s^l^h^^cocpk kemudian Dewi S^ta alias Koming membeli 120 ribu dolar dengan
harga Rp. 835.000.000,-;
' ' '• !
§ BahVva Dewi Sapta alias Koming membayar dengan dari rekening Bank Mandiri Ja^Udcraing bank Mandiri PT.DOLARINDO INTRAVALAS PRIMATAMA, kemudian Dewi SapiB. alias Koming datang ke kantor mengambil dolar Singapura
dengan membawa slip asli;
Bahwa awahiya saksi hanya minta nomor telpon Dewi Sapta aUas Koming tetapi waktu menyerahkan dolar saksi minta identitas Dewi Sapta alias Koming, yaitu
foto copy SIM A;
Bahwa rekening tersebut atas nama Dewi Sapta Oktarina Als Koming Dewi Sapta
Oktarina;
Bahwa Dewi Sapta alias Koming datang ke kantor saksi cuma 1kali;
Bahwa saksi pemah merigadakan transaksi dengan Zaipul Abu Gozala, yaitu tanggal 4-2-2011, yang bersangkutan membeli 60 ribu dolar Amerika senilai Rp.
500.000.000,- sddan dan pembayaraimya menggunakan rekening BCA;
- Bahwa transaksi dengan jumlah transaksi di atas Rp. 500.000,000r harus ada identitasnya, sedangkan yang di bawah Rp. 500.000.000,- cykup diminta nomor
telepondan alamatnya saja;
- Bahwa waktu transaksi Dewi Si^rta alias Koming belum memakai kemdung;
- Bahwa seti^ penyerahan dolar dibuatkan faktur;
- Bahwa transaksi tersebut kemudimi dilaporitan ke PPATK, tapi yang laporan dari
bagian tersendiri;
- Bahwa Dewi Sapta alias Koming mengambil sendiri uangnya di kantor saksi;
- Bahwa kenal lebih dahulu Zaipul Abu Gozala bam Dewi S^ta alias Koming;
Bahwa waktu Dewi S^ta alias Koming membeli dolar yang mengambil Dewi S^)taalias Koming sendiri dengan menunjukkan SIM;
14. Drs. Mftrwan AdM, BcJP.MSi.
5i pertama kali kenal dengan Dewi Sapta alias Koming, pada awal
^ atau Maret atau April 2010 di Rutan Pondok Bambu Jakarta;
SI bisa kenal dengan Dewi Sapta alias Koming karena ada keperiuan di Rutan Pondok Bambu dan waktu ketemu penjaga, penjaga tersebut bilang bahwa istri terdakwa (Dewi Sapi& alias Koming) ada di Rutan Pondok Bambu, lalu saksi ketemu Dewi S^yta alias Kommg yang mengenalkan diri sebagai istri terdakwa;
Bahwa saksi ketemu Dewi Sapta alias Koming di Nusakambangaii sekitar bulan
Desember 2010, pada waktu itu Dewi Ssqjta alias Koming membesuk terdakwa
(suaminya);
- Bahwa jadwal besuk dari hari Senin sampai dengan Kamis, Dewi Sapta alias Koming besuk terdakwa di ruang besuk» tapi saksi juga pemah lihat Dewi Si^
alias Koming di ruaiig KPLPj
- Bahwa terdakwa (suami Dewi alias Koming) dttuikum di LP Narkotika
dakim kasus Naricotikai dihukum selama 8 tahun;
- Bahwa saksi pemah mengadakan razia di kamar terdakwa, yaitu pada bulan
Januari 2011 dan ditemukan 16 HP dan Laptop;
m
Bahwa sa^
- Bahwa setelah mengadakan razia, pada tanggal 15 April 2011* saksi kemudian
laporke BNN;
- Bahwa kaitannya antara terdakwa dengan Hartoni, setahu saksi setelah di BNN
kalau sabu-sabu yang ditemukan pada waktu Hartoni ditangkap asalnya dari
terdakwa;
- Bahwa pembayaran transaksi antara terdakwa dengan Hartoni, awalnya saksi tidak tahu, topi setelah di BNN saksi tahu kalau pembayarannya melalui
M-Banking;
- Bahwa sebagai Kali^ saksi tidak tahu menahu masalah itu, setelah ketahuan terdakwa lalu diasimilasi dan hak-haknya dicabut;
- Bahwa napi yang pegang HP di LP itu karena pintar-pintanya napi saja;
is
f w
.^Pi^v^ENfiartoni dan terdakwa pemah sekamar di Binker, t^i kemudian Hartoni
'^dk^etuang Sakau;
I } j
- B^wa iH^toni sebagai taminng, selain sebagai tamping, Hartom juga sebagai
pemelihara sapi;
- Bahwa saksi tidak tahu terdakwa dan Dewi Sapta alias Koming (istri teniakwa) pemah nienginap di pondok kandang sapi, karena Dewi Sapta alias Koming kalau ke LP NarkotikA pada han Sabtu dan Mmggu dan pada hari itu saksi pulang
keBekasi;
- Bahwa saksi pemah menerima transferan dari terdakwa, masuk ke rekening atas nama Andhika yaitu sebesar Rp. 5.000.000,-, Rp. 10.000.000,- dan
10.000,000,-;
- Bahwa uang tersebut saksi gunakan untuk keperluan kantor, dan saksi tidak
menerima secara tunai;
*• Bahwa saksi tidak tahu asal uang yang diberikan terdakwa kepada saksi;
Bahwa saksi memperlakukan napi yang ada di LP Narkotika secara umum sama;
- Bahwa terdakwa ditempatkan di Binker saksi tidak tahu pcrsis, karena yang
menempatkan di Binker adalah KPLP tanpa persetujuan Kal^>as, tapi Kalapas
Guki^tahu;
- Bahwa Binker adalah niangan biasa tapi ada tempat untuk bekaja scpcrti mesin
jahit, membatik;
- BahvraHartonijugaditempatkandi Binker KarenaHartonisebagai tamping;
- Bahwa uang yang dari Hartoni itudiperoleh dari Gunawan (kakak Hartoni);
- Bahwa pertama kali kenal dengan Dewi Ssqrta alias Koming di Rutan Pondok
Bambu awal Maret 2010;
• Bahwa saksi ke Korsel bulan Nopember 2010, karena ada undangan perlebahan di
LP, atas ijin Kanwil;
- Bahwa saksi ke Rutan Pondok Bambu sendirian, saksi mau ketemu dengan Kcpjda Rutan tapi tidak ketemu, lalu saksi ketemu Dewi Sapta alias Koming di mang Komandatt Jaga daa Dewi Sapta alias Koming juga tnempeikenalkaii diri
/ fljihwifc^saii^ kenal dengan Agus Rahmanto adalah Plh.KPLP, Adnan adalah yang
( memas^g'bcTV di li^jtop dan Iwan adalah kenalan terdakwa di Cirebon;
• ' -e • i.
r Bahwa HP itu dibawa masuk dari darat ke LP Narkotika Nusakambangan;
- ^^Bahiiva HP yang disita dari kamar terdakwa lalu disimpan di ruang saksi ada 16
HP, tapitidak adayang Black Berry;
- Bahwa barang bukti yang diajukan di persidangan yang bempa HP MVsi kenal
ada kenal dan ada yang tidak kenal;
- Bahwa di kandang sapi itu ada gubugnya, di gubug itu tidak ada tempat tidur;
- Bahwa saksi punya kewenangan untuk melarang n^i menggunakan HP dan
menempati Binker;
- Bahwa pada awalnya kegiatan keqa memang tidak ada anggaran, ta^ seteiah
tahun 2008ada anggarannya;
- Bahwa laptop terdakwa merk Acer wama putih dan didi^at dari istrinya (Dewi
Saptaalias Koming);
Bahwa pada waktu di BNN pemah ditunjukkan rekening koran adanya pengiriman dari Dewi Sf^ita Oktarina Als Koming Dewi Ss^rta Oktarina;
Vv\
- Bahwa saksi mengetahui adanya indikasi terdakwa terkait Naii^otika pada Mixiggu I buldii Nojiembef 2010 ada indikasi terdakwa terkait narkoba yaitu waktu Polda
akan menangks^ terdakwa;
- Bahwa saksi pemah menggeledah kamar terdakwa, yaitu untuk melakukan
pemeriksaan dan setelah digeledah, terdakwa diasimllasi dengan 11 orang;
- Bahwa saksi tahu Hartom dan terdakwa sekamar di Binker, tapi saksi tidak tahu alasannya, karena itukewenangan KPLP, sejak Tahun 2009;
- Bahwa saksi melakukan razia di kamar terdakwa karena pemah dicari oleh Polda Metro pada awai Nopember 2010, dan saksi menemukan 16 HP terdakwa;
- Bahwa pada waktu Hartom ditai^kap, sabu itudidapat dari terdakwa;
" Bahwa ruang sakau itu niang untuk tisipi yang tidak ada periengkapan listrik, itu
untuk terapi;
Arlanto Bin Budi Haryanto