunia nyata atau sebuah konsep dari dalam persepsi manusia (Zhang 2002). Token bersifat subjektif karena merupakan konsep yang dipahami oleh bahasa manusia menurut persepsi masing-masing. Contoh sebuah

token, menurut Rusiyamti (2008) adalah kata

“apel”. Seseorang dapat menghubungkan apel tersebut dengan informasi bentuk, warna, rasa, dan sebagainya. Demikian juga dengan orang lain yang menghubungkan dengan hal yang berbeda.

Type adalah suatu konsep yang masih bersifat umum dan merupakan hasil dari kesepakatan yang dibuat sebelumnya (Rusiyamti 2008). Contoh type, misalnya buah, binatang, dan sebagainya. Suatu konsep yang bersifat individual dikategorikan ke dalam sebuah name. Sebagai contoh Fuji adalah sebuah name, yaitu nama dari sebuah apel. Type dan name dibedakan oleh jenis relasi yang menghubungkannya dengan token.

Word Graph

Word graph merupakan graph dari kata. Dalam metode KG, setiap kata yang berhubungan dengan sebuah word graph menyatakan arti kata yang disebut dengan semantic word graph. Gabungan semantic word graph dalam sebuah kalimat akan membentuk sentence graph. Graf yang merepresentasikan gabungan dari sentence graph dalam sebuah teks disebut text graph yang terdapat pengetahuan di dalamnya (Hoede & Nurdiati 2008).

Aspek Ontologi

Ontologi adalah keterangan untuk menggambarkan beberapa konsep dan relasi-relasi di antaranya dengan maksud memberikan definisi yang cukup terhadap ide-ide yang dituangkan dengan komputer untuk merepresentasikan ide-ide tersebut dan logikanya (Hulliyah 2007). Berdasarkan ontologi yang dimiliki ini, KG dapat membangun sebuah model yang dapat digunakan untuk memahami bahasa alami. Hal ini diperlukan agar arti dari suatu kalimat dapat diekspresikan. Arti dari kata harus terlebih dahulu diketahui untuk dapat mengartikan sebuah kalimat.

Ontologi word graph sampai saat ini direpresentasikan dengan sebuah node, delapan binary relationships, sebuah ontologi F, dan empat frame relationships. Berikut adalah gambaran dari delapan types relationships (Zhang 2002):

1 ALI (alikeness)

Relasi ALI digunakan di antara type dan token atau antara dua token yang memiliki unsur-unsur sama. Contoh: “binatang adalah

Gambar 1 Contoh penggunaan relasi ALI. 2 CAU (causality)

Relasi CAU mengekspresikan hubungan sebab akibat atau sesuatu hal memengaruhi

sesuatu yang lain. Contoh: “kucing makan nasi”. Representasi word graph untuk kalimat tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Contoh penggunaan relasi CAU. 3 EQU (equality)

Relasi ini digunakan di antara name dan token atau antara dua token untuk menyatakan bahwa keduanya sama dan sederajat. Relasi EQU juga digunakan untuk menyatakan kata hubung, seperti “adalah” dan “merupakan”. Contoh: “Fuji adalah namedari apel”. Gambar 3 adalah contoh penggunaan relasi EQU.

Gambar 3 Contoh penggunaan relasi EQU. 4 SUB (subset)

Bila terdapat dua token yang mengekspresikan dua rangkaian secara berurutan dan satu token adalah bagian dari token yang lainnya, di antara kedua token

tersebut terdapat relasi SUB. Contoh: “pintu adalah bagian dari rumah”. Gambar 4

merupakan representasi kalimat tersebut.

Gambar 4 Contoh penggunaan relasi SUB. 5 DIS (dissapartness)

Relasi DIS digunakan untuk

mengekspresikan dua token yang tidak memiliki hubungan satu sama lain. Relasi DIS juga digunakan untuk menunjukkan kata

“berbeda”, misalnya “binatang berbeda dengan pohon” (Gambar 5).

Gambar 5 Contoh penggunaan relasi DIS. 6 ORD (ordering)

Relasi ORD mengekspresikan dua hal yang memiliki urutan. Contoh penggunaan relasi ORD untuk menyatakan “pagi sebelum sore” dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6 Contoh penggunaan relasi ORD. 7 PAR (attribute)

Relasi PAR mengekspresikan bahwa sesuatu adalah sebuah atribut dari sesuatu yang lain. Contohnya untuk menyatakan frase

“buku baru” (Gambar 7).

Gambar 7 Contoh penggunaan relasi PAR. 8 SKO (informational dependency)

Relasi SKO digunakan jika informasi suatu token bergantung pada token lainnya. Contoh pada Gambar 8 digunakan untuk

menyatakan “harga bergantung kualitas”.

Gambar 8 Contoh penggunaan relasi SKO. Sebuah frame adalah sebuah node yang diberikan label (Zhang 2002). Terdapat empat frame relationships yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1 FPAR (Focusing on a situation)

FPAR mengekspresikan bahwa

sekumpulan subgraph adalah bagian dari seluruh graph yang telah dibentuk. Misalkan preposisi a, yang menyatakan “petani bahagia”, dapat direpresentasikan dalam bentuk frame FPAR (Gambar 9).

Gambar 9 Contoh penggunaan frame FPAR. 2 NEGPAR (Negation of a situation)

NEGPAR mengekspresikan peniadaan atau pengingkaran isi dari frame. Misalkan, pengingkaran terhadap preposisi a dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar tersebut menunjukkan bahwa ”tidak benar petani bahagia”.

Gambar 10 Contoh penggunaan frame NEGPAR.

3 POSPAR (Possibility of a situation) POSPAR mengekspresikan kemungkinan terjadinya isi frame. Misalkan, untuk menyatakan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa pada preposisi a, digunakan sebuah framerelationship POSPAR yang ditunjukkan oleh Gambar 11. Gambar tersebut menyatakan

“mungkin saja petani tidak bahagia”.

Gambar 11 Contoh penggunaan frame POSPAR.

4 NECPAR (Necessity of a situation)

NECPAR mengekspresikan keperluan, kebutuhan, atau keharusan isi dari frame. Misalkan, kalimat “seharusnya petani bahagia” direpresentasikan oleh frame NECPAR, yang dapat dinyatakan seperti pada Gambar 12.

Gambar 12 Contoh penggunaan frame NECPAR.

Relationship

Relationship antara concepts“a” dan “b”

berupa sebuah graph yang di dalamnya terdapat kedua concepts“a” dan ”b” tersebut.

Dalam teori KG, sangat diperlukan prinsip penggunaan kumpulan relationship yang terbatas (Zhang 2002). Dengan demikian, diperlukan basic relationship, atau “ontologi”,

untuk menghindari pertumbuhan relationship yang tidak terbatas pada semantic network. Menurut Zhang (2002), hubungan (relationship) yang dibentuk pada word graph tersebut direpresentasikan dalam bentuk sebuah node, delapan binary relationships, dan empat frame relationships. Hoede dan Nurdiati (2008) menambahkan sebuah ontologi F sebagai fokus dari suatu graph.

Ontologi F digunakan untuk menunjukkan fokus dari suatu graph. Misalnya untuk menyatakan word graph “gempa merusak bangunan” dengan token gempa sebagai fokus pembicaraan. Word graph yang terbentuk dapat dilihat pada Gambar 13.

Gambar 13 Contoh penggunaan ontologi F.

XML (Extensible Markup Language)

XML bukan merupakan bahasa

pemrograman, melainkan suatu kumpulan aturan untuk mendesain format teks sehingga format teks menjadi terstruktur (Shalahuddin & Rosa 2010). XML dibuat agar data dapat lebih mudah dibaca oleh komputer. Menurut Goldberg dan Castro (2009), XML merupakan spesifikasi untuk menyimpan informasi dan menggambarkan struktur dari informasi tersebut. XML adalah seperangkat aturan untuk mendefinisikan pembangunan sebuah dokumen markup language.

XML tidak mempunyai tag khusus sehingga pengguna dapat membuat dokumen XML dengan tag apa saja sesuai dengan kebutuhan. Menurut Shalahuddin dan Rosa (2010), sebuah tag pembuka dalam dokumen XML harus diikuti dengan tag penutupnya (Bakoro 2009).

XML merupakan sebuah spesifikasi yang tidak berkepemilikan dan bebas untuk digunakan oleh siapa saja. XML diciptakan oleh W3C (www.w3.org), sebuah konsorsium internasional yang bertanggung jawab dalam pengembangan standar independent web platform serta spesifikasinya.

XML memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan markup language lainnya. Hal tersebut merupakan alasan kenapa pengguna memilih menggunakan bahasa XML. Kelebihan XML, menurut Goldberg dan Castro (2009), yaitu:

1 XML dirancang khusus untuk

penyimpanan dan pertukaran data. 2 XML terlihat seperti HTML yang

memiliki tags, attributes, dan values.

3 XML merupakan bahasa untuk

menyimpan dan membawa informasi. 4 Pengguna dapat mendesain markup

language sendiri dan menggunakan bahasa tersebut untuk menyimpan informasi. 5 XML mudah diperluas dan diadaptasi. Tag

yang sudah didesain dapat digunakan kembali dalam aplikasi XML yang berbeda, diturunkan, atau ditambahkan sesuai dengan keperluan.

6 XML juga dapat digunakan untuk membagi atau menukarkan data antara sistem yang berbeda dan organisasi. 7 File teks dalam dokumen XML sederhana,

mudah dimengerti, mudah diuraikan, mudah dimanipulasi, dan dianggap

human-readable”.

Sebuah dokumen XML dapat diambil datanya dengan menggunakan parser. Parser berfungsi untuk membaca data pada dokumen XML berdasarkan tags yang terdapat dalam dokumen XML tersebut. Hal ini memungkinkan dokumen XML untuk dimodifikasi, misalnya mengubah suatu nilai, memindahkan elemen, dan lain sebagainya.

DOM Parsers

Dokumen DOM tidak hanya terbentuk dari hasil parsingfile teks saja tapi juga membuat

dokumen baru di memori dan

menserialisasikan ke dalam file (Harold

2003). Parsing adalah proses membaca sebuah dokumen dan memilah-milahnya menjadi elemen-elemen dan atribut-atribut yang dapat dianalisis (Shalahuddin dan Rosa 2010). Pengambilan data dari dokumen XML, berdasarkan struktur pohon dari dokumen XML tersebut, dapat dilakukan dengan DOM (Document Object Model).

DOM memproses struktur dokumen dengan perulangan. Shalahuddin dan Rosa (2010) menjabarkan empat kondisi yang cocok untuk menggunakan DOM, yaitu: 1 Ketika terjadi modifikasi sebuah dokumen

XML, seperti mengurutkan elemen atau mengubah letak elemen pada suatu pohon elemen satu ke lainnya.

2 Ketika dokumen XML di memori harus dibagi dengan aplikasi lainnya setelah proses parsing.

3 Ketika ukuran dokumen XML tidak terlalu besar.

4 Ketika aplikasi memulai proses utama setelah proses pengesahan.

Antarmuka abstrak untuk membuat objek dokumen baru pada DOM disebut DOM Implementation (Harold 2003). Tujuan antarmuka dokumen DOM yaitu untuk merepresentasikan, menyediakan akses ke isi dokumen XML, dan mendeklarasikan tipe dokumen. Tujuan lainnya adalah membuat nodes yang digunakan dalam dokumen, seperti elemen, teks, processing instruction, dan lain sebagainya.

Metode Pengembangan Prototype

Metode prototype merupakan salah satu metode pengembangan perangkat lunak. Menurut Pressman (2001), terkadang klien mendefinisikan tujuan perangkat lunak secara umum, namun tidak menjelaskan secara detail kebutuhan masukan, proses, dan keluaran dari perangkat lunak tersebut.

Pada metode prototype, langkah yang dilakukan dimulai dari komunikasi pengembang software dengan instansi untuk mendiskusikan tujuan keseluruhan dari perangkat lunak tersebut, mengidentifikasi kebutuhan, dan menguraikan permintaan klien. Tahap selanjutnya adalah melakukan perencanaan dan perancangan yang mengarah pada pembuatan prototype (model) dari perangkat lunak yang akan dibuat. Prototype yang telah dibuat diserahkan dan dievaluasi oleh klien. Feedback yang diberikan dari klien yang berupa kritik maupun saran akan

digunakan untuk menyempurnakan permintaan kebutuhan dari perangkat lunak tersebut. Diagram metode pengembangan prototype dapat dilihat pada Gambar 14.

Gambar 14 Metode pengembangan prototype (Pressman 2001).

Metode Pengujian Blackbox

Metode uji coba blackbox berfokus pada keperluan fungsional dari software. Karena itu, uji coba blackbox memungkinkan pengembang software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program. Pengujian blackbox merupakan pendekatan komplementer yang kemungkinan besar mampu menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut (Pressman 2001):

 Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang.

 Kesalahan antarmuka.

 Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.

 Kesalahan kinerja.

 Inisialisasi dan kesalahan terminasi.

HyperText Mark up Language (HTML)

HTML merupakan sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi dalam sebuah browser internet, dan formating hypertext sederhana yang ditulis dalam file format ASCII sehingga menghasilkan tampilan yang terintegerasi. Halaman web ditulis dengan kode-kode HTML yang tergabung dalam teks. HTML mengatur tampilan halaman, huruf, dan elemen grafik yang digunakan serta hypertext link ke halaman lain (Griffiths 2007).

Kode HTML biasanya berupa tag-tag yang berpasangan dan ditandai simbol khusus yaitu, “<” dan “>” untuk menandakan kode instruksi. Pasangan atau penutup perintah dari sebuah perintah tag ditandai dengan tanda “/”.

Misalnya pasangan dari tag <body> adalah

</body>.

JavaScript

JavaScript adalah bahasa script (bahasa pemrograman yang dapat memegang kontrol aplikasi) yang berbasis pada pemrograman Java. Berbeda dengan Java yang berorientasi objek murni, JavaScript adalah bahasa pemrograman prosedural. JavaScript mengakses elemen pada HTML dan membuat aksi jika elemen-elemen HTML itu mengalami perubahan, misalnya berubahnya warna halaman web saat sebuah tombol ditekan. JavaScript membuat sebuah halaman web menjadi dinamis. JavaScript yang digunakan pada halaman web merupakan client side scripting yang berarti bahwa web browser mengidentifikasi dan menjalankan skrip program yang disisipkan dalam dokumen web (yang diterima oleh server) dan mampu memperbarui tampilan halaman di komputer pemakai (user) tanpa mengirimkan permintaan (request) baru kepada server. JavaScript dapat ditulis dalam satu file dengan dokumen HTML atau ditulis pada file terpisah dengan ekstensi .js (Shalahudin dan Rosa 2010).

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen Sistem Viewer Modul Word Graph Berbasis XML (Halaman 38-43)

Dokumen terkait