4.6. Perancangan Sistem Konsultasi
4.6.3. Class Diagram
Class diagram dapat mendeskripsikan beberapa jenis obyek dalam suatu sistem dan menggambarkan berbagai macam hubungan statis yang terjadi. Class diagram juga dapat menunjukkan properti dan operasi sebuah class dan batasan yang terdapat dalam hubungan dengan obyek. Class diagram merupakan suatu alat yang baik dalam mengembangan perancangan perangkat lunak. Class diagram dapat membantu penulis dalam mendapatkan struktur sistem dan menghasilkan rancangan sistem.
Rancangan class diagram dalam penelitian ini terdiri dari beberapa class.
Class diagram tersebut yaitu class penyakit, class diagnosa penyakit, class identifikasi hama, class hama, class varietas cabai, class kabupaten, class provinsi, class cuaca harian, class pasar, dan class harga komoditas. Gambar 22 menunjukkan class diagram dari sistem konsultasi yang dibangun.
+input()
Gambar 22. Class Diagram Sistem Konsultasi Online 4.6.4. Skenario diagram
Skenario penggunaan kasus digunakan untuk menyusun kegiatan yang terjadi yang selalu menggambarkan tiga masalah yaitu :
1. Aktor yang memulai sebuah pekerjan
2. Sebuah peristiwa sebagai memulai penggunaan kasus
3. Penggunaan kasus menampilkan aksi – aksi yang dimulai oleh peristiwa Tabel 8 adalah skenario yang mengatur materi untuk penggunaan kasus user / pengguna mengakses Sistem konsultasi online agribisnis cabai besar merah:
Tabel 8. Skenario User Mengakses Sistem Konsultasi Online Cabai Penggunaan Nama
Kasus
User / pengguna mangakses sistem konsultasi online cabai
Penggambaran
User / pengguna berinteraksi dengan sistem melalui browser web di komputer (perangkat) yang
User mengakses alamat situs http://www.cabe.ipb.ac.id
2.
User memililih menu – menu yang tersedia yaitu news, menu konsultasi, dan menu konsultasi pakar.
2.3 User menekan menu persiapan lahan
2.4
User menekan menu penentuan dosis pupuk
2.5 User menekan menu pemilihan benih
2.6
2.8
User menekan menu informasi prakiraan cuaca berisi prakiraan cuaca berdasarkan sumber BMKG
2.9
User menekan Kebijakan / kemitraan berisi mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah dan pola kemitraan cabai merah
2.10
User menekan menu teknologi pra dan pasca panen berisi berita mengenai teknologi yang digunakan untuk cabai merah
3. User keluar dari sistem
Keadaan sebelumnya
Petani berkeinginan untuk mendapatkan infomasi dan pengetahuan agribisnis cabai.
Keadaan Sesudahnya
Petani memiliki pengetahuan terkait pertanyaannya dalam kegiatan agribisnis cabai.
Asumsi – asumsi User / pengguna adalah petani atau pelaku agribisnis
Tujuan yang dicapai
Menjadi solusi bagi para pelaku agribisnis, khususnya petani cabai merah untuk dapat melakukan konsultasi terhadap semua informasi yang dibutuhkan dengan teknologi berbasis web yang dapat diakses dengan komputer atau perangkat lainnya yang terkoneksi internet.
Petani dapat langsung menerima informasi yang diperlukannya melalui perangkat teknologi informasi tanpa harus melalui perantara pihak lain dalam mengembangkan produksi hasil pertaniannya
Penyuluh pertanian dapat memanfaatkan sistem untuk kegiatan penyuluhan, sehingga para pelaku agribisnis dapat secara langsung membuktikan melalui perangkat mobile yang mereka miliki
Menjadi terobosan baru atas kekurangan tenaga ahli di lapangan dalam menyelesaikan permasalahan agribisnis cabai
4.6.5. Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan aktivitas obyek terhadap sistem konsultasi. Pada Gambar 23 diilustrasikan proses konsultasi Penyakit dan pengaksesan berita pada sistem konsultasi. Aktor melakukan request kepada sistem dan sistem memberikan feedback sesui dengan aksi dari aktor.
Sistem Konsultasi
Pengguna
hama dan penyakit(persemaian, pindah tanam)
Rekomendasi pencegahan hama dan penyakit
news(id_news)
news
Gambar 23. Contoh Sequence Diagram Sistem Konsultasi
4.6.6. Aktivity Diagram
Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing – masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana berakhirnya.
Akses browser Web
Cabai
Sejarah Klasifikasi Morfologi Syarat Tumbuh
Informasi Harga Pasar Informasi Prakiraan Cuaca Kebijakan / Kemitraan Teknologi pra dan pasca panen
Kabupaten
Detil Harga [ya]
[else]
Provinsi
Detil cuaca [ya]
[else] Kebijakan Kemitraan Detail teknologi pra dan pasca panen
Bunga/buah
Batang Daun Tanah
Akar Iklim
Detil sejarah Detil Klasifikasi
Detil akar Detil batang Detil daun Detil bunga/buah
Detil Iklim Detil Tanah
Detil Kebijakan Detil Kemitraan
Menutup Aplikasi
Gambar 24. Activity Diagram Sistem Konsultasi Online
Gambar 24 menunjukkan activity diagram dari sistem yang dibangun yang menggambarkan aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengguna sistem konsultasi. Untuk memulai menggunakan sistem konsultasi pengguna membuka web browser pada komputer yang terkoneksi internet. Kemudian pengguna mengekses menu-menu yang disediakan. Mulai dari menu profil umum, menu konsultasi dan menu chatting (konsultasi langsung) dengan pakar.
4.6.7. Desain Basis Data
Desain object relational database menggambarkan secara konseptual relasi obyek-obyek data yang akan diimplementasikan ke dalam sistem. Tabel-tabel data pada sistem konsultasi digunakan untuk menyimpan informasi-informasi hama dan penyakit, berita, penentuan dosis pupuk, pascapanen, dan informasi harga.
Gambar 25 menunjukkan desain dari object relational database yang dikembangkan pada sisetm konsultasi online agribisnis cabai.
Varietas_Benih
Gambar 25. Desain Object Relationship Database 4.6.8. Desain User Interface
Pada tahapan ini dilakukan desain antarmuka (user interface). Antarmuka sistem konsultasi merupakan halaman yang akan diakses oleh pengguna sistem konsultasi. Antarmuka dibuat sesederhana mungkin agar dapat diakses dengan
mudah oleh petani. Secara konseptual antarmuka utama sistem konsultasi online agribisnis cabai terdiri dari header, menu utama, halaman utama, menu kanan dan footer. Gambar 26 menunjukkan rancangan konseptual halaman utama sistem konsutlasi.
Gambar 26. Desain Antarmuka Sistem
Konsultasi online agribisnis cabai memiliki fungsi utama sebagai media konsultasi agribisnis cabai. Halaman konsultasi merupakan halaman yang digunakan untuk berdialog antara pengguna sistem konsultasi dengan sistem.
Sistem akan menjawab berdasarkan knowledge based yang disimpan di dalam knowledge based management system. Halaman konsultasi di desain dalam bentuk form-form yang disediakan oleh sistem untuk mendapatkan informasi dari pengguna. Gambar 27 menunjukkan salah satu desain user interface form halaman konsultasi agribisnis cabai.
Gambar 27. Desain Halaman Konsultasi
Selain dengan menggunakan form-form, beberapa halaman konsultasi di desain dengan menggunakan menu dialog. Menu dialog di desain untuk memberikan panduan kepada pengguna dalam proses konsultasi. Dialog diimplementasikan dalam bentuk check list. Pengguna sistem di mudahkan dalam proses konsultasi dengan model dialog ini. Pengguna cukup memilih chek list yang ada kemudian melanjutkan ke tahapan konsultasi selanjutnya, sampai mendapatkan kesimpulan. Gambar 28 menunjukkan tampilan desain halaman konsultasi yang berbentuk check list dialog.
Gambar 28. Desain Halaman Konsultasi Berbentuk Check list Dialog
4.7. Implementasi
Pengertian implementasi dalam penelitian ini adalah implementasi prototipe sistem konsultasi online agribisinis cabai. Sistem konsultasi online diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data (database) MySQL. PHP dan MySQL dipilih karena ketangguhannya dan mendukung pemrograman yang berbasis object oriented. PHP digunakan untuk mebangun interface dari sistem konsultasi. Sementara MySQL digunakan sebagai penyimpanan basis data dan basis pengetahuan.
Instalasi sistem konsultasi telah dilaksanakan pada server web Institut Pertanian Bogor. Instalasi dilakukan dengan mengkonfigurasi sistem ke dalam server sehingga dapat diakses secara online dengan nama domain www.cabe.ipb.ac.id. Sistem konsultasi ini dapat diakses secara online oleh pengguna di seluruh dunia dengan menggunakan perangkat yang terkoneksi dengan internet.
Gambar 29 menunjukkan halaman utama dari sistem konsultasi yang telah diimplementasikan. Halaman utama sistem konsultasi dibuat sesederhana mungkin agar petani dapat langsung mendapatkan informasi dan pengetahuan yang dibutuhkan terkait budidaya cabai. Pada bagian atas sistem konsultasi terdapat menu utama yang digunakan sebagai navigasi untuk berpindah ke halaman-halaman lain pada sistem konsultasi. Pada bagian tengah, merupakan bagian utama sistem konsultasi online yang nantinya berisi modul-modul utama sistem. Pada bagian kanan terdapat menu-menu dan tampilan informasi singkat yang dapat diakses oleh pengguna sistem konsultasi online agribisnis cabai.
Gambar 29. Halaman Utama Sistem Konsultasi 4.7.1. Implementasi Basis Data
Basis data diimplementasikan dengan menggunakan perangkat lunak sistem manajemen database MySQL. Nama setiap tabel basis data yang dibuat disesuaikan dengan nama yang telah dirancang sebelumnya. Gambar 30 menunjukkan gambaran implementasi sistem basis data.
Gambar 30. Impelementasi Basis Data 4.7.2. Implementasi Sistem Konsultasi
Sistem konsultasi diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL. Pengguna dapat mengakses halaman ini dalam bentuk halaman-halaman web yang dapat diakses melalui menu utama di bagian atas. Berikut adalah penjelasan implementasi sistem konsultasi secara detail.
4.7.2.1.Halaman Konsultasi Pemilihan Varietas Cabai
Pada halaman konsultasi pemilihan varietas Benih Cabai (Capsicum annuum. L) pengguna terlebih dahulu memasukkan identitas lokasi. Kemudian memilih lokasi penanaman. Gambar 31 memperlihatakan halaman awal konsultasi pemilihan varietas benih unggul. Setelah pengguna mengisi dengan benar form masukan maka pengguna dapat memilih benih yang cocok dengan mengakses tombol cari benih.
Gambar 31. Form Konsultasi Pemilihan Varietas Unggul
Setelah pengguna mengisi form untuk pemilihan varietas benih cabai maka sistem akan mencari benih cabai yang sesuai denagn karakteristik lokasi yang dimasukkan oleh pengguna. Pada tahapan ini, sistem akan melakukan penalaran (inferensi) dan mengeluarkan rekomendasi. Teknik penalaran yang dilakukan adalah dengan mencocokkan parameter kunci yang dimasukkan oleh pengguna dengan basis pengetahuan varietas cabai yang disimpan pada sistem konsultasi.
Parameter kunci yang digunakan untuk membuat keputusan pada bagian ini adalah Lokasi (dataran). Sebenarnya masih banyak faktor – faktor lain yang menjadi alasan dalam pemilihan varietas yang unggul dan cocok. Parameter ini karena sistem ini digunakan untuk memudahkan petani, dan semaksimal mungkin dapat digunakan oleh petani di lapangan tanpa harus disulitkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang banyak.
Gambar 32 menunjukkan hasil rekomendasi benih cabai berdasarkan kondisi lokasi yang dimasukkan oleh pengguna sistem konsultasi. Rekomendasi yang diberikan berupa nama benih cabai, produktivitas potensi, jenis buah dan spesifikasi varietas benih yang direkomendasikan. Pengguna dapat mengunduh (download) spesifikasi benih dalam format PDF.
Gambar 32. Contoh Tampilan Hasil Konsultasi Pemilihan Varietas Benih 4.7.2.2.Halaman Konsultasi Penentuan Dosis Pupuk Dasar
Konsultasi penentuan dosis pupuk dasar diimplementasikan dalam bentuk halaman konsultasi. Pengguna terlebih dahulu memasukkan parameter kondisi tanah yang akan ditanami cabai merah. Setelah parameter tersebut terisi maka pengguna dapat berkonsultasi dosis pupuk anjuran yang sesuai. Parameter yang dimasukkan oleh pengguna diantaranya adalah luas lahan dan pH tanah.
Selanjutnya pengguna dapat mengklik perhitungan dosis pupuk dasar. Gambar 33 menunjukkan form untuk memasukkan parameter kondisi tanah yang dimiliki oleh pengguna.
Gambar 33. Form Masukan Parameter Penentuan dosis Pupuk
Selanjutnya sistem melakukan perhitungan dosis pupuk dan memberikan rekomendasi kepada pengguna. Rekomendasi dosis pupuk didasarkan pada perhitungan luas lahan dikali dengan dosis pupuk anjuran untuk luasan satu hektar. Tabel 9 merupakan dasar perhitungan yang digunakan untuk menentukan
dosis pupuk dalam budidaya cabai. Petani dapat melakukan simulasi kebutuhan pupuk yang digunakan sesuai dengan luasan lahan yang ingin ditanami.
Tabel 9. Dasar Penentuan Dosis Pupuk
Jenis Pupuk Dosis Pertanaman Dosis pupuk per hektar Pupuk Kandang 1,18 - 1,76 kg 20 - 30 ton/ha
ZA 36 gram 612 kg/ha
Urea 14 gram 238 kg/ha
TSP / SP36 28 gram 476 kg/ha
KCL 22 gram 374 kg/ha
Rekomendasi ditampilkan dalam tabel dosis dan rekomendasi teknik aplikasi pupuk dasar. Halaman rekomendasi ini terdiri dari informasi mengenai luas lahan yang diinput oleh petani, asumsi jumlah tanaman adalah sebanyak 17.000 tanaman per hektar. pH tanah hasil pengukuran oleh petani adalah sebesar 5,2. Dosis pupuk anjuran yang diberikan sistem konsultasi dapat dilihat pada Gambar 34. Petunjuk singkat aplikasi pupuk dasar diberikan pada bagian bawah sistem konsultasi yang dibangun pada penelitian ini.
Gambar 34. Hasil Perhitungan dan Rekomendasi Dosis Pupuk
Idealnya penentuan dosis pupuk dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan analisis laboratorium terhadap kandungan hara dalam tanah. Namun, petani di lapangan masih sulit untuk melakukan uji laboratorium sehingga sistem konsultasi ini mengakomodir teknik-teknik yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan. Tidak menutup kemungkinan modul konsultasi penentuan dosis pupuk cabai dikembangkan lagi, sehingga lebih presisi dan sesuai dengan uji laboratorium terhadap kandungan hara tanah.
4.7.2.3.Halaman Konsultasi Pengendalian Hama
Halaman konsultasi pengendalian hama diimplementasikan dengan memberikan pilihan kepada pengguna, hama apa yang menyerang di lahannya.
Pengendalian hama umumnya dilakukan dengan melihat ciri-ciri serangan hama yang menyerang tanaman cabai. Ciri-ciri fisik itu yang menjadi dasar diagnosa, jenis hama apa yang menyerang tanaman cabai.
Untuk memudahkan dalam melakukan konsultasi, pengguna diberikan ilustrasi gambar hama yang menyerang. Model gambar dipilih karena jika menggunakan deskripsi maka akan ada ketidaksamaan persepsi petani dikarena tingkat pemahamannya berbeda-beda satu sama lain. Perbedaan pemahaman ini dapat disebabkan karena faktor bahasa (bahasa daerah), pendidikan petani, dan pengalaman petani dalam budidaya cabai.
Untuk melakukan konsultasi, petani terlebih dahulu membuka halaaman konsultasi pengendalian hama. Selanjutnya pengguna memilih jenis-jenis hama yang menyerang pada tanaman cabainya. Setelah itu pengguna mengklik tombol konsultasi, sehingga sistem akan memberikan penjelasan mengenai ciri-ciri serangan dan teknik penanggulangan hama tersebut. Gambar 35 menunjukkan tampilan dialog yang digunakan untuk melakukan konsultasi dengan sistem.
Gambar 35. Halaman Konsultasi Pengendalian Penyakit
Pada halaman penjelasan ini pengguna akan mendapatkan penjelasan tentang hama dan teknik pengendaliannya. Petani dapat menggunakan rekomendasi yang diberikan untuk melakukan pengendalian. Gambar 36 menunjukkan tampilan halaman penjelasan pengendalian hama.
Gambar 36. Halaman Penjelasan Pengendalian Hama
Rekomendasi yang diberikan pada sistem konsultasi ini bersifat umum.
Pengguna harus memilih jenis (merek) pestisida yang akan digunakan dalam pengendalian hama. Petani diberikan kebebasan pula untuk memilih apakah akan menggunakan teknik-teknik kimiawi, biologi atau mekanis dalam pengendalian hama. Tentu pemilihan teknik ini disesuikan dengan luasan lahan dan kondisi lingkungan budidaya cabai.
4.7.2.4.Halaman Konsultasi Pengendalian Penyakit
Halaman konsultasi pengendalian penyakit diimplementasikan dengan memberikan pilihan kepada pengguna, gejala – gejala gangguan apa yang muncul di persemaian dan setelah tanaman dipindah tanam. Gejala-gejala ditanyakan secara berurut, mengikuti alur diagnosa. Alur diagnosa ini disusun oleh pakar untuk memudahkan petani dalam melakukan pengendalian penyakit. Pengetahuan yang menjadi basis pengetahuan merupakan modul konsultasi yang
dikembangkan oleh Dr. Ir. Widodo, M.S, pakar klinik tanaman dari Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor.
Proses konsultasi dimulai dengan memasukkan jenis serangan yang terjadi, kemudian secara berjengjang petani akan diarahkan untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang dihadapi di lapangan. Gambar 37 dan 38 menunjukkan tampilan dialog untuk diagnosa gangguan tanaman.
Gambar 37. Halaman utama diagnosa gangguan tanaman
Gambar 38. Dialog Sistem dengan pengguna untuk diagnosa
Gambar 39 menunjukkan diagram pohon yang merupakan representasi pengetahuan yang disimpan pada basis pengetahuan. Diagram pohon ini yang menjadi basis pengetahuan dalam mengarahkan petani ke jawaban dari permasalahan lapangan yang dihadapi. Diagram pohon ini menggambarkan ciri-ciri fisik tanaman cabai yang terserang penyakit. Pengambilan keputusan dilakuan dengan menelusuri salah satu cabang.
Gambar 39. Contoh Diagram Pohon Diagnosa Penyakit
Setelah pengguna menyeleasaikan dialog yang dengan sistem konsultasi, maka pengguna mendapatkan hasil diagnosa dan rekomendasi pengendalian penyakit. Rekomendasi yang diberikan sesuai dengan ciri-ciri yang dimasukkan oleh pengguna sistem konsultasi. Gambar 40 merupakan contoh tampilan hasil akhir dari diagnosa penyakit dan pengendaliannya.
Gambar 40. Halaman Penjelasan Sistem Konsultasi
4.7.2.5.Halaman Konsultasi Teknologi Budidaya Sesuai SOP
Standar operating prosedur (SOP) merupakan hal yang sangat penting bagi petani. Hal ini sebagai upaya penerapan Good Agricultural Practices (GAP) di tingkat petani. Pengaplikasian GAP diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi cabai merah (Capsicum annuum. L). Pada halaman ini, pengguna dapat berkonsultasi dengan cara memilih permasalahan yang akan ditanyakan. Kemudian sistem akan melakukan pertanyaan lanjutan terhadap permasalahan yang terjadi di lapangan. Gambar 41 menunjukkan contoh tampilan dialog antara pengguna dan sistem konsultasi.
Gambar 41. Dialog Sistem dengan pengguna untuk Teknologi Budidaya Setelah pengguna menekan tombol lanjut, maka sistem konsultasi memberikan rekomendasi terhadap permasalahan yang diajukan oleh pengguna.
Rekomendasi yang diberikan disesuaikan dengan SOP GAP yang diperoleh dari pakar. Rekomendasi berdasarkan SOP GAP ini diharapkan dapat menjadi acuan petani dalam kegiatan budidaya tanaman cabai merah.
Gambar 42. Contoh Tampilan Halaman Rekomendasi 4.7.2.6.Halaman Konsultasi Penanganan Pasca Panen
Halaman konsultasi penanganan pasca panen diimplementasikan dalam bentuk penjelasan yang memuat teknik-teknik atau metode penanganan pasca panen. Pengguna yang akan melakukan konsultasi penanganan pascapanen terlebih dahulu kategori pengetahuan yang dibutuhkan dalam penanganan pascapanen cabai.
Gambar 43. Kategori Penanganan Pasca Panen
Kategori ini untuk mengelompokkan informasi dan pengetahuan yang terkait dengan penanganan pascapanen. Rekomendasi penanganan pasca panen dijelaskan secara deskriptif agar mudah difahami oleh pengguna sistem konsultasi. Gambar 44 menunjukkan contoh tampilan halaman konsultasi penanganan pasca panen.
Gambar 44. Contoh Tampilan Halaman Penanganan Pasca Panen 4.7.2.7.Halaman Konsultasi Analisis Usaha Tani
Halaman konsultasi analisis usaha tani diimplementasikan dalam bentuk halaman web. Pada halaman awal konsultasi analisis usaha tani, pengguna harus memasukkan identitas, lokasi penanaman, varietas yang akan ditanam, dan estimasi harga yang digunakan untuk basis perhitungan. Varietas tanaman yang dipilih akan menentukan produktivitas basis perhitungan yang digunakan. Gambar 45 menunjukkan tampilan halaman konsultasi analisis usaha tani.
Gambar 45. Contoh Tampilan Halaman Konsultasi Analisis Usaha Tani
Setelah pengguna mengisikan parameter-parameter yang dibutuhkan untuk basis perhitungan analisis usaha tani, maka pengguna sistem dapat melihat hasil analisis usaha tani. Analisis usaha tani yang diberikan adalah Total pendapatan yang akan didapatkan oleh pengguna, B/C ratio, dan Break event point (BEP).
Total pendapatan merupakan hasil perhitungan produktivitas (ton/ha) dikali luasan lahan (ha). Sementara B/C ratio adalah perbandingan antara pendapatan dengan total biaya yang dikeluarkan. Artinya jika B/C ratio > 1 maka kegiatan bisnis menguntungkan, sebaliknya jika B/C ratio < 1 maka bisnis rugi atau tidak menguntungkan.
BEP terdiri dari dua jenis yaitu BEP Harga dan BEP Produksi. BEP Harga adalah harga minimal yang harus didapatkan oleh petani cabai untuk mendapatkan titik impas (balik modal). Sementara BEP Produksi menggambarkan basis produksi minimal yang harus didapatkan untuk mencapai titik impas. Parameter tersebut menjadi dasar analisis apakah usaha tani yang akan dilakukan layak atau tidak. Tabel 10 merupakan persamaan yang digunakan untuk melakukan analisis usaha tani.
Tabel 10. Dasar Perhitungan Analisis Usahatani
No Komponen Cara Perhitungan
1 Keuntungan Keuntungan =
Total Pendapatan – (Total Biaya Produksi + Bunga 15 %)
2 Nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio)
B/C Ratio = Pendapatan Total biaya 3 Titik Impas / Break Event Point (BEP)
a. BEP Harga BEP Harga (Rp) = Total Biaya Total Produksi b. BEP Produksi BEP Produksi (Kg) =
Total Biaya Harga Jual
Gambar 46 menunjukkan tampilan halaman hasil konsultasi analisis usaha tani. Pada bagian identitas ditampilkan identitas dari petani yang melakukan konsultasi, asal kota, kabupaten dan provinsi. Benih yang dipilih pada kasus ini adalah cabai besar varietas buana dengan potensi produktivitas 14 ton/ha dengan harga perhitungan analisis usaha Rp. 10.000,00.
Gambar 46. Contoh Tampilan Hasil Analisis Usaha Tani
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh sistem maka didapatkan total pendapatan untuk adalah Sebesar Rp. 140.000.000 dengan keuntungan Rp.
97.087.600. B/C rasio dari hasil perhitungan adalah 3,26, artinya dengan modal Rp. 42.912.400 usaha agribisnis akan memperoleh hasil penjualan 3,26 kali lipat nilai modal yang dikeluarkan. BEP Harga adalah sebesar Rp. 3.065 / kg dan BEP Produksi Rp. 4.291,24 kg yang artinya jika modal usaha Rp. 42.912.400 dan harga jual cabai Rp. 3.065,17 dan produksi 4.291,24 kg secara perhitungan usaha anda telah mencapai titik impas.
Perhitungan yang dilakukan tidak memperhatikan faktor inflasi dan perubahan harga sarana produksi pertanian. Perhitungan dilakukan untuk satu musim tanam cabai dengan periode antara 8-12 bulan. Perhitungan merupakan analisis ideal dan tidak memperhitungkan resiko kerusahan yang disebabkan oleh hama dan penyakit serta kondisi harga turun pada musim-musim tertentu. Gambar 47 menunjukkan rincian dari biasa investasi yang dikeluarkan untuk satu musim tanam cabai.
Gambar 47. Detail Biaya Produksi 4.7.2.8.Halaman Konsultasi Cuaca Harian
Konsultasi cuaca merupakan halaman yang disediakan bagi pengguna untuk mengetahui prakiraan cuaca harian untuk suatu lokasi. Prakiraan cuaca yang ditampilkan dalam sistem konsultasi ini didapatkan secara online dari situs web Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Data dikirimkan dengan menggunakan data format XML secara real time dari website BMKG. Hal ini dilakukan untuk menjamin informasi tentang cuaca harian valid dan sesuai dengan prakiraan cuaca dari BMKG tanpa harus melakukan input data secara manual ke
dalam sistem konsultasi. Gambar 48 menunjukkan tampilan prakiraan cuaca harian untuk beberapa provinsi di Indonesia.
Gambar 48. Prakiraan Cuaca Harian
Prakiraan cuaca yang ditampilkan terdiri dari kondisi cuaca, suhu, dan kelembaban. Parameter-parameter ini merupakan parameter utama dalam prakiraan cuaca harian. Untuk mendapatkan informasi secara utuh, pengguna dapat mengakses secara langsung website bmkg.
4.8. Tahap Pengujian (Testing)
Pada tahapan ini sistem yang akan diluncurkan di uji terlebih dahulu.
Pengujian dilakukan terhadap fungsional sistem konsultasi. Pada setiap iterasi pekerjaan diluncurkan sebuah rilis perangkat lunak yang dikerjakan. Rilis ini selanjutnya diluncurkan untuk kemudian dievaluasi kembali untuk kemudian dilakukan perbaikan oleh tim. Berdasarkan hasil pengujian sistem, dapat diketahui