BAB III METODE PENELITIAN
3.4 Prosedur Penelitian
3.4.3 Analisis Data Suara
Normalisasi pada hasil suara dilakukan untuk menormalkan suara dari sampel.
Langkah-langkah untuk menormalisasikan suara adalah sebagai berikut (Kohler et al., 2017) :
1. Dibuka aplikasi Adobe Audition 3.0 pada laptop
2. Dimasukkan data suara H. masonii pada bar aplikasi dengan cara klik menu File > Open, dipilih file suara > Open, lalu akan muncul di bar visual suara dalam bentuk osilogram
3. Suara akan dikonvert telebih dahulu dengan cara klik menu Edit > Convert Sample Type dikonversi menjadi 48000 Hz pilih channel mono dan Bit depth 32 bit > Klik Ok.
4. Dinormalisasikan suara dengan cara klik Effects > Amplitude and Compression > Normalize (Process) > pilih/centang pada pilihan Normalize to dan decibles format > di normalisasi -1 desibel (db) > Klik Ok.
5. Hasil visual dari suara H. masonii yang telah dinormalkan.
44
3.4.3.2 Menentukan Panggilan (call)
Untuk mengetahui jumlah call pada data suara H. masonii dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Dilihat data suara H. masonii pada tampilan osilogram 2. Dihitung jumlah gelombang call yang terlihat pada bar
3. Diblok satu persatu gelombang call dari awal perekaman sampai akhir dan dilihat durasi dalam satuan millisecond (ms)
4. Diperoleh data durasi pada call
5. Dimasukkan kedalam Microsoft Excel untuk diolah lebih lanjut
3.4.3.3 Menentukan Nada Pulsa (Pulse)
Durasi nada pulsa (pulse) ditentukan dengan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Dilihat data suara H. masonii pada tampilan osilogram
2. Diperbesar pada bagian satu call dengan cara diblok pada satu call lalu zoom in
3. Dilihat dalam satu call terdapat gelombang yang berada didalamnya atau disebut dengan pulse, ukuran gelombang lebih kecil dari gelombang pada call 6. Diblok satu persatu gelombang pulse yang terlihat dan dihitung durasi
dalam satuan millisecond (ms) 7. Diperoleh data durasi pada pulse
8. Dimasukkan kedalam Microsoft Excel untuk diolah lebih lanjut
3.4.3.4 Menentukan Interval dan Periode antar Call
Interval antar call merupakan jarak antara gelombang call satu dengan yang lain. Untuk menentukan interval pada call dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Dilihat data suara H. masonii pada tampilan osilogram
2. Diblok jarak atau interval yang menghubungkan call satu sama lain 3. Dilihat durasi interval dalam satuan millisecond (ms), dilakukan sampai
call terakhir
4. Diperoleh data durasi interval pada call
5. Dicari periode call dengan cara di blok pada awal call hingga pada interval diantara call, lalu dilihat durasinya dalam satuan ms
6. Dimasukkan kedalam Microsoft Excel untuk diolah lebih lanjut
3.4.3.5 Menentukan Interval dan Periode Nada Pulse
Durasi periode setiap nada pulsa (pulse) ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Dilihat data suara H. masonii pada tampilan osilogram
2. Diperbesar pada bagian satu call dengan cara diblok pada satu call lalu zoom in
3. Pada hasil zoom in satu call akan nampak pulse dan interval antar pulse satu dengan yang lain
4. Diblok jarak atau interval yang menghubungkan pulse satu sama lain 5. Dilihat durasi interval dalam satuan millisecond (ms), dilakukan sampai
46
pulse terakhir
6. Diperoleh data durasi interval pada pulse
7. Diblok setiap gelombang pulse mulai dari gelombang awal pulse sampai interval antar pulse, dilakukan pada setiap pulse sampai akhir dari suara 8. Diperoleh durasi pada setiap durasi periode nada pulsa (pulse) dalam
satuan millisecond (ms).
9. Dimasukkan kedalam Microsoft Excel untuk diolah lebih lanjut
3.4.3.6 Menentukan Frekuensi Atas (Maksimum)
Frekuensi atas atau maksimum ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Dilihat data suara H. masonii pada tampilan spektogram
2. Diperbesar pada bagian satu call dengan cara diblok pada satu call lalu zoom in
3. Dilihat penampakan spektogram pada pulse, yaitu dalam tampilan warna kuning
4. Diarahkan kursor ke bagian paling terang bagian atas pada setiap pulse 5. Diketahui frekuensi atas (maksimum) dalam satuan Hz.
6. Dipastikan lagi frekuensi pada setiap pulse dengan gelombang sinus 7. Diblok pada satu pulse diklik menu Window > Frequency Analysis 8. Dilihat bar baru yang menampilkan gelombang sinus
9. Diklik Scan selection diubah nilai FFT menjadi 1024 dipilih point Hanning
10. Diarahkan kursor ke gelombang sinus yang mana frekuensinya dekat dengan frekuensi maksimum pada tampilan spektogram dan dilihat yang paling mendekati
11. Diperoleh nilai frekuensi atas (maksimum) pada pulse, dilakukan pada semua pulse sampai akhir suara
12. Dimasukkan kedalam Microsoft Excel untuk diolah lebih lanjut
3.4.3.7 Menentukan Frekuensi Bawah (Minimum)
Frekuensi bawah atau minimum ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Dilihat data suara H. masonii pada tampilan spektogram
2. Diperbesar pada bagian satu call dengan cara diblok pada satu call lalu zoom in
3. Dilihat penampakan spektogram pada pulse, yaitu dalam tampilan warna kuning
4. Diarahkan kursor ke bagian paling terang bagian bawah pada setiap pulse 5. Diketahui frekuensi bawah (minimum) dalam satuan Hz.
6. Dipastikan lagi frekuensi pada setiap pulse dengan gelombang sinus 7. Diblok pada satu pulse diklik menu Window > Frequency Analysis 8. Dilihat bar baru yang menampilkan gelombang sinus
9. Diklik Scan selection diubah nilai FFT menjadi 1024 dipilih point Hanning
10. Diarahkan kursor ke gelombang sinus yang mana frekuensinya dekat
48
dengan frekuensi minimum pada tampilan spektogram dan dilihat yang paling mendekati
11. Diperoleh nilai frekuensi bawah (minimum) pada pulse, dilakukan pada semua pulse sampai akhir suara
12. Dimasukkan kedalam Microsoft Excel untuk diolah lebih lanjut
3.4.3.8 Menentukan Frekuensi Dominan
Frekuensi dominan ditentukan dengan langkah-langkah berikut : 1. Dilihat data suara H. masonii pada tampilan spektogram
2. Diperbesar pada bagian satu call dengan cara diblok pada satu call lalu zoom in
3. Dilihat penampakan spektogram pada pulse, yaitu dalam tampilan warna kuning
4. Diarahkan kursor ke bagian paling terang bagian atas pada setiap pulse 5. Diblok pada satu pulse dan di klik menu Window > Frequency Analysis 6. Dilihat bar yang muncul dan menampilkan gelombang sinus
7. Diklik Scan selection lalu diubah nilai FFT menjadi 1024 dipilih point Hanning dan akan terlihat pada gelombang sinus gelombang yang paling tinggi, diarahkan kursor ke gelombang yang terlihat paling tinggi
8. Diperoleh nilai frekuensi dominan, dilakukan pada semua pulse sampai akhir suara
9. Dimasukkan kedalam Microsoft Excel untuk diolah lebih lanjut